Terlahir kembali sebagai Lyra Clarissa Wijaya, cucu tunggal dari keluarga terkaya di dunia, Lyra tidak tumbuh sebagai gadis manja yang lemah. Di balik kecantikannya yang tenang dan elegan, tersimpan jiwa seorang putri bangsawan Vampir dan kekuatan insting Alpha Serigala yang ia bawa dari kehidupan sebelumnya.
Xavier adalah pria paling berbahaya yang ditakuti dunia. Dia dingin, kejam, dan dikenal tidak punya perasaan, tiba-tiba hidupnya yang gelap mendadak jungkir balik. Pria yang tak pernah tunduk pada siapa pun ini, justru rela menyerahkan segalanya untuk gadis kecil nya.
"Mintalah nyawaku, Lyra. Mintalah seluruh dunia ku, asal jangan pernah palingkan matamu dariku, karena tanpamu, duniaku kembali menjadi gelap," bisik Xavier, berlutut di hadapan gadis itu tanpa memedulikan tatapan ngeri para bodyguard nya.
Lyra hanya tersenyum tipis, sebuah senyuman misterius yang membawa sisa-sisa keagungan masa lalunya.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon hofi03, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
MENEMUI XAVIER
"Jangan berani-berani mendekati rumahku lagi, Xavier. Kamu sudah melampaui batas!"
Tidak butuh waktu lama, hanya dalam hitungan detik, ponsel itu kembali bergetar.
"Batas itu tidak pernah ada untukku, Thomas. Kita perlu bicara sebagai dua pria yang peduli pada Lyra. Temui aku di dermaga pribadi Valerius, satu jam dari sekarang, sendiri. Atau aku yang akan menjemputnya langsung ke kamarnya."
Tuan Thomas memejamkan mata rapat-rapat.
Sialan!
Xavier tahu persis titik lemahnya, jika dia tidak datang, pria itu bisa saja muncul di depan kamar Lyra dan menghancurkan semua yang dirinya simpan selama ini.
Ceklekk.
Pintu ruang kerja terbuka, Tuan Jerome masuk dengan wajah curiga.
"Thomas? Kamu kenapa? Wajahmu seperti melihat hantu," tanya Tuan Jerome sambil melipat tangan di dada.
"Kak Jerome...A-aku harus keluar sebentar. Ada urusan mendesak soal proyek pelabuhan," jawab Tuan Thomas, mencoba menormalkan suaranya meski gagal total.
"Proyek pelabuhan atau soal pria Valerius tadi? Jangan bohong padaku, Thomas. Aku saudaramu, aku tahu kapan kamu sedang ketakutan," tanya Tuan Jerome menyipitkan mata nya.
Hah....
Tuan Thomas menghela napas panjang, dia tahu tidak bisa membohongi kakaknya yang merupakan pemimpin mafia itu.
"Ini rumit, Kak, tapi aku mohon, jaga Lyra, jangan biarkan siapapun masuk, termasuk lalat sekalipun," ucap Tuan Thomas, terlihat sangat gusar.
"Arkan ada di sana, tapi aku butuh Kakak dan Kak Steven berjaga di depan pintunya," lanjut Tuan Thomas.
Tuan Jerome menatap adiknya dalam-dalam, dia semakin yakin kalau ada sesuatu yang disembunyikan oleh adiknya itu, tapi dia memilih untuk mengangguk kan kepala nya.
"Pergilah. Selesaikan urusanmu, jika pria itu macam-macam, kamu tahu apa yang harus dilakukan oleh seorang Wijaya," ucap Tuan Jerome, menepuk pelan bahu Tuan Thomas.
"Terima kasih, Kak," ucap Tuan Thomas singkat sebelum menyambar kunci mobilnya.
Setelah Tuan Thomas pergi, Tuan Jerome masih berdiri di depan ruang kerja adiknya, firasat nya sebagai seorang pemimpin mafia senior tidak pernah salah.
Keheningan di rumah ini terasa terlalu tajam, seolah-olah ada badai besar yang sedang mengintai.
Hah....
Tuan Jerome menghela nafas nya panjang, lalu merogoh ponsel dari saku jasnya, matanya menatap tajam ke arah pintu kamar Lyra di lantai atas yang dijaga ketat oleh anak buahnya dan Steven.
Tuan Jerome tahu, jika Thomas sampai ketakutan seperti tadi, maka musuhnya bukan sekadar pebisnis biasa.
Tuan Jerome menekan sebuah nomor internasional.
Panggilan itu tersambung ke negara X, tempat putra sulungnya sedang mengurus ekspansi bisnis mereka.
"Ya, Pa? Ada apa menelepon malam-malam begini?" tanya sebuah suara berat di seberang sana.
Pria di balik panggilan telpon itu adalah Eros Wijaya, kakak sulung Arkan yang dikenal paling dingin dan tak tersentuh.
"Eros," ucap Tuan Jerome dengan nada bicara yang sangat serius.
"Tinggalkan semua urusanmu di sana, segera kembali ke negara A sekarang juga! Pakai jet pribadi, Papa mau kamu sampai di sini secepat mungkin!" perintah Tuan Jerome, tanpa basa-basi.
Di seberang sana, Eros terdiam sejenak, dia jarang mendengar papanya bicara dengan nada se khawatir ini.
"Apa ini soal Kakek Bastian? Kondisinya drop lagi?" tanya Eros, datar.
