Beby gadis berumur 21th yang bekerja sebagai OB disebuah perusahaan besar,banyak orang yang ingin bekerja di perusahaan tersebut meskipun hanya sebatas OB.
Dan sial nya Beby yang sedang mengendarai motornya ia hampir saja menabrak seorang anak laki-laki berumur 4thn,yang entah datang dari mana anak itu tiba-tiba ada didepan motor Beby.Membuat Beby mengerem mendadak dan ia jatuh,untung saja tidak menabrak bocah itu.
" Aauww " Pekik Beby yang merasakan kakinya sakit
" Siapa anak itu,kenapa bisa berkeliaran di jalan " Ucap Beby bangkit dan menghampiri bocah itu
" Sayang kamu tidak apa-apa" Tanya Beby dengan lembut ia berjongkok di depan bocah itu
" Momy " Ucap bocah itu membuat beby kaget karena dipanggil momy oleh bocah itu
Bagaimana tidak kaget Beby baru umur 21th dan ia belom menikah bahkan pacar pun tak punya, bagaimana Beby bisa mempunyai anak yang berumur 4thn.Dan herannya kenapa bocah itu memanggil nya dengan kata momy??
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Mentari, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
17
Saat menidurkan Sean Baby juga ikut tertidur disamping Sean mungkin Baby lelah, tak terasan hari sudah mulai sore dan Baby baru terbangun dijam 4 sore sedangkan Sean masih terlelap disamping Baby sembari memeluk Baby.
Ahh Baby merasa sudah memiliki Anak tanpa melahirkan terlebih dahulu,Baby mulai menyesuaikan pandangan dan menatap di sekeliling kamar Sean.
" Astaga aku ketiduran,Jam berapa ini " Ucap Baby melirik jam weker yang ada dinakas
" Ya ampun ternyata sudah sore, kenapa aku bisa ketiduran " Ucap Baby
" Hem Mommy " Guman Sean dengan suara serak khas bangun tidur
" Sean dah bangun " Ucap Baby melirik ke samping
" Hem jam berapa Mom " Tanya Sean yang masih memejamkan matanya
" Jam 4 apa Sean mau mandi " Tanya Baby
" Hem " Ucap Sean bukanya bangun justru Sean mempererat pelukannya dan kembali mendengkur pelan
" Astaga katanya mau mandi kenapa tidur lagi " Ucap Baby melihat tingkah lucu Sean
" Ya sudahlah biarkan saja aku akan mandi terlebih dahulu " Ucap Baby
Baby menyingkirkan tangan Sean dengan sangat hati-hati takut bisa membangunkan Sean yang terlelap lagi,Baby akan mandi terlebih dahulu setelah itu baru turun ke bawah.
Sedangkan Sean dibiarkan tertidur lagi biar Sean bangun dengan sendirinya,toh ini masih jam 4 sore Saga juga belum pulang.
Baby menghampiri koper untuk mengambil pakaiannya yang kebetulan dibawakan oleh Pak Jon di kamar Sean, setengah jam kemudian Baby telah selesai dengan ritual mandi dan ia langsung ke bawa tanpa memoles wajahnya.
Saat Baby hampir selesai menginjakan kakinya di tangga tiba-tiba seseorang memanggil namanya.
" Nona sudah bangun " Ucap Bi Ima
" Ah iya Bu maaf aku tadi ketiduran" Ucap Baby menunduk karena merasa bersalah
" Ah tidak apa-apa Nona, apa Sean sudah bangun " Tanya Bi Imah
" Belum Bu tadi Sean tertidur lagi" Jawab Baby
" Jangan panggil Bu panggil Bi Imah saja seperti yang lain"Ucap Bi Imah
" Iya Bu .. eh maksudnya Bi Imah " Ucap Baby tersebut canggung
" Tidak perlu canggung bukanya kita sudah pernah ketemu sebelum " Ucap Bi Imah ramah
" Saya belum terbiasa aja Bi " Ucap Baby
" Apa Nona Baby mau makan " Tanya Bi Imah
" Ah tidak Bi, saya kesini ingin membuat kalian " Ucap Baby
" Tidak perlu Nona disini udah mendapatkan pekerjaan masing-masing " Ucap Bi Imah
" Tapi aku ingin membantu Bi, aku tidak tau haru apa karena Sean masih tidur " Ucap Baby
" Ya sudah kalau Nona Baby memaksa " Ucap Bi Imah
" Oh ya Bi, panggil saya Baby saja tidak perlu Nona " Ucap Baby
" Tidak Nona,saya memang harus memanggil anda dengan sebutan Nona " Ucap Bi Imah
" Tapi itu tidak perlu Bi,saya sama ko seperti lainnya bekerja di sini " Ucap Baby
Sungguh Baby tidak merasa nyaman saat orang orang memanggil nya dengan sebutan Nona, Baby rasa ia sama seperti pekerja lainnya yang ada dirumah ini tidak ada bedanya.
