NovelToon NovelToon
Raja Ruang & Waktu Di Akademi Para Iblis

Raja Ruang & Waktu Di Akademi Para Iblis

Status: sedang berlangsung
Genre:Reinkarnasi / Balas Dendam
Popularitas:5.3k
Nilai: 5
Nama Author: RavMoon

Terlahir kembali di dunia yang dipenuhi Iblis dan Malaikat Jatuh bukanlah rencana Saiba Ren. Sebagai mantan Raja Dewa yang pernah mengguncang Alam Ilahi, ia kini harus memulai segalanya dari nol di Akademi Kuoh dengan identitas baru.
​Namun, Ren tidak datang sendirian. Di balik penutup matanya yang misterius, tersimpan kekuatan Six Eyes yang mampu menembus struktur semesta, dan di dalam jiwanya, istri-istri tercintanya masih tertidur dalam dimensi rahasia yang menunggu untuk dibangkitkan. Di dunia di mana Sacred Gear dan garis keturunan adalah segalanya, Ren hadir sebagai anomali yang tidak bisa diukur oleh logika sistem mana pun.
​Saat faksi-faksi besar mulai mengincar kekuatannya, Ren hanya memiliki satu prinsip: "Dunia ini boleh punya aturannya sendiri, tapi akulah yang menentukan kapan aturan itu berlaku bagiku." Bisakah ia membangun kembali kejayaannya sambil menjaga kedamaian haremnya yang perlahan terbangun?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon RavMoon, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 17.Mawar Yang Berduri dan Indera Sang Ratu

Udara pagi di Akademi Kuoh biasanya diwarnai dengan candaan khas remaja, suara sepatu yang beradu dengan aspal, dan sapaan riuh di gerbang sekolah. Namun, pagi ini, sebuah keheningan yang janggal merayap dari arah gerbang utama hingga ke koridor kelas. Para siswa yang biasanya sibuk dengan ponsel atau gosip mereka mendadak membeku di tempat, menciptakan lorong manusia yang terbentuk secara tidak sengaja.

Penyebabnya hanya satu: Saiba Ren tidak lagi berjalan sendirian.

Ren melangkah dengan santai, tangan kirinya dimasukkan ke saku celana, sementara tangan kanannya menggandeng jemari seorang wanita yang kecantikannya seolah-olah berasal dari lukisan dewa yang paling sempurna. Bibi Dong berjalan di sampingnya dengan keanggunan yang alami. Ia mengenakan seragam siswi Akademi Kuoh yang telah dimodifikasi sedikit oleh Ren menggunakan manipulasi materi—membuat roknya sedikit lebih panjang dan kerahnya lebih tinggi, memberikan kesan berkelas yang tidak bisa ditiru oleh siswi lain.

Rambut hitamnya yang panjang dibiarkan terurai, hanya dihiasi sebuah jepit perak sederhana yang merupakan pemberian Ren semalam. Setiap langkah Bibi Dong menciptakan aura kedaulatan yang membuat para siswa secara tidak sadar menundukkan kepala saat ia lewat.

"Ren, kenapa mereka semua menatap seolah-olah baru saja melihat hantu?" bisik Bibi Dong pelan. Suaranya halus, namun di telinga Ren, itu terdengar seperti musik yang paling merdu.

Ren melirik istrinya, bibirnya melengkung membentuk senyuman tipis. "Bukan hantu, Dong'er. Mereka hanya tidak terbiasa melihat kecantikan yang melampaui logika dunia ini. Anggap saja mereka adalah ornamen jalanan yang tidak perlu kau pusingkan."

Bibi Dong mendengus kecil, sebuah suara yang sangat manis. "Kau selalu saja bisa merayu, bahkan di tempat asing seperti ini."

[SISTEM: Deteksi lonjakan detak jantung massal pada radius 50 meter. 95% siswa laki-laki mengalami status 'Terpesona'. 80% siswi mengalami status 'Iri'.]

[REN: Biarkan saja. Selama tidak ada yang berani mendekat lebih dari satu meter, aku tidak akan bertindak.]

