NovelToon NovelToon
Bawang Merah Yang Terluka

Bawang Merah Yang Terluka

Status: sedang berlangsung
Genre:Obsesi / CEO / Antagonis / Percintaan Konglomerat / Cintamanis / Romansa
Popularitas:1.6k
Nilai: 5
Nama Author: Mami Al

Celina Andreas dijuluki sebagai bawang merah begitu tergila-gila dengan seorang pria sehingga berbagai cara ia lakukan buat menaklukkan hati sang pria incarannya. Meskipun pria itu mencintai adik tirinya.

Berhasilkah Celina menjadi istrinya atau cintanya hanya bertepuk sebelah tangan?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Mami Al, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bagian 17

Esok paginya, Celina memberanikan diri memakai alat yang dibelinya tadi malam di kamar mandi. Dengan tangan gemetar, ia dapat melihat tanda 2 garis merah. Tubuhnya kaku, keringat bercucuran dan perlahan air matanya menetes. Semua tak sesuai rencananya. Bagaimana mungkin dirinya bisa lepas dari Azka jika dirinya hamil?

Celina pun menjerit sekuat-kuatnya, ia tak menyangka akan mengandung benih dari pria yang tak dicintainya itu.

"Apa yang harus aku lakukan? Aku tidak mau dia mengetahuinya? Ayo Celina, cari cara buat lepas darinya??" pikiran Celina sangat bingung.

Setelah cukup lama di kamar mandi, Celina pun keluar. Ia sengaja berlama-lama agar tak bertemu dengan Azka di ruang makan.

Selepas mobil yang dikendarai Azka meninggalkan halaman rumah, Celina pun keluar dari kamar tidurnya. Meraih segelas air putih dan melahap 2 butir telur rebus serta satu buah alpukat.

"Buatkan aku semangkok mie kari dan segelas jus jeruk, kirimkan makanan itu ke kantor satu jam lagi!" pinta Celina kepada seorang pelayan wanita bagian memasak.

"Nona yakin? Mau sarapan lagi di kantor?" tanya si pelayan karena tak biasanya Celina meminta dibawakan makanan ke kantor. Jikapun memang sedang kepingin pasti mengantarkannya ketika jam makan siang.

"Aku masih lapar tapi harus buru-buru ke kantor!" jawab Celina.

"Baiklah, kalau begitu Nona!" kata si pelayan.

Celina pun berangkat ke kantor, sesampainya di sana ia bertemu dengan Elma dan Ana. Kedua wanita itu baru saja memasuki lift.

"Kenapa anak si wanita licik itu ada di sini??" gumam Celina. Ia pun mempercepat langkah kakinya.

Ana dan putrinya masuk ke dalam ruangan kerjanya Hendra. Penasaran, apa yang akan dilakukan 2 wanita itu ia segera menyusulnya.

Ketiga orang yang ada di dalam ruangan terkejut melihat pintu terbuka dan Celina muncul dihadapan mereka.

"Mau apa dia di sini, Pa?" Celina mengarahkan pandangannya kepada Elma.

"Elma mau melamar pekerjaan di perusahaan ini!" kata Hendra menjelaskan.

"Apa tidak cukup ibunya yang murahan berada di perusahaan kita, Pa?" singgung Celina melirik ibu sambungnya.

"Celina, jaga bicaramu. Hormati istri Papa!" tegas Hendra menegur.

"Wanita murahan yang berani merebut pria lain dari pernikahan yang sah tak pantas aku hormati!" kata Celina menyindir.

"Kenapa, sih, Kak Celina selalu bersikap seperti itu kepada kami?" Elma bertanya dengan nada rendah seakan-akan merasa sedih.

"Buang wajah sok baikmu itu!!" jawab Celina menatap sinis.

"Maafkan kami, Kak. Kalau kami sudah membuat Kak Celina tak suka!" kata Elma menundukkan wajahnya.

"Usir dia dari kantor kita, Pa!" pinta Celina lalu menoleh ke arah Hendra.

"Kak, aku ke sini cuma mau mencari pekerjaan!" Elma mendekat dan memegang lengan tangannya Celina.

"Tempatmu tak pantas di sini!!" Celina menurunkan genggaman adik sambungnya dari lengannya.

"Celina, kamu sudah memiliki Azka dan mendapatkan jabatan di perusahaan ini. Kenapa selalu iri dengan kehidupan Elma? Apa yang kamu inginkan lagi?" tanya Hendra semakin heran dengan sikap putrinya.

"Aku tidak pernah iri dengan anak sambung kesayangan Papa itu dan aku cuma mau dia bersama ibunya keluar dari rumah kita selamanya!" jawab Celina.

"Jika mereka keluar, itu tandanya kamu mengusir Papa juga?" Hendra tampak tak senang.

"Silahkan kalau Papa mau keluar!" ucap Celina santai.

"Celina, kenapa semakin hari sikapmu keterlaluan??" Hendra meninggikan suaranya.

"Aku begini juga karena mereka, Pa!" Celina turut meninggikan nada bicaranya.

"Apa salah mereka, Nak??" tanya Hendra dengan mata berkaca-kaca.

"Mereka mengambil semuanya dariku. Mereka ini licik, Pa!" jawab Celina.

"Celina, kita sudah hidup bersama bertahun-tahun. Kenapa kamu berpikir kami ini licik?" Ana turut bertanya, wanita itu memasang wajah sedih.

