NovelToon NovelToon
Menikahi Pria Tak Di Kenal

Menikahi Pria Tak Di Kenal

Status: sedang berlangsung
Genre:Cinta setelah menikah / Crazy Rich/Konglomerat / Pengantin Pengganti / Cinta Seiring Waktu
Popularitas:5.6k
Nilai: 5
Nama Author: Astri Reisya Utami

Alika seorang gadis cantik yang di khianati oleh kekasih di hari pernikahannya harus rela di menikahi pria yang sama sekali tidak ia kenal agar keluarganya tidak malu. Pria itu merupakan kakak sepupu dari sang kekasih, Alika mau menikah dengan pria itu karena bujukan orang tua sang kekasih agar mereka semua tidak malu.

Alika dengan ikhlas menerima pernikahan ini dan dia akan berusaha menjadi seorang istri. Namun Alika harus menerima kenyataan saat tahu jika sang suami memiliki wanita lain di hatinya.

Bagaimana nasib Alika apa dia bahagia dengan pernikahannya?,

yu simak ceritanya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Astri Reisya Utami, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 34

Akhirnya aku memutuskan untuk tidak ikut makan toh ini cara terbaik agar mental ku aman. Aku pun bersyukur punya mertua kaya mama karena dia sangat perhatian bahkan dia rela mengantarkan makanan ke kamar ku karena mama gak mau kalau menantunya sampai sakit gara-gara gak makan.

"Ma, aku gak apa-apa, gak usah di anterin juga makannya, " aku merasa tak enak saat mama masuk ke kamar ku dengan membawa makan.

"Mama gak tenang kalau kamu gak makan, " balas mama sambil menyerahkan makannya pada ku.

"Aku kan bisa nyuruh bang Galang buat beli dari luar, nanti mama malah kena omel sama nenek, " ujar ku.

"Udah gak usah pikirin mama, kamu makan saja, " ucap mama lalu keluar meninggalkan ku makan.

Aku pun langsung memakannya karena kebetulan perut ku lapar banget karena tadi siang aku gak makan siang saking sibuk nya. Tak lama Galang pulang dengan membawa makanan yang aku pesan.

"Kamu udah makan? " tanya nya saat melihat nampan di meja.

"Mama tadi bawain ke sini, " jawab ku.

"Terus ini siapa yang makan? " menunjukan kantong kresek yang di bawa nya.

"Sini aku makan lah, " pinta ku dan Galang menyerahkannya pada ku.

Aku langsung membukanya dan dengan senang hati memakannya. Galang yang melihat itu hanya menggelengkan kepala karena heran melihat ku gak ada kenyang-kenyang nya. Galang masuk kamar mandi dan aku sibuk dengan makanan ku. Aku pun merasa heran akhir-akhir ini bawaannya ingin ngemil mulu padahal dulu aku jarang banget yang namanya ngemil, makan dikit saja kenyang.

"Udah makannya? " Galang keluar dari kamar mandi dan melihat aku duduk dengan memegangi perut.

"Kenyang bang, " lirih ku.

"Ya lagian udah makan, makan lagi ya kenyang lah, " ujar nya mendekati ku.

"Nenek gak bikin kamu kesal kan? " tanya nya setelah duduk di samping ku.

"Ya gitu deh, makanya aku malas keluar juga, " balas ku dan menyenderkan kepala ku di bahu Galang.

"Ya kamu sabar saja, toh aku juga bingung gimana hadapi nenek, " balas Galang.

"Lagian ngapain sih mereka datang kalau cuman bikin ribut aja? " tanya ku dengan wajah kesal.

"Aku juga gak tau, tiba-tiba saja datang, " balas nya.

"Ya udah kamu istirahat saja, abang mau cek laporan dulu buat besok rapat! " titahnya membuat aku menatapnya.

"Bentar kok, kamu tidur sendiri dulu aja ya! " Galang mengerti arti tatapan ku.

Akhirnya aku pun berbaring dan entah kenapa mata ku ngantuk banget sampai akhirnya aku tertidur dan gak tau Galang selesai jam berapa.

Saat bangun aku lihat baru jam setengah lima dan baru terdengar adzan subuh. Aku pun turun dan langsung ke kamar mandi. Setelah selesai dan jam sudah jam lima aku pun keluar kamar untuk membantu mama di dapur menyiapkan sarapan. Namun saat anak tangga terkahir aku mendengar nenek sedang mengomeli mama tentang aku.