Di kejauhan, dekat pintu masuk gedung utama, Issei Hyodo berdiri mematung bersama Matsuda dan Motohama. Roti di mulut Issei terjatuh begitu saja saat ia melihat Bibi Dong. Issei masih ingat kejadian di gudang kemarin—tekanan yang membuatnya nyaris pingsan. Namun, melihat wanita itu di bawah sinar matahari pagi dengan seragam sekolah, ia merasa seolah-olah dunianya baru saja jungkir balik.

"Itu... itu wanita yang kemarin?" gumam Issei dengan suara gemetar.

"Issei! Siapa dia?! Kenapa dia bisa bersama si rambut putih itu?!" teriak Matsuda sambil menarik kerah baju Issei dengan histeris. "Dunia ini tidak adil! Kenapa semua dewi jatuh ke tangan Saiba Ren?!"

Ren dan Bibi Dong melewati trio tersebut tanpa menoleh sedikit pun. Bagi Ren, mereka hanyalah bagian dari simulasi kehidupan yang sedang ia jalani. Namun, perhatiannya tertuju pada lantai atas, di mana ia bisa merasakan tatapan tajam dari ruang OSIS dan ruang Klub Ilmu Gaib.

Sona Sitri berdiri di balik jendela ruangannya, memegang pinggiran jendela hingga jemarinya memutih. Di sampingnya, Tsubaki Shinra tampak tidak kalah tegangnya.

"Dia benar-benar membawanya ke sekolah," bisik Tsubaki. "Ketua, ini akan menjadi bencana administratif. Bagaimana kita menjelaskan keberadaan siswi baru yang bahkan tidak memiliki data di kementerian pendidikan?"

Sona menghela napas panjang, membenarkan letak kacamatanya yang sedikit miring. "Data? Saiba Ren bisa menciptakan realitas jika dia mau, Tsubaki. Lihatlah... dia berjalan seolah-olah sekolah ini adalah taman pribadinya. Kita tidak punya pilihan selain melegalkan keberadaan Bibi Dong sebagai siswi pindahan khusus."

Sementara itu, Ren dan Bibi Dong sampai di depan papan pengumuman kelas. Ren menatap daftar nama yang baru saja diperbarui oleh sihir sistem secara diam-diam.

[SISTEM: Pemalsuan data akademik selesai. Bibi Dong terdaftar di kelas 2-B, duduk tepat di samping Saiba Ren.]

[REN: Kerja bagus. Setidaknya aku tidak perlu repot-repot mendengarkan keluhan guru tentang kursi kosong.]

Bibi Dong menatap papan itu dengan rasa ingin tahu. "Jadi, aku harus duduk di ruangan sempit itu dan mendengarkan pria tua bicara tentang hal-hal yang sudah aku ketahui ribuan tahun lalu?"

Ren terkekeh, merangkul bahu Bibi Dong dengan lembut, mengabaikan tatapan tajam ribuan mata di sekitar mereka. "Hanya formalitas, Sayang. Anggap saja ini kencan panjang di mana kita bisa duduk berdampingan tanpa gangguan tugas kekaisaran. Bukankah itu yang kau inginkan selama ini?"

Mendengar itu, tatapan dingin Bibi Dong melembut. Ia menyandarkan kepalanya sejenak di bahu Ren. "Jika itu bersamamu, duduk di dalam gua yang gelap pun aku bersedia, Ren."

Mereka mulai menaiki tangga menuju kelas 2-B. Setiap langkah yang mereka ambil terasa seperti dentuman genderang perang bagi Rias Gremory dan Sona Sitri, yang kini menyadari bahwa hari-hari tenang di Akademi Kuoh telah resmi berakhir, digantikan oleh era di mana seorang Raja Dewa dan Permaisurinya mulai menapakkan kaki mereka di antara para makhluk fana.

1
Chandra
lanjut lagi lebih banyak lagi
Chandra
lanjut mana sih
Chandra
lanjut mana
Chandra
lanjut lagi
Chandra
mana lanjutnya
Chandra
lanjut lagi seru ini
Chandra
lanjut lagi
Chandra
lanjut
Chandra
mana lanjutnya 😭
Chandra
mana lanjutnya
Chandra
lanjut
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!