Jangan di baca!!! alur berantakan gak jelas gak nyambung..😌
Kisah yang menceritakan tentang seorang gadis biasa dan sederhana yang terpaksa harus menikah dengan seorang tuan muda yang sangat angkuh dan lumayan kejam, namun di balik sikap nya itu tersimpan kehangatan dan kelembutan hati nya yang bisa meluluhkan hati seorang wanita..
Bagaimana kisahnya? yuk di baca 👉
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon chiechi, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Keputusan Xander
Hari berikutnya, alarm Naya berdering waktu menunjukan pukul 06.00, Naya bergegas mandi dan bersiap untuk berangkat kerja. Naya keluar dari kamarnya dengan pakaian yang telah rapi, ia berjalan secara perlahan agar tidak kedengaran Xander.
selang beberapa menit setelah Naya berangkat kerja, Xander pun keluar dari kamarnya dan langsung menuju meja makan. Xander segera duduk dan memakan sarapan nya, namun selama ia sarapan ia tak melihat sesosok istrinya itu.
Selesai sarapan dengan penasaran Xander melangkah menuju kamar Naya, saat pertengahan langkah nya tiba-tiba ponsel Xander berdering, dan ternyata sekretaris nya yang menelpon menyuruh Xander segera ke kantor karna ada pertemuan penting dengan klien. Xander pun segera berbalik menuju mobil dan pergi ke kantor.
*
Sementara itu di tempat Naya bekerja, ia di suruh menyelesaikan beberapa design baju, yang harus di selesai kan secepat mungkin. Di tengah-tengah ketika Naya sedang kerja ia kagetkan dengan kedatangan Raisa yang mana ia adalah sekretarisnya Axel.
"Naya, kamu di suruh pak Axel ke ruangan nya" ucap Raisa.
"baiklah" ucap Naya yang kemudian pergi menuju ruangan Axel.
tok tok tok...
Naya pun segera masuk ke ruangan Axel.
"permisi pak, bapak manggil saya?" ucap Naya.
"hm, duduklah" ucap Axel.
Naya pun segera duduk di hadapan Axel dengan perasaan yang agak gugup.
"selamat, hasil design kamu kemarin di terima dengan baik, dan akan segera di peragakan oleh model terkenal" ucap Axel.
"ahh, syukurlah" ucap Naya dengan senang.
"sebagai hadiah nya saya akan traktir kamu makan siang" ucap Axel.
"baiklah, terimakasih pak, saya permisi" ucap Naya sambil membungkuk dan berlahan keluar ruangan.
"ya Tuhan aku benar-benar gak percaya hari ini menjadi hari keberuntungan ku" ucap Naya sambil berjalan menuju meja Kerja nya.
Naya kembali mengerjakan pekerjaan nya harus segera di serahkan besok. Pada saat bekerja tiba-tiba sekelibat bayangan Xander melintas di pikiran nya. "astaga kenapa bayangan dia harus muncul?" pekik Naya. Tak lama setelah itu ponsel Naya pun berdering dan ternyata Xander lah yang menelpon. "aish... kenapa harus menelpon di saat seperti ini sih?" desis Naya yang mengabaikan telpon nya.
"berani sekali dia gak menjawab telpon ku" ucap Xander dengan kesal.
*
Waktu cepat berlalu, dan saatnya Naya beristirahat, Axel segera menuju ke tempat Naya dan mengajak nya keluar untuk makan siang.
Sampailah Naya dan Axel di sebuah restoran yang tak jauh dari kantor mereka. Dari sudut lain ada seseorang yang dengan sengaja memotret Naya dan Axel, dan segera mengirimkan nya kepada Xander.
kling notif pesan Xander, ia pun segera membuka pesan nya dan ternyata sebuah kiriman foto Naya bersama Axel dari nomor yang tak di kenal.
"heh, mulai berani kamu, lihat aja apa yang akan aku lakuin jika kamu berani melangkah lebih jauh" ucap Xander dengan aura kejam nya.
Xander segera menyuruh bawahan nya untuk mencari tau siapa foto lelaki yang bersama Naya, karna foto yang di ambil hanya terfokus pada Naya hingga membuat wajah lelaki itu tidak terlihat. Xander pun kembali mencoba menelpon Naya.
drrttt drrttt... dering ponsel Naya.
Naya meminta izin pada Axel untuk menjawab telpon nya. Naya pun segera melangkah menjauh dari Axel.
