seorang wanita dari Negara Asia, memutuskan untuk berlibur ke Negara terpencil di bagian timur tengah, hanya untuk bisa melupakan Mantan pacarnya yang berselingkuh dengan sahabatnya sendiri.
Yang dia pikir hanya akan mendapatkan pengalaman baru, tapi ternyata malah menemukan pasangan hidupnya, seorang pria pemilik kafe.
Walau begitu, wanita dari Asia itu tidak mengetahui bahwa pria tersebut, merupakan seorang penerus atau Pangeran mahkota di negara itu.
bisa dikatakan, di buang batu jalanan, malah dapat pengganti batu zamrud di negara asing.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Sayida, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Chapter 17

"Kenapa kamu diam saja, sayang? Saya sudah berbicara denganmu sejak tadi," tanya Ashan kepada Tiffany.
Karena sejak tadi Ashan selalu berbicara dengannya sepanjang perjalanan mereka di lorong istana, tapi Tiffany tetap diam.
"Sebentar lagi saya akan ada rapat di aula istana. Apa kamu ingin menemani saya, sayang? Jangan diam saja, tolong jawab saya," lirih Ashan yang sudah tidak bisa menahan hati lagi saat melihat Tiffany hanya diam.
"Hm? Maaf, aku memikirkan sesuatu sehingga tidak mendengar mu," ucap Tiffany yang baru tersadar dari lamunannya saat mendengar suara Ashan sedikit tegas.
Melihat wajah wanitanya yang tidak bahagia, Ashan langsung menghentikan langkahnya dan menahan kedua bahu Tiffany, sambil membalikannya menghadap ke depannya
"Apa yang sedang kamu pikirkan, sayang?" tanya Ashan penuh kelembutan.
"Tidak, tidak ada," ucap Tiffany sambil memalingkan wajahnya ke kanan karena tidak berani menatap wajah Ashan.
Melihat bujukannya tidak mempan, Ashan lantas langsung meraih tangan Tiffany dan mengecup lembut punggung tangan Tiffany sambil tersenyum.
"Saya tidak bisa mengerti apa yang sedang kamu pikirkan jika kamu tidak ingin mengatakannya. Saya akan tetap berdiri di sini sampai kamu mau menceritakan apa yang sedang kamu pikirkan. Apa aku melakukan kesalahan, sayang?" tanya Ashan mulai khawatir, sehingga membuatnya tegas seperti itu.
Melihat perlakuan Ashan, membuat Tiffany semakin kesal. Ia berdecik dan mengatakan, "Astaga... Pria macam apa kamu ini, Ashan? Kamu harusnya merasa kesal karena aku tidak mendengarkan mu, tapi malah memelas. Bagaimana bisa aku melepaskan mu jika kamu sebaik ini?"
"Melepaskan saya? Sayang? Ada apa ini? Apa yang saya lakukan sehingga membuatmu ingin pergi lagi...?"tanya Ashan dengan panik.
"Aaaah... Itu Cindy? Apa dia cantik? Apa dia bisa membuatmu melepaskan aku kembali ke negeriku?" tanya Tiffany langsung.
Mendengar itu, Ashan menunjukkan wajah keheranan. Dia mengerutkan kedua alisnya dan mencoba memahami maksud Tiffany.
Sampai memakan waktu beberapa detik akhirnya ia paham.
Dengan cepat Ia langsung mengangkat tubuh kecil Tiffany dan menggendongnya seperti anak kecil. Itu langsung membuat Tiffany berteriak kaget.
"Ashan!!? Hey! Turunkan aku!"
"Apa ini membuatmu kesakitan?" tanya Ashan duluan, untuk memastikan Tiffany merasa nyaman.
"Tidak, tapi ini sangat memalukan. Ada banyak orang di sini!" ucap Tiffany dengan wajahnya yang memerah.
