NovelToon NovelToon
The Happy A Villain

The Happy A Villain

Status: tamat
Genre:Romantis / Misteri / TimeTravel / Chicklit / Tamat
Popularitas:347.8k
Nilai: 5
Nama Author: Sisi Miring Petagon

Halo semuanya...
Ini karya novel pertamaku.

Isekai biasanya tertabrak mobil atau truk sedangkan aku cuma ketiduran. Aku Lisa Aspasa harus mengalami isekai. Aku terbangun dalam sebuah novel dimana tubuh inilah tokoh villiannya. Seorang villian dipastikan akan berakhir kematian. Kematian yang mengerikan bagi siapapun yang melihatnya.
Akankah aku bisa menghindari takdir kematian?
Akankah aku mendapatkan kebahagiaan?

Pada pertengahan perjalan jiwa pemilik asli tubuh ini datang.. apa yang ia inginkan? akankah dia mau membantuku atau sebaliknya?

Berlahan tapi pasti sesuatu yang tidak terungkap dalam novel mulai muncul kepermukaan...
Apakah itu?
Penasaran... langsung baca saja

27 Oktober 2020

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Sisi Miring Petagon, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Episode 17

WARNING TYPO BERTEBARAN

***

Melisa POV

Semilir angin mengoyangkan dedaunan. Mengibarkan pakaian yang kami kenakan. Air mataku mengenang dipelepuk mata “ Suamiku jangan lakukan ini, aku tidak ingin kehilanganmu”

Suamiku mengelus rambutku dengan lembut. Suamiku menatapku dengan tatapan lembut “ Ini demi rakyat,

sayangku” kata suamiku lembut sambil mengecup dahiku.

“Mari jendral” kata anak buah suamiku.

“ Sayang, Jaga anak kita” kata suamiku mengecup perutku. Air mataku mengalir deras dengan tangannya yang hangat mengusap air mataku dengan lembut “ Jaga dirimu” kata suamiku.

Aku memengang tangannya erat “ Berjanjilah kau pulang dengan selamat” kataku tegas. Suamiku mengangguk dengan pasti. Rela tidak rela aku harus melepas suamiku ke medan perang demi menyelamatkan rakyat dari kekejaman Raja.

“CUT” Teriak Dito

“ Wah.. akting kalian bagus sekali” puji Koko

“ Terimakasih” kataku membalas pujian dari koko. Aku sekarang sedang melakukan syuting untuk tugas pak Agus. Kami mengambil cerita king of kingdom yang berlatar belakang kerajaan. Aku memerankan sebagai istri dari seorang jendral diperankan oleh Elgartara ‘jujur akting Elgartara patut dianjungi jempol karena dia bisa mengubah karakternya yang dingin menjadi tipe suami idaman’.

“ Oke sekarang kita pindah tepat” perintah Dito yang dipercaya sebagai sutradara.

Kita pindah ke lapangan yang bersebelahan dengan taman bambu. Adegan ini akan menjadi puncak dimana jendral berhasil memenangkan pertempuran melawan raja kejam. Sang raja melarikan diri ke hutam bambu yang akan dikejar oleh jendral. Disanalah peperangan yang sengit antara raja, jendral dan pengawal raja. Mereka semua akan mati dalam waktu yang berbeda, raja dan pengawal langsung mati dan jendral mati dalam pelukanku ‘Menjengkelkan’.

Aku melihat mereka sudah mulai syuting. Aku masih sibuk berjalan dengan hanbok yang melekat dalam tubuhku. Tanganku sibuk mengambil foto diriku dari berbagai arah ‘Haneul Park tempat berfoto yang terbaik’. Aku melirik banyak pengunjung yang merekam dan memotret kegiatan kami.

“ Melisa, Elgartara, dan Kio giliran kalian sebagai tambahan mari merapat seakan-akan kita menghormati jendral kita” kata Dito yang menyiapkan kameranya. Kami bersiap-siap diposisi yang telah ditentukan “AKTION” teriak Dito sambil berlari untuk berada disamping orang lain berpura-pura sebagai penduduk.

Suamiku maksudku Elgartara datang dengan luka diperutnya. Aku berlari menghapiri suamiku yang terluka. “TABIB OBATI SUAMIKU” teriakku panik.

