NovelToon NovelToon
System Pohon Ajaib Warisan Kakek

System Pohon Ajaib Warisan Kakek

Status: tamat
Genre:Sistem / Mengubah Takdir / Dikelilingi wanita cantik / Tamat
Popularitas:175.6k
Nilai: 5
Nama Author: ex

Lelah dengan kehidupan keras sebagai budak korporat di kota besar dan duka setelah kehilangan kedua orang tuanya, Lin Ye memutuskan untuk pulang ke Desa Qingshui, tempat kakeknya dulu tinggal.

Di sana, ia menemukan ladang dan rumah kakeknya yang sudah terbengkalai, kecuali sebatang pohon raksasa misterius di belakang rumah yang anehnya tetap subur dan hijau.

Saat tangan Lin Ye yang terluka menyentuh pohon tersebut, Sistem Warisan Alam yang terkunci sejak kematian kakeknya mendadak aktif, mengenali garis keturunannya sebagai pewaris sah.

Kini, dengan bantuan sistem yang memudahkan pekerjaan bertani dan kehadiran roh-roh alam fantasi, Lin Ye memulai kehidupan barunya yang santai namun penuh keajaiban untuk membangun kembali kejayaan ladang kakeknya, melawan intrik tetangga yang rakus, dan perlahan menjadi kaya raya di tengah kedamaian pedesaan.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon ex, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 29

Dari dalam rongga itu, melangkah keluar sesosok makhluk kecil yang tingginya hanya mencapai lutut Lin Ye. Makhluk itu memiliki wujud menyerupai manusia, namun telinganya panjang dan runcing. Dia mengenakan pakaian sederhana yang terbuat dari anyaman daun-daun hijau yang kuat, dan kepalanya ditutupi oleh sebuah topi bundar yang terbuat dari kelopak bunga teratai raksasa. Wajahnya bulat, matanya besar berwarna hijau zamrud, dan dia terlihat sangat menggemaskan.

"A... aww. Silau sekali," suara cicit kecil terdengar dari makhluk itu. Dia mengucek matanya dengan punggung tangannya yang mungil.

Lin Ye berjongkok agar posisinya sejajar dengan makhluk tersebut.

"Siapa kamu? Apakah kamu makhluk yang lahir dari sistem ini?" tanya Lin Ye dengan nada lembut, berusaha tidak menakuti makhluk kecil itu.

Makhluk itu menurunkan tangannya dan menatap Lin Ye dengan mata bulatnya yang berkedip-kedip. Dia mengendus udara di sekitarnya, lalu hidungnya berkedut cepat.

"Aku mencium bau energi bumi yang sangat kuat. Dan bau air suci. Siapa kamu, manusia raksasa? Kamu bukan kakek Lin Tian yang suka memberiku makan ubi manis," kata makhluk kecil itu dengan nada polos.

"Kamu kenal kakekku?" Lin Ye terkejut. "Nama saya Lin Ye. Saya cucu dari Lin Tian. Kakek saya sudah lama meninggal, dan sekarang saya yang mengurus ladang ini. Jadi, siapa namamu?"

Makhluk kecil itu memiringkan kepalanya. "Cucu kakek Lin Tian? Pantas saja aromamu mirip dengannya. Namaku Xiao Lu. Aku adalah roh kurcaci penjaga ladang. Dulu aku sering membantu kakekmu menyiram tanaman. Tapi setelah kakekmu pergi, pohon ini kehabisan energi dan tertidur lelap. Aku terpaksa ikut tidur di dalam akar karena kelaparan. Sekarang pohon ini bangun lagi, berarti energi tanah ini sudah kembali."

"Roh kurcaci penjaga ladang," gumam Lin Ye, mengulangi kata-kata itu.

"Tepat sekali. Dan sekarang, perut Xiao Lu sangat lapar. Aku butuh energi untuk memulihkan kekuatanku setelah tidur belasan tahun," kata Xiao Lu sambil mengelus perutnya yang berbunyi nyaring. Dia menatap Lin Ye dengan pandangan penuh harap.

