NovelToon NovelToon
Chef Kirana Dan Jendral Berhati Dingin

Chef Kirana Dan Jendral Berhati Dingin

Status: tamat
Genre:Transmigrasi / Fantasi / Romansa Fantasi / Tamat
Popularitas:6.6k
Nilai: 5
Nama Author: tanty rahayu bahari

Kirana, Executive Chef bintang lima di Jakarta, mati konyol karena ledakan gas. Sialnya, dia malah terbangun di tubuh Putri Tantri—tokoh antagonis dalam novel sejarah yang baru saja meracuni adik angkat suaminya!
​Di hadapannya, Jenderal Arga sang "Iblis Perang Utara" sudah menghunus pedang, siap memenggal kepalanya.
​Tak mau mati dua kali, Kirana mengajukan penawaran gila: "Jangan bunuh aku dulu! Izinkan aku masak makanan terakhir!"
​Bermodalkan bawang merah, kecap manis buatan sendiri, dan teknik masak modern, Kirana bertekad mengubah takdir kematiannya. Siapa sangka, masakan lezatnya tak hanya menyelamatkan lehernya, tapi juga menyembuhkan maag kronis sang Jenderal dan mengguncang lidah satu kerajaan?
​Tapi hati-hati, Kirana! Musuhmu bukan cuma panci gosong, tapi juga pelakor bermuka dua dan intrik politik yang mematikan. Sanggupkah Kirana bertahan hidup di zaman kuno tanpa rice cooker dan kulkas?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon tanty rahayu bahari, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 17: Bangkai Tikus di Mangkuk Soto dan Analisis Forensik Chef Kirana

​[Kedai Nusantara - Jam Makan Siang]

[Pukul 12.30 - Puncak Keramaian]

​Suara denting sendok beradu dengan mangkuk, desis uap mesin kopi manual, dan obrolan riuh pelanggan menciptakan simfoni kesibukan yang menyenangkan.

Kedai penuh sesak. Pejabat, saudagar, hingga rakyat biasa berbaur menikmati Soto Ayam Lamongan (menu baru dengan koya gurih) dan Es Cendol.

​Aku berdiri di balik meja bar, mengelap keringat. Kehamilan membuatku mudah lelah, tapi melihat laci uang penuh membuat lelahku hilang.

​"Nyonya, meja nomor 5 minta tambah koya!" seru Bagas.

"Siap! Sari, antar koya ke meja 5!"

​Di sudut ruangan, dekat pintu masuk, duduk seorang pria bertampang sangar dengan bekas luka di pipi (codet). Dia memakai baju agak lusuh tapi memesan menu paling mahal: Soto Ayam Spesial + Nasi + Es Kopi Susu.

Gerak-geriknya mencurigakan. Matanya liar melihat sekeliling. Tangannya terus meraba sesuatu di balik lengan bajunya yang longgar.

​Aku tidak perlu khawatir.

Karena di meja sudut seberangnya, duduk seorang pria tampan yang menyamar sebagai "Pelanggan Biasa" sambil membaca koran (padahal korannya terbalik).

Jenderal Arga.

Dan tukang parkir di depan? Itu Letnan Wira.

Dan pelayan yang baru mengantar koya? Itu Prajurit Bayangan.

​Sengkuni pikir dia mengirim preman ke kandang domba, padahal dia mengirimnya ke kandang singa.

​[Insiden]

​Pria codet itu—mari kita panggil dia Codet—mulai beraksi saat suasana sedang ramai-ramainya.

Dia celingukan memastikan tidak ada pelayan yang melihat.

Dengan gerakan cepat, dia mengeluarkan sesuatu berwarna hitam dan berbulu dari lengan bajunya.

Plung.

Benda itu jatuh ke dalam mangkuk soto panasnya.

​Dia menunggu tiga detik. Lalu...

​"HOEK! APA INI?! BEDEBAH!"

​Codet berdiri, membanting meja dengan keras. BRAK!

Seluruh kedai hening seketika. Musik gamelan sayup-sayup berhenti. Semua mata tertuju padanya.

​"TIKUS! ADA TIKUS MATI DI SOTO SAYA!" teriak Codet dengan akting yang, harus kuakui, cukup meyakinkan. Dia mengangkat seekor tikus hitam kecil yang basah kuyup dari mangkuknya dengan sendok, menunjukkannya pada semua orang.

​"Lihat! Kedai ini jorok! Mereka masak pakai daging tikus! Huek! Aku keracunan! Perutku sakit!"

​Kepanikan menyebar seperti api.

Pelanggan lain langsung menjatuhkan sendok mereka. Wajah mereka hijau menahan mual.

