Alone Claney hidup dalam kesendirian seperti namanya. Ibu suri yang terpikat padanya pun menjodohkan Alone dengan putra mahkota, calon pewaris tahta. Tak seperti cerita Cinderella yang bahagia bertemu pangeran, nestapa justru menghampirinya ketika mengetahui sifat pangeran yang akan menikahinya ternyata kejam dan kasar.
Karena suatu kejadian, seseorang datang menggantikan posisi pangeran sebagai putra mahkota sekaligus suaminya. Berbeda dengan pangeran yang asli, pria ini sungguh lembut dan penuh rasa keadilan yang tinggi. Sayangnya, pria itu hanyalah sesosok yang menyelusup masuk ke dalam istana.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon yu aotian, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 17: Seindah Matahari Pertama di Musim Semi
Tak terasa hanya tersisa seminggu untuk Bright memasuki istana. Ya, waktu yang tinggal seminggu itu kami manfaatkan untuk terus berlatih dansa. Di awal-awal latihan, ia sering menabrak dan menginjak ujung kakiku. Di hari-hari berikutnya ia masih terlalu kaku untuk memimpin dansa. Namun, akhir-akhir ini dia mulai bisa merilekskan tubuhnya.
"Ingat, di sana nanti, kaulah yang akan memimpin dansa, bukan aku!" ucapku di sela-sela latihan.
"Baik."
"Teknik dansa selanjutnya, buka kaki membentuk sudut untuk membuat gerak berputar bersama pasangan," paparku sambil mempraktekkan bersamanya, "Tapi teknik ini sedikit beresiko jika lantai dansa penuh."
Dia langsung mempraktekkan apa yang kujelaskan dengan mencoba mengimbangi gerakanku.
"Jaga ekspresimu. Jangan tegang seperti itu!"
"Aku ... cuma takut ... kakimu kembali terinjak seperti sebelum-sebelumnya," ujarnya dengan wajah yang sedikit memerah.
"Selanjutnya ... ambil empat angkah ke kanan dan lepas tangan kananmu dari punggung pasangan, turunkan supaya pasanganmu tahu kau akan memutar tubuhnya. Langkahkan kaki ke kiri 4 kali lagi, lalu angkat tangan kiri ke atas untuk memutar tubuh pasangan sambil tetap berdansa," jelasku yang kemudian berputar indah di hadapannya.
Setelah berputar, kutekuk lutut kananku sambil bersandar di lengan kirinya. Kuluruskan kaki kiriku, sementara lengan kananku disampirkan ke belakang lehernya. Untungnya, dia cukup sigap menangkap tubuhku dengan langsung memeluk.
Posisi yang cukup intim ini bertahan selama beberapa detik kala manik kami saling bertautan seolah tengah menyalami bola mata masing-masing. Aku langsung memalingkan pandangan saat aku mulai merasakan rambatan aneh yang menjalar ke seluruh tubuhku. Entah kenapa, setiap bersamanya selalu menimbulkan ketidakstabilan dalam kerja jantungku.
Setelah berdansa, Theo masuk seraya mendorong sebuah rak gantungan baju yang berisi beberapa lembar seragam milik pangeran Julian. Aku mulai menjelaskan busana-busana apa saja yang nantinya akan ia gunakan sesuai dengan hari-hari besar yang diselenggarakan kerajaan.
Setelah itu, gantian Ciro yang memamerkan deretan koleksi parfum favorit pangeran Julian.
"Tubuh pangeran Julian selalu wangi aroma bunga geranium. Ini bahkan menjadi ciri khas tanda kedatangannya," jelas Ciro sambil menyodorkan botol parfum itu.
Bright mulai mencium aroma dari botol parfum tersebut. "Ternyata kami benar-benar bagai langit dan bumi. Dia seharum ini, sementara aku setiap hari memiliki aroma yang berbeda-beda. Kadang-kadang bau matahari, kadang-kadang bau tanah liat, kadang-kadang cat warna dan kadang-kadang bau kandang," ucapnya menyengir sambil mengendus tubuhnya sendiri.
"Mulai sekarang, kau harus memiliki aroma tubuh pangeran," ucapku sambil menyemprotkan seluruh parfum milik pangeran Julian ke badannya.
Selanjutnya, Sam membawakan beberapa botol minuman beralkohol yang menjadi minuman favorit pangeran Julian. Ya, sudah bukan rahasia umum lagi jika pangeran Julian terkenal hobi mabuk-mabukan. Hal inilah juga yang sering membuatnya menerima hukuman dari ibu suri.
"Apa kau tahu jenis-jenis minuman ini?" tanyaku.
Dia menggeleng. "Aku jarang minum alkohol karena itu hanya akan menunda pekerjaanku."
Aku lalu meminta Sam untuk menjelaskan padanya jenis-jenis minuman tersebut, serta mengajarinya cara mencicipi dengan gaya yang paling elegan.
