***
cinta datang karna terbiasa, seperti itu yang terjadi pada barata lais menikah dengan tyas Luisa karna perjodohan orang tua, sedang Tyas yang sudah mempunyai seorang kekasih, tidak mau menerima pernikahan nya, bagi tyas pernikahan hanya sekedar menyenangkan ke dua orang tua nya semata sering nya mengabaikan kan sang suami, lambat laut Bara terbiasa dengan hadir nya sang adik ipar adik dari istri nya yaitu jihan Luisa kedua nya saling jatuh cinta karna terbiasa bersama,
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon rubyna, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
menyadari perasaan
Lea senyum senyum sendiri saat melihat sahabat nya itu datang sahabat nya itu selalu datang bersama kakak ipar nya, Bara sudah seperti supir pribadi untuk Jihan,
''Cie cie,'' goda Lea saat Jihan turun dari mobil Bara,
''Apa an sih gak lucu tau,'' ucap Jihan
''Seperti nya sekarang kamu lebih sering di anter sama kakak ipar mu itu, di mana mobil mu,'' tanya Lea ingin tau
''Aku lagi malas bawa mobil,'' jawab Jihan segera
''Ya lah sudah ada yang anterin, ngapain juga bawa mobil,'' sambung Lea
''Jihan,'' panggil Wira tergesa gesa menghampiri Jihan
''Ada apa,'' tanya Jihan mengerut kan kening nya,
''Ini buku mu kemarin ketinggalan di perpus aku sudah memanggil mu tapi kamu tidak dengar,'' ucap Wira meraih tangan Jihan dan meletak kan buku itu di atas tangan nya
''Oh makasih ya sudah menyimpan buku ini untuk ku,'' Jihan buru buru menarik tangan nya saat Wira terus menggenggam nya
''Masih ada kita ke kantin dulu yuk,'' ajak Wira yang kembali meraih tangan Jihan,
''Tapi aku sudah sarapan,'' Jihan kembali menarik tangan nya
''Kita ke kelas sekarang Jihan,'' ajak Lea saat melihat sorot mata Bara tajam melihat tidak suka Wira menggenggam tangan Jihan,
''Kenapa kakak ipar Jihan seperti itu ya,'' pikir Lea heran
''Siapa sih laki laki itu seenak nya main pegang tangan orang,'' geram Bara kesal saat hendak melakukan mobil nya bara melihat ada laki laki menghampiri Jihan dan teman nya,
''Jihan sudah ayok cepat,'' Lea menarik tangan sahabat nya itu saat Bara masih belum melajukan mobil nya, Lea seakan mengerti dengan arti tatapan tajam bara,
''Jihan kamu tidak lihat itu kakak ipar mu seperti nya tidak suka kamu dekat dengan Wira tadi,'' ucap Lea saat sudah jauh dari Wira
''Aku tidak melihat nya memang nya mas Bara masih di sana tadi ya,'' ucap Jihan karena memang diri nya membelakangi mobil bara
''Iya masih di sana dan melihat saat Wira memegang tangan mu dua kali,'' ucap Lea lagi,
''Biasa aja kali Lea, cuma tangan aja yang di pegang kok, bukan yang lain,'' kilah Jihan terlihat biasa sangat berlebihan jika Bara tidak suka lagian Bara hanya kakak ipar nya bukan kekasih atau orang yang sepesial
''Ya itu menurut mu, menurut kakak ipar mu lain, sampai terlihat kesal dan tidak suka, jangan jangan kakak ipar mu sudah mulai suka sama kamu jatuh cinta begitu,'' goda Lea lagi
''Jangan ngaco, mas Bara sudah menganggap ku seperti adik nya sendiri, karna itu terlihat kuatir,'' kilah Jihan
''Bukan kuatir tapi kesal dan tidak suka,'' sanggah Lea
''Sama saja,'' jawab Jihan cepat
''perasaan apa ini kenapa tiba tiba dada ku berdebar,'' gumam Jihan dalam hati, Jihan menoleh ke belakang melihat apa mobil Bara masih ada godaan Lea mampu membuat jantung nya berdebar
"kuliah yang bener nanti siang mas jemput untuk makan siang sekalian pulang, satu lagi jangan dekat dekat dengan pria,"
bara mengirim pesan di ponsel Jihan, gadis itu mengerut kan kening nya, melihat kata terakhir di pesan bara, Jihan tidak membalas tidak tau mau menulis apa
''Jihan,'' panggil Gita dengan sorot mata permusuhan
''Ada apa,'' jawab Jihan biasa saja,
