Inilah Awal kisah sebenarnya. Kisah seorang perempuan yang terpaksa menjalani janji suci yang diikrarkan dalam satu rangkaian "pernikahan."
Namun, nyatanya pernikahan ini bukan hanya kedok dari perjodohan belaka, tetapi semua ini terselimuti oleh harta, tahta kuasa dan kedengkian pria-pria tua itu saja.
Lagi, kepahitan pun harus Crystal telan mentah-mentah. Saat pria yang belum genap 24 jam menjadi seuaminya itu membawa wanita lain dikamar pengantin mereka.
Lalu apa yang akan Crystal lakukan ketika mengetahui suaminya selingkuh tepat di hari pernikahan mereka?
Sebuah awal dari kehidupan baru yang tak pernah terbayangkan olehnya. Di Mana
takdir yang tak kau harapkan malah membawamu ke dalam jeratnya, tidak ada yang bisa menghindar. Semua orang seakan menatapnya dan berkata "Menyerahlah!" Tapi, sanggupkah dia melepas takdir yang kian membelenggu nya?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Linda Nufus, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
DENDAM
...Dendam.. itulah yang sekarang melekat di hatiku. Melihatnya menderita adalah tujuan awalku.. aku ingin melihatnya hancur sehancur-hancurnya." Lee Sulli....
.......
.......
.......
.......
Titik-titik air dari shower menerjang kepala, mengalir melewati ubun-ubun, pelipis, turun ke leher, membasahi tubuh, seolah meluruhkan segala kesedihan hidup, terjatuh membentur keramik dan terbawa arus masuk ke dalam pusaran.
Tidak kembali lagi.
Seandainya benar-benar semudah itu. Membuang seluruh kesedihannya, andaikan semudah itu. Tangisan Crystal bercampur dengan air yang mengalir melalui shower, seandainya bisa semudah itu.
Crystal ingin membuang nama 'Williams' di namanya dan seluruh kehidupan gemerlapnya demi mendapat kehidupan dimana dia menjadi gadis biasa-biasa saja yang bahagia.
Ia rapuh dan butuh tempat untuk berpegang. Tapi kepada siapa? Akankah mereka memutus tali lagi dan membiarkan Crystal ditelan jurang tak berdasar?
Jari-jarinya yang lentik menyentuh permukaaan kaca yang berembun akibat hangatnya air, Crystal melihat pantulan wajahnya yang semakin tirus, dan menyedihkan. Crystal menatap cermin itu dan melihat ada sepotret wajahnya yang tersenyum dalam tubuh anak kecil terpantul dengan jelas. Bahkan imajinasi saja menertawakan kehidupannya yang tak menentu.
Crystal bisa saja kembali mengambil hartanya, kembali tinggal di kediaman keluarganya. Tapi bukan itu yang sebenarnya dia inginkan. Bodoh! Bukankah dia sendiri yang mengatakan pada mereka, bahwa mereka bebas untuk menjalin hubungan ?
HAMIL..?
Anak..?
Cehhh,. Ini sangat memuakkan. Hatinya bergetar sakit, mengingat kata-kata itu. Aku juga ingin, tapi kenapa ini sulit. Sampai kapan ia bisa bertahan? Bahkan dia sendiri tak tahu apa jawabannya. Crystal benci dirinya sendiri. Sangat membencinya, hingga membuatnya muak.
...***********...
_Williams House | at 07:00 AM
"Astaga, kau seperti seorang gadis saja. Lama sekali jika sudah mandi ataupun berpakaian." Ujar Nyonya Williams menggelengkan kepalanya tersenyum melihat putra sulung nya.
"Eomma, jangan seperti itu" Rengek Kai kepada Eomma nya.
"Lihat, lihat itu suamiku. Anakmu ini, aisshhh dasar."
"Biarkan saja, akan aku tes ke rumah sakit jika dia masih begitu terus saat dia sudah menikah nanti." Sambung Tuan Williams menimpali.
