NovelToon NovelToon
Mengejar Cinta Mas Dokter Untuk Mama

Mengejar Cinta Mas Dokter Untuk Mama

Status: sedang berlangsung
Genre:Diam-Diam Cinta / Penyesalan Suami / Berondong
Popularitas:1.8k
Nilai: 5
Nama Author: Purnamanisa

‎Di balik senyumnya yang tenang, Arumi menyimpan luka yang tak pernah benar-benar sembuh. Pernikahannya dengan Ardi hanya tinggal formalitas. Demi puteri kecilnya, Kayla, Arumi bertahan.

‎Segalanya berubah ketika ia bertemu seorang psikiater muda, Dimas, yang baru saja bekerja di klinik psikiatri Dokter Arisa langganannya.

‎Dimas yang tenang dan hangat selalu membuat Arumi merasa didengar. Di ruang konsultasi yang seharusnya penuh batas, justru tumbuh perasaan yang tak diundang.

‎Tanpa Arumi sadari Kayla, puteri kecilnya yang cerdas, melihat semuanya. Ia tahu ibunya tidak bahagia. Ia juga tahu, ada cahaya berbeda di mata ibunya setiap kali pulang dari pertemuan dengan Mas Dokter —panggilan akrab Kayla pada Dimas.

Apakah perasaan Arumi pada Dimas yang tumbuh di ruang konsultasi hanya sebatas pelarian? Ataukah rumah yang selama ini Arumi rindukan?

Simak kisah selengkapnya dalam Mengejar Cinta Mas Dokter untuk Mama

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Purnamanisa, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Perasaan Kayla dan Badai yang Siap Menerpa

Kayla duduk diam di Taman Kanak-Kanak, menunggu Arumi menjemputnya. Wajahnya muram. Meski di depan Arumi dia selalu ceria, pada kenyataannya, hatinya yang masih belum memahami apapun tentang dunia orang dewasa merasa sakit. Kayla sendiri pun tak memahami perasaannya.

Kayla teringat bagaimana mamanya dan Mas Dokter saling menatap. Keduanya terlihat saling menjaga dan menyayangi. Tatapan Mas Dokter pada mamanya, terasa seperti tatapan mamanya pada Kayla. Lalu Kayla menatap papanya yang menatap mamanya tanpa ada rasa yang sama seperti Mas Dokter menatap mamanya.

"Kay," panggilan mamanya, menyadarkan Kayla dari lamunannya. Kayla tersenyum.

"Mamaaa," panggil Kayla sambil berlari ke arah mamanya.

"Hari ini, Kayla nggak begitu bersemangat, Bu," lapor Bu Ida, guru Kayla. Arumi terkejut. Tak biasanya Kayla tak semangat di sekolah.

Arumi berjongkok, memegang dahi Kayla dengan telapak tangannya. Suhu normal. Arumi bertanya-tanya apa yang menyebabkan Kayla tak bersemangat.

"Tadi saya juga periksa suhunya. Normal. Saya kira baru demam kok lemes, nggak ceria seperti biasa," kata Bu Ida.

"Kenapa, Kay? Kayla nggak enak badan?" tanya Arumi. Kayla menggeleng.

"Ya udah, Bu, Kayla pulang dulu. Nanti saya tanya anaknya di rumah aja," kata Arumi pada Bu Ida.

"Iya, Bu. Besok yang ceria lagi ya, Kay," kata Bu Ida ceria. Kayla hanya mengangguk pelan lalu menyalami gurunya.

Sepanjang perjalanan pulang, Kayla yang biasanya bernyanyi tanpa henti, hanya diam saja. Arumi merasa khawatir.

Sesampainya di rumah, Arumi segera mengganti baju Kayla. Arumi tidak langsung menanyai Kayla. Dia ingin memberi waktu pada Kayla untuk lebih tenang.

"Maa," panggil Kayla pelan.

"Ya, Sayang. Kenapa?" tanya Arumi lembut.

Kayla menatap kedua mata Arumi. Ada keraguan di mata Kayla yang Arumi tangkap. Arumi mengangkat tubuh mungil Kayla, lalu duduk memangkunya di tepi tempat tidur Kayla.

"Kayla tau? Kayla bisa cerita ke mama tentang apaaa saja yang Kayla rasain. Seneng, marah, malu, atau... takut. Bagi semua yang Kayla rasain ke mama. Oke?" kata Arumi perlahan, mencoba membuat Kayla mau bercerita tentang apa yang mengganggu hati dan pikirannya. Kayla mengangguk.

Hening.

Kayla menunduk. Dia terlihat memainkan ujung kaosnya. Arumi tahu, setiap kali Kayla takut atau merasa bersalah, Kayla selalu memainkan ujung pakaian yang dipakainya.

