Bahaya!
Seorang gadis manis menjual dirinya sendiri pada kakak iparnya. Kirana namanya dia mendapat perlakuan sadis dari sang suami yang menyuruhnya menjadi wanita malam.
Kirana tidak pernah di sentuh oleh suaminya, sehingga hubungan terlarang antara dirinya dan kakak iparnya perlahan menjadi sebuah kerangka cinta.
Mampukah cinta mereka meruntuhkan norma, dan membebaskan Kirana dari cengkeraman suaminya?
Simak kisah lengkapnya dalam Novel Pelacur tapi Perawan.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon LIXX, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Status
Violet yang merasa di acuhkan tak terima dengan perlakuan Alvin dan Kirana, dia menghadang langkah Kirana.
"Heh jelek, asal kamu tahu aku adalah calon nyonya di sini. Kamu berani sekali mengabaikan ku." Violet menekan dada Kirana.
"Oh, aku gak perduli tuh. Minggir aku ngantuk." Kirana kembali melangkah dan menyenggol lengan Violet.
"Dasar jadi Pelacur saja kau bangga!" Kirana menghela nafas, dia berbalik dan menatap tajam ke arah Violet.
"Meski aku Pelacur tapi aku berhasil membuat calon suami yang kau katakan itu merem melek, heh dasar wanita pajangan." Violet tertegun, benarkah yang di katakan wanita itu pikirnya.
"A...apa? Ka..Kamu hamil anak Alvin?" Dengan suara terbata bata Violet bertanya dengan nada khawatir.
"Ya, terus kamu pikir ini anak Jin HEH?" Dengan berani Kirana menentang Violet, kepala pelayan yang memperhatikan di bawah cukup terhibur dengan kata kata Kirana barusan.
"Ta..tapi Alvinkan dia.." Violet ingat saat dirinya menggoda Alvin dengan berbagai cara namun kejantanan Alvin tak pernah bangun dengan sentuhannya.
"Ah aku lupa memberi tahu, kekasih Alvin yang sesungguhnya adalah orang yang sudah tidur dengannya, apa kau sudah melakukan itu?" Kirana yakin bila Alvin tidak pernah melakukan hal demikian kecuali dengannya.
"Aku, tentu saja." Kirana terkekeh dan meninggalkan Violet begitu saja dan memasuki kamar Alvin dengan santainya, Violet murka saat menyaksikan hal tersebut namun Alvin keburu datang.
"Alvin.." Dengan manjanya Violet bergelayut di leher Alvin, Alvin merasa risih dengan Violet.
"Minggir!" Ucap Alvin membanting lengan Violet dan memasuki kamarnya, di sana nampak Kirana yang tengah berdiri di dekat jendela menikmati susu yang semula di buatnya.
"Sayang, aku dan Violet itu..." Alvin belum selesai menyelesaikan kalimatnya dia langsung di acuhkan oleh Kirana, Kirana nampak tak melihat kehadiran Alvin matanya sayu dan lesu.
"Aku mau tidur." Ucap Kirana langsung membaringkan tubuhnya setelah menyimpan gelas kosong di atas meja kerja Alvin, Alvin sadar pasti ada sesuatu yang sudah di ucapkan Violet yang membuat Kirana sakit hati.
"Baiklah, aku selesaikan dulu semuanya." Alvin mengelus kepala Kirana dari belakang dan mengecupnya sekilas, saat Alvin menutup pintu Kirana merasakan air dari matanya mengalir membasahi bantal.
Kirana status mu hanya wanita bayaran di sini, jangan berharap lebih. Ucap batin Kirana berusaha merasakan kepalanya yang seolah berputar.
Di luar kamar Violet melihat Alvin dengan wajah marah, Violet mendekat dan hendak mengecup pipi Alvin namun langsung di hentikan Alvin.
"Penjaga!" Alvin murka dan melotot dengan mata memerah, beberapa penjaga mendekat dan merasa takut dengan amarah Alvin yang nampak tidak mudah di jinakkan.
"Ya Tuan." Semua penjaga menghadap dan menundukkan kepalanya, Violet juga terkejut dengan amarah yang terpancar dari mata Alvin, kenapa Alvin bisa sejarah itu pikirnya.
"Siapa yang mengizinkan wanita ini menginjakkan kaki di kediaman ini?" Alvin menatap tajam seperti pedang yang menghunus para penjaga itu.
"Ampun Tuan, Nona ini memaksa masuk dan mengancam kami atas nama Tuan, dia juga mengatakan sudah mendapatkan izin dari anda." Jawab salah satu penjaga, Alvin tersenyum getir.
