NovelToon NovelToon
Tangan Kasar Suamiku

Tangan Kasar Suamiku

Status: tamat
Genre:Pelakor / Poligami / Selingkuh / Tamat
Popularitas:626.4k
Nilai: 4.7
Nama Author: Linda Pransiska Manalu

Laura, adalah seorang menantu yang harus menerima perlakuan kasar dari suami dan mertuanya.

Suaminya, Andre, kerap bertangan kasar padanya setiap kali ada masalah dalam rumah tangganya, yang dipicu oleh ulah mertua dan adik iparnya.

Hingga disuatu waktu kesabarannya habis. Laura membalaskan sakit hatinya akibat diselingkuhi oleh Andre. Laura menjual rumah mereka dan beberapa lahan tanah yang surat- suratnya dia temukan secara kebetulan di dalam laci. Lalu laura minggat bersama anak tunggalnya, Bobby.

Bagaimana kisah Laura di tempat baru? Juga Andre dan Ibunya sepeninggal Laura?

Yuk, kupas abis kisahnya dalam novel ini.
Selamat membaca!

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Linda Pransiska Manalu, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 17. Tabiat buruk Irina.

"Cinta yang kau agungkan dan dambakan selama ini, ternyata hanya fatamorgana. Luka yang kau toreh di hatinya kini berbalik melukaimu."

"Istrimu kemana saja sih, Dre. Ibu sudah capek berdiri terus di teras ini" gerutu Bu Maya pada Andre, karena telah hampir satu jam mereka menunggu, Irina, belum pulang juga.

Padahal kemarin, Andre telah wanti-wanti ke Irina, kalau Ibu dan adiknya akan datang kerumah.

Bu Maya menelepon Andre, kalau beliau dan Luna sudah sampai dirumah. Tapi rumah terkunci dan Irina tidak berada di rumah.

Andre terpaksa meninggalkan kafe dan kembali ke rumah memastikan ucapan ibunya.

Ternyata benar, ibu dan adiknya beserta barang bawaan mereka sedang di teras rumah, menunggu pintu dibuka.

Irina tidak dirumah, lantas kemana dia pergi? Ditelepon tidak aktif. Dichat juga tidak terkirim. Kemarin sudah diberitahu kalau ibu dan adiknya akan tinggal dirumah mereka.

Eh, malah pergi tanpa kabar.

Barang bawaan mereka teronggok begitu saja di teras, sehingga menarik perhatian para tetangga.

"Bang, Luna dah gak sabaran lagi. Mana dah lapar," ucap Luna kesal. Mukanya ditekuk masam, sambil menghentakkan kakinya.

"Sabar, bentar lagi pasti datang." Andre telah berulang kali menyuruh ibu dan adiknya bersabar. Sekalipun kesabarannya sendiri sudah memuncak!

"Seharusnya kamu itu megang satu kunci rumah ini. Jika ada hal darurat gini, 'kan gak repot." keluh Bu Maya lagi.

"Kali aja kak Irina gak suka kita tinggal di rumah ini, Bu. Makanya sengaja pergi." ucap Luna sewot.

"Sudah, jangan mikir macam-macam. Ngegas saja kamu," sergah Andre.

Sebuah gojek berhenti didepan rumah. Ternyata Irina. Irina buru-buru menghampiri suami dan ibu mertuanya.

"Ada apa ini, Bang. Kok teras rumah seperti pasar kagetan saja?" Irina memandangi barang-barang yang teronggok di teras. Wajahnya seketika berubah masam.

"Abang, 'kan sudah bilang kalau ibu dan Luna mau tinggal bersama kita." ucap Andre lembut, menyembunyikan kekesalan hatinya.

"Abang cuma bilang mau berkunjung bukan mau pindahan kesini," sungut Irina. Tidak suka kalau ibu mertua dan adik iparnya akan tinggal bersamanya.

Bu Maya terkejut melihat reaksi Irina. Bu Maya sama sekali tidak menduga kalau Irina menolak mereka. Padahal selama ini beliau selalu membelanya dihadapan Laura.

"Ya, sudah buat sementara ini biar ibu dan adikku tinggal disini dulu. Susah cari tempat kost. Ayo, mana kuncinya? Kami sudah capek nungguin kamu. Ditelepon pun gak bisa." Andre mengulurkan tangannya meminta anak kunci.

"Hape ku lowbet, makanya gak aktif."

