perjuangan seorang gadis yang merantau ke kota,dan hampir di lecehkan oleh pacar sendiri,hingga akhirnya dia di selamatkan oleh seorang pemuda. apakah meraka bisa menjalin kasih?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon DP aja, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
bab17
Pagi pagi pas asri bangun menjelang subuh mereka masih saling berpelukan,dan asri sempat kaget karena dia bangun dalam pelukan laki laki,beberapa detik kemudian dia sadar bahwa dia sudah menikah,dan ketika ingat kejadian tadi malam asri jadi tersipu malu dan kembali membenamkan kepalanya ke dada bidang suaminya.karna merasa ada pergerakan akhirnya dani membuka matanya dan kembali mengeratkan pelukannya pada tubuh mungil istrinya.
"Mas bangun udah mau subuh lo,ayo mandi dulu,"asri menggoyangkan badan dani.
Dani yang merasa tidurnya terusik tampak meregangkan badan, dan dia melihat wajah cantik istrinya.
"Iya dek ayo mandi dulu,mandi bareng atau sendiri?" goda Dani kepada Asri.
Asri yang di tanya tampak tersipu malu.
"Udah sendiri aja sebentar aku rebusin air dulu biar ndak dingin" jawab Asri sambil tersipu malu.
"Ndak bareng aja hemat waktu," goda dani sambil memainkan alisnya.
"Alah modus udah sendiri aja,bentar ini lepas dulu pelukannya,biar aku bisa bangun."perintah asri sambil melepas pelukan dan dani mengecup kening asri lalu melepas pelukannya,kefika asri mau jalan dia merasa sakit pada bagian bawahnya dan duduk lagi.
"Ssss,sakit mas,bentar,keluh asri sambil duduk lagi,"
Dani yang teringat adegan semalam dan teringat ada noda mereh di sprei jadi berfikir apa aku terlalu kasar.
"Ayo dek mas bantu.dani meraih asri dan menggendongnya ke luar kamar menuju kamar mandi,karena di kamar asri tidak tersedia kamar mandi,karena kamar mandi cuma satu di dekat dapur.yang di kira masih sepi,ternyata ibu sumi udah bangun,dan ketika melihat adegan anaknya bu sumi jadi mengulum senyum dan memberi tahu bahwa sudah di siapkan air panas.
"Loh asri kenapa nak dani?kok di gendong?kalau mau mandi ini air panasnya sudah ibu siapkan." ucap bu Sumi,padahal dia tahu apa yqng terjadi pada putrinya.
"Ini buk asri lagi pengen manja,pengen di gendong katanya."sontak asri melotot mendengar ucapan suaminya.
"Udah mas aku turun sini,malu sama ibuk." ronta asri berusaha turun dan akhirnya asri turun,dan mandi,setelah mandi asri membantu ibunya sambil menunggu subuh,sedang dani mandi.tak lama adzan subuh terdengar lalu pak arjo,dani dan rizal pergi ke masjid.dan sesampai di masjid masjid masih sepi kaena tadi adzan bukan dari masjid ini,dan akhirnya dani berinisiatif untuk adzan,terang saja semua warga yang baru bangun mendengar adzan dani jadi kaget dan penasaran karena suara adzannya berbeda lebih merdu.termasuk asri dan ibuk.
"Buk kok yang adzan beda ya suaranya?"
"Iya ini ndak tau,ibuk jaga baru dengar ini"
"Lah sekarang pakai pujian buk setelah adzan?" tanya asri lagi karena setelah adzan dani lanjut pujian.
"Ndak tau sri ibu baru dengar ini."jawab ibuk juga penasaran.
Juga para warga yang penasaran akhirnya pergi kemasjid untuk jamaah.
"Lo pak rt mau ke masjid,"sapa salah satu warga yang berjalan menuju masjid.
"Iya pak sukri,pak sukri sendiri tumben telat?"
"iya pak saya kesiangan bangun tadi mendengar adzan dari masjid merdu banget,tau ini siapa yang adzan di tambah pakai pujian,jadi tambah semangat ke masjid." jawab pak sukri
"Iya betul, tu masjid sudah ramai."memang masjid mendadak ramai,dan alangkah terkejutnya ternyata yang adzan dan pujian adalah dani suami asri.
"Wah mantu pak arjo top ya hebat,udah ganteng,kaya soleh lagi,bener bener menantu idaman." sahut pak rt sembari masuk masjid dan iqomah pun terdengar,lalu semua jamaah setuju menunjuk dani untik jadi imam.dan sholat subuh pun mulai dengan dani jadi imam.semua jamaah tak jub dengan bacaan dani yang begitu fasih,seperti ustad ustad terkenal.setelah selesai berdoa jamaah ada yang langsung pulang dan sebagian duduk di serambi termasuk pak arjo,dani dan rizal.
"Wah pak arjo,mantunya hebat,tapi kemarin saya sempat liat kyai ilyas ikut undangan,apa masih kerabat nak dani?" tanya pak sukri yang kemarin melihat ilyas,tapi tidak sempat menyapa.
"Loh pak sukri belum tau kalau nak dani ini adalah adik ipar kyai ilyas?"terang pak arjo.
"Hah pantes suaranya merdu lawong ustad.berati nanti yang mengisi pengajian mas dani dong?" sahut pak sukri lagi.yang di balas anggukan oleh pak arjo.
Sementara di tempat lain ibu ibu sedang berbelanja sayur pada pedagang keliling,mereka membahas suami asri yang ternyata kaya,juga suara adzan subuh tadi yang merdu.
