NovelToon NovelToon
MIE AYAM BECEK (PESUGIHAN)

MIE AYAM BECEK (PESUGIHAN)

Status: sedang berlangsung
Genre:Horor / Hantu / Mata Batin / Iblis
Popularitas:146.3k
Nilai: 5
Nama Author: Pitriyani Calam

Karya ini dibuat dari hasil pemikiran Author dan hanya Rilis di Noveltoon.
Mohon maaf apabila ada kesamaan tempat dan nama karakter dalam cerita.

Pernah melihat tempat makan yang selalu ramai pengunjung?

Apa yang ada dalam benak kalian?

👉🏻 Rasa yang enak?
👉🏻 Viral?
👉🏻 Murah?
👉🏻 Instagrammable?
👉🏻 Pesugihan?

Jaman sekarang jarang sekali orang akan berpikir bahwa warung atau tempat makan tersebut memakai ilmu pesugihan khususnya untuk anak-anak muda yang kekinian.

Tempat ramai akan dengan cepat menjadi viral jadi mereka hanya beranggapan bahwa makanan ditempat tersebut lagi tren.

Apa masih ada yang menggunakan pesugihan?
Ada!!! mungkin hanya segelintir orang saja dan niat nya hanya untuk menarik pelanggan agar makan ditempat tersebut.

Ingat!!!
Saya tidak mengajak kalian untuk mempercayai hal seperti ini dan bagi yang tidak percaya mohon hormati orang yang memiliki kelebihan untuk hal spritual baik di dunia online maupun real.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Pitriyani Calam, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Meninggal

Malam harinya sebelum tutup warung bu Intan sering datang ke kedai untuk mengecek semua penjualan perhari nya.

"Ayo bu, pulang" ajak pak Min

"Iya pak" bu Intan

"Pak, penglaris kita berhasil ya" bu Intan berbisik

"Bicara dirumah aja" pak Min

Dirumah setelah membersihkan diri, pak Min selalu menyempatkan waktu diskusi dengan anak-anak.

"Fahmi, mana?" pak Min tidak melihat anak bungsu

"Belum pulang" Fatimah menjawab apa adanya

"Biasanya sudah ada dirumah berkumpul" heran dengan Fahmi yang tidak seperti biasa

"Lagi banyak tugas, pak" bu Intan menimpali

Pak Min membuka layar hp mencari kontak Fahmi.

📱Bapak

Dimana?

📱Fahmi

Di jalan, pak

📱Bapak

Pulang ya, hari ini bapak belum belanja. tunggu kamu di kedai nggak datang-datang.

📱Fahmi

Maaf pak

📱Bapak

Iya hati-hati di mengendarai nya.

Agus hanya melihat adiknya.

"Fahmi pulang, a" ucap Fahmi mencium tangan aa dan teteh nya sebelum pulang

"Jagain bapak dan teteh mu" Agus menepuk bahu Fahmi

Sekitar pukul 22.00 malam, Fahmi baru saja sampai rumah. Fatimah sudah menunggu cukup lama.

"Mau bicara berdua?" Fatimah melihat Fahmi

"Lagi nggak mood" Fahmi masuk ke dalam rumah

"Sebenarnya teteh masih kesal sama kamu. Kok tega membentak ibu cuma perkara ibu meminta mu datang ke kedai" ungkapan Fatimah

"Apa aku salah?" tanya Fahmi melirik Fatimah

"Masih bertanya salah? kamu punya pikiran dan bisa berpikir, bukan?" Fatimah

"Aku ada alasan sendiri kenapa melakukan itu pada, ibu." sahut Fahmi meninggalkan Fatimah seorang diri

Ada apa dengan anak itu. lirih Fatimah

"Adik mu sudah pulang?" tanya pak Min

"Sudah ada di kamar" Fatimah senyum

"Tolong panggil, bapak mau bicara" pak Min duduk bersandar

Fahmi duduk di depan bapak dengan santai seolah tidak ada masalah.

