NovelToon NovelToon
Luka Chelsea

Luka Chelsea

Status: sedang berlangsung
Genre:Cintapertama / Diam-Diam Cinta
Popularitas:116.9k
Nilai: 5
Nama Author: mama reni

Sejak bayi, Chelsea tumbuh dalam pelukan keluarga yang memberinya cinta tanpa batas.

Tanpa sadar ... Chelsea mencintai satu orang yang tak seharusnya ia cintai. Sampai sebuah rahasia menghancurkan semuanya.

Sayangnya, orang yang paling ia cintai memilih untuk mempercayai kebohongan. Chelsea pergi dengan hati yang hancur dan berjanji untuk kembali sebagai kebanggaan keluarga.

Dia bangkit dan membuktikan bahwa dirinya mampu berdiri sendiri. Saat semua kebenaran terungkap
El baru sadar bahwa dia telah kehilangan seseorang yang selalu mencintainya.

Namun di saat yang sama, seseorang datang membawa cinta yang selama ini diam-diam ia simpan, Noah. Akankah Chelsea membuka hatinya kembali? Atau memilih meninggalkan semua luka di masa lalu?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon mama reni, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab Dua belas

Al menatap semua orang di meja makan dengan tatapan yang penuh pertanyaan. Dadanya terasa sesak mendengar kabar bahwa Chelsea akan pergi.

Hana yang melihat wajah putra bungsunya langsung merasa tidak tega. Ia tidak ingin Al semakin berpikir macam-macam.

“Tidak ada apa-apa, Al,” jawab Hana akhirnya dengan suara pelan. “Kak Chelsea hanya mau pindah lebih dekat dengan kantor tempat dia bekerja nanti.”

Al masih menatap ibunya. “Tapi kenapa harus pindah, Mom?”

Pertanyaan sederhana itu membuat hati Hana kembali terasa sakit. Karena jawaban sebenarnya bukan tentang jarak kantor. Tapi, ada luka yang membuat Chelsea memilih pergi.

Tidak ada satu pun dari mereka yang sanggup menjelaskan semuanya kepada Al. Chelsea yang sejak tadi diam akhirnya membuka suara. Ia tersenyum kecil meski matanya terlihat berat.

“Aku cuma ingin belajar mandiri, Al.”

Al menatap kakaknya. Chelsea lalu bicara lagi setelah beberapa detik diam, “Selama ini Daddy sama Mommy terlalu memanjakan aku. Semua kebutuhan aku selalu mereka pikirkan. Aku selalu punya rumah untuk pulang, selalu ada orang yang menjaga aku.”

Chelsea menarik napas pelan sebelum melanjutkan ucapannya. “Tapi sekarang aku sudah dewasa. Aku harus belajar bertanggung jawab sama diri aku sendiri.”

Al menggeleng kecil. “Tapi Kak, belajar mandiri bukan berarti harus pergi dari rumah.”

Kalimat itu membuat Chelsea terdiam. Karena Al benar. Tapi ada hal yang tidak bisa dijelaskan dengan mudah.

Kadang seseorang harus pergi bukan karena tidak bahagia di tempat itu, melainkan karena ia takut kalau tetap tinggal, ia tidak akan pernah cukup kuat untuk melangkah.

Chelsea tersenyum tipis. “Aku tahu, Al. Tapi aku ingin mencoba.”

Al menunduk. Ia tidak bisa membantah lagi. Sementara itu, El yang sejak tadi diam tiba-tiba berdiri dari kursinya.

“Aku pergi kerja dulu," ucap El. Semua mata langsung tertuju padanya.

Hana menatap anak sulungnya. “El, kamu sudah selesai sarapan?”

El mengangguk kecil. “Sudah.”

Padahal semua orang tahu, makanan di piringnya bahkan hampir tidak tersentuh.

“Aku ada pekerjaan yang harus diselesaikan.”