"Karena aku baru sadar kalian sudah berani menipuku," jawab Celina tersenyum.

"Kami tak merasa menipu kamu," kata Ana.

"Halah, tak usah membantah, Tante. Para penjahat takkan pernah mengakui kesalahannya!" sindir Celina.

"Papa, saat ini aku datang tak tepat waktu. Suatu hari nanti pasti Kak Celina bersedia menerima kami kembali," kata Elma.

"Jangan harap!" sahut Celina dengan suara pelan namun dapat didengar ketiganya.

"Kami pulang dulu, Mas. Mungkin hari ini tidak tepat, lain waktu saja kita bahas lagi mengenai pekerjaan Elma!" kata Ana kepada suaminya.

"Maafkan Celina, ya!" Hendra merasa bersalah.

Ana dan Elma lalu meninggalkan ruangan kerja Hendra. Sedangkan, Celina masih tetap berdiri dihadapan ayah kandungnya.

"Kenapa kamu selalu mencari masalah?" kesal Hendra.

"Tunggu waktunya. Papa akan mengetahui semuanya bahwa wanita yang selalu Papa banggakan dan puji itu menyimpan banyak rahasia!" kata Celina tersenyum kemudian berlalu.

Sementara itu, Azka yang sudah berada di kantor mendadak perutnya terasa mual. Meraih segelas air putih lalu meneguknya.

Setelah minum, perut Azka semakin bergejolak. Ia berlari ke kamar mandi dan memuntahkan isinya. Wajahnya seketika memerah dan berkeringat. "Apa yang terjadi denganku? Sepertinya tadi sehat-sehat saja?" gumamnya.

Jam terus berputar, kondisi fisik Azka semakin lemah. Ia beberapa kali mengalami mual dan muntah. Hingga akhirnya dia memilih untuk pulang diantar sopir kantor.

Sore harinya, Celina kembali ke rumah. Dia melihat mobil suaminya telah terparkir di garasi. Tentunya membuat Celina heran, karena biasanya dirinya lebih dahulu tiba di rumah.

"Kenapa dia cepat sekali pulang?" tanya Celina kepada salah satu pelayan yang menyambutnya di depan pintu utama.

"Sepertinya Tuan Azka sakit, Nona!" jawab si pelayan menerka.

"Sakit? Kenapa bisa?" tanya Celina heran.

"Bisa saja, Nona. Namanya juga manusia," jawab si pelayan.

"Oh, ya, aku lupa kalau dia juga manusia!" Celina membatin.

"Apa Nona mau saya buatkan sesuatu?" tawar si pelayan.

"Aku mau makan bakso sapi, tolong buatkan, ya!" kata Celina.

"Baiklah, Nona." si pelayan kemudian melangkah ke dapur.

Celina berjalan menuju kamarnya, sebelum masuk ia menyempatkan melihat ke arah pintu kamar suaminya. Jujur, sebenarnya ia ingin menanyakan keadaan pria itu tetapi sikap Azka yang tak pernah lembut kepadanya membuatnya mengurungkan niatnya.

Dua jam kemudian, Celina sudah berada di ruang makan. Azka juga ada di sana. Ia kelihatan sangat pucat. Lagi-lagi Celina enggan menanyakan kondisi suaminya.

"Tuan, ini bubur ayamnya!" seorang pelayan menyuguhkan semangkok bubur dihadapan Azka.

"Sejak kapan dia menyukai bubur ayam?" batin Celina heran.

Azka menyantapnya dengan cepat, sehingga Celina mengernyitkan keningnya.

"Buatkan lagi?" pinta Azka kepada pelayan.

Celina menaikkan kedua alisnya karena heran Azka menambah porsi makannya padahal biasanya pria itu makan tak terlalu banyak.

Satu mangkok bubur ayam lagi sudah berada dihadapan Azka dan ia segera menyantapnya.

"Nona tidak mau makan bubur ayam?" seorang pelayan menawarkannya kepada Celina.

"Tidak, aku bakso yang kuminta tadi saja!" kata Celina.

"Baiklah, Nona!" pelayan itu kemudian ke dapur tak lama berselang ia muncul membawa semangkok bakso sapi dengan mihun.

Ketika semangkok bakso disajikan dihadapan Celina, tiba-tiba Azka menghentikan kegiatan makannya. Ia kemudian berdiri sembari tangan kiri memegang perut dan tangan kanannya menutup mulutnya.

Celina yang belum menyantap makanannya menatap heran suaminya.

Tanpa berkata-kata, Azka melangkah cepat ke kamarnya meninggalkan bubur ayam yang tinggal beberapa suapan lagi.

"Dia kenapa, sih?" gumam Celina heran sembari memandangi punggung suaminya yang perlahan telah menghilang.

1
army julianto
aku binci ceritanya MC perempuannya idih najis bnget
army julianto
Thor jangan biarkan azka dg Celina bersatu plisss ceraikan mereka, aku paling tidak suka cerita kek gini TPI unjuknya tidak bisa cerai dan akan saling cinta, idih najis mkan cerita kaya bgini 🙏🙏🙏
falea sezi
kapan cerai nya
falea sezi
kn licik bngt si Elma buruan cerai aja biar. aja mlih Elma yg sok. polos cocok. aska sampah ma. Elma. sampah
falea sezi
bodoh kau celina
falea sezi
jangan ngemis celina
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!