Pengusir hantu dari zaman kuno yang memilih untuk bunuh diri karena ingin hidup normal ternyata bereinkarnasi ke tubuh seorang Idol terkenal.
Lee Jaehyun pada akhirnya harus menjalani dua kehidupan dengan dua pekerjaan yang berbeda.
Di mata semua orang, dia dikenal sebagai Maknae dari grup Idol terkenal di Korea Selatan bernama MYTH, namun semua berubah ketika terdapat sebuah masalah serius akibat roh jahat yang membuatnya harus kembali berprofesi sebagai Munyeo Naja.
Demi mewujudkan impiannya di kehidupan keduanya yang damai, dia harus kembali berurusan dengan roh jahat. Satu demi satu masalah serius mulai muncul dan misteri yang selama ini tertutup mulai terkuak. Bahkan dia beberapa kali nyaris mati karena terlibat dengan para arwah gentayangan!
Apakah dia bisa mewujudkan keinginannya untuk jadi Idol normal tanpa harus berurusan dengan hantu? Ataukah terpaksa melibatkan semua rekannya dalam bahaya?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ayano Kaname, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
17.
Di lokasi syuting saat ini, Shihan memperhatikan Yuno yang bersikap aneh beberapa waktu terakhir. Tentunya, leader yang satu itu juga mengkhawatirkan Jaehyun yang lebih sering pergi dan menghilang di tengah pekerjaan.
Saat ini, sesi pekerjaan terpisah antar personil sehingga ia sendiri tidak bisa selalu melihat dimana teman-temannya. Namun, satu hal yang diketahuinya.
“Yuno sepertinya tidak sehat,” pikirnya saat melihat Yuno termenung sendirian di kursi belakang setelah pengambilan gambar.
Tidak lama kemudian, Shihan melihat Chief Han yang baru kembali dari luar. “Chief?” Shihan mengamati wajah Chief Han yang sedikit lebih baik dengan tawa kecil khas miliknya dan ia menyadari bahwa semua telah baik-baik saja untuk Chief Han.
Akan tetapi, semua kembali mengkhawatirkan baginya dikala ia melihat ke arah Yuno kembali dan mendapati Yuno melihat Chief Han dengan ekspresi serius.
“...? Yuno?”
Jelas di matanya saat ini, Yuno seperti sedang melihat Chief Han dengan tatapan tajam, seakan ingin berteriak atau menghampirinya secara paksa.
“Apa yang terjadi padanya?” pikir Shihan. Tidak ada perasaan lain kecuali perasaan khawatir yang dimiliki leader itu sehingga ia memutuskan untuk mendekatinya.
Shihan berjalan dan menghampirinya, “Yuno…”
“...”
Sedikit menarik napas saat Shihan sudah berada di dekat Yuno. Terlihat tidak yakin dengan apa yang akan dikatakannya sebagai pembuka obrolan mereka, namun Shihan tidak punya pilihan karena ia begitu penasaran.
“Yuno, kamu baik-baik saja kan?”
“Shihan-hyung, kenapa kau bertanya begitu?”
“Tidak, hanya saja…” Shihan tidak bisa secara terang-terangan mengatakan bahwa ia sudah memperhatikan sikap aneh Yuno. “Aku hanya berpikir bahwa kamu ingin…ingin…”
“Ingin apa?”
“Oh! Apa kamu mau ke kafe di bawah? Aku akan mengajak Sagan dan Jaehyun juga. Kita bisa makan bersama setelah istirahat sesi kedua. Sudah lama sekali kita tidak–”
“Hyung…” Yuno melihat Shihan dengan ekspresi bingung kali ini, “Apa ada yang ingin ditanyakan olehmu? Tanyakan saja agar aku bisa mengerti dengan rasa penasaranmu.”
Sepertinya Yuno memang jauh lebih peka dari siapapun dan itu sudah dibuktikan sekali oleh Chief Han.
Shihan terdiam sejenak. Meskipun ia tidak yakin dengan semua ini, apakah akan baik jika ia bertanya padanya, namun ia tidak ingin menyimpan perasaan yang tidak nyaman di hatinya.
“Yuno, apa ada sesuatu yang terjadi?”
“Apa?”
“Aku mungkin tidak begitu yakin, tapi aku tau kalau kamu sedang memikirkan sesuatu. Apa hal itu ada hubungannya dengan Chief Han?”
“...”
Tidak ada respon kecuali tatapan lurus dari Yuno, tidak ada penolakan ataupun pembelaan. Bisa dianggap bahwa apa yang ditanyakan oleh Shihan adalah sesuatu yang sudah mengandung jawaban.
Jawaban dari pertanyaan Shihan sudah jelas didapatkannya. “Ternyata memang ada hubungannya dengan Chief Han, ya…” ucapnya pelan.
Sebenarnya di dalam isi kepala Yuno adalah pertanyaan. Pertanyaan mengenai apa yang terjadi pada Chief Han dan kenapa hal mengerikan yang terjadi disembunyikan olehnya.
Meskipun Chief Han sudah menjelaskan bahwa semua ini untuk MYTH, namun Yuno hanya tidak puas dengan jawaban tersebut. Ia sendiri pun tidak bisa menjelaskan alasan dari perasaan itu.