"Kamu butuh makanan berenergi?" Lin Ye berpikir sejenak. Dia tidak punya ubi manis. Tomat dan lobak kualitas tingginya sudah dibawa semua oleh Paman Chen pagi tadi. Tapi, dia ingat masih menyisakan sedikit sup ikan energi di panci dapur dari makan malamnya semalam.

"Tunggu di sini sebentar, Xiao Lu. Aku punya sesuatu yang mungkin kamu suka," kata Lin Ye.

Dia segera berlari ke dalam rumah, mengambil mangkuk kayu kecil, dan menuangkan sisa kuah kaldu ikan energi beserta sedikit dagingnya. Sup itu masih memiliki sisa-sisa cahaya biru redup yang menandakan kandungan energinya. Lin Ye membawa mangkuk itu kembali ke halaman belakang.

"Coba minum ini. Ini adalah sup ikan energi dari mata air bawah tanah," Lin Ye menyodorkan mangkuk itu ke hadapan Xiao Lu.

Mata Xiao Lu langsung berbinar-binar melihat cahaya biru dari kaldu tersebut. Dia mengambil mangkuk itu dengan kedua tangannya yang mungil dan langsung meminumnya dengan sangat rakus.

Slurp. Glek. Glek.

Dalam hitungan detik, mangkuk itu bersih tanpa sisa. Xiao Lu mengusap mulutnya, dan sebuah sendawa kecil yang lucu keluar dari bibirnya. Segera setelah dia meminum sup itu, tubuh Xiao Lu memancarkan pendaran cahaya hijau yang sehat. Wajahnya yang tadinya sedikit pucat kini terlihat sangat segar dan bersemangat.

"Enak sekali. Ini sangat lezat, Lin Ye. Energi air murni ini membuat tenagaku kembali seratus persen," Xiao Lu melompat kegirangan, berputar-putar di atas tanah dengan lincah.

Lin Ye tersenyum puas. Insting negosiator dan manajernya kembali mengambil alih. Dia melihat potensi sumber daya yang sangat besar dari roh kurcaci ini.

"Xiao Lu, kamu bilang dulu kamu sering membantu kakekku merawat ladang. Kemampuan apa saja yang sebenarnya kamu miliki?" tanya Lin Ye, mulai menjajaki kesepakatan.

Xiao Lu menghentikan lompatannya dan berdiri tegak dengan bangga, membusungkan dada kecilnya.

"Aku adalah seorang ahli air dan tanaman, Lin Ye. Jika kamu memberiku akses, aku bisa menyerap kelembaban dari udara dan menyiramkan air secara otomatis ke seluruh petak tanamanmu. Aku juga bisa berbicara dengan tanaman untuk mengetahui apakah mereka kekurangan pupuk atau terserang hama dari bawah tanah," jelas Xiao Lu panjang lebar.

"Itu kemampuan yang sangat berguna. Kebetulan sekali, aku baru saja memperluas ladang ini hingga puluhan meter persegi, dan aku membutuhkan asisten yang ahli untuk membantu mengurusnya karena jadwalku sangat padat," pancing Lin Ye.

"Asisten? Kamu mau Xiao Lu membantumu bekerja seperti dulu bersama kakek Lin Tian?" mata Xiao Lu berbinar kembali. Roh alam memang tercipta untuk bersimbiosis dengan petani dan menjaga ladang. Tidak melakukan apa-apa justru membuat mereka merasa tidak berguna.

"Benar. Tapi tentu saja, sebuah kerja sama harus saling menguntungkan," Lin Ye duduk bersila di atas rumput agar lebih dekat dengan Xiao Lu. "Jika kamu setuju menjadi asisten utamaku dan mengurus pengairan serta pemantauan hama di ladang ini setiap hari, aku berjanji akan memberimu makanan berenergi yang lezat seperti sup ikan tadi setiap harinya. Bagaimana menurutmu?"

Xiao Lu tampak berpikir sejenak, mengetuk-ngetuk dagunya dengan jari telunjuknya.

