NovelToon NovelToon
Cinta Posesif Arlan

Cinta Posesif Arlan

Status: sedang berlangsung
Genre:Mafia / Dark Romance / Posesif
Popularitas:4.3k
Nilai: 5
Nama Author: Voyager

"Jangan pernah berpikir untuk melangkah keluar dari bayanganku, Mika. Karena sedetik saja kamu menghilang, aku akan pastikan dunia ini mencarimu dengan cara yang tidak akan pernah kamu lupakan."

Mikaela siswi SMA cantik dari keluarga yang biasa. Suatu malam mengubah segalanya. Menyaksikan dan bertemu dengan Arlan Gavriel—pria berkuasa di Kota Glazy, menghabisi nyawa seseorang dan membuatnya menjadi tawanan yang harus dimiliki Arlan sepenuhnya. Terjebak dalam keadaan yang tidak menguntungkan, perlahan ada rasa tumbuh di benak Mika setelah mengetahui sisi lain dari Arlan. Arlan adalah monster berdarah dingin, tapi juga penyelamat bagi Mika.

Ada apa dengan Mika dan Arlan? Kenapa Arlan membuatnya sebagai Tawanan? Apakah hanya karena melihat kejadian malam itu? Atau ada sesuatu yang harus Mika bayar?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Voyager, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Kamar 1205

“Aku ngerasa ada yang aneh sama Tuan Arlan,” batinnya. Pandangan Mika kosong. Ia bahkan tidak fokus saat berdansa.

“Hei, ada apa?” tanya Tristan.

“Em, sepertinya aku udahan dansanya.” Mika perlahan menurunkan tangan Tristan dari pinggangnya. “Maafin aku.”

Ia segera menepi. Mika mulai mondar-mandir sambil melihat ke arah lorong yang tadi dilewati Arlan dan Kamalia menuju kamar hotel.

Semakin lama, rasa gelisahnya semakin kuat. “Kenapa perasaanku nggak enak gini,” gumamnya pelan.

Saat kepanikannya mulai memuncak, tiba-tiba Dokter Reza muncul di belakangnya dan memegang pundaknya dengan lembut.

“Lagi nunggu siapa?” tanya Reza.

“Lagi nunggu Tuan Arlan, Dok!” jawab Mika sambil terus berjalan bolak-balik. “Entah kenapa aku ngerasa ada yang salah sama dia!”

Dokter Reza mengerutkan kening. “Maksudnya gimana?”

“Ini udah lama banget mereka nggak balik. Udah lebih dari dua jam!” kata Mika cemas.

“Tunggu dulu,” ujar Dokter Reza. “Mereka siapa?” Dokter Reza semakin bingung melihat kepanikan Mika. “Hei.”

Ia menghentikan langkah Mika yang terus mondar-mandir. Dokter Reza tahu betul tanda-tanda kecemasan Mika mulai kambuh. “Tenangkan dirimu dulu.”

Ia memegang kedua pundak Mika dengan lembut. Namun, sebelum Mika benar-benar tenang. Sebuah suara tua dan berat terdengar dari belakang mereka.

“Kamu ada hubungan apa dengan Arlan?”

Mika dan Dokter Reza langsung menoleh. Di sana berdiri Hustan, kakek Arlan, dengan tatapan dingin yang tajam. Tatapan itu sama dinginnya dengan milik Arlan. Dokter Reza yang gugup langsung mencoba menjelaskan.

“Tuan Besar, mohon jangan salah paham dulu. Ini Mika. Dia anak yang baik dan pintar. Dia nggak punya hubungan apa pun dengan Tuan Arlan.”

Namun, tatapan Hustan langsung beralih pada Dokter Reza. Tatapan itu seolah berkata dingin—aku tidak bertanya padamu.

Dokter Reza langsung terdiam dan menunduk. Sementara Hustan kembali menatap Mika dari atas sampai bawah dengan penuh penghinaan.

“Jadi ini perempuan yang dibawa Arlan tadi?” Nada suaranya dingin dan tajam. “Perempuan seperti kamu berani datang ke pesta keluarga Gavriel?”

Mika menunduk. Tangannya mulai gemetar. Hustan tertawa kecil, tapi terdengar sinis.

“Kamu pikir ini tempat untuk orang sepertimu?” Ia melangkah mendekat satu langkah. “Baju mahal, riasan mahal, tapi tetap saja kelihatan kalau kamu cuma gadis miskin yang mencoba masuk ke dunia orang kaya.”

Kata-katanya seperti pisau yang menusuk. Mika semakin menunduk. Ia bahkan tidak berani menatap wajah pria tua itu.

“Perempuan seperti kamu biasanya cuma punya satu tujuan,” lanjut Hustan dingin. “Cari pria kaya, lalu menempel seperti parasit.”