Suamiku memangang tanganku dengan halus. Air mataku mengalir deras “ Jiong” kata suamiku lirih. Aku menatap suamiku yang ingin melanjutkan perkataannya dengan susah payah “ itu nama anak kita” kata suamiku mengusap perutku yang buncit. Suamiku memelukku dengan sisa tenanganya “ maafkan aku...” kata suamiku lirih. Aku mengeleng suamiku mencium keningku dengan lembut. Pelukan suamiku semakin longgar. Aku menatap suamiku yang lemah tak berdaya “TABIB” teriakku kepada tabib.

Tabib memeriksannya kemudian mengeleng kasar. Ekspesi yang aku gunakan bagaikan seseorang yang kehilangan dunianya. Aku memeluk jenazah suamiku dengan erat. Aku menangis keras memangil namanya berulang kali mengoyang-goyang tubuhnya berharap suamiku bangun. Sampai aku lemas menangisi kepergian suamiku.

Para pengunjung menikmati pertunjukan kami bahkan ada beberapa yang menitikan air mata. Aku melirik Dito yang menikmati adegan yang kami tampilkan ‘ tanganku mulai kebas’. Aku berdehem cukup keras untuk menyadarkan mereka “CUT” teriak Dito ‘akhirnya’.

Aku segera melepaskan pelukanku terhadap Elgartara. Aku memijit tanganku yang sudah kebas. Kami melakukan sedikit perayaan dengan mengobrol bersama. Dito dan koko berpamitan pulang katanya mereka harus mengedit vidio kami. Kio dan Nana ada urusan pribadi tinggal aku dan Elgartara. Aku berkemas untuk pulang “ Melisa” suara Elgartara masuk kedalam indra pendengaranku. Aku menoleh untuk menatap lawan bicaraku “ Kucing oren boleh kau bawa pulang” kata Elgartara.

“ Benarkan Oren boleh dibawa kubawa pulang?” tanyaku kepada Elgartara dengan semagat yang dibalas anggukan. Oren nama pangilan yang kuberikan untuk kucing oren yang kutemukan dipadang rumput eulalia. Akhirnya aku bersama Elgaratara pergi ke klinik hewan untuk mengambil oren. Sampainya kami di klinik aku dapat melihat oren yang sudah sehat dan bergerak bebas.

Aku membawa oren pulang dengan syarat adopsi kucing. Aku menyetujuinya dokter memberikan aku makanan dan wadah untuk membawanya pulang. Aku menelfon salah satu anak bodyguardku untuk membuat ruangan khusus si oren dan kebutuhannya. Elgartara mengantarkan aku sampai kerumah. Selama perjalanan aku tidur dengan pulas. Aku dibangunkan Elgartara saat sudah sampai rumah dan Elgartara tidak mampir kerumahku ‘itu bagus’.

Aku masuk kedalam rumah dengan sedikit menguap. Aku meletakkan oren kedalam ruangan khusus kucing. Ruangan yang penuh dengan berbagai bentuk mainan, makan dan minum, toilet kucing dan tempat tidur. Selain itu terdapat ahli kucing yang akan datang untuk membantuku merawat oren. Aku membiarkan oren untuk eksplore tempat barunya. Sementara aku akan mengisi perutku dengan makanan.

Aku pergi kedapur melihat isi kulkas kosong mengharuskanku untuk pergi kesuper market. Aku berganti baju

dahulu dengan pakaian kasual. Aku menelfon Kiki untuk menjaga oren sementara selagi aku keluar.

Aku memasukki area supermarket tidak lupa membawa troli. Aku mengambil barang yang kubutuhkan kedalam troli. Aku memilih satu persatu barang yang kubeli dengan membandingkannya untuk menilai berbagai aspek terutama aspek harga ‘harga murah kualitas bagus harus diborong terutama yang berdiskon’.

“ Beli semuanya saja” kata seseorang aku tersenyum mendengarnya ‘pasti kak Rayhan’.

“ Aku tidak bisa membeli semuanya kak Rayhan” kataku tanpa menoleh kearah kak Rayhan

“Mengapa?” Tanya kak Rayhan kepadaku “ kau bisa mengenaliku tanpa menoleh” kata kak Rayhan yang terdengar takjub.