"Makanan lezat setiap hari? Dan aku bisa merawat tunas-tunas hijau itu lagi?" Xiao Lu menunjuk ke arah lahan luas yang baru saja ditanami benih jagung dan stroberi. "Kesepakatan diterima, Tuan Lin Ye. Mulai hari ini, Xiao Lu akan menjadi kepala urusan pengairan ladangmu."

"Bagus sekali. Selamat bergabung dalam tim, Xiao Lu," Lin Ye mengulurkan satu jarinya.

Xiao Lu meraih jari telunjuk Lin Ye dengan kedua tangan kecilnya dan mengguncangnya dengan semangat sebagai tanda jabat tangan resmi.

"Lalu, apa yang harus Xiao Lu lakukan sekarang, Bos Lin Ye?" tanya Xiao Lu dengan sikap hormat yang lucu.

"Untuk hari ini, tanahnya sudah cukup basah karena aku baru saja menyiramnya. Jadi tugas pertamamu adalah berpatroli mengelilingi batas pagar. Pastikan Pagar Angin gaib itu bekerja dengan baik dan tidak ada hama tikus atau serangga tanah yang mendekati benih jagung dan stroberiku," perintah Lin Ye layaknya seorang manajer memberikan tugas pada karyawan barunya.

"Siap laksanakan, Bos. Xiao Lu pergi berpatroli sekarang," kurcaci kecil itu memberi hormat ala militer yang canggung, lalu berlari dengan langkah-langkah kecilnya yang cepat menuju ke arah pagar pembatas ladang.

Lin Ye bangkit berdiri sambil mengusap debu dari celananya. Dia menatap ladang luasnya yang kini dijaga oleh seorang roh alam magis. Beban kerja hariannya untuk menyiram ladang telah hilang sepenuhnya.

"Sistem ini memang luar biasa. Dengan perluasan lahan yang masif dan tenaga kerja roh yang tidak kenal lelah, produksi panen pertengahan mingguku nanti akan meledak. Tang Wanjin pasti akan terkejut saat supirnya datang menjemput barang," ucap Lin Ye dengan tawa pelan.

Layar hijau sistem muncul sekilas di sudut matanya, seolah mengkonfirmasi kemajuan besarnya.

"Pencapaian Terbuka: Majikan Roh Alam."

"Anda telah berhasil merekrut Kurcaci Roh Alam tingkat pertama. Fitur Manajemen Pekerja otomatis telah ditambahkan ke dalam antarmuka sistem."

Lin Ye berjalan santai kembali ke rumah. Dengan selesainya tugas bertani di pagi hari, dia bisa menggunakan sisa waktunya untuk pergi ke pusat desa. Dia perlu membeli beberapa perabotan rumah tangga dasar dan mungkin mengunjungi klinik untuk mengucapkan terima kasih secara resmi kepada Bai Ruoxue atas bantuannya di bukit kemarin.

Kehidupan di Desa Qingshui semakin terasa hidup, dan Lin Ye siap untuk menikmati setiap detiknya tanpa harus kelelahan seperti saat dia masih menjadi budak korporat.