Dokter Reza terlihat gelisah. Namun, ia tidak berani menyela.

“Kamu kira keluarga Gavriel akan membiarkan perempuan kelas bawah masuk begitu aja?” Suara Hustan semakin keras. Para tamu undangan pun sebagian melihat kejadian itu.

“Dengar baik-baik. Jangan pernah bermimpi terlalu tinggi.” Ia menunjuk ke arah pintu keluar. “Keluar dari pesta ini. Sekarang juga.”

Mika tetap berdiri di tempatnya. Kakinya terasa berat untuk melangkah.

“Kamu tuli?” bentak Hustan. “Pergi dari sini sebelum aku memanggil pengawal untuk menyeretmu keluar!”

Tetapi Mika tidak pergi. Ia justru mengangkat kepalanya sedikit. “Kakek ... maafin aku,” katanya lirih. “Tapi aku harus cari cucumu.”

Hustan langsung menyipitkan mata. “Apa katamu?”

Mika tidak menunggu jawaban. Ia berbalik dan berlari menuju tangga hotel.

“Kamu berani mengabaikanku?!” bentak Hustan marah.

Saat Mika sudah menghilang dari pandangannya, Hustan melirik tajam pada Dokter Reza. Tatapan itu jelas berarti satu hal—hentikan gadis itu.

Dokter Reza langsung bergegas mengejar Mika. “Mika!” teriaknya. “Ayo pergi! Kamu ngapain ke sini?!”

“Aku harus cari Tuan Arlan, Dok!” jawab Mika panik.

“Arlan kenapa memangnya?”

“Tadi dia dibawa sama Nona Kamalia!”

Dokter Reza malah tersenyum kecil. Ia mengira Mika hanya cemburu. “Udahlah. Mereka ‘kan udah tunangan. Biarin aja.”

“Tapi, Dok!” kata Mika tegas. “Arlan tadi jalannya sempoyongan kayak orang kena obat!”

Ekspresi Dokter Reza langsung berubah. Senyumnya hilang seketika. “Oke,” katanya serius. “Aku bantu kamu cari Arlan.” Ia menunjuk dua arah lorong.

“Kamu ke lorong sana. Aku ke lorong sini!”

Mereka pun berpisah. Mika menyusuri lorong hotel satu per satu. Semakin lama langkahnya semakin lelah. Namun, tiba-tiba sesuatu terdengar.

Klik!

Sebuah pintu kamar terbuka, nomor 1205. Mika langsung menegakkan tubuhnya. Matanya membelalak saat melihat siapa yang keluar dari kamar itu. Itu adalah orang yang sedang Mika cari.

Kemeja Arlan terbuka. Ikat pinggangnya setengah terlepas. Langkahnya tidak stabil. Ia masih sempoyongan.

“Tuan Arlan!” Mika langsung berlari menghampirinya dan mencoba menopang tubuh besar pria itu. “Berat!” lirih Mika.

Arlan mengangkat kepalanya sedikit.

“Bantu aku—”

“Iya, ayo kita pulang,” kata Mika panik.

“Antar aku ke kamar VIP, lantai lima belas,” ujar Arlan dengan suara lemah.

Mika langsung mengangguk dan menuntunnya menuju lift.Tapi, sebelum pintu kamar 1205 benar-benar tertutup. Mika tanpa sengaja menoleh ke dalam dan apa yang ia lihat membuat jantungnya berhenti berdetak.

Deg!

Di atas ranjang hotel, Kamalia tertidur tanpa pakaian. Tubuhnya hanya tertutup selimut putih. Di atas seprai terlihat bercak merah.

Deg!

Jantung Mika terasa seperti jatuh ke dasar perutnya. “Apa ... mereka udah—” batinnya.

Namun, pikiran itu langsung terhenti saat tubuh Arlan hampir jatuh. Mika buru-buru menekan tombol lift. Beberapa menit kemudian, mereka tiba di kamar VIP lantai lima belas. Mika segera mengambil handuk hangat dan mengusap wajah Arlan. Tetapi tubuh Arlan justru semakin panas.

“Tunggu sebentar! Aku ambil air dingin!”

Mika berlari ke kamar mandi. Ia menyalakan shower dan membasahi handuk. Ia juga mengisi bathtub dengan air.

“Tuan, berendam mungkin bisa bantu kamu.”

Arlan tidak menjawab. Mika membantu Arlan masuk ke kamar mandi. Tapi saat ia mencoba memasukkan Arlan ke dalam bathtub. Tiba-tiba tangan Arlan menariknya. Cipratan air langsung membasahi mereka berdua. Mika ikut terjatuh ke dalam bathtub.

“Tolong aku Mika—”

“Ta—tapi!” Kalimat Mika terhenti.