"Akan saya tunjukkan kepada mu, seberapa besar saya menginginkanmu," ucap Ashan langsung berjalan, membawa Tiffany ke suatu tempat. Tiffany yang digendong seperti itu hanya bisa menutup wajahnya malu dan berharap ia akan diturunkan oleh Ashan.
...----------------...
Di suatu daerah di padang pasir, beberapa tenda merah dan hitam didirikan di atasnya. Beberapa pria bekerja sibuk dan membawa senjata api. Di sebuah tenda yang besar, beberapa orang berdiskusi tentang sesuatu yang jahat.
Mereka membangun daerah sendiri untuk melawan Kerajaan Al-Khansa, terutama menjatuhkan Pangeran Ashan, di bawah pimpinan Abul Zakar.
"Semuanya sudah disiapkan, mulai dari persenjataan, obat-obatan, dan makanan. Kapan kita akan menyerang Kerajaan Al-Khansa dan merebut kembali uang yang mereka curi dari negara kita?" tanya seorang pria kepada Abul.
"Heh, sebentar lagi. Kita masih harus bersabar. Ajaklah anak-anak muda yang terlantar di desa-desa untuk bergabung dengan kita. Jika kita sudah memiliki banyak pasukan, maka akan mudah untuk mengalahkan mereka, orang-orang istana yang terlalu hidup nyaman itu," ucap Abul, pria tua yang matanya satu terluka dan hanya bisa melihat dengan satu mata.
"BAIK!" jawab mereka serentak dan langsung bergerak.
...----------------...
"Kamu harus lebih keras lagi menggoda Ashan dan merebutnya dari wanita asing itu, dengan cara apapun, Ashan harus menyukaimu," ucap Putri Nagia sambil menunjuk wajah Cindy dengan kesal.
"Sudahlah, Putriku, mereka baru saja berkenalan, tentu saja Ashan masih belum bisa langsung menyukai anak ini. Beri dia waktu, ia akan melakukannya dengan baik," bela sang Ratu sambil meminum arak di atas kursi emasnya.
Cindy, yang hanya disuruh berdiri sejak tadi, merasa bahwa kakinya terasa pegal. Sang Ratu, yang menyadari itu, memintanya langsung duduk dan melayaninya dengan menuangkan minuman arak ke gelas.
"Kamu gadis baik dan patuh, tidak sama dengan wanita itu. Ia terlalu banyak mau, sehingga aku tidak menyukainya. Tenang saja, kamu akan menjadi permaisuri Ashanku," ucap Ratu yang sudah mabuk.
Suka minum merupakan salah satu sifat yang sangat tidak disukai Ashan dari sang Ratu. Ashan tidak menyukai Ratu sejak kecil karena Ratu tidak memperdulikannya. Ia hanya menginginkan hidup dengan berkelimpahan harta dari sang Raja.
Ia juga suka diam-diam menghabiskan uang negara untuk dirinya sendiri dan mau hidup berleha-leha, melepaskan tanggung jawab dan membiarkan putranya sendiri yang bekerja.
Itulah yang membuat Ashan muda kewalahan sendiri, apalagi saat umurnya menginjak 18 tahun, sang Raja harus berpulang. Hal itu membuat Ashan muda bekerja dua kali lipat tanpa bantuan dari Ratu.
Hidupnya sejak kecil tanpa kasih sayang dari keduanya membuat Ashan tumbuh dengan keras, meskipun hidup sebagai seorang Pangeran.
...********BERSAMBUNG********...
kan memank begitu status kalian Fany...
Ashan sudah memintamu pada keluarga mu di telpon tempo hari...
jangan kasi peluang untuk mereka mengganggu Tiffany...
apalagi Cindy untuk mendekati mu...
jadi ingat pelakor aku kk 😆😆😆🙏🙏🙏
lanjut up lagi thor
Tiffany aja manggil Ashan tanpa embel2 pangeran,masa kamu masih panggil Nona...panggil nama aja lebih akrab nya
udah pangeran,brondong pula 😍😍😍