NovelToon NovelToon
Luka Chelsea

Luka Chelsea

Status: sedang berlangsung
Genre:Cintapertama / Diam-Diam Cinta
Popularitas:38.3k
Nilai: 5
Nama Author: mama reni

Sejak bayi, Chelsea tumbuh dalam pelukan keluarga yang memberinya cinta tanpa batas.

Tanpa sadar ... Chelsea mencintai satu orang yang tak seharusnya ia cintai. Sampai sebuah rahasia menghancurkan semuanya.

Sayangnya, orang yang paling ia cintai memilih untuk mempercayai kebohongan. Chelsea pergi dengan hati yang hancur dan berjanji untuk kembali sebagai kebanggaan keluarga.

Dia bangkit dan membuktikan bahwa dirinya mampu berdiri sendiri. Saat semua kebenaran terungkap
El baru sadar bahwa dia telah kehilangan seseorang yang selalu mencintainya.

Namun di saat yang sama, seseorang datang membawa cinta yang selama ini diam-diam ia simpan, Al. Akankah Chelsea membuka hatinya kembali? Atau memilih meninggalkan semua luka di masa lalu?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon mama reni, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab Dua belas

Al menatap semua orang di meja makan dengan tatapan yang penuh pertanyaan. Dadanya terasa sesak mendengar kabar bahwa Chelsea akan pergi.

Hana yang melihat wajah putra bungsunya langsung merasa tidak tega. Ia tidak ingin Al semakin berpikir macam-macam.

“Tidak ada apa-apa, Al,” jawab Hana akhirnya dengan suara pelan. “Kak Chelsea hanya mau pindah lebih dekat dengan kantor tempat dia bekerja nanti.”

Al masih menatap ibunya. “Tapi kenapa harus pindah, Mom?”

Pertanyaan sederhana itu membuat hati Hana kembali terasa sakit. Karena jawaban sebenarnya bukan tentang jarak kantor. Tapi, ada luka yang membuat Chelsea memilih pergi.

Tidak ada satu pun dari mereka yang sanggup menjelaskan semuanya kepada Al. Chelsea yang sejak tadi diam akhirnya membuka suara. Ia tersenyum kecil meski matanya terlihat berat.

“Aku cuma ingin belajar mandiri, Al.”

Al menatap kakaknya. Chelsea lalu bicara lagi setelah beberapa detik diam, “Selama ini Daddy sama Mommy terlalu memanjakan aku. Semua kebutuhan aku selalu mereka pikirkan. Aku selalu punya rumah untuk pulang, selalu ada orang yang menjaga aku.”

Chelsea menarik napas pelan sebelum melanjutkan ucapannya. “Tapi sekarang aku sudah dewasa. Aku harus belajar bertanggung jawab sama diri aku sendiri.”

Al menggeleng kecil. “Tapi Kak, belajar mandiri bukan berarti harus pergi dari rumah.”

Kalimat itu membuat Chelsea terdiam. Karena Al benar. Tapi ada hal yang tidak bisa dijelaskan dengan mudah.

Kadang seseorang harus pergi bukan karena tidak bahagia di tempat itu, melainkan karena ia takut kalau tetap tinggal, ia tidak akan pernah cukup kuat untuk melangkah.

Chelsea tersenyum tipis. “Aku tahu, Al. Tapi aku ingin mencoba.”

Al menunduk. Ia tidak bisa membantah lagi. Sementara itu, El yang sejak tadi diam tiba-tiba berdiri dari kursinya.

“Aku pergi kerja dulu," ucap El. Semua mata langsung tertuju padanya.

Hana menatap anak sulungnya. “El, kamu sudah selesai sarapan?”

El mengangguk kecil. “Sudah.”

Padahal semua orang tahu, makanan di piringnya bahkan hampir tidak tersentuh.

“Aku ada pekerjaan yang harus diselesaikan.”

Nada suaranya datar seperti biasa, tapi ada sesuatu yang berbeda dari matanya. Ada penyesalan. Ada rasa kehilangan yang bahkan belum terjadi.

El berjalan pergi tanpa mengatakan apa pun lagi..Chelsea hanya melihat punggung kakaknya yang semakin menjauh.

Dulu El selalu menjadi orang yang paling sering mengomelinya. Orang yang selalu mengingatkan ini dan itu. Orang yang selalu mengatakan Chelsea terlalu manja.

Tapi sekarang ketika ia benar-benar akan pergi, tidak ada satu pun kata dari El. Dan anehnya, itu justru terasa lebih menyakitkan.

Tidak lama kemudian, Al juga berdiri. “Aku juga harus pergi.”

Hana menatapnya. “Bukannya sidang skripsimu masih nanti?”

Al mengangguk. “Iya, Mom. Tapi aku harus persiapkan beberapa hal.”

Ia lalu melihat Chelsea. “Kak .…”

Chelsea tersenyum. “Semangat sidangnya, ya.”

