NovelToon NovelToon
Terjebak Pernikahan Kontrak Dengan Dosen Pembimbingku

Terjebak Pernikahan Kontrak Dengan Dosen Pembimbingku

Status: sedang berlangsung
Genre:Dosen / Nikah Kontrak
Popularitas:23.8k
Nilai: 5
Nama Author: Rezqhi Amalia

Shaqila Ardhani Vriskha, mahasiswi tingkat akhir yang sedang berada di ujung kewarasan.

Enam belas kali skripsinya ditolak oleh satu-satunya makhluk di kampus yang menurutnya tidak punya hati yaitu Reyhan Adiyasa, M.M.

Dosen killer berumur 34 tahun yang selalu tampil dingin, tegas, dan… menyebalkan.

Di saat Shaqila nyaris menyerah dan orang tuanya terus menekan agar ia lulus tahun ini,
pria dingin itu justru mengajukan sebuah ide gila yang tak pernah Shaqila bayangkan sebelumnya.

Kontrak pernikahan selama satu tahun.

Antara skripsi yang tak kunjung selesai, tekanan keluarga, dan ide gila yang bisa mengubah hidupnya…

Mampukah Shaqila menolak? Atau justru terjebak semakin dalam pada sosok dosen yang paling ingin ia hindari?


Semuanya akan dijawab dalam cerita ini.



Jangan lupa like, vote, komen dan bintang limanya ya guys.

Agar author semakin semangat berkarya 🤗🤗💐

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Rezqhi Amalia, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Manusia Jelly

Siang itu cahaya matahari menembus tirai kamar dengan malas, jatuh membentuk garis-garis pucat di lantai dan tepi ranjang. Shaqila terbangun perlahan, kepalanya terasa berat seolah ada barbel 5 kg diatasnya. Ia mengerjap beberapa kali, menyesuaikan diri dengan terang yang menyilaukan, lalu menghela napas pendek saat denyut di pelipisnya kembali terasa...pelan tapi mengganggu.

Tangannya bergerak refleks ke dahi.

Dingin.

Ada kain kompres yang terlipat rapi di sana, lembap dan menenangkan. Shaqila mengernyit, sedikit bingung. Ia tidak ingat kapan terakhir kali menempelkan kain itu. Saat menurunkannya, pandangannya tertumbuk pada meja kecil di samping ranjang. Di sana ada sebuah mangkuk bubur...isinya tinggal setengah. Sendoknya diletakkan sembarang, seolah seseorang terburu-buru atau terlalu lelah untuk merapikannya.

Gadis itu menelan ludah, ada sesuatu yang bergerak pelan di dadanya, seperti ingatan yang enggan muncul utuh.

Ia menggeser tubuh sedikit, lalu baru menyadari keberadaan Reyhan di sisi ranjang.

Laki-laki itu tertidur dalam posisi duduk, punggungnya bersandar pada sisi ranjang, kepala miring dan menyentuh tepian kasur...tepat di dekat kepala Shaqila. Leher kemejanya sedikit terbuka, rambutnya acak-acakan, wajahnya terlihat jauh lebih pucat dari biasanya. Ada garis lelah yang jelas di bawah matanya, napasnya teratur namun berat, seperti orang yang tidur setelah terlalu lama terjaga.

Shaqila terdiam.

Ia menatap dosennya lama, seolah takut jika bergerak sedikit saja akan membangunkannya. Ada rasa asing bercampur hangat yang menjalari dadanya. Pemandangan itu terasa terlalu sunyi, terlalu intim, untuk sekadar kebetulan.

Perlahan, ingatannya kembali...samar-samar, seperti potongan gambar yang tertutup kabut.

Ia mengingat semalam ia menangis. Tangis yang panjang dan melelahkan. Dadanya sesak, kepalanya pusing. Ia ingat malam yang terasa tidak berujung, ingat bagaimana air mata terus jatuh tanpa bisa ia kendalikan. Ingat rasa nyeri di kepalanya yang semakin menjadi hingga ia asal menempelkan salonpas di dahi, berharap sedikit saja rasa sakit itu berkurang.

Lalu… ada tangan.

Suara yang rendah dan tertahan, membangunkannya pelan. Ia ingat kelopak matanya yang berat, tubuhnya yang menggigil halus, dan rasa bubur hangat yang menyentuh bibirnya. Ia ingat disuapi...sendok demi sendok...dengan sabar, meski saat itu ia nyaris tidak sepenuhnya sadar.

Shaqila mengira semua itu hanya mimpi.