"Kamu dari mana sih, lama begitu. Pergi juga gak pamit. Padahal 'kan sudah abang bilang kalau ibu mau datang." Andre menatap Irina tajam penuh selidik.

"Tadi aku ada urusan mendadak, bang. Yang tidak bisa aku tunda." Irina menyerahkan anak kunci. Ketara sekali sikapnya dingin menyambut mertua dan adik iparnya.

"Ayo, masuk, Bu!" ucap Andre setelah pintu terbuka. "Rina, bantuin Ibu masukkan barang-barang dulu, abang mau ke toilet." Andre bergegas masuk kedalam rumah menuju kamar mandi.

Sejak tadi dia menahan perutnya yang sakit.

"Rencananya berapa hari ibu tinggal disini?" tanya Irina ketus. Setelah Andre pergi.

"Berapa hari?" Bu Maya balik bertanya. Belum juga dia masuk sudah ditanya kapan pergi. Benar-benar terlalu.

"Iya, Ibu gak usah pura-pura bingung. Tadi Bang Andre, 'kan bilang, kalau ibu cuma sementara aja disini."

"Kamu keterlaluan sekali, Irina. Rumah ini adalah milik anakku, ibu berhak tinggal disini sampai kapanpun," kecam Bu Maya kesal.

Bu Maya tak menyangka sama sekali kalau tabiat Irina seburuk itu. Berbanding terbalik dengan Laura sekalipun sering membuatnya kesal tapi belum pernah sekasar itu sikapnya.

Baru akhir-akhir ini suka melawan dan akhirnya minggat dan membalasnya seperti ini. Karena perlakuan kasarnya sendiri pada menantunya.

Berbeda dengan Irina, yang direstuinya dan bahkan selalu dia bela dihadapan, Laura. Ternyata seperti ini sifat aslinya.

Lantam* ( tidak sopan ) sama orangtua.

"Pokoknya Irina tidak mau tau, ibu harus cari tempat tinggal secepatnya." Irina melangkahi beberapa barang didepannya. Masuk kerumah tanpa membantu Bu Maya.

***

"Bagaimana kak, rumahnya cocok gak?" tanya Mila, saat membawa Laura melihat-lihat rumah yang mau dia beli.

"Sepertinya cocok. Hanya saja terlalu menjorok kedalam. Kakak berencana mau buka usaha warung makan atau resto mini." ucap Laura. Sambil mengamati setiap sudut rumah.

"Oh, kakak mau sekalian buka usaha, ya. Aku kira cuma buat hunian saja. Kebetulan sekali aku tau tempat yang cocok buat tempat usaha, kak. Tapi, kalo gak salah sih, ngontrak. Bukan beli."

"Kita kesana aja siapa tau cocok. Biarpun ngontrak," ucap Laura.

"Baiklah kak," Dengan mengendarai sepeda motor, Mila membawa Laura ke tempat yang dia sebut di sekitaran jalan Sudirman. Tempatnya ramai karena dipinggir jalan.

Setelah bertemu sang pemilik toko, dan memeriksa ruko itu, Laura merasa tertarik. Karena letaknya yang strategis, dan dekat dengan lingkungan sekolah dan perkantoran.

Hari itu juga, Laura melakukan pembayaran, kontrak selama dua tahun. Pemilik ruko bersedia merehab dulu, beberapa sudut ruko yang rusak. Juga mengganti cat ruko yang telah kusam.

Perhitungan merehab makan waktu satu atau dua minggu. Untuk sementara Laura dan Bobby akan menginap di hotel.

"Kak, kalau kakak mau, buat sementara tinggal saja di rumahku kak. Aku hanya tinggal berdua dengan ibuku. Bisa menghemat pengeluaran kakak sebelum ruko itu selesai direhab." Mila menawarkan agar Laura tinggal dirumah mereka saja.

Tapi, Laura menolak karena merasa tak enak. Laura tidak ingin merepotkan keluarga, Mila. Apalagi mereka baru saling kenal.

"Makasih ya dek Mila, tawarannya. Kakak sangat terharu atas kepeduliannya. Padahal kita baru kenal." ucap Laura penuh haru.

Ternyata masih banyak orang yang mau peduli padanya. Tadinya Laura ragu untuk memutuskan tinggal di kota dengan ikon buah salak ini.

Setelah bertemu orang-orang yang baik dan peduli padanya, membangkitkan semangatnya untuk menata ulang kehidupannya.