"Ibu cerita..." pak Min belum sempat berbicara panjang sudah di potong oleh anak

"Apapun yang ibu bicarakan pada bapak dan teteh, itu selalu menyudutkan aku. Jadi terserah dengan kalian apabila percaya ibu" sahut Fahmi menatap bapak tanpa rasa takut

"Huft" hembusan nafas bapak

"Bapak hanya minta tolong, jangan menyakiti perasaan ibu dan harus akur sebagai adik kakak" pak Min terlalu lelah

"Suatu saat, Fahmi akan membuktikan pada bapak dan teteh kenapa hari ini Fahmi melakukan kesalahan pada ibu" Fahmi masuk kamar lebih dulu

"Apa yang adikmu tau tetapi kamu nggak tau" pikir bapak melihat anak kedua.

"Fatimah akan mencari tau juga alasan Fahmi marah dengan ibu. Fahmi itu bukan anak yang melawan kalau hanya sekedar di minta bantuin bapak. Pasti ada alasan kuat" Fatimah menenangkan bapak

"Ibu bilang belakangan ini Fahmi bergaul dengan Arifin, adik ipar aa mu" pak Min kepikiran apa benar Arifin menghasut Fahmi

"Perubahan Fahmi bukan karena orang tetapi karena diri dia sendiri yang mulai goyah" Fatimah mencoba mengajak bapaknya agar tidak berburuk sangka sebelum ketahuan semua.

"Bapak istirahat dulu, ibu mu sudah tidur juga" pak Min mencium kepala Fatimah

Tring!!!

✉️ xxx

Fatimah

✉️ Fatimah

Nomor siapa ya ini?

✉️ xxx

Ternyata kamu belum save nomor ku, aku Mutiara

✉️ Fatimah

Astaghfirullah, maaf ya aku lupa banget.

✉️ Mutiara

Besok jadi ketemuan, oke. Aku tunggu jam 2 siang di cafe

✉️ Fatimah

Bagaimana kalau merayakan pertemuan kita di adakan di kedai bapak ku

✉️ Mutiara

Boleh dong, share aja lokasinya besok aku meluncur ke sana

✉️ Fatimah

Siap😊

Fatimah dan Mutiara adalah sahabat dari SMP hingga SMA. Saat kuliah Mutiara lebih memilih ke luar negeri sekalian untuk menekuni bisnis kakek nenek nya.

Bagaimana saat Mutiara tau jika orangtua dari sahabat memiliki penglaris atau pesugihan di kedai miliknya?

Pukul 02.00 dini hari.

"Dimana aku?" bu Intan berjalan menyusuri hutan

"Intan" ada yang memanggil namanya

"HEI, SIAPA KAMU" teriak bu Intan ketakutan

"HAHAHA" ketawa

"STOP!!! JANGAN GANGGU AKU" bu Intan masih berteriak menyusuri jalan setapak

"Aku butuh yang baru, Intan. HAHAHA" suara lantang

"Aku nggak paham" bu Intan berputar mencari sosok yang berbicara

"TUMBAL!!! ATAU KAU AKAN MATI" menggema suara itu

"AAAHHH NGGAK MAU. JANGAN" bu Intan berteriak dalam tidurnya dan membuat pak Min terganggu

"Bu, bangun" panggil Pak Min menggoyangkan tubuh istri

"JANGAN!!" bu Intan masih berteriak

"Astaghfirullah, bu. Bangun dong jangan bikin bapak takut" masih menggoyangkan tubuh bu Intan sedikit lebih keras

"Hah, hah" bu Intan ngos-ngosan seperti habis berlari

"Istighfar, bu" pak Min memberikan air minum

"Ibu kenapa? Mimpi apa sampai berteriak ketakutan" cecar pak Min

"Ibu mimpi, Fahmi memukuli ibu" berbohong demi tidak ketahuan

"Mana mungkin Fahmi melakukan itu, bu. Ini pasti karena ibu lagi kesal dengan anak itu" pak Min tidak habis pikir istrinya bermimpi yang tidak masuk akal