Kai menyingsingkan lengan kemejanya, "Eomma, Appa,.. jika aku sudah beristri tentu saja aku akan bermanja-manja dengannya. Bukan begitu, Appa?" Kai menatap Appa nya dengan mengerlingkan matanya menggoda.
"Yakk.. anak ini."
"Sudah, sudah. Segeralah kau habiskan sarapan mu itu suamiku. Nah, ini Susu cokelat mu jadi dingin kai cepat habiskan" Ucap Nyonya Williams menyodorkan segelas minuman favorit anaknya.
"Gomawo Eomma." Ucap kai tersenyum manis, menerima gelas yang berisi minuman favoritnya. "Kau memang yang terbaik." Puji nya tulus.
Nyonya Williams memang berbeda, dia memperlakukan anak-anak nya seperti seorang bayi padahal usia Kai terbilang sudah berkepala tiga. Kadang Kai senang dengan perhatian Eomma nya, tapi kadang ia kesal jika harus menuruti permintaan konyol Eomma nya untuk menemani nya menonton Drama Romance. Sudah tak terhitung berapa jumlah Drama yang ia tonton akibat paksaan dari Eomma nya. Dari sana juga, ia mulai tau Crystal Kim seorang Aktris cantik yang terkenal. Dia merupakan Aktris favorit Eomma nya dan sekarang menjadi menantu di keluarga Williams.
...***********...
"Crystal. Menurutku, lebih baik kita selesaikan semua masalahnya dengan negosiasi saja?" Alex membuka kalengan kopi instan dengan cemberut, "Apa semuanya harus diselesaikan dengan jalan kekerasan?"
Alex meneguk kopi itu kasar, kesal sekali dia.
Kalau lama-lama begini, bagaimana jika ada wartawan yang menguntit dan menyebarkan rumor tak sedap di media?
Apalagi kekuatan internet sekarang bukanlah main-main. Sekali kau melakukan kesalahan, akibatnya sangat fatal.
Mereka berdua di perjalanan menuju kantor perusahaan Williams Corp. Alex menyetel lagu jazz, menghargai Crystal yang tak menyukai band-band rock favoritnya.
Hari ini Sutradara Lee bilang, semua terkoordinir dengan baik. Penyelesaian film bisa dilaksanakan secepat mungkin.
Yah, Crystal sendiri senang.
"Aku juga inginnya sesimpel itu. Tapi semuanya tergantung dia, ingin jalan baik-baik atau sebaliknya," Alex menanggapi kalem, "Aku juga tak meminta kita harus bermusuhan. Dia saja yang memulai melakukan perlawanan," ucap Crystal dingin.
Alex mengetuk-ngetuk setir mobil dengan telunjuknya.
Crystal menyisipkan anak rambutnya, meringkuk memeluk tubuhnya sendiri, "Aku... bisa menganggap ini selesai sekarang juga, andaikan dia menerima kenyataan," timpalnya lagi.
"Sudahlah Crys. Nanti aku akan memaksa dia lagi kalau sebenarnya kau memang gadis berhati baik. Crys, aku tidak pernah mengerti kenapa kau terus melindungi orang seperti dia?" tanya Alex terlihat bingung.
"Alex..." Crystal merendahkan suaranya,
"Apa?"
"Dia Hamil, anak Sean" Ucap Crystal tiba-tiba membuat Alex tiba-tiba saja Merem Mobilnya secara mendadak.
"Akh, Crystal Kau baik-baik?" Tanya Alex khawatir. Ia segera menepikan mobilnya, untungnya jalanan hari ini tengah sepi jika tidak mungkin ia akan menimbulkan kecelakaan. Akh, Alex merutuki dirinya sendiri yang bodoh. Tapi ia benar-benar terkejut dengan yang Crystal bilang tadi.
