Follow IG @samar_jenny1
Zia adalah gadis yang membenci perjodohan, itu menjadi sebuah prinsip yang dijalani. Zia sudah mempunyai kekasih mereka saling mencintai, namun sayang cinta mereka tidak mendapat restu dari orang tua.
Justru tanpa perundingan ia dijodohkan dengan lelaki pilihan sang ayah. Untuk membayar jantung, yang didonorkan seseorang.
Zia bagai menelan pahit di satu sisi ada orang tuanya, di sisi lain ada kekasih yang ia cintai. Tidak pernah terbayangkan sebelumnya terjerat cinta segitiga. Di dalam perjodohan.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon samar, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bos qu
Sita tidak menyangka ternyata Arini berbuat hal gila di luar dugaan. Temannya itu memang sering bergonta-ganti cowok. Tapi kenapa harus Rio?
“Ziara, kamu jangan sedih lagi ya ... percuma kalau kamu bersedih hanya karna orang seperti mereka. Air matamu terlalu berharga untuk menangisi mereka, sekarang mulailah hidup baru dengan suamimu,” ucap Sita menggenggam tangan Ziara.
“Tapi aku enggak mencitainya, Sita ....”
“Rasa cinta itu akan ada, jika kamu membukanya. Aku yakin suamimu lah orang yang akan membahagiakanmu nanti, orang tuamu enggak akan pernah salah menjodohkan kamu ... mereka tau yang terbaik untuk putrinya,” tutur Sita meyakinkan temanya itu.
“Tapi ... bagaimana dengan dia? Dia nggak suka aku. Aku juga enggak suka dia, kami saling tidak mencintai, entah akan seperti apa hubungan kami, kedepannya,” balas Ziara.
“Yaudah ... jalani aja dulu, semua pasti akan baik, pada waktunya ....” Sita bersiap mau pergi karna jam istirahat sudah berakhir. “Zie, aku balik dulu ya?” ucapnya sambil berdiri siap.
“Yah ... aku kan masih mau kamu di sini. Tapi enggak papa lah, kamu kan harus kembali ke kantor.”
“Iya, aku harus cepat kembali bos kita dari kantor pusat mau datang siang ini ... dia orang yang nggak punya hati. Dia suka marah-marah enggak jelas, kata Arkas yang bekerja di sana. Tapi kamu tau nggak, dia bisa di katagorikan pria tampan di negeri ini ....”
''Dasar kamu, Sita ... enggak bisa lihat orang cakep dikit, langsung aja!”
Topik yang tadinya membicarakan Rio dan Arini kini keluar jalur, menjadi membicarakan ‘Bos’ yang belum pernah di lihat Ziara.
Ehem! Ehem! .
Suara batuk deheman dari depan pintu kamar.
Gugup, panik, takut, itulah yang dirasakan Sita saat dua bola menatap tajam kearah mereka. Ziara bingung melihat temannya itu yang tadinya banyak bicara menjadi diam, ekspresi ketakutan.
“Kamu kenapa, Sita?” tanya Ziara bingung.
“I–tu ... Zie.” Sita bergumam menahan suara. Matanya di putar ke arah pintu di mana Raka berdiri.
“Apa?” Ziara mengangkat alisnya penasaran.
“Zia, apa dia suamimu?” bisik Sita di dekat telinga. Ziara langsung menoleh, ternyata Sita dari tadi ketakutan, melihat Raka di sana. Dia heran kenapa Sita setakut itu?
Raka berdiri dan tersenyum sinis melihat tingkah mereka berdua. Cowok itu mendengar semua yang mereka bicarakan. Ia masuk melepas jas dari tubuhnya.
“Selamat siang pak,” ucap Sita untuk menetupi ketakutannya. Ia berharap bosnya itu tidak marah. “Zie, aku balik dulu ....” Sita meraih tasnya lalu berjalan cepat keluar kamar.
Ziara kebingungan apa sebenarnya yang terjadi? Sehingga Sita ketakutan seperti itu, seperti melihat hantu di siang hari. Masih penasaran melanda Ziara. Gadis itu mengejar Sita keluar dari kamar.
“Sita ... tunggu!” Ziara mencegah Sita pergi.
“Ada apa lagi, Zie?” Sita menghentikan langkahnya menarik napas. “Apa kamu tau ... siapa cowok yang ada di kamarmu itu?”
Ziara menggeleng tidak paham dengan perkataan temannya itu.
“Dia adalah Bos yang dari tadi aku bicarakan Zie ....” ucap Sita dengan wajah gusar. Ziara mengaga mendengar ucapan Sita.
“Mana mungkin, kamu mungkin salah orang!” ucap Ziara nggak percaya. “Kamu kan hadir di pernikahanku? Bagaiman kamu bisa lupa kalau dia suamiku,”
“Aku pergi sebelum kamu akad nikah, Ziara ....”
Ziara baru mengingat kalau Sita kemarin pergi sebelum akad nikah berlangsung. “Terus ... apa yang harus aku lakukan?”
“Terserah kamu mau apa ... aku mau pergi, bay....” Sita meninggalkan Ziara yang berdiri kaku di sana.
Ziara kembali kekamar, ia melihat Raka sedang berada di sofa wajahnya menatap leptop. Sita pasti bohong, semua pasti salah mana mungkin pria ini bosnya. Karena selama ini ia tidak pernah melihat di kantornya. Tunggu-tunggu, bukannya Sita tadi mengatakan kalau dia bos utama Sanjaya grup?
“Lain kali jangan bawa orang sembarangan ke rumah, aku enggak suka!”
ucap Raka. Membuat Ziara tersentak dari pikiranya.
“Baik, lain kali aku nggak akan membawa temanku kesini. Aku janji ....” Ziara sadar rumah ini memang bukan rumahnya jadi dia tidak bisa membawa orang sembarangan.