“ Karena aku butuh hanya satu” jawabku ringan sambil mengembalikan salah satu barang ke rak. Aku menoleh kak Rayhan yang memakai kemeja putih dengan rambut silver ‘malaikat’ pikirku. Aku sedikit mengelengkan kepalaku untuk mengembalikan fokusku “ Suara kak Rayhan cukup familiar ditelingaku. Mau beli apa kak?”

Kak Rayhan tampak berpikir “ nenek memintaku untuk belanja bahan untuk membuat rendang sayangnya aku tidak tahu” kata kak Rayhan sedikit sedih.

“ Aku tidak tahu mari kita tanya internet” kataku memberikan solusi. Aku menggetik ‘bahan rendang’ kemudian muncul apa saja bahannya “ ini bahannya kak” kataku memberikan ponselku untuk dibaca kak Rayhan.

Kak Rayhan membaca satu persatu “ hah...banyak sekali pasti membutuhkan waktu lama” keluh kak Rayhan.

“ Aku bantu mencari bahannya kebetulan aku hafal seluk beluk mall ini” kataku menawarkan bantuan. Apalagi

selama ini kak Rayhan selalu membantuku.

“ Oke” kata kak Rayhan tersenyum. Aku membalas senyuman kak Rayhan. Kami mencari bahan mulai dari pertama sampai terakhir yang diiringi dengan obrolan. Tidak terasa matahari sudah tengelam. Jam sudah menunjukan pukul 7.00 malam. Bahan yang kami cari sudah kami dapatkan. Sekarang saatnya berpisah untuk pulang kerumah masing-masing.

“ Melisa” panggil kak Rayhan dengan ekpresi murung.

“ Ada apa kak” tanyaku khawatir melihat wajahnya. Ini baru pertama kalinya melihat kak Rayhan berekpresi seperti ini.

“ Maaf aku tidak bisa mengantarkanmu aku ada jadwal pemotretan” kata kak Rayhan dengan nada menyesal.

“ Tidak apa rumahku dekat dari sini” kataku menghiburnya tapi sepertinya gagal “ kapan-kapan datanglah kerumahku” Tawarku kepada kak Rayhan yang disambut senyum secerah mentari ‘aku bisa mati karena demage cogans’.

“ Baiklah kapan-kapan aku akan main kerumahmu kalau begitu aku pergi dulu” kata kak Rayhan dengan semagat yang bangkit kembali.

Aku mengangguk “ Hati-hati kak” kataku yang dibalas kak anggukan dari kak rayhan. kemudian kak Rayhan pergi mengendarai mobilnya begitu pula denganku berjalan kerumah.

Saat dalam perjalanan pulang aku merasa diikuti seseorang. Jalanan yang sepi akibat rumahku yang berada dikompleks elit. Memaksaku untuk masuk ke gang sepi dan gelap. Aku memejamkan mataku untuk bertukar dengan Melisa asli. Melisa membuka mata yang haus dengan darah. Melisa asli tersenyum miring menghilang bersama kegelapan. Melisa melihat pemuda berpakaian serba hitam sedang mencari seseorang. Melisa yang berada diatas tembok turun berlahan. Sebelum itu aku meminta Melisa untuk mengambil balok kayu.

BRUKKK suara jatuhnya seseorang pemuda akibat ulah Melisa yang memukul dibagian belakang. Aku meminta Melisa menunjukan ekspresi ketakutan ‘ hanya untuk kesenangan. Mengira korbannya lemah kemudian menghabisinya pasti seru’.

“ Tunggu Melisa” kata pemuda itu yang merintih kesakitan. ‘Siapa dia mengapa dia tahu namaku?’ pikirku penasaran dibawah sadar. Pemuda yang serba hitam mulai membuka identitasnya dimulai dari topi dan masker. Melisa memejamkan mata meminta bergantian.

Aku membuka mata dengan ekspresi ketakutan sekaligus terkejut “ Mengapa kau mengikutiku?” tanyaku memegang kayu dengan erat.

“ini” dia memberikanku satu anting. Aku menerima anting ditangannya. Aku mengamati anting dengan seksama “ Antingmu tersangkut dijaketku jadi aku pikir untuk mengembalikkannya?” katanya menjelasnya.