"Kayla takut?" tanya Arumi.

Kayla menatap kedua mata Arumi. Kayla tahu mamanya sedang khawatir padanya. Kayla mengumpulkan seluruh keberaniannya untuk bertanya tentang pikiran yang tak dipahaminya pada mamanya.

"Maa..." panggil Kayla lirih.

"Hm?"

"Kenapa... Papa nggak sayang Mama seperti Mas Dokter sayang Mama?" tanya Kayla akhirnya.

Arumi menaikkan kedua alisnya, terkejut dengan pertanyaan puteri kecilnya. Dia tahu Kayla anak yang peka dan kritis. Cepat atau lambat, Arumi tahu Kayla akan menanyakan tentang papanya. Arumi menghela nafas panjang.

"Kayla tau darimana Dokter Dimas sayang Mama?" tanya Arumi, berusaha tenang menyikapi pertanyaan kritis puterinya, meski jantungnya berdetak hebat. Kayla menatap mata Arumi lagi.

"Soalnya... mata Mas Dokter kayak mata Mama kalo lagi liat Kayla," jawab Kayla, polos.

Jawaban Kayla membuat Arumi semakin terkejut. Kalau anak sekecil Kayla saja bisa merasakan perasaan Dimas pada Arumi, jelas saja selama ini Arumi terus menyangkalnya. Karena memang terlihat jelas di mata dan sikap Dimas pada Arumi.

"Mata papa... nggak kayak mata Mas Dokter. Papa nggak sayang Mama. Papa ja..."

"Kay..." potong Arumi lembut sambil menggelengkan kepalanya perlahan, memberi isyarat pada Kayla untuk tidak melanjutkan kalimatnya. Mata Kayla berkaca-kaca. Arumi membenamkan puteri kecilnya ke dalam pelukannya.

"Kay tau? Papa kerja dari pagi sampe malem. Di dalam otak Papa, banyak sekali yang dipikirkan. Badan Papa juga, banyak sekali yang dilakukan," kata Arumi, mencoba membuat Kayla tidak menghakimi papanya.

"Semua itu, Papa lakukan setiap hari. Kayla tau kalau badan dan otak dipakai terus seharian? Capek. Jadi..." Arumi mencoba mencari kata-kata yang dapat menjelaskan tentang situasi Ardi saat ini, meskipun Arumi sendiri tak tahu apa yang tengah dialami oleh suaminya.

"Papa bukannya nggak sayang Mama. Papa... cuma kecapekan karena kerja seharian setiap hari. Kayla bisa ngerti?" kata Arumi sambil melepaskan pelukannya perlahan.

Kayla menatap Arumi sebelum akhirnya mengangguk pelan. Arumi mencoba tersenyum meski merasa sedikit tak nyaman dengan apa yang dia katakan pada Kayla. Dia tidak berbohong. Dia hanya ingin Kayla tidak membenci papanya tanpa tahu penyebab papanya berubah.

"Jadi... Papa sayang Mama?" tanya Kayla, memastikan bahwa yang Kayla rasakan hanyalah prasangkanya saja. Arumi mengangguk sambil tersenyum lalu memeluk Kayla.

"Maaf, Ma..." kata Kayla lirih dalam pelukan Arumi. Arumi melepaskan pelukannya perlahan lalu menggelengkan kepalanya.

"Kayla nggak perlu minta maaf. Lain kali, kalau ada yang bikin perasaan Kayla nggak nyaman, langsung bilang Mama ya?" kata Arumi. Kayla mengangguk.

"Anak hebat!" Arumi sekali lagi memeluk Kayla.

Arumi berharap semua tentang biduk rumah tangganya segera jelas dan dapat selesai tanpa menyakiti Kayla.

'Sabar ya, Kay. Mama sedang berjuang. Untuk Kayla. Untuk Mama. Untuk kita,'

***

Ardi duduk bersama partner kerja dari perusahaan lain di resto hotel bintang lima. Keduanya tengah menanti seorang klien besar untuk proyek besar.

Ardi cukup terkejut saat atasannya memintanya untuk menemui seseorang dari PT. Sanjaya Abadi, perusahaan tempat Farida bekerja. Ardi tak bisa menolak, karena kerjasama dengan PT. Sanjaya Abadi adalah memang bagian dari pekerjaannya.

Ardi cukup bersyukur, setelah malam yang panas itu, dia tidak pernah lagi bertemu Farida dan berhubungan dengannya. Ardi memblokir nomor Farida setelah kejadian malam itu.

Ardi sempat was-was saat memasuki resto hotel. Dia menyiapkan dirinya untuk membangun benteng pertahanan kalau-kalau Farida mulai menggodanya. Namun, hati Ardi sedikit lega —atau kecewa?— saat mendapati yang duduk menunggunya adalah Damar, partner kerja Farida.