"Syukurlah, tapi apa maksudmu tadi Crys? Jangan bercanda, bahkan aku terkejut setengah mati mendengarnya." Gerutu Alex mencoba menyakinkan dirinya, mungkin saja ia salah mendengarnya.
"Apa yang kau dengar barusan benar." Jawab Crystal menatap kedua mata Alex.
"H-a-ha-hamil, siapa yang hamil?" Jujur saja Alex tak bisa menutupi keterkejutan nya.
"Wanita itu. Dia yang membenciku hamil anak suamiku." Ujar Crystal lirih.
Alex semakin di buat bingung dengan situasi yang tengah di hadapi Crystal, ia tak tahu harus merespon seperti apa. "Bagaimana denganmu.?" Tanya Alex tak yakin, ia sungguh khawatir dengan kondisi Crystal. Karena ia yakin, betapa terlukanya hati wanita ini. Bahkan, Suaminya itu terang-terangan janjian di depan khalayak umum tanpa takut di pergoki media atau apapun itu. Pikir Alex mengingat pertemuannya dengan Sulli dan Sean tempo hari.
Alex semakin pusing, masalah satu ini saja dengan wanita itu belum selesai ditambah dengan masalah lainnya. Alex mengacak rambutnya asal.
Crystal menggelengkan kepalanya lemah, ia pun tak tahu harus bereaksi seperti apa. Karena jujur saja hatinya ini sudah banyak sekali menampung kesedihan dan sekarang wanita itu hamil anak suaminya.
Drtt.. drtt.. drtt..
Ponsel Crystal yang bergetar menjadi jeda diantara obrolan mereka. Terlihat satu pesan masuk dari nomor yang tak ia kenal.
0877xxxxxx
[Kau pasti sudah mendengarnya 'kan ? Bagaimana...? Aku penasaran dengan reaksimu itu. Segeralah berkemas dan tinggalkan kekasihku karena sebentar lagi aku yang akan menjadi Nyonya Williams.]
Tanpa berpikir lama, Crystal tau siapa yang mengiriminya pesan seperti ini. Crystal hanya merasa bingung, dari mana wanita itu mendapatkan nomor teleponnya.
'Ckk, wanita gilla.!
Crystal menghela nafasnya kasar, ia malas jika kehidupannya akan terusik lagi.
...*********...
Di ujung sana, Sulli mengatupkan ponselnya dan memandang langit.
Ia tersenyum bahagia karena kemenangan sudah sangat dekat untuknya dan ia akan menghabisi semua orang yang sudah membuat hidupnya hancur seperti ini.
"Appa, bukankah kau senang dengan kabar ini? Aku akan membalas kesakitan yang telah mereka lakukan pada kita." Gumam Sulli dengan geram.
kita bongkar
*pelakor, novel hadir 1000 pelakor tidak jadi masalah karena pelakor pasti dilaknat, dibuat hina, dan akhirnya dibinasakan (ADIL)
*pemeran utama pria (suami) melakukan kesalahan juga tidak jadi masalah karena suami dibuat dapat balasan, menderita, menyesal, mengemis maaf, berjuang dapat kesempatan dan akhir dia membahagia istri (ADIL) dan posisi tidak karena di kebanyakan novel posisinya digantikan pebinor
yang jadi masalah
*pebinor jadi masalah karena kalian begitu memuja dan spesial kan sosok ini, dan semua kesalahan kalian benarkan, bahkan pebinor lebih spesial dari sang suami sah, dia bisa bebas peluk istri orang, bisa bebas menghina dan memprovokasi suami orang, semua kelakuan bejatnya dibenarkan dan akhirnya dia diberi wanita lain dan bahagia dan pebinor berpeluang besar menggantikan posisi pemeran utama pria (EGOIS)
*pemeran utama wanita (istri) jadi masalah karena semua kelakuannya kalian benarkan, apapun kesalahannya kalian tutup mata dan membenarkannya dan malah balik menyalahkan suami posisi aman 100% (EGOIS)