" Anda berbeda Nona " Batin Bi Imah
" Saya tinggal kebelakang dulu Nona " Ucap Bi Imah tersenyum ramah ke Baby
" Ah iya Bin" Ucap Baby
Sepeninggal Bi Imah Baby bengong sejenak karena ia binggung harus melakukan apa, telinga Baby mendengarkan suara dari arah dapur mungkin para pelayan sedang masak.
" Lebih baik aku membatu merek masak, toh Sean belum bangun " Ucap Baby tersenyum dan ia berjalan menuju ke arah dapur
Sesampainya didapur ada tiga pelayan sedang sibuk memasak sampai ia tidak menyadari ke datang Baby disana.
" Apa aku boleh membatu kalian " Ucap Baby berhasil mengalihkan pandangannya mereka ke arah Baby
" Nona Baby " Ucap mereka
" Baby panggil aku Baby saja tidak usah Nona" Ucap Bany protes dengan wajah masamnya
" Maaf Nona ini sudah peraturannya" Ucap Mereka menunduk
" Huuh ya sudah terserah kalian saja " Ucap Baby pasrah
Mau bagaimana pun Baby berusaha mencoba mengubah panggilan mereka kepadanya tetap saja tidak bisa dan meraka akan menjawab sama
Ini sudah peraturannya.
Karena mereka semua sudah di beritahukan eh kepala pelayan untuk memanggil Baby dengan sebutan Nona,mereka yakin jika kepala pelayan mengatakan tersebut pasti diperintahkan Oleh Asisten Bram mereka tidak berani membantah.
" Apa Nona ingin makan, masakannya hampir selesai Nona " Ucap Satu Pelayan
" Ah tidak saya kesini untuk membantu kalian " Ucap Baby
" Tidak perlu Nona karena ini hampir selesai, Nona bisa menunggu di meja makan " Ucap Pelayan tersebut
" Tidak aku tidak mau menunggu, aku kesini ingin membantu kalian karena aku mau" Ucap Baby tegas
Seperti Baby harus tegas jika berhadapan dengan mereka bukanya Baby merasa berkuasa tapi jika tidak digituin mereka akan menolak Baby.
Pelayan itu pun melirik ke pelayan lainya dan salah satu dari mereka menganggukkan kepalanya menandakan setuju.
" Baiklah jika Nona memaksa " Ucap Pelayan tersebut
" Maaf jika aku terkesan keterlaluan kepada kalian, karena kalau saya tidak begini pasti kalian akan menolak bantuan dari saya " Ucap Baby tak enak hati
" Ah tidak apa-apa Nona, justru kamu mereka senang bisa dibantu oleh Nona " Ucap Pelayan tersebut dengan senyuman
Baby pun mulai membantu mereka menyiapkan makan malam,Baby merasa senang bisa membantu mereka notabenenya Baby yang suka memasak.
Jadi tidak sulit bagi Baby melakukan bekerja dapur ditambah alat perlengkapan didapur sangat lengkap, terbanding terbalik saat ia di kontrakan hanya ada kompor panci dan wajan pisau alat dapur seadanya.
" Wah disini perlengkapannya sangat lengkap dan canggih canggih " Ucap Baby mencairkan suasana karena merak sejak tadi tidak ada yang mengobrol
" Iya Nona karena Taun Saga melengkapi fasilitas ini untuk kita agar mempermudah saat kita memasak " Ucap Salah satu pelayan
" Apa kalian sering membuat roti " Tanya Baby
" Sering Nona karena Den Sean sangat suka dengan roti apalagi roti kering Den Sean sangat suka " Ucap Pelayan
" Oh yah, kalau gitu nanti aku bisa minta diajarin kalian bagian membuat roti kering ke suakan Sean " Ucap Baby dengan antusias
" Den Sean suka semua jenis roti kering Nona, Den Sean tidak pemilih " Ucap Pelayanan
" Wah bagus dong, jadi kalau aku membuatkan roti kering pasti Sean akan suka " Ucap Baby
" Pasti Nona, apalagi dibuatkan oleh Nona pasti enak " Ucap Baby
" Apa iya,... kan kalian belum pernah mencoba roti buatan aku " Ucap Baby Menggoda
" Maaf Nona " Ucap Pelayan
" Hahaha saya bercanda tidak perlu tegang seperti itu " Ucap Baby tertawa kecil
" Nona sangat baik " Ucap Pelayan tersebut
" Ah tidak saya biasa saja " Ucap Baby
Sangking serunya Baby membantu mereka masak dan sedikit mengobrol ia melupakan Sean yang sedang tertidur, entah apakah Sean sudah bangun atau belum Baby tidak tau karena sejak turun Baby selesai di dapur.
slalu menunggumu
😍
😍