NovelToon NovelToon
The Poor Girl

The Poor Girl

Status: tamat
Genre:Romantis / Patahhati / Konflik Rumah Tangga-Pernikahan Angst / Tamat
Popularitas:105.7k
Nilai: 4.9
Nama Author: Marta Linda

Bermodalkan ijazah SMA Elin mengadu nasib ke ibu kota berharap jalan itu dapat mengubah kehidupan orangtuanya yang hidup serba kekurangan. Namun harapan hanya tinggal harapan, baru tiga bulan bekerja Elin harus berhenti karena mengalami insiden di malam itu.

Elin Si gadis malang mengalami nasib buruk yang tidak pernah terbayang di benaknya, insiden malam itu menambah kepedihan di hatinya. Malam yang mengingatkan Elin akan hidupnya yang penuh luka dan kesedihan.

Adakah seseorang yang akan mengubah hidupnya keluar dari belenggu kesakitan?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Marta Linda, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Kau Tidak Mengingatku

Elin mengerjap, matanya beralih ke arah seorang wanita cantik yang bersama dengan Reyhan. Sekilas orang melihat akan menilai mereka adalah pasangan serasi, pria tampan dan wanita cantik.

"Siapa perempuan cantik itu?" bisik hati Elin

Meski Elin tau Reyhan sering kali gonta ganti pacar tapi hatinya merasa sakit melihat apa yang ada di depan matanya saat ini setelah satu tahun setengah tidak berjumpa.

Tidak ada niatan Elin untuk mendekat, dia hanya menatap dari kejauhan hingga sosok dua insan yang tampak akrab itu pergi dan menghilang dari bayangan mata Elin.

"Mungkin kau tidak mengingatku," lirih Elin sedih

Kepulangan Reyhan memang tidak di ketahui Elin, karena sejak pertemuan terakhir itu mereka tidak pernah menjalin komunikasi. Bahkan mereka tidak pernah bertemu.

Elin beranjak melanjutkan niatnya yang tertunda.

Pagi menyingsing, matahari memancarkan sinar. Elin mengerjapkan mata berulang-ulang menormalkan penglihatannya yang buram. Dia meregangkan otot, duduk dan bangkit dari tempat tidur.

Selesai dengan pekerjaan paginya Elin bersiap-siap akan berangkat ke sekolah.

Kini Elin sudah berada di dalam kelas, siap menerima pelajaran seperti biasa.

Tiga jam pelajaran sudah berlalu waktunya istirahat.

Elin melangkah keluar kelas hanya untuk duduk di depan kelas, dia tetap Elin yang dulu jarang ke kantin hanya beberapa kali saja. Tampak Elin Duduk di depan kelas dengan beberapa teman sekelasnya.

Mata Elin menangkap sosok laki-laki baik yang bernama Rico berjalan mengarah ke tempat dia duduk saat ini, dari jauh dia bisa melihat Rico tersenyum.

Elin membalas senyum itu, kini Rico mengambil duduk tepat di sebelah Elin. Jantung Elin berdebar, hatinya merasakan ada yang berbeda.

Tidak lama Rico membuka percakapan dengan salah satu anak yang sekelas dengan Elin, ternyata Rico ada keperluan dengan orang tersebut. Elin malu karna salah paham, dia pikir Rico menghampiri karena ingin dekat dengannya. Dia terlampau percaya diri, memalukan.

Elin berniat akan ke kantin guna menghindari Rico karena dia malu. Namun dia tidak ingin pergi sendiri ke kantin, akhirnya dia mengajak teman lain yang juga duduk di bangku panjang itu.

"Tati, temani aku ke kantin yuk!" ajak Elin

"Males ah, bentar lagi waktu masuk," tolak Tati karena jam istirahat sudah lama berlalu, artinya waktu istirahat tidak akan lama lagi berakhir

"Ayolah, aku haus pengen beli minum," pinta Elin dengan alasan

Saat Elin akan berdiri, dia melihat Rudi lebih dulu berdiri menghadap ke Elin dan tersenyum.

"Ayo, aku temani." Ucap Rico

Elin terperangah, lagi-lagi Rico membuatnya terkejut akan sikap baiknya itu. Rico melangkah lebih dulu, di susul Elin di belakang.

Elin senang, hatinya berbunga-bunga. Katakanlah dia merasa GE-ER sekarang. Tentu dia merasa ada sesuatu dalam hati pria ini karena kebaikannya. Elin benar-benar tersanjung.

Lagi-lagi dia mendapat perlakuan manis dari Rico yang tidak pernah dia dapatkan dari laki-laki mana pun sebelum ini.

Rico yang jalan lebih dulu menghentikan langkahnya untuk mensejajari langkah Elin.

"Kamu mau beli apa?" tanya Rico setelah mereka jalan beriringan

"Beli minum aja," jawab Elin ragu, karena bingung harus menjawab apa. Niatnya ingin menjauh justru membuat dia dan Rico jalan berdua.

"Kamu sendiri mau beli apa?" tanya Elin menoleh menatap Rico

"Aku gak beli apa-apa," jawab Rico

Mereka memasuki kantin hendak membeli minuman untuk Elin, namun bel masuk berbunyi. Elin menatap Rico seakan tatapan itu bertanya apakah mereka akan melanjutkan niat untuk beli minuman atau tidak ?

Rico mengerti, "bukankah kamu haus, beli saja aqua gelas," tutur Rico

"Baiklah," jawab Elin segera melangkah ke dalam kantin. setelah mendapatkan apa yang dia inginkan Elin keluar kantin.

Elin tertegun mendapati Rico masih menunggu sementara bel masuk sudah berbunyi beberapa menit yang lalu.