1
SENJA
hadeeeh bulshit semua 🤮
Jeffie Firmansyah
keren semangat suka cerita nya
Jeffie Firmansyah
terimakasih Thor saya sdh baca hingga selesai, ceritanya bagus , dengan genre yg berbeda, pada novel 2 , yg lain... sehat selalu Thor 💪💪💪💪
Yui: terimakasih banyak kak sudah membaca sampai selesai, maaf klo banyak kesalahan dalam penulisannya, dan mungkin bisa baca juga novel author yang lain😊😊😊
total 1 replies
Endro Budi Raharjo
tanamannya gak jelas.... cm panen sekali bubar ganti lg...
Memyr 67
𝗉𝖺𝗅𝗂𝗇𝗀 𝗆𝖾𝗅𝗈𝗇 𝗓𝖺𝗆𝗋𝗎𝖽𝗇𝗒𝖺 𝖼𝗎𝗆𝖺 𝗌𝖺𝗍𝗎 𝗂𝗍𝗎 𝖺𝗃𝖺. 𝗅𝗂𝗇 𝗒𝖾 𝗄𝖺𝗇 𝗌𝗂𝗌𝗍𝖾𝗆 𝖻𝖾𝗋𝖼𝗈𝖼𝗈𝗄 𝗍𝖺𝗇𝖺𝗆𝗇𝗒𝖺, 𝗌𝖾𝖽𝗂𝗄𝗂𝗍 𝗌𝖾𝖽𝗂𝗄𝗂𝗍, 𝖽𝗂𝖼𝗈𝖻𝖺 𝗌𝖾𝗆𝗎𝖺.
Memyr 67
𝖽𝗂 𝗍𝖾𝗇𝗀𝖺𝗁 𝖽𝖺𝗇𝖺𝗎 𝖺𝖽𝖺 𝗉𝗎𝗅𝖺𝗎? 𝗈𝗐 𝗂𝗍𝗎 𝖽𝖺𝗁 𝗇𝗒𝖺𝗆𝗉𝖾 𝖽𝖺𝗇𝖺𝗎 𝗍𝗈𝖻𝖺 𝖻𝖾𝗋𝖺𝗋𝗍𝗂 🤣🤣🤣
Memyr 67
