“Teruslah mengisi namaku di dalam hatimu, meski itu bentuk kebencian, aku bahagia telah menjadi sesuatu yang terus kau pikirkan.”
Dunia menyajikan begitu banyak cerita, namun sayangnya tidak ada cinta selain nelangsa yang berpihak kepada seorang, Hawwa Saranetta.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Tuti Alawiyah, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Dilema Farel
Kini perjodohan itu Sudah Semakin Pasti.
Farel Tidak Bisa Tidur Malam ini, Mengingat Resepsi Yang Tinggal Menghitung Hari lagi.
Farel Ingin Bertemu Dengan Zahrana.
Tentu saja Tanpa Sepengetahuan Roby.
Banyak Hal Yanga ingin diketahuinya Dari Zahrana.
DI AREA KETOPRAK BANG ZONI.
Farel begitu Bersemangat, Karna kini Zahrana Ada bersamanya.
Zahranapun Begitu Gembira Menikmati Ketoprak bersama Idolanya itu.
Sejak Melihat Farel Zahrana belum Pernah menemukan Pemuda Setamvan dan Selembut itu. Menurut Zahrana!.
“Ra Rana!,,,” Suara Farel Terdengar sedikit Gugup Mengucapkan Nama yang Begitu manis Baginya.
“Iya Pak Sekertaris, Masih Mau Nambah” Zahrana mengira-ngira.
“Tidak!!!,,, Kamu Akan menikah Dengan Tuan Bukan?”
Farel Menanyakan Hal Yang Sudah Di Ketahuinya itu.
Zahrana Terlihat Merenung, Mata cantik itu mengeluarkan Cairan Bening Membasahi Pipi imutnya.
Tentu Saja itu Membuat Kepanikan Bagi Farel.
Farel Memeluk Zahrana,
Perdana Baginya Untuk Memeluk Seseorang.
Zahrana Menangis Di Pelukan Farel.
“Aku Belum mau Menikah,,, Ibu Hiks”
Tangisan Zahrana Pecah, Mengingat Pernyataan Orangtuanya Tadi pagi.
Sebelum Berangkat Bekerja, Zahrana memang Mendapat Telpon Dari Orangtuanya.
Seperti Yang Diketahui, Dia Di Jodohkan Dengan Bos Besar.
Zahrana merasa Belum Siap, Bahkan Gadis itu Belum Bersedia Menemui Orangtuanya Dikediaman Pak Andreas.
“Farel,,,, Huhu” Zahrana Lagi-lagi Menangis, Membuat Perasaan Farel Tidak Menentu Saat itu.
Bagaimana ini? Aku begitu Tidak Tega! Ayolah Zahrana, Aku Hanya ingin Mengungkapkan Perasaanku Saja!
“Rana,,,Itu Tidak Buruk!, Kau Akan Menikah Dengan Tuan Muda Yang Memiliki Segalanya.
Hidupmu Akan Jauh Lebih Baik Bersamanya”
Farel Mencoba Tegar, Namun Hatinya Begitu Hancur Mendengar perkataannya Sendiri.
“Tapi Aku Tidak Mencintainya”
Deg,,, Hati Farel Bergemuruh, Seakan Mendapat Bintang Di Kerlap malam.
“Lalu Siapa Yang Kau Cintai” Farel Mencoba Bertanya.
Aku Tidak Tahu, Aku Hanya Nyaman Bersamamu Pak Sekertaris.!
“Aku Tidak Mencintai Siapapun”
Zahrana Merasa Bingung Dengan Perasaannya.
“Tapi Aku Mencintaimu Nona Zahrana, Aku Tau Ini Tidak Boleh! Tapi Aku Mencintaimu, Itu Benar!”
Akhirnya Farel Mengutarakan Perasaan Yang Terpendam itu.
“Ibu Hiks” Zahrana Semakin Kacau, Hatinya Merasakan Yang Di Rasakan Farel.
“Maafkan Aku” Farel Memeluk Zahrana Kembali.
Awalnya Farel Hanya Ingin Mengutarakan Perasaannya, Itu Saja,, Tidak Lebih.
Namun Yang Terjadi Sekarang, Farel Menginginkan Zahrana, Dan Akan Memperjuangkan Zahrana untuknya.
Malam pun Semakin Larut.
Farel Mengantar Zahrana Pulang.
Pemuda itu Berlutut, Mengutarakan Perasaannya Sekali Lagi.
“Aku Mencintaimu Zahrana”
Masih Berlutut.
Zahrana yang Melihat Tingkah Farel Ikut Berlutut. Keduanya Seperti Anak-Anak Yang Bermain Dengan Tanah.
Farel Menarik Tubuh Zahrana agar Gadis Itu Tidak ikut Berlutut. Tapi Zahrana Menekan Kakinya Dengan Kuat ke Tanah.
Dan Pada Akhirnya. Mereka Jatuh Bersamaan Ke Tanah.
Zahrana Menoleh Ke Arah Lain, Dirinya Melihat Seseorang Berpakaian Serba hitam.
Orang itu Langsung Kabur Karena Zahrana Melihatnya.
Di Suatu Ruangan, Terlihat Seorang Pemuda Yang Duduk Di Dampingi Dua Orang Laki-laki yang Gagah.
“Kerja Bagus”
Bibir Pemuda itu Tersenyum licik, Seakan Penuh Arti.
Saat Melihat Video Yang Dikirim Seseorang Untuknya.
“Tunggu Pembalasanku Farel Davidshon,, Hahahaha hah, Uhuk Uhuk”
“Minum Dulu Bos” Seorang Pengawal Menyerahkan Segelas Air Kepada Pemuda itu.
Cepat Tangkap Gadis itu Untukku!
***
DI KEDIAMAN PAK ANDREAS
Mereka Tampak Sibuk mempersiapkan Segala Sesuatu Mengenai Pernikahan itu.
Farel Yang Baru Saja Datang Langsung Berjalan Menuju Kamar Roby.
“Tuan,,”
“Ada Apa Farel,,,”
“Bagaimana Perasaan Anda Dengan Nona Zahrana?”
“Aku! Mana Ku Tahu”
“Apa Tuan Mencintainya?”
“Tentu Saja Tidak!” Roby Mengernyit kan Dahinya Merasa Ada Yang Aneh Dengan Sekertaris nya itu.
Tiba-tiba Farel Mendapat Telepon Misterius.
Farel Begitu Sangat Marah Saat Mengetahui Zahrana Telah Di Culik Disana.
Suara Gadis itu Terdengar Ketakutan.
Tanpa Menghiraukan Roby Yang Penasaran itu Farel Berlari Keluar Kamar, Menuruni Anak Tangga.
Mengabaikan Pak Andreas dan Orang-orang Lainnya.
Tidak Lama Setelah itu, Roby Keluar Dari lift.
Pak Andreas dan yang Lainnya menoleh Ke Arah Roby.
“Sepertinya Zahrana Di Culik” Roby Bicara Dengan Santainya.
“Apa Katamu” Pak Andreas bicara, Membentak Putra Sulungnya itu.
Semua orang Menjadi histeris Dibuat Kabar itu.
Mama Shela pingsan, sedangkan Buk Mila Masih Bisa Tegar.
Roby Kembali kekamarnya. Pemuda itu Tidak Mau ikut-ikutan Dalam Masalah ini.
Di nikahkan dengan tuan muda kursi roda bukan
kok jd ambigu gini thor...
berantakan ceritanya