NovelToon NovelToon
Cintai Aku Sekali Lagi

Cintai Aku Sekali Lagi

Status: sedang berlangsung
Genre:Penyesalan Suami / Cinta Seiring Waktu / Berbaikan
Popularitas:21.8k
Nilai: 5
Nama Author: moon

WARNING! Sebelum mulai membaca, tolong baca tagar dahulu. Karena di sini area bebas JULID, dilarang mengomel hanya karena keinginan Anda tak sejalan dengan pemikiran Author.



Cinta itu menuntun dirinya untuk membuat keputusan paling kejam, memilih satu diantara dua wanita. Di antara tangis dan perih dua wanita yang lain, ia tetap mempertahankan wanita yang ia cinta.


Setelah keinginan diraih, takdir kembali lancang menuliskan jalannya tanpa permisi. Sekali lagi ia kehilangan, tapi kali ini untuk selamanya.


Terombang ambing dalam amarah, serta sempat menjauh dari-Nya. Tapi sepasang tangan kecil tetap meraih dirinya penuh cinta, tulus tanpa berharap imbalan jasa.


Apakah tangan kecil itu mampu menuntun Firza kembali ke jalan-Nya?


Lantas bagaimana dengan dua wanita yang pernah disakiti olehnya?


Mampukah Firza memantapkan hatinya pada cinta yang selama ini terabai oleh keegoisannya?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon moon, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

#17

#17

Namanya Gantara Bumi, dulu hanya pemuda miskin yang luntang-lantung di jalan mencari pekerjaan serabutan demi sedikit uang agar bisa melanjutkan sekolah ke jenjang SMA. 

Ahtar sangat beruntung karena ia bertemu dengan Abah Husain, pria itu memberinya kepercayaan untuk bekerja di toko selepas pulang sekolah. Dan Ahtar tak ingin menyia-nyiakan kepercayaan dari Abah Husain, ia bekerja dengan tekun sepulang sekolah. Berkat kepercayaan dari Abah Husain, ia berhasil menyelesaikan pendidikan jenjang SMA. 

Di toko itu pula ia mengenal putri Abah Husain satu-satunya, Ersha Shanaya. Tapi, Ahtar tahu diri, ia tak berani melangkah maju karena sadar tak memiliki apa-apa untuk membuktikan perasaannya. 

Maka selepas lulus SMA pemuda itu memutuskan merantau, ke negeri seberang, berbekal tekad dan kemauan, Ahtar berhasil mengumpulkan pundi-pundi rupiah setelah merantau selama lebih dari 5 tahun. Pria itu pulang ke Indonesia dan memulai bisnis baru yang pada awalnya dianggap sebelah mata. 

Yakni mengirim ikan segar hasil laut Indonesia ke beberapa negara penggemar ikan mentah, salah satunya adalah Jepang. Usaha yang semula bermodal nekat itu pun sukses, membuat Ahtar kembali bisa mengangkat derajat keluarganya. 

Tapi, waktu terus berjalan, tak hanya dirinya yang bertambah kemampuan finansial serta usia yang semakin matang. Ersha pun demikian, gadis itu bukan lagi remaja SMP  ingusan, tapi sudah tumbuh menjadi bunga yang mempesona. 

Perasaan yang sekian lama terpendam hendak ia utarakan agar bisa berlabuh ke pelaminan. Namun, apa mau dikata, Ahtar terpaksa menerima kenyataan pahit, karena niatnya tak mungkin terlaksana. Hari itu, ketika Ahtar kembali, di rumah Abah Husain sedang digelar acara resepsi pernikahan Ersha dengan seorang pemuda. 

Patah hati? Sudah tentu, tapi jodoh adalah urusan Tuhan. Seandainya saja Ahtar berani mengatakan keinginannya sejak awal, belum tentu juga Ersha mau menerima, kan? Namanya juga misteri jodoh. 

Ahtar pun menyimpan dalam diam perasaannya, namun, tetap melangitkan doa agar yang ia cintai senantiasa bahagia bersama pasangannya. Itu adalah refleksi cinta paling mulia, mengikhlaskan yang tercinta agar bahagia bersama pasangannya. 

“Bang Ahtar?!” 

“Benar, apa kabar, Ersha?” sapa Ahtar dengan senyum tulus di bibirnya. 

Tak ada salaman, keduanya hanya saling menangkupkan tangan mereka di depan dada. “Alhamdulillah, Abang gimana kabar? Sudah sukseskah jadi perantau?”

“Ah, apa, sih, ya, masih beginilah, tapi alhamdulillah, bisa makan tiga kali sehari, dan bisa sholat lima waktu dengan perasaan tenang.”

“Maasya Allah, alhamdulillah, Ersha ikut senang, Bang. Silahkan dilanjutkan ngobrolnya, sambil menikmati makan siang. Kebetulan Ersha bawakan porsi lebih, ternyata rezeki Abang.” 