𝖽𝗂 𝖼𝗁𝗂𝗇𝖺, 𝗌𝖺𝗒𝗎𝗋 𝖻𝖾𝗇𝗂𝗇𝗀 𝖽𝗂𝗇𝖺𝗆𝖺𝗄𝖺𝗇 𝖽𝗎𝗉 𝗃𝗎𝗀𝖺 𝗒𝖺? 𝗄𝖺𝗅𝖺𝗎 𝗈𝗋𝖺𝗇𝗀 𝗂𝗇𝖽𝗈𝗇𝖾𝗌𝗂𝖺, 𝗇𝗀𝗀𝖺𝗄 𝖺𝖽𝖺 𝖽𝖺𝗀𝗂𝗇𝗀𝗇𝗒𝖺 𝗂𝗍𝗎 𝗌𝖺𝗒𝗎𝗋 𝖻𝖾𝗇𝗂𝗇𝗀, 𝖻𝗎𝗄𝖺𝗇 𝗌𝗎𝗉.
Memyr 67
𝗌𝖺𝗐𝗂 𝖼𝖺𝗆𝗉𝗎𝗋 𝗆𝖾𝗅𝗈𝗇? 𝖺𝗉𝖺 𝗋𝖺𝗌𝖺 𝖽𝖺𝗎𝗇 𝗌𝖺𝗐𝗂𝗇𝗒𝖺 𝖺𝗄𝖺𝗇 𝗌𝖾𝗉𝖾𝗋𝗍𝗂 𝗆𝖾𝗅𝗈𝗇?
Reyzz: melonnya yang rasa sawi kak😭
tergantung genetik sih, kalo dominan melonnya ya sawi rasanya melon, kalo dominan sawi ya melon rasa sawi
total 1 replies
Memyr 67
𝗌𝖾𝗎𝗉𝗎 𝗐𝖺𝗇 𝗃𝗂𝗇 𝗇𝗀𝗀𝖺𝗄 𝗉𝖺𝖽𝖺 𝗌𝖺𝖽𝖺𝗋 𝖽𝗂𝗋𝗂, 𝗆𝖾𝗇𝗀𝗀𝗎𝗇𝖺𝗄𝖺𝗇 𝗈𝗋𝖺𝗇𝗀 𝗍𝗎𝖺𝗇𝗒𝖺 𝗎𝗇𝗍𝗎𝗄 𝗆𝖾𝗇𝖾𝗄𝖺𝗇 𝗐𝖺𝗇𝗃𝗂𝗇 𝖽𝖺𝗇 𝖺𝗒𝖺𝗁𝗇𝗒𝖺, 𝗉𝖺𝖽𝖺𝗁𝖺𝗅 𝗉𝖺𝗋𝖺 𝗈𝗋𝖺𝗇𝗀𝗍𝗎𝖺 𝗆𝖾𝗋𝖾𝗄𝖺 𝖽𝗂𝗍𝖾𝗄𝖺𝗇 𝖻𝖺𝗅𝗂𝗄, 𝗀𝖾𝗅𝖺𝗀𝖺𝗉𝖺𝗇, 𝖻𝖾𝗇𝖺𝗋 𝖻𝖾𝗇𝖺𝗋 𝗌𝖾𝗄𝖾𝗅𝗂𝗆𝗉𝗈𝗄 𝗆𝖺𝗇𝗎𝗌𝗂𝖺 𝖻𝗈𝖽𝗈𝗁. 𝗇𝗀𝗀𝖺𝗄 𝖻𝗂𝗌𝖺 𝗆𝗂𝗄𝗂𝗋
Memyr 67
𝗍𝖾𝗋𝗇𝗒𝖺𝗍𝖺, 𝗉𝖺𝗋𝖺 𝗉𝖾𝗍𝗂𝗇𝗀𝗀𝗂 𝗁𝗈𝗍𝖾𝗅 𝗀𝗋𝖺𝗇𝖽 𝗒𝗎𝗌𝗁𝖺𝗇 𝗈𝗋𝖺𝗇𝗀 𝗈𝗋𝖺𝗇𝗀 𝖻𝗈𝖽𝗈𝗁 𝗒𝗀 𝖻𝖾𝗋𝗉𝗂𝗄𝗂𝗋𝖺𝗇 𝗌𝖾𝗆𝗉𝗂𝗍. 𝗉𝖺𝗇𝗍𝖺𝗌 𝖺𝗃𝖺 𝖽𝗂𝗋𝖾𝗆𝖾𝗁𝗄𝖺𝗇 𝗈𝗅𝖾𝗁 𝗀𝗋𝗎𝗉 𝗄𝗎𝗅𝗂𝗇𝖾𝗋 𝗅𝖺𝗇𝗀𝗂𝗍
Memyr 67
𝖻𝖺𝗋𝗎 𝗌𝖾𝗇𝖾𝗇𝗀 𝗌𝖾𝗇𝖾𝗇𝗀 𝖽𝖺𝗉𝖺𝗍 𝖽𝗎𝗂𝗍 𝗋𝖺𝗍𝗎𝗌𝖺𝗇 𝗋𝗂𝖻𝗎 𝗒𝗎𝖺𝗇, 𝖽𝖺𝗁 𝗍𝖾𝗀𝖺𝗇𝗀 𝗅𝖺𝗀𝗂.
Memyr 67
