Usia 17 tahun dihadapkan dengan masalah pernikahan yang dilandaskan perjodohan. Sebuah pernikahan rahasia. Akankah pernikahan mereka berakhir bahagia?
///
Ternyata calon suamiku merupakan pria yang menyaksikanku diputuskan pacarku saat memergokinya selingkuh.
///
Di sisi lain pria itu terpaksa menggantikan sang kakak untuk menerima perjodohan demi mendapatkan kebebasan. Dan ternyata sahabatmu menyukai instrimu. Apa yang harus dilakukan? Mendukung? Mencegah?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Rtgnda, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Episode 17
"Kafe kita akan di booking sabtu nanti untuk acara ulang tahun. Jadi Sava harus masuk, kita kekurangan tenaga. Biasanya saat weekend kafe tidak terlalu rame karena mahasiswa libur, tapi kali ini kalian harus lembur", jelas manajer kafe.
"Baik bos", jawab Sava.
///
Dalam perjalanan pulang kerja Sava mengirim pesan ke Al untuk membatalkan janji sabtu ini.
Beberapa menit kemudian ponsel Sava berbunyi, ada panggilan masuk dari Al.
"**Hallo"
.....
"Hmm ya. Ada acara di kafe sabtu ini. Jadi aku harus bekerja"
.....
"Aku tidak bisa melewatkan kesempatan ini. Kamu tau sendiri aku sangat butuh pekerjaan"
.....
"Kok kamu yang jadi minta maaf. Harusnya kan aku. Aku jadi gak enak. Kalau kita ganti ke hari minggu gimana?"
.....
"Oke sampai ketemu"
///
Ruang Kelas Sava
"Sekolah lagi dihebohkan berita pesta ulang tahun Kenzie sabtu nanti", ucap Rania.
"Beruntung banget teman 1 kelas mereka. Semua pasti diundang. Oh pangeranku, kamu terlalu magnum untuk aku yang ice jagung ", lirih Tika sambil melahap es nya.
"Kumat dah lebaynya", ucap Kanaya.
"Eh liat deh. Inikan kafe tempat Sava kerja. Bener gak? ", kata Rania menyodorkan ponselnya ke Sava.
"Dapat dari mana lo Ra? ", tanya Tika.
"Gue lihat di sosial media teman sekelas Kenzie", jawab Rania.
"Sabtu nanti emang ada acara ulang tahun di kafe. Bos juga menyuruh untuk masuk karena kekurangan orang. Tapi gue gak tahu kalau yang buat acara itu Kenzie", kata Sava.
"Beruntung banget lo Va bisa hadir di acara ulang tahun ayang beb gue. Ajak-ajak gue dong", rengek Tika ke Sava.
"Lo kira gue main-main di sana. Gue kan kerja", jelas Sava.
"Tadi katanya kafe kekurangan orang kan? Kalian mengajukan diri saja. Siapa tahu diterima", kata Kanaya.
"Eh iya ide bagus. Tanyain bos lo dong Va. Bujuk sekalian", kata Tika.
"Hmm oke gue coba omongin sama bos nanti. Kalau gitu kalian ikut ke kafe pulang sekolah", jawab Sava.
"Asiiikk!!! Bisa liat pesta ulang tahun pangeran gue", ucap Tika kegirangan.
///
"Bos, rencana sabtu nanti bagaimana?", tanya Sava.
"Ini saya sedang menyusun rencana. Karena permintaan pelanggan, kita yang bertanggung jawab penuh untuk acaranya. Jadi besok kita sudah mulai persiapan", jawab bos Sava.
"Tapi apa tidak akan menggangu pelanggan lain di kafe bos", ucap Sava.
"Kalau kita persiapkan sabtu pagi apa terkejar? Kita membutuhkan setidaknya 2 orang pekerja lagi. Ada yang izin tidak bisa hadir. Dia sudah meminta izin dari jauh hari", jawab sang bos.
"Maaf bos teman-teman saya menawarkan diri untuk membantu untuk acara sabtu nanti", ucap Sava.
"Benarkah? Bagus sekali. Hubungi mereka suruh menjumpai saya", ucap bos Sava.
"Teman-teman saya ada di sini bos. Itu teman-teman saya", ucap Sava sambil menunjuk arah sahabatnya.
"Mereka bertiga? Bagus kalau begitu. Saya ingin bicara dengan mereka", kata bos Sava.
Sava dan bosnya menghampiri ketiga sahabatnya itu.
"Jadi kalian bersedia untuk membantu sabtu nanti?", tanya bos Sava.
"Iya pak. Kami sangat bersedia", ucap Tika bersemangat.
"Baiklah kalian bertiga bisa datang sabtu jam 8 pagi", sahut bos Sava.
"Tap...", ucapan Kanaya terpotong karena dekapan tangan Tika.
"Siap pak, laksanakan", jawab Tika.
Bos Sava pergi meninggalkan mereka.
"Kok gue ikutan sih", protes Kanaya.
"Ikut aja. Jarang-jarang. Sekalian bantuin Sava", kata Rania.
"Gue balik kerja dulu ya. Sabtu jangan telat", ucap Sava.
mudhn ceritanya masih lanjut,semangat ya buat author nya💪💪💪
giliran faris udah bucin sava malah nyebelin