Secret admirer,entah mengapa aku telat menyadari bahwa seseorang di sekitarku sering memperlakukan aku begitu istimewah.Seistimewah apapun hal yang ia lakukan padaku aku tak mau peduli dan tak mau ambil pusing karena bagiku,hidup dan pekerjaanku jauh lebih mengasyikkan daripada berpaling ke arah mengenal lawan jenis yang ujung ujungnya bikin sakit hati.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Kresentia Bano Kehi, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
17
Ray masih saja mendekap Rani,sampai Rani berkata "Nyaman ya?"
Ray melepaskan pelukannya dan tersenyum penuh arti.
"Maaf Rani,aku reflek...!!"Jawabnya membela diri.
"Bilang aja kalau suka!!"Gumam Rani dalam hati
"By the way makasih ya Pak Ray...sudah menyelamatkan aku."Ucap Rani sambil merogoh tasnya dan mengeluarkan tisu dan mengelap kening Ray yang terlihat ada butiran keringat sebesar biji jagung,hal itu membuat Ray semakin salah tingkah dengan perhatian Rani.
Ketika mereka sampai di depan kerumunan banyak orang,Rani berusaha menerobos masuk dan apa yang ia lihat ternyata seorang ibu terkapar sambil memeluk perutnya dan terlihat darah berceceran dan merembes dari bagian selang******nya dan terlihat luka menganga di bagian pelipis wanita itu.
Wanita itu tertabrak mobil saat mau menyeberang jalan,dengan cepat kilat Rani berkata "Saya seorang dokter,tolong jangan berkerumun biar ada udara yang masuk sehingga pasien bisa di selamatkan,Pak Ray telepon Ambulance secepatnya."Ucap Rani sambil melakukan langkah pertama menolong pasien kecelakaan yaitu resusitasi jantung paru,ia pun menekan bagian tengah dada wanita itu sambil memberikan nafas buatan pada wanita itu.
Beberapa saat kemudian wanita itu pun sadar dan membuka matanya ia pun melihat sekeliling dan yang pertama kali ia lihat adalah Rani,dengan ketakutan ia pun meraih tangan Rani dan berkata "Tolong bawa aku ke rumah sakit,tolong selamatkan aku...!!"Ucap Wanita itu iba.
Dari kejauhan tampak sebuah Ambulance mendekati mereka dan wanita itu langsung di naikkan dengan Brankar ke atas ambulance tersebut.
Ray yang melihat hal itu kaget bukan main karena ia tak menyangka kalau Rani menolong orang dengan kecepatan yang tak terduga.
Ray pun meraih tangan Rani dan menariknya dalam dekapannya.
Rani pun menatapnya dan berkata"Apa aku telah menjadi candu bagimu Tuan Ray?"Tanya Rani pada Ray.
Ray pun membalasnya dengan anggukan kepala.
Ray melepas pelukannya dan melihat pakaian Rani yang berdarah ia pun tersenyum.
"Yuk kita ganti pakaianmu dulu."Ucap Ray pada Rani.
Keadaan lalu lintas pun menjadi kondusif lagi dan Angga membawa mobil mendekati mereka.
Dimana mana banyak wartawan yang berusaha memotret Rani dan Ray,tapi tak diijinkan oleh para bodyguard bayangan Ray..
Dalam perjalanan ke mall dimana Ray membawa Rani untuk membeli pakaian,tanpa mereka sadari ternyata kedua tangan mereka masih saling menggenggam erat seakan mereka tak mau saling melepaskan.
Ray menatap wajah Rani dengan penuh kasih sayang dan tanpa sadar Ray mengecup kening Rani,di saat itu semua rasa tercampur aduk,jantung Rani seakan hampir copot.
"Apa ini pertama untukmu?"Tanya Ray sambil menatap wajah yang bersemu merah di sampingnya itu.
"Pak Ray lancang sekali...!!"Ucap Rani sambil mendorong dada Ray.
"Maaf,tapi aku tak bisa.menahan rasa ini terlalu lama Rani,sudah waktunya aku melepaskan belenggu rasa ini,aku tak bisa menahannya lebih lama lagi."Ucap Ray sambil kembali menggenggam jemari Rani.
"Tuan,kita sudah sampai di Mall...!!"Ucap Angga membuat Ray pun melepaskan jemari Rani dan tersenyum.
"Rani,ayo turun!!" Ucap Ray sambil turun duluan dari mobil kemudian diikuti oleh Rani.
Rani dan Ray menuju ke dalam mall dan memilih milih pakaian mana yang cocok dengan Rani.
Setelah memilih sepuluh pasang pakaian ia pun pergi ke ruang ganti dan mencoba semua pakaian itu dan alhasil semakin membuat mata Ray terpesona melihat Rani yang sangat cocok dengan semua pakaian itu.
"Sungguh sempurna makhluk ciptaanMu Tuhan."Bisik Ray dalam hati.
"Pak Ray mana yang bagus?"Tanya Rani pada Ray.
"Pelayan bungkus semuanya ya,"titah sang CEO pada pelayan di mall itu.
"Baik Tuan,ditunggu ya?"Ucap pelayan mall itu dan pergi membungkus semua pakaian yang dipilih oleh Rani.
"Pak Ray,kok banyak banget pak,aku kan cuma butuh satu saja."Ucap Rani pada Ray dan disitu Ray menilai kalau Rani adalah gadis baik yang tidak serakah.