"Eh bu, ternyata saumi asri itu kaya lo,liat aja maharnya perhiasan 100 gram,uang 1M trus apartemen,wih kaya mendadak asri." kata salah satu ibu ibu.
"Iya kemarin aja yang datang mobilnya bagus bagus,tapi saya kok liat kyai ilyas ya,apa masih saudara sama dani suami asri."sahut istri pak sukri,yang kebetulan memang sudah tahu kyai ilyas.
"Bisa jadi,bereti kalau benar yang adzan tadi subuh itu nak dani dong?wah paket komplit banget suami asri itu,bener bener mantu idaman,beruntung pak arjo dan bu sumi dapat mantu kayak nak dani."jawab ibu ibu lain.
"Halah idaman apanya,lawong mobil boleh rental aja kok,sekarang rental mobil itu banyak,lagian duit dari mana kerja aja cuma montir,itu mahar kan cuma di tulis,apa kalian liat dikasih pegang emasnya asli apa endak?endak to?bisa aja itu emas palsu,trus uangnya apa di kasih liat 1M di kasih ke asri?ndak to?bisa aja cuman biar viral."
"Nah apartemennya kan ndak di kasih liat ,apa kalian tau apartemen itu apa?ndak to?makanya jangan tertipu modelan begitu.tau tau bambang anakku jelas kerjanya,mobil juga punya meski masih nyicil tapi kan punya ndak ngrental,dia joga sholeh,bisa ngaji sering jamaah ke masjid,ndak seperti dani itu kayak perman,sekarang aja bawa mobil biar terlihat kaya."sahut bu siti panjang lebar yang tak terima anaknya kalah sama dani,dan semua orang muji muji dani,tanpa sadar asri dan bu sumi sudah di belakangnya,asri menahan marah sampai mukanya terlihat merah tak terima suaminya di jelek jelekan,dan bu sumi cuma mengelus lengan anaknya untuk meredakan amarahnya sambil tersenyum pada putrinya,dan asri pun senyum melihat ibunya.sedang bu siti masih ngomel ngomel gak jelas,sedang ibu ibu yang tahu kedatangan asri dan ibunya menyapa agar bu siti berhenti menghujat dani.
"Eh asri dan bu sumi,mau belanja?wiih aura pengantin baru masih kerasa,"sapa ibu ibu tersebut
Sontak bu siti yang sedang nyinyir berbalik,saat melihat asri dan ibunya,bukan berhenti tapi makin menjadi,eh kamu sri,masak habis dapat uang 1M masih blanja di tukang sayur,jadi benerkan kata saya ibu ibu,bahwa mahar asri itu cuma setingan secara suaminya cuma montir."dan asri tidak menggubris cibiran bu siti.
"Pak ada jual sambel pecel ndak?"tanya asri mengalihkan perhatian ibu ibu.
"Ada mbak ini 5000 aja satu,perlu berapa?"tanya penjual sayur sembari mengulurkan kemasan sambel pecel.
"3 aja pak sekalian ini." jawab asri sekalian memberikan sayuran yang udah di pilih.
"Tambah ini juga sri,"kata ibu memberikan bungkusan tahu sama tempe
"Udah cuma ini bu?oya sekalian punya ibu ibu semua di hitung pak biar sekalian saya bayar."jawab asri meminta penjual sayur menghitung belanjaannya ibu ibu.
"Wah makasih lo sri kita jadi ndak enak nih."jawab ibu ibu yang di ikuti yang lain,tapi tidak dengan bu siti.
"Halah gayamu sri,mau traktir segala,emang uangmu seberapa?inget suamimu itu cuma montir jangan belagu." cibir bu siti yang membuat emosi asri tak tertahan lagi.
"Maaf bude siti ,bukan sombong suamiku itu kaya,memang dulu dia bilang montir,tapi dia sendiri yang punya bengkel,nih gelang pemberian mas dani yang bude kira mas palsu lihat asli ndak?trus mahar 1M yang bude bilang setingan karna ndak ujud uang,itu di transfer lewat rekening nih lihat kartu warna kuning ini atm isinya uang 1M mahar dari mas dani,dan ini kartu hitam ini namanya blak cart kartu kredit unlimited,jadi aku bisa membeli apa aja dengan kartu ini." jelas asri sembari mengeluarkan atm dan kredit card nya."dan untik apartemen itu sudah mas dani urus dan sekarang atas namaku,berkasnya kemarin mas dani serahkan di dalam map putih kemarin,jadi apa yang di ragukan lagi?dan mas dani juga tahun ini akan mengajak aku naik haji.bahkan ayah dan ibu juga di daftarkan untuk berangkat tahun depan.satu lagi perusahaan mas bambang tempat kerja yang katanya perusahaan besar,itu juga punya mas dani."asri menghela nafas sebentar lalu melanjutkan unek uneknya."kalau masalah sholeh ndak nya mas dani adalah ustad tempat kyai ilyas,bahkan mas dani adik ipar dari kyai ilyas,yang rencananya nanti mau ngisi pengajian di tempat pakde darmo,jadi kurang sholeh gimana?kalau saya suruh milih dari sudut pandang manapun saya jelas milih mas dani kemana mana." jawab asri panjang lebar dan semua terheran tentang kenyataan suami dari asri ternyata sesempurna itu,udah tampan,kaya sholeh Dani benar benar mantu idaman.dan akhirnya asri pergi setelah membayar belanjaan semua ibu ibu.dan bu siti pulang tanpa membawa belanjaan karena masih emosi.