"Baik, bila itu mau mu." Alvin mencengkeram pipi Violet dan melemparkannya ke tepi tangga.
"Seret dia ke luar, siapapun yang mengizinkan wanita ini masuk akan tahu akibatnya!" Alvin melepas dasinya secara paksa dan kembali memasuki kamarnya.
"Alvin, apa apaan kamu hah? Aku wanita mu hei.." Teriak Violet murka, Alvin menghentikan langkahnya saat dia menatap Kirana yang berdiri di hadapannya.
Kirana berjalan ke arah Violet dan menunduk, mata Kirana menampakkan kekhawatiran dan juga rasa marah, namun bila benar Violet adalah kekasih Alvin maka di sini dirinyalah yang bersalah.
"Katakan sekali lagi, apa kamu benar benar kekasih Alvin?" Kirana menatap benci dan rasa ingin tahu.
"A..Aku.. dan dia.." Alvin memeluk Kirana dari belang dan menatap benci ke arah Violet.
"Violet bukan siapa siapaku." Ucap Alvin menghentikan ucapan Violet, memang benar boro boro tidur dengan Alvin Violet bahkan tidak pernah mendapatkan ucapan cinta dari Alvin.
"Aku tidak bertanya kepadamu." Ucap Kirana melepaskan pelukan Alvin, namun Alvin tidak perduli dan terus memeluk Kirana.
"Violet, aku tanya padamu, kapan aku menyatakan aku mencintaimu? Aku bahkan tidak pernah mengatakan kata itu pada siapapun selain wanita di pelukan ku, bahkan meski aku mabuk sekalipun hanya ada satu wanita dalam pikiranku, kau pasti tahu itu bukan?" Violet menelan salivanya, benar meski Alvin dalam kondisi mabuk parah hanya akan ada satu nama yang di ucapkan olehnya yaitu KIRANA.
"Aku tegaskan sekali lagi, aku tidak pernah memilki perasaan apapun kepadamu meski itu seorang teman, jelas!" Kirana merinding mendengar penuturan Alvin barusan.
"Ta..tapi.. waktu itu?" Violet ingat di mana malam itu Alvin meminta Violet untuk menggodanya, meski anu nya Alvin tidak bangun sedikitpun.
"Waktu kapan? Aku bahkan tidak ingat aku memilki kebersamaan denganmu." Mata Violet berkaca kaca, benar saja malam itu juga bukan hanya ada mereka berdua tapi banyak wanita lain dan juga teman teman Alvin yang lain juga.
"Kamu jahat Alvin!" Teriak Violet namun Alvin tak menggubris dia melihat Kirana yang kini tak berontak dalam pelukannya.
"Aku tidak suka bila kamu mengganggu kehidupan ku, apalagi menganggu wanita ku!" Bentak Alvin tegas dan langsung mengangkat tubuh Kirana. Alvin membawa Kirana memasuki kamarnya dan mendudukan wanita itu.
"Maaf tadi itu.." Alvin menunduk di depan Kirana, Kirana juga diam dia menatap wajah sendu Alvin, Kirana sadar bila rasa cinta pria itu pada dirinya mungkin melebihi apapun.
"Aku tidak apa apa, hanya saja status kita ini aneh." Kirana berucap dengan ragu ragu namun dia yakin bila Alvin sadar dengan itu.
"Tidak apa apa, tolong menikahlah dengan ku." Alvin merasa lemas, mungkinkah keinginannya akan terwujud atau hanya akan menjadi angan angan saja.
"Aku bahkan tidak memilki kartu identitas." Tutur Kirana mengangkat wajah Alvin, Alvin duduk di samping Kirana.
"Itu semua sudah ada, dan sebenarnya.." Alvin mengatupkan mulutnya, dia takut Kirana marah padanya bila mengatakan apa yang sudah dirinya lakukan.
"Sebenarnya?" Kirana menatap Alvin dalam dalam, Alvin menghela nafas tajam lidahnya kelu untuk mengatakan apa yang sudah dia kerjakan beberapa hari kebelakang.
"Berjanjilah untuk tidak marah ya." Kirana mengangkat alisnya, Alvin memberikan kartu identitasnya pada Kirana dan mata Kirana tiba tiba membulat melihat hal tersebut.
Status Alvin dalam kartu tersebut adalah Kawin, itu artinya Alvin memilki wanita lain selain Kirana, pikir Kirana. Mata Kirana terasa panas kemudian dan menatap sendu ke arah Alvin yang tengah mengeluarkan dua buah buku kecil.
Bersambung...
Mbak baru mau maraton lagi dikarya kak Nuah yang sudah tamat
ceritanya bagus👍👍