Arlan sudah menariknya lebih dekat. Malam itu kembali menyeret mereka ke dalam kesalahan yang sama.

Saat matahari mulai menembus tirai kamar hotel, Mika perlahan membuka matanya. Ia menyadari dirinya berada dalam pelukan Arlan yang masih tertidur lelap. Napas pria itu terdengar berat namun tenang.

Mika menatap wajah Arlan beberapa detik, lalu menelan ludah pelan. “Lebih baik aku pergi sekarang.”

Ia perlahan melepaskan diri dari pelukan Arlan dan turun dari tempat tidur dengan hati-hati. Selimut tebal ia tarik untuk menutupi tubuh Arlan. Setelah itu Mika buru-buru mengenakan pakaiannya yang berserakan di lantai.

Beberapa menit kemudian, ia berjalan mengendap-endap menuju pintu kamar. “Aku harus segera pulang, sebelum dia bangun.”

Pintu kamar dibukanya perlahan.

Klik.

Lorong hotel masih sunyi. Mika segera mengambil ponselnya dan memesan taksi. Namun, alamat yang ia masukkan bukanlah apartemen Arlan. Melainkan rumah lamanya.

Sekitar setengah jam kemudian, taksi berhenti di depan rumah tersebut. Rumah itu masih terlihat sama seperti dulu. Namun, entah kenapa suasananya terasa asing. Mika turun dari taksi dan berjalan cepat menuju pintu.

Tuk! Tuk!

Ia mengetuk pintu dengan sedikit tergesa. Tak lama kemudian pintu terbuka. Tetapi orang yang berdiri di sana bukanlah keluarganya.

“Bu, Pak Samuel ada?” tanya Mika ragu.

Wanita itu mengerutkan kening. “Samuel?” katanya bingung. “Maaf, saya nggak tau. Rumah ini saya beli dari pemilik sebelumnya, Pak Barra.”

Mika terdiam. Dadanya terasa sesak.

“Sekarang mereka tinggal di mana, ya?” tanya Mika lagi dengan suara pelan.

Wanita itu menggeleng sambil mengangkat kedua bahunya. “Nggak tau juga.”

Mika hanya mengangguk kecil. Ia berbalik dan berjalan pergi dengan langkah lemah. Sepanjang perjalanan, pikirannya dipenuhi pertanyaan.

Ke mana ayahnya pergi? Di mana saudara tirinya sekarang? Kenapa mereka menjual rumah itu tanpa memberitahunya?

Karena terlalu melamun dan berjalan tanpa memperhatikan jalan. Mika tidak menyadari sebuah mobil sport melaju cepat di depannya.

Bruak!

Tubuhnya terpental. Dunia terasa berputar. Sebelum kesadarannya benar-benar hilang, Mika sempat melihat samar-samar plat mobil itu. Lalu, semuanya menjadi gelap.

Tiga hari kemudian, Mika perlahan membuka matanya. Langit-langit putih rumah sakit menyambut pandangannya. Tubuhnya terasa sakit di beberapa bagian.

Saat ia menoleh ke samping—seseorang sudah duduk di kursi dekat tempat tidurnya. Pria itu menatapnya dengan ekspresi khawatir. Mika hanya bisa meringis kesakitan. “Dia lagi," batin Mika.

1
Moon
ak jdi mika langsung ku tonjok itu
Voyager: sabar bro jangan emosi ah, nggak jelas kali kau. ayo serbu yang di sebelah
total 1 replies
Moon
model!????
Moon
entah kenapa Arlan ini aku bingung sama sifatnya. lanjut Thor. apa nanti si Mika ketemu lagi dg Arlan ? soalnya Arlan itu kn sangat berkuasa! eh iya Thor sepertinya belum di Spil perlkerjaab Arlan pngen tau
Moon
hm, knp ya orang kyak Mika gini selalu digituin dlm novel cba Thor karakter Mika jadi tangguh aj gtu biar nggk di tindas orang. sih Kamalia juga cewek lenje 😤😤😤
Moon: haha GG bxa sbr ak. tau NDRI kesabaranku setipis tisu
total 2 replies
cleo lara91
lanjut lg dong kak , seruu😍
Moon
Rekomendasi banget ini cerita. tokoh pria bikin mengubah emosi pembaca, greget, sifatnya bener" bikin geleng kepala. tokoh wanita pun bikin kita iba, apalagi ketika penyakitnya kambuh. oh ya keluarga tokoh wanita ih bikin emosi parah apalagi dengan saudara tiri yang mokondo
Moon
up 5 bab sehari thor
Voyager: busett haha nanti ya. ayo nulis juga
total 1 replies
Voyager
Arlan gila. anak SMA dibuat nggak berkutik
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!