Roni seorang laki-laki dari sebuah desa pelosok,dia hanya lulusan sekolah dasar,walaupun dia anak satu-satunya tapi orang tuanya tidak mampu melanjutkan sekolah anaknya,karena keadaan ekonomi yang serba kekurangan,Bapaknya Roni bukanlah orang yang gigih dalam bekerja.
Risa adalah teman Roni sjeak kecil mereka berdua saling jatuh cinta,dan cintanya berlanjut sampai dewasa.Demi mendapatkan restu dari Bapaknya Risa,Roni di tuntut harus bisa menjadi orang kaya melebihi kekayaan Bapaknya Risa.
Demi memperjuangkan cintanya,Roni membulatkan tekadnya untuk merantau di kota Jakarta,yang dia ketahui Jakarta adalah kota yang banyak uangnya,banyak orang sukses dan menjadi kaya raya.
Ternyata tidak mudah hidup dikota itu,Roni mengalami banyak rintangan disana,hingga membuat nyawanya hampir melayang di tangan para preman.Beruntung ada seorang kakek yang hidup sebatang kara menolongnya,yang setiap hari kerjanya sebagai pengemis.Roni di rawat sampai sembuh .
Ronipun membalas kebaikan kakek itu,dengan selalu menemaninya saat mengemis.Roni di anggap seperti cucunya sendiri,tidak begitu lama kakek mengemis bersama Roni tibalah ajalnya.
Karena sudah tua tibalah ajalnya,dan ternyata sang kakek tua itu mempunyai simpanan banyak uang hasil dari mengemis selama bertahun-tahun.
Apakah Kakek tua itu akan mewariskan simpanan uangnya pada Roni?.
Apakah Roni bisa kaya melebihi Bapaknya Risa dalam satu tahun?
Simak kelanjutannya....
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon munasih, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 17 Menjadi preman
***
"Ini adalah Roni, dia akan bergabung dalam tim kita, bantu dia supaya dia cepat beradaptasi dengan lingkungan kita," Johan memperkenalkan Roni pada anak buahnya.
"Ron, selamat bergabung dengan tim kita," kata para anak buah Johan.
Roni masih bingung dan belum faham apa sebenarnya pekerjaan mereka. Roni bertanya-tanya dalam hatinya sendiri, dia tidak berani menanyakannya pada Johan. Roni mencoba bertanya pada salah satu anak buah Johan dan katanya, Roni akan tau kalau dia sudah mulai bekerja.
Hari esok sudah datang, Roni yang masih tidur di bangunkan salah satu temannya.
"Ayo bangun cepat, katanya mau kerja," Ronipun terbangun, Roni melihat hari masih petang.
"Ayo cepat kita berangkat," kata Bimo anak buah terdekat Johan.
Akhirnya Roni pun ikut bersama mereka. Seperti biasa johan memerintahkan anak buahnya pada waktu hari masih gelap, di pasar didaerah itu, untuk memalak para pemilik toko yang ada di pasar itu, yang baru mau buka dan yang sudah mau tutup.
Mereka selalu meminta uang dengan ancaman bila tidak memberinya maka akan membuat kericuhan di situ dan akan melaporkan pada bos mereka yaitu Johan.
Semua orang yang berjualan di pasar itu selalu dimintai uang oleh anak buahnya Johan, merekapun selalu memberinya karena sangat takut pada Johan dan tak ingin mendapatkan masalah, karena Johan adalah preman yang sangat di takuti, warga setempat.
Dia akan berbuat semena-mena terhadap siapa saja yang berani melawannya, dia mengancam akan membunuh apabila ada yang berani melaporkan pada yang berwajib.
Roni ikut bersama rombongan anak buah Johan dan meminta uang di setiap toko dan para pedagang lainya yang ada di pasar itu. Para pedagang dan pemilik toko, langsung memberi uang pada para anak buah johan, tanpa mengeluh, mereka menyebutnya uang keamanan.
Roni menyaksikan itu semua, dia masih saja tidak mengerti tentang pekerjaanya itu. Matahari sudah mulai muncul, mereka semua selesai memalak semua orang yang ada di pasar dan segera pulang. Mereka selalu beroperasi di waktu petang karena takut di ketahui pihak berwajib.
"Tugas kita sudah selesai ayo kita kembali ke markas," kata Bimo mengajak teman-temannya.
Mereka sudah sampai dimarkas membawa uang hasil palakan dari para pedagang di pasar, dan akan menyerahkan kepada johan sang boss preman. Johan sudah menunggu kedatangan anak buahnya sambil minum sebotol bir dan merokok dengan memakai baju singlet, terlihat banyak tato di kedua lengan tangannya.
"Boss kami datang, ini uangnya," kata Bimo menyerahkan sekantong uang pada Johan.
"Apa ada masalah tadi," tanya Johan.