Ersha mempersilahkan dengan sopan, rak ingin berlama-lama, khawatir mengundang fitnah. Wanita itu pun pamit kembali ke toko Ummi Fitria, karena sedang membantu umminya di sana. Abizar pun ia tinggal sejenak untuk mengantar makan siang Abah Husain. 

Disamping itu, siang ini Ersha pun ada janji dengan Miranda, karena harus melengkapi surat pengajuan gugatan ke pengadilan. 

“Mari, Nak. Temani Abah makan siang,” ajak Abah Husain, setelah Ersha pamit untuk kembali ke toko Ummi Fitria. 

“Tapi, Bah, nanti Abah kurang kenyang,” tolak Ahtar, sebenarnya segan makan bersama Abah Husain. 

“Kenyang atau tidak, itu tergantung perspektif. Tapi sedikit yang dibagi, itu lebih baik daripada mubazir.” 

Ahtar tak punya pilihan, ia menghormati Abah Husain, dan tak ingin melihat beliau kecewa dengan penolakannya. 

•••

“Duh, sorry banget, ya, Er. Aku batal datang, ini rapat mendadak banget,” kata Miranda, meminta maaf karena mereka gagal bertatap muka. 

“Nggak, papa, Mir. Aku mengerti gimana kesibukan kamu. Kalau aku kirim via kurir aja, gimana?” 

Miranda merengut, “Ya … aku kangen Abi,” rengeknya jujur. 

“Ya, nggak papa, kamu tetap bisa datang, kok. Kayak yang jauh aja, kita masih satu kota.” 

Miranda tergelak. “Aku kirimkan via kurir, karena aku ingin prosesnya cepat.” 

Sendu, Miranda jelas mendengar nada itu meski mereka hanya berbicara dengan perantara telepon seluler. Membayangkan hancur dan sedihnya perasaan Ersha, Miranda benar-benar merasa iba. 

Tapi, namanya hidup, ada saja pasang surutnya. Yang semula menikah atas dasar cinta saja bisa berpisah. Bagaimana dengan Firza dan Ersha yang menikah karena perjodohan. Meski banyak yang langgeng, tapi tak sedikit pula yang kandas di tengah jalan. 

Rasa takut gagal itu, semakin menghantui perasaan Miranda, padahal bulan lalu, ia mendengar kabar bahagia, Erlangga akhirnya menikah. Sementara dirinya? Masih begini-begini saja. 

Lalu? Kemana Jordy? 

Entahlah, sejak perbincangan terakhir itu, mereka hilang kontak hingga saat ini. 

“Baiklah, kirimkan saja, semoga rapatnya tak lama, dan aku bisa mendaftarkan gugatan hari ini juga.” 

“Thanks, ya, Mir. Kamu yang terbaik.” 

“Oh, jelas. Urusan perceraian, serahkan pada ahlinya,” kata Miranda bangga. 

“Hmm, tolong kirim alamat kantormu, ya?” pinta Ersha.

“Hmm, baiklah, sampaikan salamku untuk Abah dan Ummi, ya? Aku juga kangen kue buatan Ummi.” 

“Datanglah ke toko kapanpun, kami tetap buka kecuali weekend terakhir setiap akhir bulan.” 

Setelah basa-basi itu, panggilan pun berakhir. 

•••

Akhirnya, saat yang dinantikan Resha pun tiba, saat ini Resha pasrah menginap di rumah sakit setelah sempat ngedrop beberapa waktu yang lalu. 

Hari ini Firza mengunjunginya, pria itu tak tega dan rela sejenak meninggalkan pekerjaannya demi bertemu Resha di sela waktu istirahatnya. 

“Ma, aku sudah cantik, kan?” tanya Resha pada Nyonya Yu, yang kini setia mendampinginya, agar Resha tak lagi melarikan diri. 

“Hmm, cantik,” jawab Nyonya Yu, singkat, dan dingin. Tapi Resha tak peduli, ia bahagia, yang lain terserah saja. 

Tok! 

Tok! 

Suara pintu diketuk, dan tak lama kemudian Firza pun masuk. Pria itu membawa bungkusan makan siangnya, agar bisa makan bersama Resha meski menu makannya berbeda. Karena Resha memiliki banyak pantangan soal makanan. 

“Permisi,” ucap Firza saat membuka pintu ruangan. 

“Akhirnya datang juga, aku lapar,” sambut Resha mendayu manja. 

Firza meletakkan bungkusan makan siangnya di atas meja lipat, bersebelahan dengan makan siang Resha. “Kan, kamu bisa makan duluan.” 

“Tapi aku pengennya makan bareng kamu.” 

“Tante, maafkan, saya mengganggu istirahat Resha.” 

“Iiih, apaan, sih, kamu nggak ganggu, kok,” sahut Resha cepat, membuat Nyonya Yu urung bicara. 

“Tidak apa-apa. Kebetulan sekali kamu datang, Tante harus ke bawah sebentar menyelesaikan sedikit urusan administrasi. Tolong temani Resha, ya?” pinta Nyonya Yu. 