"Kamu belum ke kelas, ini sudah masuk," kata Elin

"Aku menunggu kamu, tidak mungkin aku meninggalkanmu tanpa pamit," kata Rico lembut menatap Elin

"Baiklah, ayo kembali ke kelas. Kamu keberatan kalau aku tidak mengantarmu ke kelas?" tanya Rico.

"Tidak, tidak keberatan sama sekali. Kita langsung ke kelas masing-masing aja, kelas kita berlawanan arah tidak mungkin kita kembali ke kelas bersama," jawab Elin cepat

"Baiklah, sampai jumpa," Rico tersenyum lalu berbalik, begitu pun Elin ikut berbalik. Mereka berjalan saling memunggungi menuju kelas mereka yang memang berlawanan arah.

Hati Elin menghangat, jantungnya berdebar-debar. Dia merasa senang, merasa di perhatikan.

Elin pernah mencintai namun tidak berbalas. Hatinya belum di miliki seseorang sehingga hatinya akan mudah jatuh ke dalam pesona laki-laki yang dekat dengannya.

"Dia laki-laki paling baik yang pernah aku kenal," bisik hati Elin

Elin tiba di depan kelas tampak anak-anak di dalam tengah ribut, sibuk berbicara satu sama lain, tidak tampak guru di dalam sana.

Elin masuk menuju bangkunya, namun Nina menghadang langkahnya.

"Kau dari mana saja?" tanya Nina

"Tidak biasanya kau terlambat masuk, aku mencarimu sedari tadi," ketus Nina

"Aku dari kantin," jawab Elin acuh, dia melanjutkan langkah setelah Nina memberi ruang.

Nina melebarkan matanya terkejut, "hah," mulutnya ternganga

"Mimpi apa kau ke kantin sampai jam masuk seperti ini?" sambung Nina

"Aku hanya sebentar ke kantin, aku ke kantin saat jam istirahat sudah akan berakhir," jawab Elin

"Kau ke kantin sendiri?" tanya Nina menyelidik

"Tidak," jawab Elin singkat

"Dengan siapa?" tanya Nina dengan dahi berkerut

"Kau sudah seperti wartawan, banyak tanya." Jawab Elin

"Kau tinggal jawab saja, apa susahnya?" kesal Nina

"Kau ke kantin tanpa mengajakku dan memilih pergi dengan yang lain," ketus Nina kesal

"Aku tidak melihatmu tadi, jadi aku putuskan ke kantin dengan Rico," jawab Elin

Nina melongo tak percaya, matanya melebar menatap Elin.

"Kau-," ucapan Nina terputus setelah Elin melanjutkan perkataannya

"Aku belum selesai bicara," jawab Elin cepat menyela perkataan Nina.

"Saat aku duduk di depan kelas tadi, aku merasa haus dan meminta Tati yang duduk bersamaku untuk menemani ke kantin. Tati menolak, saat itu ada Rico juga duduk di bangku yang sama. Dia menawarkan diri untuk menemaniku ke kantin," jelas Elin benar adanya.

Nina heran dahinya berkerut dalam menelisik wajah Elin apakah ada kebohongan di mata itu, namun dia tidak menemukan kebohongan di mata Elin. Dia paham akan sifat Elin yang tidak akan berbohong padanya.

"Kau yakin hanya itu?" selidik Nina yang tak percaya.

Jelas saja Nina tidak mempercayai yang baru saja dia dengar. Elin bukan tipe orang yang mudah dekat dan akrab dengan orang yang baru saja dia kenal.

Nina tau betul antara Elin dan Rico mereka sama-sama tidak saling kenal selama ini.

Mendengar cerita Elin, ini menunjukkan seolah mereka sudah sangat dekat, tentu Nina tidak yakin akan hal ini.

1
cat miauu🐈
season 2 udh ada kah
Kanjeng Netizzen
Masih senasib dgku dlu aq makan dg nasi anget dan sambal kdg jd hanya makan nasi dicampur garam terkdgpun dg ikan asih dan sayur bening itupun sudah merasa bersyukur masih bisa mengisi perut ,aqpun merasa bersyukur walau sederhana masih mendapatkan kasih sayang org tua bpk yg seorg buruh tukang ditetangga dan ibu seorg buruh tani
Indah050
yah sayang sekali...imam sama aku aja lah... huhuhu
Indah050
miss u imam
Indah050
aku kok jatuh cinta pada imam ya kak...
Indah050
hai kak aku mampir ya
Ety Purn@w@ty
Di Tunggu Season 2 Nya...😍😘😘😘
Mharta Lin: woke, baca juga kak novelku yg lain
total 1 replies
Ety Purn@w@ty
😥😥😥😥😥😥
Ety Purn@w@ty
Syukaaaaa 😘😘😘😘😘😘😘
Ety Purn@w@ty
Menyimak
ayyona
boom like yg tertinggal 😍😘
ayyona
yeayyy ditunggu season 2 😍😍😍😘😘
Ai
next up! semangat nulisnya thorr🤗
.
.
.
salam dari "Diakah Jodohku, Jodohku dari Kakaku "☺
Jangan lupa tinggalkan jejak 😉
Ismi Kawai
25 like menyusul smp akhir
Mharta Lin: makasih say, nti aku feedback
total 1 replies
Ismi Kawai
lanjut setoran
Felicia
Sudah ku Boom Like ceritamu Thor mohon balasannya yah thor singgah ke Ceritaku yang judulnya

🥰🥰🥰 Sad Marriage

🌺🌺🌺 My Poor Mama
Dessy Mariasari
dtunngu season 2 nya thor,,,, pnasaran sma imam heheheeh
Dessy Mariasari: siap sambil nunggu season ke 2 hehehe
total 5 replies
Khaira Della
cepet bgt endingny
Khaira Della
Reyhan aku pilih
Khaira Della
Sabar abah,
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!