"Tidak bos, semua berjalan lancar, tidak ada masalah, semua para pedagang mau membayar, tidak ada satupun yang terlewat."
Apabila ada salah satu pedagang di pasar itu yang tidak mau membayar, maka Johan akan mendatanginya dan membuat perhitungan dengannya.
Karena misi sudah selesai Johan nembagikan upah pada anak buahnya, termasuk juga Roni yang baru saja ikut, sudah di beri upah.
"Ron," Johan memanggil Roni
"Ini upah kam hari ini."
"Terima kasih bos Johan, baru kerja gitu aja saya sudah dapat upah," kata Roni senang.
Ronipun sangat senang baru sehari saja Roni sudah mendapatkan uang yang cukup banyak.
"Kamu suka kan kerja dengan saya."
"Ya saya suka," jawab Roni sedikit takut pada Johan karena melihat banyak tato di lengannya, Roni teringat di dalam film-film, biasanya orang bertato identik dengan orang jahat.lalu Johan meninggalkan tempat itu.
"Gimana, enak kan kerja di sini," ucap Bimo sambil merangkul Roni.
"Iya, bos johan sangat baik padaku, aku bangga padanya," puji Roni pada Johan.
"Kamu juga harus patuh dan tunduk pada perintahnya, jangan sampai kau membantah dan melawannya, jika itu terjadi nyawamu akan terancam."
"Dia adalah seorang bos preman di sini yang sangat di takuti warga di sini, dulu aku pernah menyaksikannya sendiri, ada seorang yang berani mengambil alih wilayah kekuasaanya sama-sama dari kalangan preman, bos Johan tidak terima, dia langsung membantainya sampai mati dan membuangnya di hutan tanpa ada yang menolongnya, mengerikan sekali."
"Sudah berapa lama kamu bekerja pada johan."
"Aku mengikutinya sudah sepuluh tahun yang lalu."
"Wahh!!!,sudah lama sekali ya kamu bekerja dengannya"
"Ya sudah cukup lama, sebenarnya aku capek dengan ini semua, karena ini pekerjaan yang tidak sewajarnya, ini bukan pilihanku sama sekali tapi mau gimana lagi, aku harus menjalani ini semua."
"Dulu aku ke Jakarta akan bekerja di sebuah mall besar, dan akupun di terima menjadi manajer di sana. Aku sangat senang sekali walaupun hanya lulusan SMA aku bisa jadi manajer, tapi ada salah satu teman kerjaku tidak menyukai itu semua dia iri padaku, dia ingin menjadi manajer juga seperti aku, dia menggunakan cara yang licik, aku di jebak di tuduh mencuri uang perusahaan
Aku dibawa ke tempat umum dan di perlihatkan pada banyak orang,dan di kroyok masa sampai babak belur berlumuran darah, aku kira sudah tamat riwayatku, karena tidak ada satupun orang yang membelaku walaupun aku berkata bukan aku yang mencuri uang itu."
"Tiba-tiba ada johan yang menyeretku keluar dari kerumunan orang, aku kira dia akan membuangku ke suatu tempat, aku sangat takut sekali.
Ternyata aku dibawa ke markas ini dan di tolong sama dia, aku di rawat hingga aku sembuh,aku sangat berterimakasih padanya. Aku punya hutang budi padanya, jadi aku harus mengabdi padanya, dan membuatnya senang."
Bimo menceritakan kisahnya pada Roni.Roni terharu mendengarnya. Kisahnya sungguh tragis dan belum mencapai kebahagiaan yang sebenarnya.
"Kalau kamu kenapa bisa bersama bos johan, aku lihat kamu ini orang baik-baik kenapa kamu mau bekerja dengannya," tanya Bimo.
"Aku bertemu dia di kereta, aku belum pernah ke jakarta dan tidak tahu tempat-tempat di sini, kebetulan saja dia menawarkan pekerjaan padaku jadi aku ya mau saja, aku kira dia orang baik-baik, ternyata dia adalah seorang bos preman yang sangat di takuti.
"Aku sangat nembutuhkan pekerjaan supaya bisa mendapatkan uang yang banyak, dan menjadi kaya, supaya aku bisa menikah dengan wanita yang aku cintai. Kini aku sudah terlanjur mengikuti Johan, gimana caranya aku bisa lepas darinya.
"Kamu ikutin saja sementara ini, nanti kalau ada kesempatan kamu bisa mencoba melepasksn diri," kata Bimo yang tidak ingin melihat Roni semakin terjerumus seperti dia.
***bersambung....
tapi uang tak cukup
Haiii kak..aku udah hadirrr
jngn lupa like back yhh di karyaku
klik akun ku!
hadiirrr
smngatt br karyaa ka
goodluck .,🤗
#ketika takdir menyatukan aku dan mereka.
#Mencintai mu dalam gelap