"Tikus?"

"Gila, pantesan gurih..."

"Aduh, aku mau muntah!"

​Beberapa pelanggan mulai berdiri, berniat pergi tanpa bayar. Reputasi kedai di ujung tanduk.

​Sari gemetar ketakutan di pojok. "Nyonya... itu tidak mungkin..."

​Aku menahan bahu Sari. "Tenang. Ambilkan aku sarung tangan kain dan piring bersih."

​Aku berjalan keluar dari balik bar. Langkahku tenang, wajahku datar. Tidak ada kepanikan.

Aku menghampiri meja Codet.

​"Ada masalah, Tuan?" tanyaku dingin.

​"Masalah?! Kau buta?! Lihat ini!" Codet melempar bangkai tikus itu ke meja. Kuahnya muncrat ke mana-mana. "Kau mau meracuniku?! Aku akan lapor ke petugas keamanan kota! Kedai ini harus ditutup!"

​Arga sudah melipat korannya, siap berdiri untuk mematahkan leher orang ini. Tapi aku memberinya kode mata: Tunggu. Biar aku yang urus. Ini panggungku.

​Aku mengambil piring bersih dari tangan Sari.

Lalu, dengan menggunakan sarung tangan kain, aku mengambil bangkai tikus itu. Aku mengangkatnya tinggi-tinggi agar semua orang bisa melihat.

​"Tikus," kataku datar. "Tikus got biasa. Rattus norvegicus."

​"Jangan sok pintar! Itu tikus dari panci sotomu!" bentak Codet.

​"Oh ya?" Aku tersenyum miring.

​Aku berjalan ke tengah ruangan, layaknya dosen yang sedang memberi kuliah umum.

​"Hadirin sekalian! Mohon perhatiannya sebentar! Jangan panik dulu!"

​Suaraku lantang. Orang-orang terdiam, penasaran.

​"Tuan ini mengklaim tikus ini berasal dari panci soto saya. Mari kita gunakan logika dapur. Soto Ayam saya dimasak sejak pukul 4 pagi. Direbus selama 6 jam dengan api besar agar kaldunya kental."

​Aku menekan perut tikus itu dengan jariku.

Dagingnya masih keras. Bulunya masih utuh dan melekat kuat. Matanya masih cembung.

​"Lihat ini," aku menunjuk tikus itu. "Tikus ini badannya masih kaku (Rigor Mortis). Bulunya tidak rontok. Matanya tidak hancur."

​Aku menatap Codet tajam.

​"Jika tikus ini benar-benar ikut terrebus selama 6 jam di dalam panci mendidih... dagingnya pasti sudah hancur lebur. Bulunya pasti rontok semua. Dan tulangnya pasti lunak."

​Aku merobek sedikit kulit tikus itu (orang-orang menjerit jijik).

"Lihat. Daging di dalamnya masih merah segar. Darahnya masih ada."

​"Kesimpulannya: Tikus ini baru saja mati, dan baru saja dicemplungkan ke kuah panas kurang dari satu menit yang lalu."

​Skakmat.

​Pelanggan mulai berbisik-bisik. Logika Kirana tak terbantahkan.

"Iya juga ya... kalau direbus 6 jam pasti jadi bubur tikus..."

"Berarti orang itu bohong?"

​Wajah Codet memerah padam, lalu memucat. Keringat dingin mengucur deras. Skrip yang dia hapal dari Sengkuni tidak mengantisipasi Kuliah Forensik Tikus.

​"K-kau... kau pasti pakai ilmu hitam! Pokoknya ada tikus! Aku mau ganti rugi! Bayar aku 100 koin emas atau kusebarkan ke seluruh kota!" Codet mulai nekat memeras.

​Saat itulah, "Pelanggan Biasa" di pojok berdiri.

Jenderal Arga berjalan mendekat. Langkah kakinya berat dan mengintimidasi.

Dia berdiri tepat di belakang Codet. Tingginya membuat Codet terlihat kerdil.

​"Tuan Codet," suara Arga rendah, menusuk tulang. "Kau mau ganti rugi?"

​Codet menoleh. Lututnya langsung lemas saat mengenali wajah itu.

Siapa yang tidak kenal Jenderal Arga?

​"Je... Jenderal?"

​Arga mencengkeram bahu Codet. Terdengar bunyi krek tulang bahu yang digeser sedikit.

"Saksi mata saya melihat kau mengeluarkan bungkusan dari lengan bajumu. Dan kau sengaja menjatuhkannya."

​"Bukan! Saya tidak..."

​"Wira!" panggil Arga.

​Tukang parkir di depan (Letnan Wira) masuk dengan wajah garang. "Siap, Jenderal!"