Namun kini mangkuk bubur setengah isi itu ada di sana. Kain kompres di dahinya bukan ilusi. Dan Reyhan...Reyhan yang tertidur kelelahan di samping ranjang...terlalu nyata untuk disangkal.

Gadis itu menelan napas. Matanya terasa panas, bukan karena sakit kepala, melainkan oleh sesuatu yang tiba-tiba menekan dari dalam. Ia menatap wajah Reyhan dari bawah, dari sudut yang jarang ia lihat. Garis rahang yang tegas tampak lebih lembut saat laki-laki itu tertidur.

Shaqila tidak menyadari kapan kehangatan itu tumbuh.

Ia hanya tahu, ada rasa aman yang aneh saat melihat Reyhan di sana. Duduk, tertidur, memilih tetap berada di sisi ranjangnya alih-alih pergi beristirahat dengan nyaman. Ada sesuatu yang bergetar pelan di dadanya...rasa terima kasih yang tidak terucap, rasa haru yang datang tanpa permisi.

Tangannya bergerak perlahan, hampir tanpa sadar. Ia ingin menyentuh...sekadar memastikan bahwa semua ini nyata. Ujung jarinya berhenti di udara, beberapa sentimeter dari rambut Reyhan, ragu. Ia menarik tangan itu kembali, takut melewati batas yang tak terlihat.

Reyhan bergerak sedikit dalam tidurnya. Shaqila menahan napas, jantungnya berdegup lebih cepat. Namun laki-laki itu hanya mengubah posisi kepala, napasnya kembali stabil. Ia masih tertidur.

Gadis itu kembali menatap wajah Reyhan. Ada dorongan kecil untuk membangunkannya, menyuruhnya tidur di tempat yang lebih layak. Tapi ia urung, karena takut jika laki-laki itu bangun maka ia akan mendapatkan tatapan tajam dan dingin.

Ia menelan ludah.

 Dengan sangat hati-hati, ia menyingkirkan selimut dari tubuhnya, menurunkan kaki ke lantai, lalu berdiri perlahan. Kepalanya masih terasa berat, denyutnya belum sepenuhnya hilang, tapi ia memaksakan diri untuk tetap tegak.

Langkahnya pelan saat berjalan menuju kamar mandi. Pintu ditutup tanpa suara, dan begitu ia menatap pantulan dirinya di cermin, Shaqila menghela napas panjang. Wajahnya pucat, mata sedikit sembap, rambutnya kusut tak beraturan. Ia membuka keran, membasuh wajah dengan air dingin, berharap bisa mengusir sisa-sisa pusing dan rasa sesak di dadanya.

Air mengalir di sela jemarinya, dinginnya membuatnya sedikit lebih sadar. Namun, rasa berat di kepala itu masih ada, bertahan seperti bayangan yang enggan pergi.

Selesai mencuci wajah, Shaqila keluar kamar dengan langkah pelan. Rumah terasa sepi, hanya suara samar dari luar yang terdengar. Ia langsung menuju halaman depan, tempat hewan-hewan peliharaannya biasa menunggu. Ada rutinitas yang menenangkannya di sana...sesuatu yang selalu bisa ia lakukan tanpa harus berpikir terlalu banyak.

Ia mengambil wadah makanan, lalu berjongkok di depan kandang kura-kura. Dengan sabar, ia menaburkan makanan kecil satu per satu. Kura-kura itu bergerak lamban, tapi Shaqila tetap menunggu, memperhatikan dengan senyum tipis yang nyaris tak terlihat. Setelah itu, ia beralih ke kandang kelinci, mengelus kepala hewan berbulu putih itu sebelum memberinya makan. Kucingnya mengeong pelan, menggesekkan tubuh ke kakinya, seolah menuntut perhatian lebih dulu sebelum makanannya diberikan.

Shaqila mengusap kepala kucing itu sebentar, lalu menuangkan makanan ke wadahnya.

Saat semuanya selesai, ia berdiri dan melangkah ke kolam ikan. Air kolam tampak tenang, memantulkan cahaya siang yang menyilaukan mata.

 Shaqila membuka kemasan pakan ikan, menaburkannya perlahan. Ikan-ikan itu langsung bergerak lincah, berebut makanan di permukaan air.

Dan di saat itulah, pikirannya melayang.

Wajah Arga muncul tanpa diundang. Senyumnya... Nada suaranya yang santai namun hangat. Shaqila masih bisa mengingat dengan jelas bagaimana laki-laki itu memakaikan helm padanya, jemarinya yang berhati-hati, jaraknya yang dekat hingga membuat jantungnya berdebar tak karuan. Ucapan pendekatan itu...ringan, sederhana, tapi cukup untuk membuat harinya terasa berbeda.