Aku merasa pria didepanku orang yang berbahaya ‘harus waspada’. Aku tersenyum “ terimakasih sudah mengembalikan antingku kalau begitu aku pulang dulu kak” pamitku. Aku melangkah meninggalkan pemuda itu.

“ Tunggu” kata pemuda itu menghentikanku “ Aku antar” tawar pemuda itu kepadaku.

Aku mengeleng “ tidak perlu lagi pula rumahku sudah dekat” tolakku dengan halus.

“ Aku tidak bisa membiariarkan seorang gadis pulang sendirian apalagi malam-malam begini” kata pemuda didepanku membujukku akhirnya aku menyetujui ajakannya. Aku perlu tahu identitas pemuda dihadapanku. Selama perjalanan kami saling mengorek informasi satu sama lain.

Aku sudah berada didepan rumahku memberi salam perpisahan singkat. Akupun masuk kedalam rumah mengetik sebuah pesan yang berisi peningkatan pengamanan rumah. Setelah itu sebuah nomer masuk ke ponselku.

“ Nona Melisa kami sudah mengirimkan pembekuan dana yang dilakukan keluarga karan sadarana” kata anak buahku. Aku segera mengecek data yang diberikan. seluruh traksaksi pembayaran bersumber pada orang yang bernama Caraka.

“ Cari informasi tentang Caraka dan identitas Arjeno Rikardo” perintahku. Mereka bukan orang sembarangan Caraka dan Arjeno ‘Sebenarnya siapa mereka?’.

“ Baik nona” kata anak buahku

Aku mematikan sambungan telepon anak buahku. DRETTT  telefon dari Rini ‘Tumben, apa sesuatu yang penting?’ aku menerima telepon Rini “ MEL KAU TERENDING TOPIK” teriak Rini membuat gendang telingaku rusak.

“ Terus” kataku acuh.

“ Kenapa responmu begitu” kata Rini kecewa.

“ Aku lelah dengannya lebih baik kau membahal hal lain” kataku kesal.

“ Elgartara memiliki anak buah yang berbahaya dan sedang mengawasi kita... ” kata Rini lirih dan berhati-hati.

“ Apa” kataku tidak percaya dan minta penjelasan lebih rinci dari Rini.

“Nama tokoh novelnya Elgartara dia memiliki anak buah bernama bayangan hitam merupakan hanker hebat itu yang kutahu. Ibuku sudah memanggilku bye Mel” sambungan dari Rini terputus. Aku segera mengirim pesan untuk mencari tahu bayangan hitam.

TING TING TING tiga pesan masuk dari anak buahku yang pertama berisi identitas Aljeno Rikardo ‘Isi laporan anak buahku dan dinovel sama’. Arjeno Rikardo merupakan anak sulung dari keluarga Rikardo. Kemudian orang tuanya meninggal karena kecelakaan. Arjeno remaja belum bisa mengelola perusaan dengan baik. Selang beberapa bulan kemudian adik tercintanya mati bunuh diri. Mengharuskan Arjeno remaja berjuang sendirian dengan sisa harta yang dimilikinya. Arjeno remaja berhasil mendirikan toko tepat Olivia berkerja.

Aku membuka pesan yang kedua yang berisi transaksi yang dilakukan keluarga Sendurna . Semua dana yang digunakan kaluarga Sendurna berasal dari orang yang bernama Caraka. Kepalaku berdenyut mengetahui Caraka tidak memiliki hubungan apapun dengan keluarga Sendurna. ‘Anak buahku makin pintar’ pujiku kepada anak buahku yang sudah mencari informasi mengenai Caraka. Sayangnya nama Caraka merupakan nama samaran yang digunakan seseorang.

Pesan yang terakhir kekuatan bayangan hitam tidak ada yang tahu pasti namun mereka adalah berisi orang-orang yang hebat, setia terhadap tuannya, dan berbahaya. Seluruh perbuatannya diselesaikan dengan rapi sehingga sulit untuk dilacak.

Aku kesal memejamkan mata untuk menemui Melisa sedang memasang lampu di sebuah pohon besar. Aku menghampiri Melisa yang sedang sibuk menghias.

“ Kau pasti tahu apa pertanyaanku jadi jawabannya” kataku dengan aura gelap yang membuat dedaunan berlahan menghitam dan layu.