"Itu aku yang kasih karena sudah membantu orang tanpa pamrih."Ucap Ray pada Rani.
"Ah itu kan wajar Pak Ray,sebagai manusia kita harus saling membantu satu sama lain,"ucap Rani lagi.
♡○°♡○°
Sesampainya di restoran...
"Pak Ray aku boleh usul kita ganti tempat makan?"Tanya Rani pada Ray.
"Ray pun menjawab boleh apapun yang Rani mau aku juga mau."Jawabnya sedikit terbata karena masih hetan dengan jantungnya yang semakin berdetak kencang.
Mereka pun berjalan kaki,tanpa sadar Rani menarik tangan Ray dan mereka berdua lun berlari lari mencari makanan yang enak di pinggir jalan tepatnya di pedagang kaki lima.
"Pak Ray ayo kesini."Ajak Rani pada Ray dan mereka berdua pun masuk ke dalam sebuah warung lesehan dan memesan makanan sesuai selera.
"Sate lilitnya dua porsi ya pak?"Ucap Rani pada pedagang warung itu.
Ray terlihat menutup hidungnya karena mencium aroma saluran di pinggir jalan yang membuatnya tak bisa.
Beberapa saat kemudian pedagang warung itu membawa pesanan mereka.
Rani yang sudah merasa kalau Ray seperti jij** dengan tempat itu sengaja tak mau tahu.
"Pak Ray ayo duduk kita makan,aku sudah lapar banget nih."Ucap Rani mempersilahkan Ray duduk di depannya. Tanpa aba aba Rani mencelup tangannya di mangkuk berisi air di depannya itu dan mulai makan.
"Pak Ray coba ini?"Ucap Rani sambil.menyodorkan sate itu ke mulut Ray yang sudah dari tadi merasa tidak nyaman.
Ray pun membuka mulutnya dan mencoba untuk memakan sate yang di suapkan Rani ke mulutnya.
Setelah mengunyah beberapa saat kemudian ia pun meminta tukang sate itu untuk memberinya lagi dua porsi dan ia sangat menikmati makanan itu.
"Pelan pelan saja makannya Pak Ray...!!"Ucap Rani pada Ray sambil ia mengambil tisu dan mengelap sudut bibir Ray yang penuh dengan bumbu sate.
"Mau tambah lagi?"Ucap Rani pada Ray yang terlihat kekenyangan.
"Cukup Rani...!!"Tolaknya halus sambil mengelus perutnya.
"Semoga saja aku tidaak sampai sakit perut ya?"Ucap Ray pada Rani.
"Ya nggaklah Pak Ray,takut banget aku biasa makan disini sama Amira kami sehat sehat saja dari dulu hingga sekarang."Ucap Rani lagi.
Akhirnya Rani menghampiri sang pedagang dan membayarnya.
"Berapa Pak?"Tanya Rani pada pedagang itu.
"Enam porsi tambah es jeruk dua sama krupuk seratus ribu."Ucap Pedagang itu.
Rani pun hendak.membayarnya tetapi Ray langsung menyodorkan dua lembar uang seratusan ribuan pada pedagang itu.
"Loh kok banyak,"tanya pria setengah baya itu pada Ray.
"Ambillah Pak ini sebagai ucapan terima kasih karena bapak sudah membuatkan sate lilit terenak yang baru pertama aku makan, dan sampai ketagihan."Ucap Ray sambil tersenyum.
"Puji Tuhan,terima kasih ya anak muda?"Ucap pria itu pada Ray.
"Ya, sama sama Pak!!"Jawab Ray halus.
°♡°♡°♡♡°♡°•♡••♡•○♡○♡○♡♡•♡•●♡•♡◇●♡●♡♡●TBC
CallmeEsy06
nanti tak lanjut lagi baca nya
wah ketemu lagi tanpa sengaja untuk ketiga kalinya.. ehhh dua apa tiga kali sih Rani dan Tuan Muda misterius itu.. lupa aku hhahaa wkwkwk🙈🙈🤣🤣🤣🤣🤭 benar² bakalan jodoh.
Adrian kenapa was was sekali.. apa dia punya musuh atau saingan?? 🤨🤔🤔
dan si pasti Adrian ini kenal bgt sma di Tuan Muda CEO misterius.. yg masih soko disembunyikan oleh Kak OTHOR. Yang bikin semua READERS PENISIRIN DAN KEPOOO BINGIITTT 😩😩😩😛😛😛🤣🤣🤣🤣🏃♀🏃♀🏃♀🏃♀
Lalu ngelamar diperusahaan.. kek mana otakku itu bekerja.. 😲🤣🤣
pasti bakal terstruktur rapi tuh cara kerjanyaa.. dua bidang kerja yang berbeda disatukan.. amaziing tuhh 😂😂🤣🤣
wahh sat set kagak sabaran sekali ya kamu Pria misterius Tuan Muda.. takut sekali jika gadis incaranmu diambil orang atau knp².😂😂
dan siapakah nama pria misterius seorang Tuan muda kaya raya???? /Shame//Shame//Doubt//Doubt//Doubt/
hmmm mamanya seorang pemilik butik, cakepp tuh bisa dibuatkan dress, gaun dan dll. Tapi enakk banget tuh jadi sahabatbya dpt dress gratiss tiss yang keren lagii.. ketiban duren runtuh drimana tuh yaa.. aku pasti mauu lahh yg gretongann.. 🤣🤣🤣