Nada suaranya datar seperti biasa, tapi ada sesuatu yang berbeda dari matanya. Ada penyesalan. Ada rasa kehilangan yang bahkan belum terjadi.

El berjalan pergi tanpa mengatakan apa pun lagi..Chelsea hanya melihat punggung kakaknya yang semakin menjauh.

Dulu El selalu menjadi orang yang paling sering mengomelinya. Orang yang selalu mengingatkan ini dan itu. Orang yang selalu mengatakan Chelsea terlalu manja.

Tapi sekarang ketika ia benar-benar akan pergi, tidak ada satu pun kata dari El. Dan anehnya, itu justru terasa lebih menyakitkan.

Tidak lama kemudian, Al juga berdiri. “Aku juga harus pergi.”

Hana menatapnya. “Bukannya sidang skripsimu masih nanti?”

Al mengangguk. “Iya, Mom. Tapi aku harus persiapkan beberapa hal.”

Ia lalu melihat Chelsea. “Kak .…”

Chelsea tersenyum. “Semangat sidangnya, ya.”

Al hanya diam beberapa detik sebelum akhirnya memeluk Chelsea.

Pelukan itu membuat Chelsea terkejut. “Kenapa tiba-tiba peluk?”

Al menahan napas. “Karena aku takut nanti aku kangen.”

Mata Chelsea langsung berkaca-kaca. “Al .…”

“Aku tahu Kakak bukan pergi selamanya,” lanjut Al pelan. “Tapi rumah ini bakal beda kalau Kakak nggak ada.”

Chelsea tidak mampu menjawab, karena ia juga merasakan hal yang sama. Setelah Al pergi, rumah itu kembali sunyi. Hanya tersisa Hana, Arsaka, dan Chelsea.

Beberapa menit mereka hanya diam di ruang keluarga. Sampai akhirnya Arsaka berdiri dan mendekati putrinya.

“Sayang .…”

Chelsea menoleh. Arsaka duduk di sampingnya.

“Daddy sudah dengar keinginan kamu untuk pindah ke apartemen.”

Chelsea menunduk. “Iya, Dad.”

“Dan Daddy juga dengar kamu membatalkan niat kamu untuk bekerja di Batam.”

Chelsea mengangguk. “Iya, Dad.”

Arsaka memandang wajah anaknya lama. Wajah yang dulu pertama kali ia lihat saat Chelsea masih kecil. Wajah yang membuatnya ingin melindungi gadis itu seumur hidup.

“Apakah Daddy boleh meminta satu hal?”

Chelsea menatap ayahnya. “Selagi aku mampu, akan aku kabulkan, Dad.”

Arsaka tersenyum kecil, tapi matanya mulai basah. “Daddy mau kamu pergi setelah wisuda.”

Chelsea langsung terdiam.

“Bukankah satu minggu lagi acaranya?”

Chelsea menatap ayahnya dengan mata berkaca-kaca. “Dad .…”

Arsaka menggenggam tangan putrinya. "Daddy cuma ingin melihat kamu memakai toga. Daddy ingin ada di hari itu.”

Chelsea tersenyum sedih. “Dad, saat wisuda nanti kita pasti bertemu. Dan ini juga bukan pertama kali aku wisuda.

“Tapi .…”

“Dad,” potong Chelsea lembut. “Izinkan aku pergi hari ini.”

Arsaka terdiam. Sepertinya keinginan Chelsea sudah bulat.

“Aku sudah memikirkan ini.”

Chelsea menahan air matanya. “Kalau aku menunggu lagi, aku takut aku akan ragu. Aku takut aku tidak akan jadi pergi.”

Hana yang duduk tidak jauh dari mereka hanya diam. Tidak ada kata yang bisa ia ucapkan. Setiap ucapan Chelsea terasa seperti pisau yang perlahan menyentuh hatinya.

“Daddy jangan takut,” ucap Chelsea sambil tersenyum. “Aku tetap anak Daddy.”

Arsaka menatapnya.

