NovelToon NovelToon
Si Jenius Dari Masa Depan

Si Jenius Dari Masa Depan

Status: sedang berlangsung
Genre:Fantasi / Mengubah sejarah / Perperangan
Popularitas:795
Nilai: 5
Nama Author: Rizzzz......

Kira berasal dari masa depan tiba tiba terlempar ke zaman kerajaan. Yang berawal dari tidak punya apa apa, sampai memiliki semuanya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Rizzzz......, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 18

Lestari menatap Kira dengan cemas. Dia benar-benar ingin mewakili Kira untuk langsung setuju. Namun, Kira mencibir lagi,

"Pak Hendra, siapa yang bilang kalau gula kristal ini untuk di makan?"

Hendra pun kebingungan.

"Kira, memangnya gula bisa di gunakan untuk apa lagi selain di makan?"

Lestari, Danu dan Tony juga terkejut dan mempunyai pertanyaan yang sama.

Kira berkata sambil tersenyum sinis,

"Ini adalah pertama kalinya gula kristal muncul di Kerajaan Nayara, entah kapan baru bakal muncul lagi. Gula kristalnya cuman begitu sedikit, memangnya pemimpin kabupaten masih bisa mendapatkannya? Pejabat kelas rendah yang dapat gula kristal ini mana mungkin memakannya. Nggak peduli siapa pun yang mendapatkannya, mereka bakal menghadiahkannya untuk atasan mereka. Orang yang menerima hadiah ini bakal mengingat orang yang menghadiahkannya. Sebab, ini adalah barang langka yang belum ada sebelumnya. Aku sudah begitu terus terang, apa Pak Hendra masih mau pura-pura bodoh?"

Kira tidak percaya pedagang berpengalaman ini tidak mengetahui seberapa berharganya barang langka seperti gula putih.

Setelah maksud hatinya dibongkar Kira, Hendra pun berkata sambil tersenyum,

"Aku benar-benar nggak pura-pura bodoh. Tapi, aku benar-benar nggak tahu cara jualnya tadi. Berhubung kamu sudah menjelaskan nya, aku sudah tersadar. Aku nggak buka harga lagi deh. Kamu saja yang bilang mau jual berapa!"

Kira langsung berkata dengan lugas,

“Setengah kilo 30 ribu rupiah!"

Lestari, Tony dan Danu langsung tercengang.

"Sepakat!"

Hendra menyetujuinya tanpa ragu. Kemudian, dia langsung pergi mengambil uangnya.

Setelah Hendra pergi, Kira pun menghela napas,

"Haish, harga yang ku buka masih terlalu rendah!"

Setelah mendengar ucapan Kira, Lestari sangat ingin langsung memaki kakak sepupunya itu. Jelas-jelas Kira sudah untung banyak, tetapi dia masih mengeluh.

Tidak lama kemudian, Hendra turun dengan membawa sebuah kotak kecil. Kotak itu berisi batang emas dan perak yang totalnya 600 ribu rupiah.

Begitu melihat uang itu, Lestari langsung melongo, sedangkan Tony langsung lemas dan Danu menahan napasnya. Tony dan Danu belum pernah melihat koin emas dan perak. Biasanya mereka hanya menggunakan koin perunggu.

Begitu melihat reaksi ketiga orang itu, Hendra langsung menoleh ke arah Kira.

Wajar saja kalau para pelayan tidak pernah melihat uang sebanyak ini. Namun, akan aneh apabila tuan mereka juga mempunyai reaksi yang sama.

"Simpan uang nya!"

Kira sama sekali tidak melirik uang di dalam kotak itu. Dia langsung bangkit dan melambaikan tangannya,

"Transaksi kita sudah selesai. Aku pamit dulu!"

Danu menerima kotak itu, sedangkan Lestari dan Tony berjalan di belakangnya.

"Kira, tunggu dulu!"

Hendra langsung mengejarnya dan bertanya,

"Kapan kamu bisa sediakan gula kristal ini lagi?"

"Itu tergantung keberuntungan ku!"

Kira berkata sambil mengangkat alisnya,

"Gula kristal pada dasarnya memang langka. Pedagang dari Wilayah Barat harus melalui wilayah bangsa Agatha sebelum sampai di Kerajaan Nayara, sedangkan wilayah bangsa Agatha sangat berbahaya. Entah kapan mereka bakal datang lagi. Mungkin tiga bulan, mungkin juga setahun. Jadi, aku juga nggak bisa pastikan waktunya."

"oh!" Hendra berkata dengan hormat,

“Kulihat kamu sangat berwibawa, kamu pasti berasal dari keluarga besar, 'kan? Apa kamu itu anak keluarga Samadi dari Kota Nagari?"

Kota Nagari juga merupakan kota pusat pemerintahan. Jaraknya sekitar 150 kilometer dari tempat ini. Namun, tidak ada keluarga besar yang bermarga Samadi di sana.