Entahlah, Firza merasa Nyonya Yu sedang menyembunyikan beban berat, nampak jelas raut wajahnya mendung seperti kehilangan semangat. Ah, mungkin saja karena terlalu memikirkan kesehatan Resha, bertahun-tahun menjadi wanita tangguh untuk putrinya, pasti bukan hal yang mudah. 

“Iya, Tante. Saya akan di sini sampai satu jam ke depan.” 

Nyonya Yu melirik jam tangannya untuk menyesuaikan waktu, “Baiklah, Mama pergi dulu, ya? Jangan kabur lagi!” pamit dan ultimatum Nyonya Yu pada putrinya. 

“Siap, Ma. Kan yang dicari ada di sini, jadi aman.” Resha mengangkat kedua jempolnya. 

Firza meletakkan kunci mobil dan ponselnya, kemudian mencuci tangan sebelum mulai makan. 

Ngomong-ngomong soal makan, beberapa hari kebelakang, Firza kembali jadi bujangan, tak ada yang mengurus segala macam kebutuhannya termasuk soal makan. 

Biasanya selalu ada makanan sehat di meja makan, kini ia terpaksa membungkus makanan dari luar, soal rasa tentu jauh dari bayangan. Terlalu asin, terlalu manis, kadang ada rasa getar karena bawangnya belum matang sempurna, rasa MSG nya pun cukup menyengat. 

Ia rindu masakan Ersha, tapi menampik, lalu mengatakan pada dirinya sendiri, bahwa ini hanya awal mula dari proses penyesuaian. Lama-lama ia akan terbiasa. 

Mereka duduk berhadapan di atas brankar, Firza sudah mengajak Resha duduk di sofa saja, tapi Resha menolak. Biar romantis, katanya. Sekalian mengulang momen masa pacaran mereka dulu. 

“Aku ingin bertemu Mamak, boleh?” 

Disela obrolan ringan mereka, Resha mengungkapkan keinginannya. 

“Mmm, bukan tak boleh, tapi belum saatnya.”

Wajah Resha cemberut, “Ayolah, kamu tahu, kan, sudah sangat lama aku ingin jumpa dengan Mamak, dan Ayah. Tapi sampai sekarang belum terealisasi.” 

Tentu saja, karena dulu, mereka berada di luar negeri, dan setelah kembali ke Indonesia, mereka sibuk dengan pekerjaan. Lalu tak lama Resha jatuh sakit. 

Melihat raut wajah cemberut dari kekasihnya, Firza jadi tak tega. “Baiklah, aku akan atur waktunya,” katanya. 

Nekat saja, meski tahu dirinya kini adalah penyebab kemarahan mamak dan ayahnya. Tapi, Firza tak ingin terlalu lama bermusuhan dengan kedua orang tuanya. Mungkin ini saatnya kembali mendekati mereka, sambil memperkenalkan Resha. Semoga pelan-pelan kedua orang tuanya bisa luluh. 

1
Patrick Khan
semoga niat jahat resa keduluan end tamat modar😂😂😂ahh jahatnya q😂🔪
Inarrr Ulfah
jagn mati dulu ya sa,,pengen liat aja kamu kejang2 liat er dapt yg lebih dari si Firza,dan semoga Firza gila talak...
Anonim
balikan????? gak seru ah
Hasanah Purwokerto
Aku ketularan bang Ahtar,,senyum senyum sendiri...😄😄😄😄😄
Hasanah Purwokerto
Tuh bang Ahtar...ada jalan buat pe de ka te,,,manfaatkan...🤣🤣🤣🤣🤣
Hasanah Purwokerto
/Joyful//Joyful//Joyful//Joyful//Joyful//Joyful/
Hasanah Purwokerto
Cieeeee..yg lagi modus...😄😄😄😄
Hasanah Purwokerto
Busuk hati bgt si Resha
Hasanah Purwokerto
Ersha bukan kamu ya,,yg hobinya merusak rumah tangga orang,,kamu tuh yg sukanya sm suami orang...😡👊👊👊
Hasanah Purwokerto
Maaf cuma dimulut saja
Hasanah Purwokerto
Ga akan bahagia kalian..
Hasanah Purwokerto
Setan berwujud manusia itu Er..
Hasanah Purwokerto
Cih....sundel bolong....pake pura pura
Hasanah Purwokerto
Maafmu ga ada guna Fir..
Hasanah Purwokerto
Biarin Firza sendirian..ga usah diajak ngobrol..
Hasanah Purwokerto
Preeeetttt laaaahhhj
Hasanah Purwokerto
Ersha ga melarang,,tp kamu yakin,,? Resha akan membiarkanmu pergi menemui Abizar..?
Hasanah Purwokerto
Tetap semamgat ya Rs...masa depanmu msh panjang,,semoga lebih cerah dr sblmnya...
Hasanah Purwokerto
Smg Ersha berjodoh dg Atar..
toh sama" single
Hasanah Purwokerto
Resha culas,,bermuka dua...😡
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!