"halo, kenapa?" tanya Naya.
"dimana kamu?" tanya balik Xander.
"bukan urusan mu" ucap Naya.
"pulang atau aku seret kamu!" ucap Xander dengan tegas.
"darimana dia tau aku disini" ucap Naya dalam batin nya.
"Kanaya Putri! 10 menit aku tunggu di rumah!" ucap Xander yang kemudian menutup telpon nya.
"sial!" desis Naya, kembali ke meja makan nya.
Naya kembali duduk dan melanjutkan makannya.
"kayaknya telpon penting?" tanya Axel.
"gak terlalu" ucap Naya.
"ahh iya, hari ini aku boleh izin? aku janji akan menyelesaikan pekerjaan ku besok, aku akan mengerjakan nya di rumah" ucap Naya.
"kenapa tiba-tiba izin?" tanya Axel.
"aku cuma sedikit gak enak badan" ucap Naya.
"yaudah, aku antar kamu pulang" ucap Axel.
"gak perlu, aku bisa naik taksi, permisi" ucap Naya yang kemudian pergi meninggalkan Axel.
Naya pun pergi menggunakan taksi menuju ke rumah nya. "Xander sialan! kalau bukan karna kekejaman nya aku gak akan menuruti semua kemauan nya!" gerutu Naya di dalam taksi. "pak cepat sedikit" ucap Naya pada sopir taksi.
Sopir taksi pun menambah kecepatan nya, hingga tak lama kemudian Naya sampai di rumah nya.
Setelah membayar taksi Naya segera turun dan berlari masuk ke dalam rumah, namun ia tak menemukan keberadaan Xander dimana pun. "Xander sialan....!!" teriak Naya dari dalam rumah "awas aja, kalau aku sampai menemukan mu akan ku bunuh kau!!" ucap Naya dengan kesal.
"cobalah" ucap Xander yang tiba-tiba berada di belakang Naya.
Naya yang mendengar ucapan Xander, membalikkan badan nya dan di lihat nya Xander yang berdiri tegap dengan tatapan yang menyeramkan.
"glek" Naya menelan ludah nya dengan kasar sambil terdiam dan menatap Xander yang terlihat marah besar.
"ka-kamu sejak kapan diam disitu?" tanya Naya dengan gugup.
"tak perlu tau sejak kapan aku disini, karna ada hal penting lebih dari itu" ucap Xander.
"hal penting? apa?" tanya Naya.
"ada hubungan apa kamu dengan Axel?" tanya Xander.
"huh? kenapa dia tau Axel?" pekik Naya dalam batin nya.
Naya terdiam sejenak dan duduk di sebuah sofa, sambil memikirkan bagaimana bisa dia tau dengan Axel. Naya terus berpikir sambil memegang dagu nya sampai-sampai dia tak mendengar Xander memanggilnya.
"Kanaya Putri!!" teriak Xander.
seketika teriakkan Xander membuat Naya tersadar dari lamunan nya. Naya pun menoleh ke arah Xander dan mencoba menatap matanya.
"darimana kamu tau Axel?" tanya Naya.
"apa hubungan mu dengan dia?" tanya balik Axel.
"gak ada, hanya boss dengan karyawan nya" ucap Naya.
"apa? karyawan? sejak kapan kamu bekerja dengan nya?" tanya Xander.
"ahh sial! kenapa bisa keceplosan" desis Naya.
"jawab!" bentak Xander.
"itu baru kemarin" jawab Naya.
"buat surat pengunduran diri" ucap Xander meninggalkan Naya.
"tapi.. Xander!!!" teriak Naya, namun Xander tak mendengar panggilan Naya dan terus berjalan meninggalkan nya.
"Xander sialan, brengsek, kembali kau aku akan membunuh mu....!!! aaaarrgghhhh...." teriak Naya dengan penuh kemarahan dan berdiri dari duduk nya.
Naya kembali duduk dan memegang kepala nya sambil menunduk. "apa yang harus aku lakukan, kenapa dia seenaknya mengatur hidup ku" desis Naya.
Naya kembali berdiri dari duduk nya dan pergi ke dapur untuk mengambil minum. Naya duduk di dapur sambil memainkan gelas yang ada di hadapan nya. "keputusan apa yang harus aku ambil?" ucap Naya.
***
BERSAMBUNG...