“ Kendalikan emosimu... Aljeno memiliki adik yang bernama Yoana dengan julukan gendut karena bentuk tubuhnya gendut. Saat itu aku mulai memasukki jenjang SMP pada tahun ajaran baru atau kelas 1 slnya aku sekelas dengannya. Waktu itu bu guru mengadakan ujian kemudian bu guru menemukan sebuah contekan. Semua orang tidak ada yang menggaku hingga gendut mengatakan bahwa aku pelakunya. Bu guru marah padaku dengan menegurku. Mulai hari itu aku membencinya padahal aku mengerjakan dengan jujur. Suatu hari aku menggertaknya supaya dia mengatakan kebenarannya. Besoknya semua anak dikelas mulai menjauhiku. Beberapa bulan gendut meninggal. Semua orang menyalahkan diriku atas meninggalnya.” kata Melisa asli sambil membanting lampu ketanah ‘Untungnya tidak pecah’. Aku masih diam mengamati Melisa yang tampak menahan amarah ‘terlihat dari bunga yang layu’. “ Ternyata gendut itu gak meninggal**” kata Melisa penuh penekanan.

Aku membulatkan mataku “ itu tidak mungkin didata mengatakan adik Arjeno meninggal” kataku menyangah ucapan Melisa.

Melisa mengeleng “ Dijurnal kematian tidak ada namanya seharusnya saat pembacaan kesalahan disebutkan Yoana Rikardo meninggal” kata Melisa menerawang keatas.

Aku tersenyum senang dengan beberapa rencana yang tersusun dikepalaku “Tinggal mencari bukti yang tersembunyi”

***

Halo semuanya...

1
Ni Ketut Patmiari
Luar biasa
Hikam Sairi
mampir
Sulati Cus
bagus walaupun ada typo tp ak suka, sukses buat othor
Inonk_ordinary
wooooowww syukaaaaaa
Arshyla_17
Seru bgt deh... Semoga Slalu semangt ya author😊
est
suka
est
😭 aku sedih thor melisa ma cogan yg baik aja jgn ma di gara2 apa kek
Silvya Devy
Karyamu luarbiasa Thor. 😘😘😘😘
Fikayra
Sumpah ceritanya suka bikin nyesek tp aku suka banget alurnya. . aku bacanya smpe maraton 2hr dari awal sampe selesai sumpah banjir air mata, melisa bener2 wanita tangguh bahkan dy bisa jungkir balikin kehidupan elgartara dari yg gk paham akan kisah hidup melisa smpe sebuah kebenaran membuat penyesalan dihidup elgartara. .perjuangan elgartara dan melisa bener2 nguras emosi dan banjir air mata. .👍🏻👍🏻👍🏻
Hasan
maaf thor bukannya sewaktu sebelum menempati tubuh melisa tuh jiwa lisa lg mengambil s2 ya jd kok setelah menempati tubuh melisa yg seharusnya msh sekolah pinternya jd berkurang jauh ya? 🤔🤔
Ida Blado
org sakit hati yg stres itulah reyhan,,,kasihan kmu
Ida Blado
q pikir bkl bisa nampar reyhan dgn fakta,,,, ternyata mlh nangis bombay,,cemen
Ida Blado
lalu apa gunanya vidio yg tersebar itu kalau gk bisa jdi bujti,,, di sini keprofesionalnya si penulis di pertanyakan
Ida Blado
sukurin loe El,,, bahagia gue loe sakit hati 😂
Ida Blado
di sini mulai aneh,bagaimana bisa org udah mati masih menempati tubuhnya.melisa oke krn dia transmigrasi,,, lah melisa yg asli kn udah mati,kok masih nempatin tubuhnya,,,konyol
Ida Blado
cerita ini sebenernya bagus andai alurnya ttp stabil,,,,namun di part2 berikutnya sgt di sayangkan,dimana melisa yg di fitnah dn gk bisa m^nunjukan bukti alias banyak drama.terlebih jdi buronan dn perusahaan bpk'a bermasalah,,, nah di situpah alurnya amburadul jauh dri ekspektasi.
Eka Maulidia
p
Sri Rahayu
seruuu.....
Yaya Cici
seneng nya
Siti Nurain
👍👍👍👍👍
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!