"Kakekmu sudah membaik, Oliver yang menjaganya. Tapi ini soal Lyra," jawab Jerome sambil berjalan menjauh dari ruang kerja.
"Apa? Apa yang terjadi dengan adik ku Pa?" tanya Eros, mengeram rendah.
"Ada pria bernama Xavier Valerius yang mulai berani mengusik ketenangan rumah kita. Thomas sepertinya sedang menyembunyikan sesuatu yang besar, dan Papa butuh kamu di sini untuk membantu Kak Steven menjaga keamanan," jawab Tuan Thomas, singkat.
"Valerius? Nama itu tidak asing di telingaku saat aku menangani bisnis di Eropa. Dia bukan lawan yang mudah, Pa. Kenapa dia mencari masalah dengan adik sepupuku?" tanya Eros, dingin.
"Itulah yang harus kita cari tahu, Arkan terlalu fokus pada medis, dan Thomas sepertinya sedang kehilangan akal sehatnya demi melindungi Lyra sendirian. Papa butuh ketegasanmu di sini," jawab Tuan Jerome, menjelaskan.
"Aku mengerti, aku akan berangkat satu jam lagi, pastikan tidak ada yang menyentuh seujung kuku pun dari Lyra sampai aku mendarat," ucap Eros, dingin.
"Bagus! Papa tunggu," jawab Tuan Jerome, lalu mematikan sambungan teleponnya.
Tut.
Tuan Jerome menghela napas panjang, kehadiran Eros setidaknya akan memberikan kekuatan tambahan bagi pertahanan mereka.
Jika Arkan adalah penyembuh, maka Eros adalah pelindung yang tidak akan segan-segan menghancurkan siapa pun yang mengancam keluarganya.
Tuan Jerome keluar dari ruang kerja Tuan Thomas, berjalan menuju kamar Lyra.
Di depan pintu, dia melihat Tuan Steven sedang berdiri dengan wajah sangar, sementara si kembar Kenzo dan Kenzie juga tampak berjaga di dekat sana dengan wajah serius.
"Bagaimana di dalam?" tanya Tuan Jerome pada kakaknya.
"Arkan masih di sana, keadaan Lyra sudah membaik," jawab Tuan Steven sambil menoleh.
"Thomas ke mana?" tanya Tuan Steven.
"Dia pergi menemui pria Valerius itu sendirian," jawab Jerome pelan.
"Aku sudah menyuruh Eros pulang, kita butuh dia untuk memperkuat penjagaan," lanjut Tuan Jerome.
"Pilihan bagus, siapa pun pria Valerius itu, dia harus tahu kalau dia tidak hanya berurusan dengan satu orang Wijaya, tapi dengan seluruh klan kita," ucap Tuan Steven mengangguk setuju.
Di dalam kamar, Lyra yang sedang bersandar di dada Arkan tiba-tiba tersentak, dia tidak mendengar percakapan paman-pamannya di luar, tapi rasa gelisah yang asing kembali menyergap hatinya.
"Daddy," batin Lyra, menegak kan tubuhnya.
"Princess ada apa?" tanya Arkan, melihat wajah datar adik sepupunya.
"Daddy, dimana Daddy?" tanya Lyra, hendak turun dari tempat tidur nya.
"Lyra, kamu tidak boleh kemana-mana," cegah Arkan, memegang pergelangan tangan Lyra.
"Lepas bang," ucap Lyra, menyentak tangan nya.
Lyra turun dari tempat tidur nya, auranya langsung berubah drastis, datar dan dingin.
Ceklekk
Tiba-tiba pintu kamar terbuka, Nyonya Arin masuk dengan sepiring nasi goreng kesukaan Lyra.
"Lyra sayang," sapa Nyonya Arin, tersenyum melihat putri nya.
"Mom dimana Daddy?" tanya Lyra, menatap Mommy nya.
"Daddy mu tadi keluar, seperti nya sedang ada di ruang kerja nya. Ada apa sayang?" tanya Nyonya Arin, mengernyit kan kening nya.
"Aku harus ke Daddy," gumam Lyra, keluar dari kamar nya.
"Lyra sayang, mau kemana kamu?" tanya Nyonya Arin, sedikit berteriak.
Lyra melangkah keluar dari kamar dengan tatapan lurus ke depan, wajahnya yang tadi pucat kini berubah menjadi sangat dingin.
"Lyra! Berhenti, Sayang! Kamu baru saja sembuh!" seru Nyonya Arin yang mengekor di belakang dengan perasaan was-was.
Di depan pintu, Tuan Steven, Tuan Jerome, serta si kembar Kenzo dan Kenzie tersentak kaget melihat Lyra keluar dengan aura yang begitu menekan.
semangat menulis thor💪
sehat selalu👍👍
semangat terus Thor up next nya 🤗🤗
lanjuut kak
makin penasaran ma klanjutan ny ,,
hubungn lyra dn Xavier di masa lalu tu ap yx ,,
tp di masa kini lyra adalah anak dr tuan Thomas dn nyonya arin ,,
meski di dlam raga lyra adalah sosok dr masa lalu ,,
tp Xavier km gx boleh lngsung mngklaim gt aj ,,
krn keluarga lyra gx semua mngerti dg ap yg trjaadi di masa lalu antara tuan Thomas , nyonya arin dn sang nenek mysteriuss sehingga lyra lahhir di tngah keluarga wijaya ,,