Al hanya diam beberapa detik sebelum akhirnya memeluk Chelsea.

Pelukan itu membuat Chelsea terkejut. “Kenapa tiba-tiba peluk?”

Al menahan napas. “Karena aku takut nanti aku kangen.”

Mata Chelsea langsung berkaca-kaca. “Al .…”

“Aku tahu Kakak bukan pergi selamanya,” lanjut Al pelan. “Tapi rumah ini bakal beda kalau Kakak nggak ada.”

Chelsea tidak mampu menjawab, karena ia juga merasakan hal yang sama. Setelah Al pergi, rumah itu kembali sunyi. Hanya tersisa Hana, Arsaka, dan Chelsea.

Beberapa menit mereka hanya diam di ruang keluarga. Sampai akhirnya Arsaka berdiri dan mendekati putrinya.

“Sayang .…”

Chelsea menoleh. Arsaka duduk di sampingnya.

“Daddy sudah dengar keinginan kamu untuk pindah ke apartemen.”

Chelsea menunduk. “Iya, Dad.”

“Dan Daddy juga dengar kamu membatalkan niat kamu untuk bekerja di Batam.”

Chelsea mengangguk. “Iya, Dad.”

Arsaka memandang wajah anaknya lama. Wajah yang dulu pertama kali ia lihat saat Chelsea masih kecil. Wajah yang membuatnya ingin melindungi gadis itu seumur hidup.

“Apakah Daddy boleh meminta satu hal?”

Chelsea menatap ayahnya. “Selagi aku mampu, akan aku kabulkan, Dad.”

Arsaka tersenyum kecil, tapi matanya mulai basah. “Daddy mau kamu pergi setelah wisuda.”

Chelsea langsung terdiam.

“Bukankah satu minggu lagi acaranya?”

Chelsea menatap ayahnya dengan mata berkaca-kaca. “Dad .…”

Arsaka menggenggam tangan putrinya. "Daddy cuma ingin melihat kamu memakai toga. Daddy ingin ada di hari itu.”

Chelsea tersenyum sedih. “Dad, saat wisuda nanti kita pasti bertemu. Dan ini juga bukan pertama kali aku wisuda.

“Tapi .…”

“Dad,” potong Chelsea lembut. “Izinkan aku pergi hari ini.”

Arsaka terdiam. Sepertinya keinginan Chelsea sudah bulat.

“Aku sudah memikirkan ini.”

Chelsea menahan air matanya. “Kalau aku menunggu lagi, aku takut aku akan ragu. Aku takut aku tidak akan jadi pergi.”

Hana yang duduk tidak jauh dari mereka hanya diam. Tidak ada kata yang bisa ia ucapkan. Setiap ucapan Chelsea terasa seperti pisau yang perlahan menyentuh hatinya.

“Daddy jangan takut,” ucap Chelsea sambil tersenyum. “Aku tetap anak Daddy.”

Arsaka menatapnya.

“Aku tetap akan datang ke rumah ini.” Chelsea menarik napas. “Mungkin nanti rasanya tidak akan sama lagi.”

Kalimat itu membuat Arsaka langsung menunduk. Karena ia tahu, Chelsea benar. Rumah tanpa suara langkahnya, tanpa tawanya dan tanpa suara gadis itu memanggil mereka, pasti akan terasa berbeda. Tapi Arsaka tidak ingin membuat anaknya merasa bersalah.

“Kalau begitu …,” ucap Arsaka dengan suara bergetar. “Pergilah kalau itu membuat kamu bahagia.”

Chelsea langsung memeluk ayahnya. “Terima kasih, Dad.”

Hana hanya melihat mereka. Air matanya jatuh tanpa ia sadari.

Setelah percakapan itu selesai, Chelsea perlahan naik ke lantai atas menuju kamarnya. Ia menutup pintu. Untuk beberapa saat ia hanya berdiri di tengah kamar.

Kamar yang selama bertahun-tahun menjadi tempat paling nyaman baginya. Ada foto keluarga dan barang-barang kecil yang mengingatkannya pada masa lalu.

Chelsea duduk di tepi tempat tidur. Air matanya akhirnya jatuh. “Aku pasti akan kangen rumah ini .…”

Namun, keputusannya sudah bulat. Ia mulai memasukkan pakaian, buku, dan dokumen penting ke dalam koper. Tangannya beberapa kali berhenti karena melihat benda-benda kecil yang memiliki kenangan.

Beberapa jam kemudian, dua koper besar sudah siap. Chelsea menarik napas panjang. Ia melihat kamarnya untuk terakhir kali. Lalu membawa kopernya turun.

Suara roda koper yang menyentuh lantai membuat Arsaka dan Hana yang berada di ruang keluarga langsung berdiri.

Mereka terdiam melihat Chelsea membawa dua koper. Seolah kenyataan bahwa anak mereka benar-benar akan pergi baru terasa saat itu.

“Sayang .…” Suara Hana bergetar.

Chelsea tersenyum kecil. “Aku sudah siap, Mom.”