''Sudah gue bilang kan kemarin sama Lo, jauhi Wira kenapa masih bandel dan terus mendekati nya,'' todong Gita penuh amarah
''Jihan tidak mendekati Wira, dia sendiri yang datang sama Jihan,'' ucap Lea menjelas kan
''Eh gembel gue gak ngomong sama Lo,'' ucap Gita dengan nada keras
''Jihan temen ku, aku tang lebih tau tentang Jihan di kampus ini,'' ucap Lea lagi
''Belagu sekali si gembel ini sekarang ya, jangan mentang-mentang temenan sama orang kaya sudah sombong,'' ucap Gita lagi
''Lagian Jihan tidak akan pernah suka sama Wira, gak level masih kuliah uang jajan juga masih minta orang tua, calon suami Jihan adalah Presdir cakrawala group,'' ucap Lea sedikit berbisik di akhir kalimat saat menyebut cakrawala group
Tidak mungkin Gita tidak tau, cakrawala group beberapa kali ayah nya pernah menyebut nama perusahaan itu,
''Lea sudah kamu ngaco terus dari tadi, Gita maaf ya aku duluan, kamu bilang saja sama wira jangan mendekati ku,'' ucap Jihan tidak memperdulikan Gita yang semakin kesal
''Lea kamu kenapa bilang mas Bara calon suami ku, dia itu kakak ipar ku tau, kalau ada yang tau bagai mana mereka akan menganggap ku mengambil suami kakak sendiri,'' ucap Jihan dengan nada kesal Lea selalu menggoda nya apa lagi tadi terang terangan bicara sama Gita
''Sudah lah Jihan, semoga saja filing ku salah,'' filing apa ketus Jihan
''Filing kakak ipar mu suka sama kamu,'' ucap Lea menahan tawa
''Leaa,'' Jihan melebar kan bola mata nya semakin kesal
Bara di kantor tidak bisa fokus melihat Jihan di dekati pria lain selain diri nya, bara yang mulai menyadari perasaan nya pada sang adik ipar mulanya menekan dan mengabaikan mengingat seluruh anggota keluarga akan tetapi semakin menekan perasaan nya bara semakin tidak bisa
''Pak Bara siang ini sambil makan siang bapak ada pertemuan dengan nona Marissa untuk membicarakan kerjasama kita,'' Julian datang membawa Map juga memberitahukan atasan nya tentang agenda bara siang ini,
''Kamu saja yang datang menemui nya aku ada urusan lain,'' tegas bara
''Tapi pak,''
''Aku pergi sekarang kalau aku tidak kembali setelah makan siang kamu hendel kantor,'' ucap Bara tidak memperdulikan Julian yang masih berdiri di depan meja nya
Bara sudah tau niat Marissa selain membicarakan tentang kerjasama Bara menilai Marissa selalu menggoda nya dengan berbagai cara mengenakan pakaian yang sangat minim memperlihat kan bentuk tubuh nya, sayang nya Bara tidak tertarik dengan wanita seperti itu,
Mau tidak mau Julian menemui Marissa, wanita itu terlihat sangat kesal sepanjang pertemuan bukan Bara yang menemui nya melain kan asisten nya padahal Marissa sudah menyiap kan semua nya, dandan secantik mungkin dan mengenakan pakaian yang memperlihatkan belahan dada nya yang sangat rendah,
''Sini biar aku sendiri yang menyerah kan berkas ini, besok aku akan ke kantor pak Bara,'' Julian menurut saja tidak menolak karna Marissa sudah memasuk kan berkas itu kedalam tas kerja nya,
''Sebaik nya anda datang besok sebelum makan siang, pagi sampai pukul sepuluh pak Bara ada meeting,'' terang Julian
''Ya sekalian aku akan makan siang dengan nya besok,'' jawab Marissa dalam hati gagal hari Ini masih ada hari esok
Marissa tidak akan pernah lelah dan menyerah untuk mendapat kan seorang Barata Lais presdir Cakrawala group mampu mendirikan perusahaan nya sendiri tanpa nama besar sang papa Wiguna Lais
mampir thor🙋
Sebenarnya Kalian berdua pemenangnya berhak bahagia🙂
lanjut Thor 👍🏻
harusnya membuat tyas bisa jatuh cinta sama Bara. bukan sama malah tergoda sama iparnya.
kalau semua suami seperti bara begitu mah itu laki laki
bukan lelaki setia.
Tapi semangat buat Authorny
Buat Tyas bahagia juga ya.. thor