Ia sempat berpikir, mungkin Tuhan sedang memberinya jeda bahagia.

Namun semua itu runtuh dalam sekejap.

Tasya.

Nama itu kembali menghantam pikirannya. Sepupunya yang datang tiba-tiba, berdiri begitu dekat dengan Arga, lalu kenyataan pahit yang terungkap tanpa ampun...bahwa Tasya adalah kekasih laki-laki yang selama ini diam-diam ia sukai. Shaqila masih mengingat dengan jelas pemandangan itu. Arga yang memeluk Tasya. Tatapan yang tak lagi mencarinya. Seolah Shaqila tak pernah ada.

Ia pergi diam-diam saat itu.

Tidak ada perpisahan. Tidak ada penjelasan. Hanya langkah yang menjauh, dan dada yang terasa seperti diremas kuat-kuat. Yang lebih menyakitkan adalah kenyataan bahwa Arga sama sekali tidak mengingatnya. Semua perhatian itu ... ternyata bukan miliknya.

Air mata jatuh tanpa ia sadari, menetes ke permukaan kolam. Shaqila cepat-cepat mengusap pipinya, tapi perih di dadanya justru semakin terasa. Baru saja ia merasakan secuil kesenangan duniawi...bahagia yang sederhana, polos...namun belum sempat benar-benar ia genggam, semuanya sudah hancur berkeping-keping.

Tiba-tiba saja pandangannya berkunang-kunang. Dunia di sekelilingnya terasa berputar pelan, lalu semakin cepat. Shaqila mengerjap, mencoba menahan keseimbangan, tapi kakinya melemas. Kepalanya kembali terasa pusing, jauh lebih hebat dari sebelumnya. Tangannya refleks meraih udara, mencari pegangan yang tak ada.

Tubuhnya condong ke depan.

Dalam sekejap, sebuah tangan menahan lengannya, satu tangan lain menopang pinggangnya. Shaqila terkejut, napasnya tersengal. Ia menoleh dan mendapati Reyhan berdiri di sana, wajah laki-laki itu seperti biasa...dingin dan datar.

"Ada apa denganmu?" tanyanya, suaranya terdengar lebih rendah dari biasanya. "Kenapa kau bertransmigrasi menjadi manusia jelly?"

Hai hai hai guys, author kembali lagi.

Jangan lupa tinggalkan jejak ya sayangku😉😉😉

See you next part 😉 😍

1
Icha sun
ya Ampun Shaq, kamu sampe sakit fisik gara" si Arga. rugi Shaq mikirin cowok redflag gitu 😢
Icha sun
ini adalah definisi sakit tapi gak berdarah ya Shaq... udhlah lupain aja si Arga
🇦 🇵 🇷 🇾👎
hny rs kcw kok jd jht
Aruna02
semakin seru aja ini 😩😩😩 Shakila kasihan ya tuhan kenapa jadi gila kamu nak.
tapi aku juga jika ada di posisi Shakila stress sih
NyonyaGala
tasyaaaaaaaaaaa ku tandain pala kamu yaaa
NyonyaGala
yup rayhan si biang keladi ada di deket kalian ituuu licik emang, kasian ama Qila semoga ga kenapa kenapa
Aruna02
si tasya hmmm gimana ya ngomong nya 🙄🙄p****k
Lisa Halik
double up thor...kesian reyhan
Rezqhi Amalia: besok aja ya kak hehehe 😅 Bru mau nulis lgi
total 1 replies
GreenForest
asyik honeymoon sebentar lagi
GreenForest
akhirnya kena juga Lo tasya
Aruna02
sok polos lagi 🤮🤮
Aruna02
si tasya nyebelin ya 🙄
Aruna02
usul bu typo😄
Mira
Si tasya nyebelin juga yakkk
Lisa Halik
yaa ketauan reyhan...huhuh kesian syaqila...bagaimana nasibnya
Mira
Ayoo Rayhannn bergerak cepat untuk memperbaiki semuanya
NyonyaGala
tasya gatellll caper jelekkk ihhhh sama main ama arga sanaaaaah
NyonyaGala
ini lebih ruwet perkaranya dibanding revisian Qila 😭😭 moga pak rayhan bisa cepet dapet solusi
Icha sun
senengnya bisa barengan Arga ya Shaq. tapi siapa Tasya?
Icha sun
kena batunya kan kamu Shaq... akhirnya kena tiup deh, untung aja wangi 🤣
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!