​"Bawa 'sampah' ini ke belakang. Tanya siapa yang menyuruhnya. Kalau dia tidak mau bicara, kasih dia makan tikus bawaannya itu. Mentah-mentah."

​"SIAP!"

​Wira menyeret Codet yang meronta-ronta dan menangis minta ampun.

"Ampun Jenderal! Saya disuruh! Saya disuruh Manajer Kedai Teh Teratai! Ampuuun!"

​Teriakan pengakuan itu menggema di seluruh ruangan.

Semua pelanggan mendengarnya.

Kedai Teh Teratai. Milik Sengkuni.

​Pelanggan langsung heboh.

"Astaga! Ternyata sabotase bisnis!"

"Jahat sekali Sengkuni! Main dukun tikus!"

"Boikot Kedai Teh Teratai!"

​Aku tersenyum puas. Sengkuni baru saja menembak kakinya sendiri dengan bazooka.

​Aku kembali menghadap pelanggan.

"Mohon maaf atas gangguan drama murahan tadi. Sebagai permintaan maaf, Ronde Minuman hari ini GRATIS untuk semua orang!"

​"HOREEEE! HIDUP NYONYA TANTRI!"

Suasana kembali riuh gembira. Krisis berhasil diubah menjadi pesta.

​[Ruang Belakang Kedai - Setelah Tutup]

​Arga duduk di kursi, mengelap tangannya dengan tisu basah (dia jijik habis pegang bahu preman tadi).

Aku menghampirinya, memeluknya dari belakang.

​"Terima kasih, Pak Satpam Ganteng," bisikku.

​Arga mendengus, menarik tanganku agar aku duduk di pangkuannya (untung perutku belum terlalu buncit).

"Kau nekat sekali membedah tikus di depan orang makan. Kalau mereka malah makin jijik gimana?"

​"Itu namanya edukasi, Sayang. Orang lebih takut pada ketidaktahuan daripada kenyataan."

​Arga menyandarkan kepalanya di bahuku. "Sengkuni pasti sedang mengamuk sekarang. Namanya tercemar. Dia tidak akan tinggal diam."

​"Biar saja dia mengamuk. Stroke lebih cepat lebih baik," candaku.

​Tiba-tiba, Arga menyentuh perutku. Wajahnya berubah serius.

"Tantri, kita harus lebih waspada. Serangan Sengkuni makin kasar. Tikus hari ini, besok mungkin racun beneran, atau pembunuh bayaran."

​"Aku akan menambah pengawal untukmu. Dan kau... kurangi jam kerja di kedai. Ingat kandunganmu."

​Aku mengangguk. Dia benar. Aku tidak boleh egois. Janin ini prioritas.

​"Oh ya, Arga. Soal Sengkuni..."

Aku teringat sesuatu. Plot novel asli.

Di novel, Sengkuni punya satu kelemahan besar. Anak laki-lakinya yang manja dan penjudi. Dia sering berhutang di rumah judi ilegal dan Sengkuni menutupinya dengan uang korupsi kas negara.

​"Aku punya ide untuk serangan balik. Bukan ke bisnisnya, tapi ke sumber dananya."

​"Apa?"

​"Anaknya, Raden Seta, suka main judi sabung ayam, kan?"

​Arga mengangguk. "Ya. Pemboros."

​"Bagaimana kalau kita 'bantu' dia kalah judi besar-besaran? Sampai Sengkuni harus menguras brankas pribadinya?"

​Arga tersenyum jahat. Istrinya ini benar-benar partner kriminal yang sempurna.

"Kau mau aku mencurangi meja judi?"

​"Bukan kau. Pangeran Panji. Dia kan Raja Pesta dan Judi. Kita minta tolong Panji untuk menjebak Seta."

​[Keesokan Harinya - Kediaman Pangeran Panji]

​Panji sedang tiduran sambil makan anggur (lagi) saat kami datang.

​"Jebak anak Sengkuni?" mata Panji berbinar nakal setelah mendengar rencanaku. "Itu hobi favoritku! Aku benci si Seta itu, gayanya selangit padahal otaknya kosong."

​"Tapi imbalannya apa?" tanya Panji menantang.

​"Saham 10% di Kedai Nusantara. Dan pasokan Kopi Gula Aren gratis seumur hidup," tawarku.

​"DEAL!" Panji langsung jabat tangan. "Siapkan brodong, Kakak Ipar. Aku akan membuat Seta pulang cuma pakai celana dalam."

​Rencana serangan balik dimulai.

Sengkuni menyerang dengan tikus.

Kami membalas dengan Bandar Judi.

...****************...

...Bersambung.......