"Aku berasal dari Kota Pusat Pemerintahan Jagabu!"

Kira melambaikan tangan nya dengan kesal,

“Kalau Pak Hendra nyesal, batalkan saja transaksi nya. Aku bisa bertransaksi dengan orang lain dan menjualnya seharga satu juta rupiah ke orang lain!"

Kota Pusat Pemerintahan Jagabu adalah kota perbatasan Kerajaan Nayara dengan wilayah bangsa Agatha. Kabupaten tempat tinggal nya termasuk yurisdiksi Kota Pemerintahan Jagabu. Jika ada orang dari Wilayah Barat yang mau masuk ke wilayah Kerajaan Nayara, pemberhentian pertama mereka adalah Kota Pusat Pemerintahan Jagabu. Hendra menanyakan semua pertanyaan itu untuk menguji Kira.

"Ini!"

Danu langsung mendorong kotaknya kepada Hendra.

Kira sudah berpesan pada yang lainnya untuk langsung menuruti semua perintah Kira. Jadi, Danu pun langsung bertindak sesuai perintah.

Namun, Hendra malah buru-buru mengadang di depan gula putih dan berkata,

"Kira, transaksi kita sudah selesai, Uang 600 ribu rupiah itu sudah jadi milik mu, sedangkan 10 kilo gula ini milik keluarga Sutedjo."

"Pelayan, antar Tuan Kira keluar."

Pegawai toko langsung mempersilakan mereka keluar.

Kira masuk ke kereta kuda dengan ekspresi dingin. Kemudian, keempat orang itu pun meninggalkan Toko Gula Keluarga Sutedjo.

Setelah melihat kereta kuda menjauh, ekspresi Hendra yang tadinya terlihat ramah pun berubah menjadi tajam dan tegas.

Meskipun sikap Kira terlihat seperti putra keluarga kaya, Hendra tetap merasa ada yang aneh.

Selain pakaian pelayan wanita itu, pakaian orang lainnya adalah pakaian baru. Di sisi lain, meskipun Kira mengenakan jubah sutra, kualitas giok dan tas wewangian nya sangat buruk. Kereta kuda yang mereka pakai juga seperti kereta kuda biasa. Jadi, Hendra tidak begitu percaya bahwa Kira berasal dari keluarga besar.

Selain itu, gula tidak mudah diawetkan. Jika dibawa masuk dari Wilayah Barat yang jauh, gulanya pasti bisa sedikit meleleh.

Namun, 10 kilogram gula kristal ini sama sekali belum meleleh.

Hal yang terpenting adalah Kota Pusat Pemerintahan lebih makmur dari pada Kabupaten ini. Kenapa Kira tidak menjual gula kristal ini di sana dan malah datang ke daerah kecil seperti ini?

Keraguan-keraguan ini sudah melekat di benak Hendra. Dia memberi perintah kepada pegawainya, lalu pegawainya itu pun langsung keluar.

"Wah, emasnya banyak banget!"

Di dalam kereta, Lestari mengambil sebatang emas, lalu menggigitnya. Kemudian, dia pun berseru kegirangan,

“Kalau bisa menghasilkan 600 ribu rupiah sehari, sepuluh hari sudah 6 juta rupiah, sebulan 18 juta rupiah, setahun sudah 216 juta rupiah. Dalam sepuluh tahun, kita sudah bisa mengumpulkan miliaran rupiah! Kak Kira, kamu sudah mau kaya raya!"

Kira hanya diam saja sambil memikirkan sesuatu. Lestari pun bertanya dengan terkejut,

"Kenapa?"

Kira menjawab,

"Tadi, Hendra nggak berhenti mengikuti. Aku rasa dia punya maksud lain,"

Lestari langsung tercengang,

"Kenapa aku nggak merasa begitu?"

Kira menatap ke arah Danu yang duduk di depan, lalu berkata,

"Danu, coba lihat ada yang ngikutin kita, nggak?

Lestari langsung cemberut.

“Kak Kira, transaksi kita sudah selesai, untuk apa Pak Hendra suruh orang ikuti kita?"

Begitu Lestari selesai bicara, Danu pun menjawab,

“Kak Kira, benar katamu! Pegawai toko Pak Hendra memang lagi ikuti kita!"

"Mana mungkin!" Lestari pun melibat ke luar jendela.

Setelah melihat memang ada pegawai toko gula yang mengikuti mereka dari jauh, dia pun tercengang. Kira berkata dengan suara yang berat,

"Ini karena aku berlagak jadi putra keluarga besar,"

1
Aisyah Suyuti
good
I Am Riza
kerajaan Nayara itu kerajaan yang berdiri sendiri.
Ahmadi 241215
kerajaanya itu masih wilayah nusantara gak gak sih bos
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!