"Buktinya hari ini dia berani membentak ibu, pak" kekeh bu Intan

"Sudah lah istirahat lagi. Buang jauh-jauh pikiran jelek mu itu sama anak sendiri. Fahmi bukan anak yang pembangkang apalagi durhaka sama orangtua" lantang pak Min kembali tidur

Bagaimana ini, jin itu kembali minta tumbal. Ki Idam bilang hanya sekali doang tumbal anak manusia. Kalau aku abaikan apa yang terjadi dengan ku, aku nggak mau mati lebih dulu. Aku belum puas menikmati apa yang sudah di dapat saat ini. Dalam hati bu Intan akan berkonsultasi lagi dengan Ki Idam

Pagi hari yang sejuk dan dingin karena hujan mengguyur bumi ini membuat manusia-manusia enggan untuk beranjak dari tempat tidur mereka.

Innalilahi wa innailaihi roji'un. Telah meninggal dunia ibu Sarah Widyawati warga Rt 09 Rw 12 keluarga dari bapak Sumitro.

Terkejut bukan main saat mendengar pengumuman dari masjid.

"Itu bu Sarah yang teman ibu bukan?" tanya Fatimah

"Iya" bu Intan syok dengan apa yang dia dengar

"Emang sakit, bu. Beliau?" pak Min juga penasaran

"Kemarin teteh ketemu di warung depan sehat-sehat aja deh, pak" Fatimah yang menjawab

"Itu nama nya takdir. Seseorang nggak bisa mengubah sebuah takdir, tetapi seseorang masih diberikan kesempatan untuk mengubah nasib" timpal Fahmi memakai jas hujan

Fahmi hendak belanja kebutuhan kedai.

Pak Min dan Fatimah hanya menganggukan kepala menyetujui ucapan Fahmi.

"Hati-hati, ini masih hujan jalanan licin" perhatian Fatimah

"Bapak mau takziah deh ke rumah pak Sumitro, mau tau juga bu Sarah sakit apa. Ayo bu" pak Min bergegas bersiap sementara bu Intan masih diam membeku

"Bu, itu bapak ngajak takziah" Fatimah mengelus bahu ibu. Dia mengerti mungkin ibu nya tidak percaya apa yang dia dengar dari pengumuman masjid

Bersambung...

...🍈Happy Reading🍈...

1
kagome
tau tu bu intan. otaknya udah gk geser lagi tapi kebaliik😮‍💨🙏
kagome
tau tu bu intan. otaknya udah gk geser lagi tapi kebaliik😮‍💨🙏
Syaila Rifka
kok GK dilanjut lagi kk
Nur Bahagia
jangan2 nanti agam yg di jadiin tumbal oleh bu intan
Nur Bahagia
licik 🤨
Nur Bahagia
😅🤣
Nur Bahagia
nah kannn benerr tebakan ku
Nur Bahagia
ritual plus2 kayaknya.. makanya lama 🤭
neng ade
mungkin saat Pak Min pingsan sampai sekarang belum ada yang menolong.. wajarlah kalau Fatimah dan Agus gelisah
neng ade
semoga Yuslan dan Meisya berjodoh..
neng ade
semoga Meisha cepat sembuh dan cepat pulih kembali seperti semula
neng ade
hebat Yuslan ternyata tau banyak tentang sekte yang di ketuai Yoseph
neng ade
pak Min lagi ditemani sama Bu Intan maka nya jadi senyum-senyum..
neng ade
semoga cepat ketahuan kalau pak Min itu ikut perkumpulan sesat
neng ade
syukurlah istrinya Anwar mau terima Abdi dengan tulus
neng ade
ternyata sekarang pak Min udah tergabung dalam perkumpulan sesat itu
neng ade
semoga aja anak-anak nya pak RW ga kenapa kenapa
neng ade
lama-lama Ki Idam akan jadi korban juga
neng ade
ini novel nya udah lama juga ya thor saat mau puasa tapi aku baru Nemu dan langsung baca novelnya
neng ade
Alhamdulillah paman nya mau membantu.. semoga semuanya cepat terselesaikan
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!