...Terima kasih telah membaca📖...

...Jangan lupa bantu like komen dan share❣️...

...****************...

1
Nunung Elasari
recommended, ceritanya bagus.......
🍒⃞⃟🦅 𝐀⃝🥀 B3NassIR🪡
Ada kelegaan yang menyumbat rongga dada,
Kasih di mana tak dapat bersatu di masa itu ,kembali bereinkarnasi menemui cinta abadi nya.
☠ SULLY༄⃞⃟⚡🍒⃞⃟🦅
cinta Arga membawa nya ke masa depan
tak berjodoh di masa lalu
berjodoh di masa depan
☠ SULLY༄⃞⃟⚡🍒⃞⃟🦅
tdk bisa kah takdir di rubah kembali
Tantri akan bahagia bersma jenderal dan putra nya
☠ SULLY༄⃞⃟⚡🍒⃞⃟🦅
seluruh istana pasti berduka atas hilangnya Tantri yang istimewa
☠ SULLY༄⃞⃟⚡🍒⃞⃟🦅
waduhh , kisah masa lalu bisa kacau kembali ini
kalau Tantri kembali ke masa depan
apa tantrii sebenarnya yg telah meninggal
⍣⃝𝖕𝖎ᵖᵘandiniandana☆⃝𝗧ꋬꋊ
huhuhu.. /Sob/ bagaimana kelanjutannya ini thor? semoga happy ending..
☠ SULLY༄⃞⃟⚡🍒⃞⃟🦅
taktik gerilyaa apalagi tantri
🍒⃞⃟🦅 𝐀⃝🥀 B3NassIR🪡
pengorbanan seorang ibu tidak akan pernah sia2, ....
siapa tahu "SUARA" itu akan tersentuh oleh ketulusan cinta kalian.
Hingga nanti semua akan berakhir bahagia
⍣⃝𝖕𝖎ᵖᵘandiniandana☆⃝𝗧ꋬꋊ
udah ngaku aja daripada disuruh makan ceker mercon yg isinya potongan jari2 sendiri 🙈🙀
⍣⃝𝖕𝖎ᵖᵘandiniandana☆⃝𝗧ꋬꋊ
tambahin irisan kol dan daun bawang 😆😆
⍣⃝𝖕𝖎ᵖᵘandiniandana☆⃝𝗧ꋬꋊ
gak main main, 5 liter minyak jelantah 🤣🤣
🍒⃞⃟🦅 𝐀⃝🥀 B3NassIR🪡
kAlau kirana bangun ,tantri kembali kesetelan awal donk🤣,kecuali tersisa memori dan sedikit keahlian kirana agar tantri hidupnya tak sengsara dengan kehilangan keahliannya.
Ahh ...kirana jangan kau kacaukan dulu perjalanan mereka, biar berdiri dulu sekolah tata boga tantri dan sukses mencetak lulusan terbaik baru kau kembali ke asalmu😄
☠ SULLY༄⃞⃟⚡🍒⃞⃟🦅
refresh tenaga dlu ya tantrii
musuh baru akan segera datang
🤣
🍒⃞⃟🦅 𝐀⃝🥀 B3NassIR🪡
Bebek timbung = bebek betutu, hhmmm yummy....
besok masakin bebek bengil yaa kirana, dengan lawar sayuran pedas🤤
⍣⃝𝖕𝖎ᵖᵘandiniandana☆⃝𝗧ꋬꋊ
yoo jadikan si cakar ayam bulan2an, yg kepleset minyak, kesiram air, kena tepung, kejepit pintu 🥳🥳🥳
⍣⃝𝖕𝖎ᵖᵘandiniandana☆⃝𝗧ꋬꋊ: panjangin listnya /Determined//Determined//Scream//Scream//Scream/
total 2 replies
⍣⃝𝖕𝖎ᵖᵘandiniandana☆⃝𝗧ꋬꋊ
eeh kirain namanya Pembunuh Bayaran Cakar Ayam 🤣🤣
☠ SULLY༄⃞⃟⚡🍒⃞⃟🦅
cinta lama sulit terganti kan ya Diah
sampai segala cara di pake buat merebut arga
☠ SULLY༄⃞⃟⚡🍒⃞⃟🦅
mantan jenderal kembali
seperti apa kisah cinta mu jenderal
⍣⃝𝖕𝖎ᵖᵘandiniandana☆⃝𝗧ꋬꋊ
🤣🤣🤣 tidur dulu biar bangun udah fresh, siap atur strategi hadapi ibu suri 🥳
Ai Emy Ningrum: turing#turumiring😴😴😴😴😴💤💤💤💤💤
total 3 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!