Arsaka berjalan mendekat. Tanpa banyak kata, pria itu langsung memeluk putrinya. Pelukan yang begitu erat. Seolah ingin mengingat setiap detik sebelum anaknya pergi.

“Jaga diri kamu baik-baik, Putri Kecil Daddy.”

Chelsea menangis dalam pelukan ayahnya. “Iya, Dad.”

“Jangan lupa makan.”

“Iya.”

“Kalau ada masalah, telepon Daddy.”

“Iya, Dad.”

“Jangan pernah merasa sendirian.”

Kalimat terakhir itu membuat Chelsea semakin menangis. “Iya, Dad.”

Setelah itu Chelsea berpindah memeluk Hana. Wanita itu tidak mampu menahan air matanya.

“Mommy sayang kamu,” bisik Hana.

“Aku juga sayang Mommy.”

Mereka berpelukan lama. Sampai akhirnya Chelsea melepaskan pelukan itu.

Ia melihat rumah yang selama ini menjadi tempat pulangnya. Rumah yang penuh cinta, tempat ia dibesarkan.

“Aku pergi dulu, Dad, Mom.”

Dengan langkah pelan, Chelsea membawa kopernya keluar. Meninggalkan rumah yang selalu menjadi tempat ternyamannya. Dengan hati yang berat, tapi keputusan yang sudah ia pilih.

1
Sugiharti Rusli
bahkan ancaman ayahnya dia anggap angin lalu, karena merasa Zoya akan terus berada di sampingnya meski saat dia tak punya apa", dan ternyata apa yang Arsaka lakukan tepat sasaran,,,
Sugiharti Rusli
kalo si El masih berpikir dia mau mempertahankan Zoya, dia laki" bodoh dan ga pernah berpikir panjang sih,,,
Sugiharti Rusli
baru juga dikasih peringatan pertama yah si Zoya, ternyata sudah terlihat karakternya,,,
Sugiharti Rusli
dan di saat semua fasilitas milik El dia tarik semua, dia jatuhkan bom tagihan milik putranya yang dulu ada buat barang" mewah kekasihnya itu, smart sih,,,
Sugiharti Rusli
meski dia belum tahu niat si Zoya benar" tulus atau memang hanya menunggu situasi, tapi Arsaka memilih mengikuti permainannya sekarang,,,
Sugiharti Rusli
memang beda yah bagi seorang Arsaka yang sudah makan asam garam menghadapi permainan kotor dalam dunia bisnis,,,
Ida Nur Hidayati
mangkanya El jangan melawan orang tua.
Sugiharti Rusli
meski di masa lalu dia pernah ada persoalan dengan mantan istrinya, tapi pasti Farhan ga akan tega kalo melihat Hana akan sedih karena putranya yang sudah terpengaruh oleh Zoya,,,
Sugiharti Rusli
meski sekarang dia belum mengatakan apapun, tapi Farhan tahu kalo ini tidak benar sih,,,
Sugiharti Rusli
oh sepertinya Farhan sudah mencium sesuatu rencana dari istri dan putri sambungnya yah,,,
Lisa Halik
chelsea kamu dalam dilema..perusahaan arsaka kan bersaing dengan kamu,
Nandi Ni
Daddy Arsaka pasti ikhlas dan bangga dg kamu meski harus tempur dan berhadapan langsung,bukan sebagai seseorang yg tdk tahu balas budi,menentang ayah angkatmu sendiri.Tunjukkan bahwa didikan Daddy memang pantas dan membanggakan
ken darsihk
Wehhh gimana ini perusahaan dady Arsaka yng harus di hadapi 🤦‍♀️🤦‍♀️
Oma Gavin
chelsea kamu harus profesional dalam bekerja daddy mu pasti juga tau dan tidak akan kecewa kalau kamu yg memenangkan tender tsb
Rahma Inayah
dilema chelsea hrs mju atau mundur hrs mengalah or ttp berjuang .sdkt byk chelsea SDH bljr bisnis dr sang Daddy .lbh baik km cerita Dady dan momy dengar kn apa kputsn mrk. kurasa Dady mu profesional TDK. melibatkn. antra urusan pekerjaan dan keluarga
Radya Arynda
tlpn sama dady mu chelse,,mintak saran biar nanti ngak kaget,,,,,semogah malah jadi sahabat,,,😃😃😃😃😃
Patrick Khan: dan jg jadi calon mantu kak😁😁😁
total 1 replies
Lisa Halik
baru sikit dady arsaka buat itu el..kamu sudah nyerah,huhuh zoya juga sudah tinggal kamu,kamu kira zoya benar2 tulus pada hal dia cinta hartamu
Dcy Sukma
Daddy Arsaka..🔥🔥
Mundri Astuti
Daddy arshaka tau ngga yak 🤔
mimief
iy kan...makan tu perempuan yg akan menemanimu dalam suka dan duka
suka iy lah
duka ..maaf yee🤣
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!