“Aku tetap akan datang ke rumah ini.” Chelsea menarik napas. “Mungkin nanti rasanya tidak akan sama lagi.”

Kalimat itu membuat Arsaka langsung menunduk. Karena ia tahu, Chelsea benar. Rumah tanpa suara langkahnya, tanpa tawanya dan tanpa suara gadis itu memanggil mereka, pasti akan terasa berbeda. Tapi Arsaka tidak ingin membuat anaknya merasa bersalah.

“Kalau begitu …,” ucap Arsaka dengan suara bergetar. “Pergilah kalau itu membuat kamu bahagia.”

Chelsea langsung memeluk ayahnya. “Terima kasih, Dad.”

Hana hanya melihat mereka. Air matanya jatuh tanpa ia sadari.

Setelah percakapan itu selesai, Chelsea perlahan naik ke lantai atas menuju kamarnya. Ia menutup pintu. Untuk beberapa saat ia hanya berdiri di tengah kamar.

Kamar yang selama bertahun-tahun menjadi tempat paling nyaman baginya. Ada foto keluarga dan barang-barang kecil yang mengingatkannya pada masa lalu.

Chelsea duduk di tepi tempat tidur. Air matanya akhirnya jatuh. “Aku pasti akan kangen rumah ini .…”

Namun, keputusannya sudah bulat. Ia mulai memasukkan pakaian, buku, dan dokumen penting ke dalam koper. Tangannya beberapa kali berhenti karena melihat benda-benda kecil yang memiliki kenangan.

Beberapa jam kemudian, dua koper besar sudah siap. Chelsea menarik napas panjang. Ia melihat kamarnya untuk terakhir kali. Lalu membawa kopernya turun.

Suara roda koper yang menyentuh lantai membuat Arsaka dan Hana yang berada di ruang keluarga langsung berdiri.

Mereka terdiam melihat Chelsea membawa dua koper. Seolah kenyataan bahwa anak mereka benar-benar akan pergi baru terasa saat itu.

“Sayang .…” Suara Hana bergetar.

Chelsea tersenyum kecil. “Aku sudah siap, Mom.”

Arsaka berjalan mendekat. Tanpa banyak kata, pria itu langsung memeluk putrinya. Pelukan yang begitu erat. Seolah ingin mengingat setiap detik sebelum anaknya pergi.

“Jaga diri kamu baik-baik, Putri Kecil Daddy.”

Chelsea menangis dalam pelukan ayahnya. “Iya, Dad.”

“Jangan lupa makan.”

“Iya.”

“Kalau ada masalah, telepon Daddy.”

“Iya, Dad.”

“Jangan pernah merasa sendirian.”

Kalimat terakhir itu membuat Chelsea semakin menangis. “Iya, Dad.”

Setelah itu Chelsea berpindah memeluk Hana. Wanita itu tidak mampu menahan air matanya.

“Mommy sayang kamu,” bisik Hana.

“Aku juga sayang Mommy.”

Mereka berpelukan lama. Sampai akhirnya Chelsea melepaskan pelukan itu.

Ia melihat rumah yang selama ini menjadi tempat pulangnya. Rumah yang penuh cinta, tempat ia dibesarkan.

“Aku pergi dulu, Dad, Mom.”

Dengan langkah pelan, Chelsea membawa kopernya keluar. Meninggalkan rumah yang selalu menjadi tempat ternyamannya. Dengan hati yang berat, tapi keputusan yang sudah ia pilih.