Kini Ardi dan Damar tengah mendiskusikan proposal kerjasama yang akan mereka ajukan. Ada rasa penasaran di hati Ardi mengapa bukan Farida yang datang mewakili PT. Sanjaya Abadi.

"Oke. Kalau gitu nanti kita coba ajukan anggaran yang versi perusahaan Mas Ardi dulu aja ya? Soalnya budgetnya lebih friendly di kantong," kata Damar.

"Boleh,"

Diskusi tentang proposal beres. Hanya tinggal menunggu klien. Ardi tengah memilah dokumen mana yang diperlukan untuk disodorkan pada klien ketika sebuah suara mengejutkannya.

"Kalian udah lama?" tanya Farida, muncul dari arah belakang Ardi.

Seketika mata Ardi membulat, seluruh tubuhnya menegang. Ardi mengangkat kepala dengan berat. Ya. Itu benar-benar Farida. Farida tersenyum ke arah Ardi dengan senyuman yang tak dapat Ardi artikan —nakal, menggoda, dan... menantang— membuat sesuatu yang sudah lama tertidur dalam diri Ardi terbangun.

Ingatan akan malam penuh gairah bersama Farida kembali muncul. Semalam yang begitu membekas. Sekali yang begitu menggairahkan. Ardi menelan ludah susah payah mengingat sensasi gairah satu malam satu tahun yang lalu. Lalu kemudian, wajah Arumi terlintas seperti iklan yang tiba-tiba muncul saat adegan sinetron sedang seru-serunya.

'Brengsek! Inget, Ar. Lo punya anak cewek!'

***

1
YuWie
ya gara2 kamu lah pak..main api, menatap istri malas..rak jelas pak2..sekarang baru kerasa ditinggal.
YuWie
iya yokk..ardi.. istrimu sdh punya bukti kelanjutan ons mu tuh. terus aja berpura2,sdh anyep kenapa dipaksa
YuWie
kamu kie ya masih lajang pak dokter..apa ortu mu nanti gak keberatan dpt janda beranak.
YuWie
Luar biasa
Purnamanisa: terimakasih 😊😊
total 1 replies
YuWie
siap2 ditinghal istrimu yaa
YuWie
iya bener2 brengaek..bersalah tapi ketagihan...
YuWie
ehhh jgn panasss pak dokter..mereka kan mmg suami istri
YuWie
lho lho pak dokter kok berani pegang tangan... apa suami ngopinya gak siseputan situ ya
YuWie
ya berhenti lebih bagus dokter dimas , konseling untuk pernikahan malah dokternya tertarik sama pasien..nantiii nunggu jandanya aja klo mmg si suami sdh semakin kebablasan.
YuWie
nah lhooo..gak profesional kan dokternya. Rawan ya profesi dokter ternyata 🤣
YuWie
maaih bisa bersiri tuh burung? klo rasa bersalahmu tinggi tapi kurasa kau malah nafau dg farida kan
YuWie
suami yg merasa siperior.. ujung2 nya pasti selingkuh . apalagi sdh mencicipi kebun yg tidak halal.
YuWie
lha kok blm ada kemajuan konsul nya ke rmh tàngga arumi ya... gagalkah dokternya? krn sejauh ini gak ada keberanian arum untuk ngobrol dg suami.. eman2 biayamu rum 🤣
YuWie
oalah..pak suami..pak suami..kamu yg salah..ehhh nyolotnya ke istri yg bkin trauma sampe sekarang.
YuWie
mendapatkan senyuman semua donk bu arumi..bukan hanya untukmu saja../Facepalm/
YuWie
haus kasih sayam ya rum..punya suami hy sambil lewat..eh pak dokter melakukan kebaikan2 kecil yg membangkitkan gairahmu..right?
Purnamanisa: terkadang wanita memang butuh perhatian2 kecil yang mungkin terlihat sepele
total 1 replies
YuWie
Baru 7th, anak satu sdh gak ada minat ke istri..malah main api dg rekan sekerja...hmmm..realita zaman now
falea sezi
cepetan kebongkar
Purnamanisa: udah gemes banget keknya😅😅
total 1 replies
falea sezi
laki bejat cepatan bkin cerai biar g bertele tele thor
Purnamanisa: siap kak... tapi kudu tetep realistis kak, ga mungkin ga ada angin ga ada api, tiba2 minta cerai... harus ada asap, api baru cerai 🤭🤭😁😁
total 1 replies
falea sezi
lanjut moga cpet kebongkar dan cpet cerai
Purnamanisa: jangan cepet-cepet kak, biar readersnya gemes 😅😅
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!