***
Musim semi mulai mengetuk tiap-tiap jendela dengan udaranya yang segar membawa harapan. Di beberapa titik tempat, salju telah mencair, alam mulai menghijau, bunga-bunga bermekaran, dan hewan-hewan mulai aktif dari hibernasinya. Aku kembali bersitatap dengan warna pagi yang disapu matahari oranye.
Kulangkahkan kaki perlahan menuju kediamanku sambil membawa aneka makanan dari istana. Namun, langkahku terhenti seketika, saat melihat Bright tengah berjongkok di antara ilalang yang mulai tumbuh.
"Sedang apa kau di sana?" tanyaku seraya berjalan menghampirinya.
Dia menoleh ke arahku sambil melempar sebuah lengkungan senyum yang sehangat mentari pertama di musim semi.
"Aku melihat sebidang tanah kosong yang tidak terawat. Kurasa di sini cocok untuk ditanami berbagai jenis bunga agar rumah ini terlihat lebih segar dan indah. Kebetulan saat latihan berkuda, aku banyak mengumpulkan bibit tanaman bunga," ucapnya sambil menggembur tanah yang kering.
"Kau suka menanam?"
Dia mengangguk. "Makanya kubilang, kadang-kadang aku bau kandang alias bau pupuk hewan," ungkapnya sambil tertawa hingga matanya menyipit.
Aku terpegun sejenak. Masih segar di ingatanku tentang perkataan ayah beberapa saat yang lalu saat bertemu denganku di istana.
"Rumah lama kita yang kalian tinggali saat ini, dulunya menjadi tempat persembunyian ratu Valeryna setelah melahirkan bayi kembar."
"Maksud ayah ... ratu Valeryna dan Bright pernah tinggal di sana?"
"Ya, aku menawarkan rumah itu untuk ditinggali olehnya. Pekarangan rumah kita yang tak pernah terurus itu dulunya adalah kebun bunga yang ditanam dan dirawat oleh ratu. Sayangnya, ratu mendadak pergi membawa pangeran Bright bertepatan dengan pengangkatan permaisuri Stephanie. Saat itu usia pangeran Bright menuju tiga tahun."
Aku lantas ikut berjongkok di sebelah Bright. Sambil melihatnya sibuk menanam bunga, aku berkata, "Bright, ketika kau sudah memasuki istana, mari kita luangkan waktu untuk datang ke sini. Dengan begitu, kau masih punya kesempatan untuk menjadi dirimu sendiri. Menjadi Bright yang bisa melukis, memahat, dan merawat bunga-bunga ini."
Dia menoleh ke arahku dengan bibir yang terajut seutas senyum.
"Sepakat?" Kali ini aku yang lebih dulu mengacungkan jari kelingkingku.
Tak perlu menunggu lama, dia langsung ikut mengaitkan kelingkingnya.
Waktu terus bergulir hingga tak terasa hari itu pun telah tiba. Ya, hari di mana pangeran Julian seharusnya akan kembali ke istana. Namun kali ini, yang kembali bukanlah pangeran Julian, melainkan saudara kembarnya yang keberadaannya tak pernah diketahui orang-orang istana.
Aku menghampiri Bright yang tengah berdiri tegap di balik jendela besar. Pria itu begitu berkharisma dengan busana khas kerajaan yang menandai dirinya seorang pangeran negeri ini. Pijar mentari yang menyusup masuk lewat celah jendela, menyorot wajahnya yang tegas dengan rahang berbentuk persegi.
Menoleh ke arahku, ia bertanya, "Apa aku sudah seperti dirinya?"
Aku mengangguk sambil melangkah perlahan ke arahnya. Kuambil mantel panjang milik pangeran Julian sambil menghampirinya.
"Biar aku saja!" ucapnya saat aku berdiri di belakangnya sambil memegang mantel itu.
"Tetap diam di tempat!" perintahku seraya berjinjit untuk bisa memasangkan mantel itu ke punggungnya yang lebar dan kokoh.
Begitu terpasang, aku langsung bergeser posisi dengan berdiri di hadapannya untuk merapikan bagian depan pakaiannya. Aku tersentak kala telapak tangannya yang kekar itu membungkus kedua tanganku yang berpengangan di kerah bajunya.
Deg! Jantungku mulai bereaksi merasakan sentuhan tangannya yang hangat. Tubuhku mendadak membeku tepat saat tatapan kami saling menancap satu sama lain. Ia semakin mengeratkan genggamannya di tanganku, seakan tahu kalau aku begitu gugup dan gemetar.
"Sampai jumpa di istana," ucapnya sambil memamerkan senyum terbaiknya yang seindah matahari pertama di musim semi.
Aku mengangguk saru tanpa memalingkan pandanganku pada sepasang manik legamnya.
"Ya, sampai jumpa."
Pangeran Bright
Like dan komeng
pastinya luar dalam dilayani🤭
Bgmn y Bright memperlakukan Barbara serba salah y......
dan selanjutnya apa yang akan terjadi...Kooong
Pangeran bright.....,, waspada,, hati2 jangan smpe si batubara mencurigaimu....
segala kebutuhan terpenuhi kog sama dia, kebutuhan perut dan bawah perut wkwkwk