1
Patrick Khan
knp q yg deg deg ya
Patrick Khan
ayo kawan bantu q buang zoya ke laut amazon..emak zoya juga buang 🤬🤬🤬🤬klo emak nya farhan terserah dah🤬🤬🤬
Lisa Halik
jangan di fikirkan chelsea..semoga saja mama/papanya noah menerima kamu dengan ikhlas..masih ada papa daddy arsaka/mommy hana yang sayang&cinta kamu
Lisa Halik
zoya tetap saja iri sama chelsea..pada hal farhan membagi sama rata...
Radya Arynda
semangaat chelse,,,,hana dan arsaka tidak sejahat mereka yang tidak menyukai mu.....semogah tidak ada pengahalang sampai kamu menikah,,,,semogah para benalu tidak menganggu mu💪💪💪💪💪💪
Eka ELissa
jgn takut Chel klau ibu bp nya Noah nolak kmu yakin kmu msih punya Dady Momy yg syang cinta kmu tulus shel....mreka bkln peluk kmu GK bkln kmu terluka sedikitpun....krna bgi mreka kmu adalah buah hatinya....
bukan orang lain mskipun kmu tidak lahir dari rahimnya momy Hana
ken darsihk
Eehhh Zoya memang nya lo siapa , lo hanya anak tiri nya Farhan lo hanya anak bawaan nya mama Dina
Jadi tolong lo jangan kemaruk sadar diri woeyyy 😠😠😠
Eka ELissa
smoga BP ibu kmu luluh ya dgn sikap... chelsea spik bidadari dari Yunani GK bkln nyesel deh pnya mntu mcem dia ...pak...Bu nya Noah.....
Apriyanti
semoga lancar dan gak ada kendala ,,kasian chelsie KLO sampe gagal🙏
Rahma Inayah
klu mmg jodoh tak kan kemana .
Teh Euis Tea
tenangkan hatimu chelsea, klu emang Noah jodohmu hrsnya ortunya ga mempersalahkan masalalumu
Apriyanti
lanjut thor 🙏
Rahma Inayah
emak dan anak SM2 tamak dan gila harta padahal GK ikut andil dr o padhal hana yg menemani Farhan dr o tp dia Tdk menghrapkan harta Farhan sepeserpun pdhl wkt BS bersama Farhan Hana punya penghasilan sendri dr jualn online tnp Farhan tau JD pas Hana memilih pergi dia memakai uang nya sendri tnp uang dr Farhan sedikit pun
Nie
kamu pasti bisa melupakan rasa cinta itu Chelsea asal kamu bener² mau membuka hati untuk yg lain
Nandi Ni
hemmmmm...pasti ini,,kalo tentang harta pasti akan ada perdebatan,siapa yg paling berhak,siapa dapat apa dan berapa yg dua dapat.Harta bersama dlm pernikahan jika tdk ada anak memang runyam,,kan yg Farhan bagi itu memang harta bersama dg isteri terdahulu ya jadi merekalah yg berhak bukan kamu, Dina.
Dcy Sukma
Ni orang iri terus ihh../Angry/
Teh Euis Tea
trs km mau ngapain Zoya, mau fitnah chelsea lg, udah bagus km sm mamamu dpt bagian jg, ga sadar diri km Zoya pdhal km jg anak tiri
Radya Arynda
sebuah gebrakan yang mantap farhan,,,,mama reni jangan sampai farhan kenapa2 dulu sebelu apa yang dia ingin kan ter wujud,,,,kalau bisa fua wanita iblis dan matre itu di usir sebelum. dapat apa2,,,,,
Radya Arynda
mantap farhan,,,,cepat kamu simpan yang rapi dan aman sebelum para manusia serakah membuat rusak semua,,,,jangan bodoh lagi,,,usir saja tu ibu dan anak yang serakah.....👍👍👍👍👍👍👍👍
Eka ELissa
kmu sbnarnya beruntung py papa frhan yoza kaya bnyak duit mskipun GK sbnyak arsaka....
TPI SE enggk nya kmu bukan gembel GK prlu krja kras kyak chelsea yg dia tau diri TPI kmu anak tirinya Farhan TPI GK tau diri.....ksian frhan di ksih jodoh TPI GK ada yg bner...
cuman Hana yg bner Chika mo jadi bner eh mlhn di tolak ma Farhan jadi nya Zong deh frhan Ksian.....kmu.....
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!