***

"Luna....!" teriakan Irina bergaung di rumah kediaman Andre. Lengkingan suara nyaringnya menghentakkan Bu Maya dari tidur siangnya.

"Ada apa Irina. sampai teriak-teriak gitu." Bu Maya menghampiri Irina yang tengah rebahan di sofa.

"Aku haus, Bu. Mana Luna?"

"Lha, Luna 'kan masih sekolah,"

"Kalau begitu, ibu saja yang sekalian ngambil air minum untukku," sahut Irina angkuh.

"Apa! Kamu pikir ibu pembantumu ya. Makanya seenak perutmu menyuruh ibu!" beliak Bu Maya.

"Oke, jika ibu keberatan sekalian saja pergi dari rumah ini." ancam Irina.

Bu Maya bungkam seribu basa. Tidak tau harus menjawab apa. Akhirnya Bu Maya mengaambilkan air putih seperti yang disuruh Irina.

Didalam hatinya Bu Maya mengeluh panjang pendekya. Melihat ulah Irina yang memperlakukannya seperri seorang pembantu.

Untuk mengadu kepada Andre pun dia tidak berani. Bu Maya tau kalau saat ini anaknya tengah terguncang, karena ulah menantunya, Laura.

Belum lagi keuangan mereka yang turut terguncang. Penghasilan dari kafe tidak seperti dulu lagi.

Selain karena dibagi untuk menyicil rumah yang saat sekarang ini mereka huni, juga karena kepemilikan kafe yang terbagi dua.

Tentu saja hasilnya tidak memadai lagi.

Bu Maya benar-benar berpijak di atas bara. Tidak tau harus berbuat apa lagi. Irina yang selalu mengancamnya membuat dirinya tidak tenang dan selalu was-was.

Belum lagi sikap Luna yang tidak betah di rumah sejak mereka pindah. Luna makin sering keluar rumah atau sering terlambat pulang sekolah.

Setiap kali ditanya, alasannya karena tidak betah di rumah.

Semua itu memengaruhi kesehatan Bu Maya. Pikirannya yang tidak tenang dan shock saat memergoki Irina membawa seorang pria kekamarnya.

Bu Maya jatuh sakit *****

1
Lily Gouw
çere aj tinggal pergi.suami durjana.ringan tsngan.mertua jahat.najong🙄🤣
Evitha Win's
dasar pelakor murahan, sdh di kasih krja eeehhh keenakan mau tusuk nyonya dari belakang. mmng enak di pecat tanpa syarat😁😁
Ika Marbun
walaupun saya bacanya sudah tamat duluan ttp Mauliate ya Mak
Ika Marbun
syukur ya ada plafon yg terima penulis novel pemula🤩🫠😚 karena saya juga ada teman yg kisahnya Seperi ini the real life.
Yuningsih Nining
Luna bicara terbuka ah tentang hidupmu nnti ,Ryan berusaha deket²in kamu itu...,suatu klo dia(Ryan) jg klg nya tulus Terima masa lalu kamu dan Ryan benr² nembak kamu , pertimbangan lah....
Linda pransiska manalu
sudah bun, kenapa rupanya Bun?
Yuningsih Nining
halaah si ratih in bau²i bibit pelakor kayaknya ini, iiih gatau diri bangett
Harlina SH
apa sudah tanat cerita Laura dan Luna ini ator
Yuningsih Nining
klo iya itu arumi masih ada,berarti mark di bohongi dong,
Yuningsih Nining
arumi, bukan nya udh meninggal dan kt nya wktu itu yng tersisa sweater nya yng dikit gk ikut kebakar?,
Yuningsih Nining
akhir nya si andre tau klo si Luna ade nya ternyta liar
Yuningsih Nining
ibu sm anak sama² gak nyadar ini... klo yng terjd sekarang bs saja akibat ulah²!nya selama jd suami jg mertua nya laura
Yuningsih Nining
bwntar lagi ilang yng km bangga²in jg famor
Yuningsih Nining
Laura berpura bodoh utk klg andre
otak manipulasi mulu km ndre, nyatanya Laura pinter sukurin kelimpungan ilang Laura sm Boby
rama
serasa di ulang² ceritanya
Omah Tien
kenapa sudah 10 th br ketemu sudah kawin lg kasia laura
Omah Tien
lagian mau bertahan sudah ketauan
Yusan Lestari
seru seruuu bgus 👍
Yusan Lestari
mariii
nay
suka sama karakter mark
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!