Kehidupan Ringgo yang selalu dibully tiba-tiba berubah saat ia tak sengaja bertemu dengan seorang gadis cantik yang ternyata seorang siluman.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Its Zahra CHAN Gacha, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Pitulas
*Buugghh!
Sebuah pukulan dari Denis berhasil membuat Dion langsung terhempas.
"Bangs*t!" Kembali Dion mengarahkan tinjunya ke wajah Denis, lagi-lagi serangannya meleset karena Denis berhasil menepisnya.
Karena kesal Dion mengambil sebuah kursi dan menghantamnya kepada Denis, seketika ia langsung melompat dan menendang kursi itu hingga hancur.
Semua siswa tampak ketakutan dan langsung berhamburan keluar meninggalkan kelas. Hanya Ningrum yang masih asyik menikmati camilannya.
Tidak lama bel berbunyi, namun tak ada siswa yang berani masuk ke dalam kelas, mereka tahu sangat berbahaya berada di sana apalagi pertarungan belum selesai.
Niger mengakhiri sarapannya dan menyuruh keduanya untuk berhenti.
"Sudah cukup, sebaiknya lanjutkan saja pertarungan kalian sepulang sekolah, sekarang saatnya belajar. Jangan sampai Guru marah karena kelakuan kalian!" tutur Ningrum kemudian memasukkan camilannya ke dalam tas
"Berisik!" seru Dion yang tak suka dengan Ningrum
"Sebaiknya lo cepat pergi atau gue akan menghajar lo!" hardik Dion menyuruh Ningrum untuk pergi
"Coba saja kalau berani!" sahut Ningrum begitu santai
Tentu saja jawaban Ningrum semakin membuat Denis mengagumi keberanian gadis itu.
"Cih," ia hanya tersenyum mendengar jawaban santai teman sebangkunya tersebut.
"Kau pikir aku takut denganmu hah!" Dion langsung menghampiri Ningrum
Saat ia hendak mengayunkan pukulannya kearah Ningrum dengan cepat Denis langsung menarik perempuan itu kedalam pelukannya.
*Wushh!
*Deg!
Denis merasa ada sesuatu yang saat bola matanya bertemu dengan mata indah Ningrum.
Ningrum langsung melepaskan diri dan menjauh dari Denis.
"Gak usah sok pahlawan gue juga bisa kalau cuma menghadapi curut seperti dia!" celetuk Ningrum membuat Denis langsung tertawa terpingkal-pingkal mendengarnya.
"Curut, wkwkwk kocak juga!" seru Denis tak berhenti menertawakan Dion
"Tunggu saja tanggal mainnya cewek gila, lo bakalan nyesel karena pernah menghina gue!" ancam Dion
Dion yang marah kembali menyerang Ningrum namun gadis itu langsung menghindar, membuat ia semakin marah dan menyerangnya lagi. Melihat Dion justru menyerang Ningrum membuat Denis merasa kesal dengan Dion yang dinilai terlalu baper.
"Sudah cukup, jangan menyerang cewek karena dia gak ada hubungannya dengan pertarungan kita," ucap Denis menengahi keduanya
"Apakah lo suka sama dia makanya lo berusaha melindungi cewek gila itu!" sindir Dion
"Tentu saja tidak, hanya saja aku melakukannya karena aku tidak suka melihat seorang laki-laki menyakiti perempuan," jawab Denis
"Munafik!" seru Dion kemudian melepaskan tinjunya dan kali ini ia berhasil melayangkan tinjunya ke wajah Denis.
Dion yang begitu bahagia langsung melompat gembira.
"Yeah, akhirnya kena juga!" serunya begitu senang
Denis mengusap wajahnya dan membalas pukulan Dion. Kali ini Dion terkapar. Dion Yang tak mau dikalahkan oleh Denis kemudian mengambil sebuah pisau dan berlari hendak menusuknya. Tentu saja hal itu membuat Ningrum merasa terkejut melihat kebrutalan Dion.
"Dasar iblis!"
Saat hendak memberitahu Denis, pintu ruang kelas terbuka. Ningrum masih mengamati Dion tanpa berkedip. Wanita itu berusaha mencari cara untuk menyelamatkan Denis.
Tak lama seorang guru berjalan memasuki ruangan kelas tersebut membuat Ningrum tak bisa berpikir panjang.
"Pagi Pak!" seru Ningrum berpura-pura menyapa sang guru.
Tentu saja Dion langsung merasa panik saat mengetahui guru masuk kelas. Ia segera menghentikan dan melempar pisau itu kepada Denis.
Dengan cepat Ningrum segera mengambil pisau itu dan membawanya pergi.
"Ada apa ini, kenapa kelas berantakan seperti ini!" seru pria itu sambil memperhatikan Denis dan Dion yang tampak mencurigakan.
Dion dengan luka lebam di wajahnya begitu pun dengan Denis.
Namun karena mendapatkan luka lebih banyak dari Denis, dan Ia terlihat lebih babak belur maka sang guru pun mulai menyimpulkan jika Dion tengah mengalami perundungan.
Siapa lagi pelakunya kalau bukan Denis. Toh satu sekolah sudah tahu jika Denis adalah preman nomor satu di sekolah yang suka merundung siswa-siswi di sekolah tersebut.
"Ini pasti kelakuan mu kan, entah sampai kapan kau akan tobat Denis. Padahal baru saja kepala sekolah memperingatkan dirimu untuk tidak berbuat onar lagi jika kau masih ingin bersekolah di sini, tapi lagi-lagi kau berbuat onar!" seru sang Guru
Mendengar ucapan sang Guru Dion pun tak tinggal diam. Ia langsung mengadu kepadanya dan mengatakan jika Denis yang sudah membuatnya babak belur.
"Aku tidak tahu apa yang ia inginkan dariku sehingga ia berbuat seperti ini padaku pak. Padahal aku tidak pernah mengusiknya, tapi dia dan teman-temannya malah mengeroyok aku hingga aku babak belur seperti ini bapak," ucap Dion memperlihatkan lukanya kepada sang guru
"Cih dasar culas, beraninya dia memfitnah gur padahal dia sendiri yang memulai perkelahian ini!" gerutu Denis
Sang guru tak mau mendengarkan pembelaan Denis. Mengetahui Sang guru tak mendengar ucapannya Denis pun memanggil beberapa teman dekatnya untuk bersaksi.
Namun tetap saja sang guru tak mempercayai ucapan mereka dan lebih percaya kepada Dion.
"Jangan banyak alasan, kamu memang selalu saja seperti ini, sebaiknya ayo ikut aku ke ruang kepala sekolah!" ucap sang guru kemudian menggiring Denis dan teman-temannya ke ruang guru.
Dion tampak senang saat melihat pemandangan tersebut. Setidaknya sakit hatinya masih bisa terobati dengan melihatnya di beri hukuman.
Dion pun menghampiri Ningrum yang sudah kembali ke tempat duduknya.
"Tunggu saja giliran mu nanti," bisiknya
"Kita kihat saja nanti!" jawab Ningrum dengan santai
pantesan ningrum tahan hidup 200th
ada hiburannya🤣
pak wisnu jadiin istri si nayra
tak jamin hidup pak wisnu jdi berwarna🤩
yg penting nyai seneng 😜
saling mencintai tapi tak bisa saling memiliki 🥺🥺🥺
berarti kemungkinan besar Nayra masih hidup donk
karena kamu baru aja membunuh Ringgo di depan mata Ningrum pula
yang ada malah kamu sendiri yang bakalan meninggal noooooh
gak bisa kebayang gimana paniknya Dion saat tahu mobil yang sedang di kendarainya bisa melayang di udara