𝗉𝖺𝗋𝖺 𝗌𝖾𝗉𝗎𝗉𝗎 𝗐𝖺𝗇𝗃𝗂𝗇 𝖻𝗈𝖽𝗈𝗁. 𝖺𝗉𝖺 𝗒𝗀 𝖺𝗄𝖺𝗇 𝗆𝖾𝗋𝖾𝗄𝖺 𝖽𝖺𝗉𝖺𝗍 𝖽𝖺𝗋𝗂 𝗀𝗋𝗎𝗉 𝗄𝗎𝗅𝗂𝗇𝖾𝗋 𝗅𝖺𝗇𝗀𝗂𝗍, 𝗍𝗂𝖽𝖺𝗄 𝖺𝖽𝖺 𝖺𝗉𝖺 𝖺𝗉𝖺𝗇𝗒𝖺 𝖽𝗂𝖻𝖺𝗇𝖽𝗂𝗇𝗀𝗄𝖺𝗇 𝖺𝗉𝖺 𝗒𝗀 𝖺𝗄𝖺𝗇 𝖽𝗂𝖽𝖺𝗉𝖺𝗍 𝗀𝗋𝗎𝗉 𝗄𝗎𝗅𝗂𝗇𝖾𝗋 𝗅𝖺𝗇𝗀𝗂𝗍. 𝗄𝖾𝗁𝖺𝗇𝖼𝗎𝗋𝖺𝗇 𝗀𝗋𝖺𝗇𝖽 𝗒𝗎𝗌𝗁𝖺𝗇, 𝗒𝗀 𝖻𝖾𝗋𝖺𝗋𝗍𝗂 𝗄𝖾𝗁𝖺𝗇𝖼𝗎𝗋𝖺𝗇 𝗆𝖾𝗋𝖾𝗄𝖺 𝗌𝖾𝗆𝗎𝖺. 𝗍𝖺𝗉𝗂 𝗉𝖺𝗋𝖺 𝖺𝗇𝗀𝗀𝗈𝗍𝖺 𝖽𝖾𝗐𝖺𝗇 𝗅𝖾𝖻𝗂𝗁 𝖻𝗈𝖽𝗈𝗁. 𝖻𝗂𝗌𝖺 𝖽𝗂𝗍𝖾𝗄𝖺𝗇 𝗈𝗅𝖾𝗁 𝗉𝖺𝗋𝖺 𝗌𝖾𝗉𝗎𝗉𝗎 𝖻𝗈𝖽𝗈𝗁 𝗐𝖺𝗇𝗃𝗂𝗇.
Memyr 67
𝗍𝖾𝗀𝖺𝗇𝗀 𝗅𝖺𝗀𝗂
Memyr 67
𝗉𝖾𝗍𝖺𝗇𝗂 𝗎𝖽𝗂𝗄 𝗒𝖺? 𝗅𝗈𝗇𝗀 𝗐𝖾𝗂 𝖻𝗈𝖽𝗈𝗁 𝖽𝖺𝗇 𝖼𝖾𝗋𝗈𝖻𝗈𝗁 𝗀𝗂𝗍𝗎, 𝖻𝗂𝗌𝖺 𝗃𝖺𝖽𝗂 𝗉𝖾𝗆𝗂𝗆𝗉𝗂𝗇 𝖽𝗎𝗇𝗂𝖺 𝖻𝖺𝗐𝖺𝗁. 𝗅𝗈𝗅
Memyr 67
𝗉𝖾𝗍𝖺𝗇𝗂 𝗎𝖽𝗂𝗄? 𝗍𝗎𝗇𝗀𝗀𝗎 𝗌𝖺𝗃𝖺, 𝗌𝗂𝖺𝗉𝖺 𝗒𝗀 𝗅𝖾𝖻𝗂𝗁 𝗎𝖽𝗂𝗄. 𝗅𝗈𝗇𝗀 𝗐𝖾𝗂 𝗉𝗎𝗇𝗒𝖺 𝖺𝗇𝖺𝗄 𝖻𝗎𝖺𝗁, 𝖼𝗎𝗆𝖺 𝖻𝗂𝗌𝖺 𝗆𝖾𝗇𝗀𝖺𝗇𝖽𝖺𝗅𝗄𝖺𝗇 𝗈𝗍𝗈𝗍, 𝗍𝖺𝗉𝗂 𝗇𝗀𝗀𝖺𝗄 𝖺𝖽𝖺 𝗈𝗍𝖺𝗄𝗇𝗒𝖺.
Memyr 67
𝖺𝗄𝗎 𝖼𝗎𝗆𝖺 𝖻𝖺𝖼𝖺 𝖺𝗃𝖺, 𝗍𝖺𝗉𝗂 𝗂𝗄𝗎𝗍 𝗌𝖾𝗌𝖾𝗄 𝗇𝖺𝗉𝖺𝗌
Memyr 67
𝖾𝗉𝗂𝗌𝗈𝖽𝖾 𝗆𝖾𝗇𝖾𝗀𝖺𝗇𝗀𝗄𝖺𝗇
Memyr 67
𝖻𝗎𝖺𝗒𝖺 𝖻𝗎𝗇𝗍𝗎𝗇𝗀 𝗆𝖾𝗇𝖽𝖾𝗄𝖺𝗍𝗂 𝗍𝖺𝗋𝗀𝖾𝗍
Memyr 67
𝗍𝖾𝗀𝖺𝗇𝗀
Memyr 67
𝗆𝖺𝗍𝖺 𝖺𝗂𝗋 𝗄𝗈𝗄 𝖻𝗂𝗌𝖺 𝖽𝗂 𝖽𝖺𝗅𝖺𝗆 𝖻𝗈𝗍𝗈𝗅?
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!