Yuno memilih untuk menutupi semuanya dengan senyum, “Tidak ada, hyung.”
“Apa?”
“Semua tidak ada hubungannya dengan Chief Han.”
“Yuno…”
Siapa yang hendak dibohongi olehnya? Shihan tidak bodoh, namun ia juga tidak bisa memaksa. Setelah tau Yuno memilih untuk pergi melanjutkan pekerjaannya dibandingkan berdebat, Shihan menyadari bahwa Yuno tidak sedang baik-baik saja.
“Haruskah aku bertanya juga pada Chief Han mengenai masalah yang melibatkan Yuno?” pikirnya.
“Tapi aku sendiri bingung dengan situasi kami semua.”
“Maksudku…kenapa kejadian aneh yang menimpa Chief Han sama dengan mantan manager kami?”
“Dan…kenapa hanya pada tim kami?”
Jaehyun yang baru saja keluar dari tangga darurat tidak bisa menyembunyikan rasa penasarannya.
“Baiklah, jelas sekali kalau wanita itu bukan penggemarku. Buktinya dia memintaku untuk mati.”
“Haha, lucu sekali. Kenapa aku masih bisa bercanda di saat seperti ini?”
“Jelas sudah. Artinya makhluk itu akan sering muncul di studio ini. Aku sudah katakan pada Han Yeon untuk menyerahkan masalah ini padaku. Sekarang, kita lihat bagaimana aku bisa melakukannya dengan baik.”
Hari itu, Jaehyun terus memikirkan rencana paling masuk akal sambil menyelesaikan pekerjaan. Tentu saja, ia tidak mengatakan apapun pada Han Yeon mengenai penampakan yang terjadi di tangga darurat itu.
Hal lain yang dikhawatirkan olehnya adalah sikap para anggota lain yang sepertinya terlihat canggung, namun bukan urusannya. Memilih untuk tidak peduli dan fokus pada apa yang akan dilakukannya, Jaehyun tidak memiliki pilihan selain mempersiapkan segalanya.
2 hari kemudian, seperti yang dikatakan oleh Han Yeon bahwa MYTH bisa kembali menggunakan ruang ganti mereka. Memang sedikit terlambat, namun untuk menutupi situasi yang sebenarnya, Han Yeon meminta bantuan para staff lain untuk mengarang cerita.
Tidak sepenuhnya bohong karena mereka memang benar-benar melakukan beberapa bagian dan menambahkan lebih banyak CCTV di dalam ruangan tersebut.
“Aku merasa aneh setelah melihat ruangan ini,” ucap Sagan sedikit bercanda, “Tapi aku suka karena tempat ini semakin terang.”
Chief Han tertawa dan berkata, “Yah, ini direnovasi agar kalian semakin nyaman.”
Shihan melihat Jaehyun yang membawa sesuatu di belakangnya. “Jae, apa itu?”
“Hmm? Ini? Pedang.”
“Apa?!” semua personil terkejut dan menghampirinya.
“Kau membawa senjata!! Memangnya boleh! Kau bisa kena masalah!!” Yuno mencoba mengambilnya.
“Ini replika, aku pergi membeli ini untuk barang keberuntungan.”
“Replika?”
Melihat wajah para hyung-nya yang tidak percaya, Jaehyun membuka bungkus pedang yang dibawanya. Tentu saja teknik miliknya membuat semuanya aman.
Tidak hanya mengubah penampilan pedang itu seperti replika, Jaehyun juga berhasil membuat para hyung-nya tidak melihat tulisan yang terukir di pedangnya.
“Ya, kurasa tidak masalah,” kata Shihan, “Tapi mintalah izin untuk membawa ini lain kali ya. Aku sama sekali tidak melihat benda itu saat kita keluar rumah.”
Alasan lain digunakan oleh Jaehyun. “Aku menyimpan ini di bagasi mobil,” ucapnya.
Salah satu staff masuk dan meminta MYTH untuk bergegas ke studio. Sebelum keluar, Chief Han memanggil Jaehyun.
“Besok, kau yakin akan baik-baik saja?” tanya Chief Han pada remaja itu.
“Tidak ada yang berubah. Aku akan melakukannya. Kita selesaikan ini dan biarkan uang mengalir ke rekeningku.”
Chief Han tidak bisa menyembunyikan kekhawatirannya dan menepuk pundak remaja itu.
“Tolong jangan sampai kau terluka lagi, Jae. Ini lebih serius dari yang kau kira.”
Jaehyun tersenyum dan berkata, “Percayalah padaku. Aku bisa melihat ini akan menjadi masalah serius juga tidak ditangani dengan hati-hati.”
***
Itulah yang terjadi seminggu lalu. Kembali ke waktu saat ini, Jaehyun yang baru saja selesai dengan hantu wanita itu kembali ke studio dengan perasaan yang aneh.
“Kenapa aku merasa tidak tenang?”
kaka dapet ide ceritanya dari mana sihhhh
aku yakin, demon lord sebelah dan mulut terkutuk pasti muji!
/Scream//Scream//Scream/
Agaki-sama.. aku lupa/Facepalm//Facepalm//Facepalm//Facepalm/