"Kamu tuh jangan terlalu manjain menantu kamu, suruh dia kerjain pekerjaan rumah, toh dia bukan anak orang kaya yang tidak biasa ngerjain pekerjaan rumah dia dari kampung, " omel nenek yang tak di tanggapi mama.

"Kamu dengar gak apa yang mama ucap kan? " tanya nenek kesal.

"Denger ma, udah mama jangan ngomel terus nanti darahnya naik lagi, " balas mama malah membuat nenek kesal.

"Aku memeng bukan anak orang kaya, " ucap ku mendekati mereka membuat mama dan nenek melirik ke arah ku.

"Sayang kamu udah bangun? " tanya mama mendekati ku.

"Nek, aku memang bukan anak orang kaya seperti Rindu sampai-sampai nenek lupa kalau Rindu nikah dengan Doni karena hamil, " ucap ku mengingatkan nenek.

"Dulu nenek sangat ingin aku jadi menantu nenek karena aku seorang guru, tapi sekarang setelah Rindu muncul nenek menghina ku. Apa nanti saat Doni punya cewek baru lagi yang lebih kaya dari Rindu, Rindu juga kemungkinan akan di buang, " ucap ku yang tak sengaja terdengar oleh Rindu.

"Kamu ini, " kesal nenek.

"Kenapa?, aku salah?, " tanya ku.

"Nek, jangan sampai nenek lupa, dulu nenek ini siapa, " lanjut ku.

"Gak sopan ya kamu sama orang tua, " bentak nya.

"Aku capek nek, selama ini aku diam dan berusaha memahami nenek namun sekarang aku gak mau diam saja. Apa lagi dengan kekurangan ku ini aku yakin nenek gak bakal diam saja karena nenek ingin aku sama bang Galang pisah, " ucap ku.

"Cukup, " bentak papa yang tiba-tiba muncul dan menghentikan perdebatan kami.

"Ini masih pagi kenapa kalian ribut? " ucap papa membuat kami semua diam.

"Ma, kalau mama datang ke sini cuman buat mengomeli Galang dan Alika. Mending gak usah datang lagi, " ucap papa membuat aku kaget karena selama ini papa diam saja.

"Kamu ngusir mama? " kaget nenek.

"Ma, tolong jangan ikut campur urusan Galang dan Alika. Ini sudah keputusan Galang yang bersama Alika dan Galang harus mau menerima Alika apa adanya tanpa harus memaksa kehendak mama, " lanjut papa memohon sama nenek.

"Oke kalau gitu, jangan salahkan mama kalau nanti kalian menyesal, " ucap nenek lalu meninggalkan dapur dan masuk ke kamar nya.

Papa melangkah ke meja makan lalu duduk dan mama mengusap punggung papa mencoba menenangkan papa.

"Pa, maafkan aku gara-gara aku papa harus berantem sama nenek, " ucap ku merasa tak enak.

"Kamu gak salah, nenek saja yang terlalu memaksakan kehendak nya, " balas papa dengan lembut.

"Makasih pa, " lirih ku dan tersenyum.

"Sudah sana lanjutkan siap kan sarapannya! bentar lagi Galang turun, " dengan lembut papa berkata.

Aku pun langsung menghampiri mama dan menyiapkan sarapan untuk semua orang walah nenek tidak ikut sarapan begitu pun Rindu dan mertuanya mereka tidak keluar kamar. Selesai sarapan aku mengantar Galang ke luar rumah.

"Kamu gak ke sekolah? " tanya nya saat kami di depan rumah.

"Agak siangan bang, karena jadwal ku siang, " jawab ku dan menyerahkan jasnya.

"Ya sudah abang berangkat, " pamitnya dan tidak lupa mengecup kening ku.

Galang pun pergi dan aku pun kembali masuk namun di ruang tamu aku bertemu Rindu.

"Aku ingin bicara sama kamu, " ucap nya.

"Ya udah bicara saja, " balas ku.

"Gak disini, ayo kita aku! " ajaknya ke luar rumah dan dia mengajak ku ke samping rumah.

"Apa yang mau kamu bicarakan? " tanya ku dengan santai.

"Kamu sadar gak udah buat nenek marah? " tanya nya dan aku diam saja.

"kamu harusnya sadar diri jangan terus bertahan di keluarga ini, karena gue gak mau Doni terus mengingat kamu, " ucap nya membuat ku kaget.

1
Astrireynadiaz
ok
Juliaty Paridy
lanjut
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!