NovelToon NovelToon
Love At Second Chance

Love At Second Chance

Status: tamat
Genre:Cinta Seiring Waktu / Tamat
Popularitas:24.9k
Nilai: 5
Nama Author: Tabir Senja

Ruri dan Zainudin adalah orang yang sama-sama punya kisah gagal dalam rumah tangga. Zai mempunyai putra yang menguak tabir rumah tangganya, sementara Ruri harus berjuang sendiri demi anak-anaknya.

Pertemuan keduanya tak terduga di sekolah anak mereka. Apa yang terjadi selanjutnya dengan mereka berdua? Yuk, ikuti kisahnya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Tabir Senja, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

LSC 17

Dua bulan kemudian.

Rumah Zai telah terjual dan hasilnya dibagi dengan Reni mantan istrinya. Dengan wajah menahan kesal, Reni mau tak mau menerimanya dan pergi begitu saja dari hadapan Zai di sebuah kafe.

Zai hanya menggelengkan kepala melihat sifat arogan dan angkuh mantan istrinya itu yang tetap tidak berubah.

"Terimakasih ya, Mas. Lumayan, dapat uang dan motor." kata Reni mengibaskan uang itu di depan wajahnya.

Reni pun berusaha menanyakan kabar Rere dan Gabriel. Akan tetapi terasa canggung diantara mereka. Hingga beberapa saat kemudian, Reni memberanikan dirinya bertanya daripada tidak sama sekali.

"Gimana kabar anak-anak, Pa? Maaf, maksudku Mas," tanya Reni yang sebenarnya merindukan kedua anaknya yang lain.

"Kabar mereka baik dan bahagia," jawab Zai santai.

"Apakah mereka tidak pernah menanyakan mamanya?" tanya Reni lagi.

"Tidak. Untuk apa mereka menanyakan seorang wanita yang tidak peduli dengan anaknya dulu dan memilih berselingkuh dengan lelaki lain," Zai berucap penuh penekanan dan tepat menusuk jantung Reni.

"Tapi, Mas! Reni adalah Ibu kandungnya. Sedikitpun mereka tidak menanyakan aku?" Reni merasa heran dengan kedua anaknya itu.

"Tidak, Reni."

Reni pun menganggukkan kepala tanda mengerti. Sejak perpisahannya dengan Zai, kedua anaknya pun seperti hilang dari Reni. Tidak pernah sekalipun mereka menanyakan mamanya atau Jordan.

"Baiklah, kalau begitu Reni pulang dulu. Kekasihku sudah menunggu diluar," ucap Reni seraya berpamitan dengan mantan suaminya itu.

Zai hanya menganggukkan kepala menanggapi hal tersebut seraya menatap punggung istrinya dari belakang.

"Syukur deh, Zai sudah lepas dari jeratannya. Semoga, kamu mendapat lelaki yang sesuai keinginanmu dan hidup bahagia, Ren," ucap Zai mendoakan mantan istrinya itu agar hidup bahagia kelak.

Setelah berpisah dengan Zai, Reni menjalin hubungan dengan Brian. Lelaki yang dikenalnya dulu karena dirinya mabuk. Kini, hubungannya dengan Brian terlihat harmonis. Reni pun menceritakan kisahnya pada Brian bahwa dirinya janda beranak satu dan lelaki itu mau menerima Reni dengan tulus.

Kini, Zai juga telah pindah tugas di kota dekat dengan rumahnya. Agar, saat menjemput anaknya sekolah tidak merepotkan orang tuanya lagi. Di kantor polisi, Zai kini bekerja di bagian Kepala Bagian

Zai pun keluar kafe setelah setengah jam duduk di sana menikmati kesendiriannya. Masuk mobil, Zai menancap gas dan melajukan kendaraannya menuju rumah karena merindukan kedua buah hatinya.

Sampai di rumah, Zai menemui kedua anaknya yang sedang bermain dengan kakaknya di halaman belakang.

"Lihat ini, Papa bawa apa untuk kalian?" Zai menyodorkan 2 bingkisan kepada Rere dan Gabriel yang sedang asik bermain.

"Papa!" jawab keduanya kompak dan berdiri mengambil bingkisan itu.

Zai pun duduk berjongkok di hadapan keduanya tersenyum melihat wajah riang mereka.

"Gimana? Kalian suka?" tanya Zai.

"Suka sekali, Papa. Terima Kasih," sahut keduanya melompat girang mendapat hadiah mainan dan langsung mencium pipi Zai kanan dan kiri.

"Sama-sama, Sayang."

"Baiklah, Papa tinggal ke kamar dulu. Kalian bersenang-senanglah," tutur Zai pada mereka.

"Iya, Papa."

Zai pergi meninggalkan keduanya menuju kamar untuk mengganti pakaiannya. Selesai mengganti baju, Zai keluar kamar menuju dapur karena haus.

Di dapur, ternyata Bu Erna sedang memasak untuk makan siang dan malam nanti.

"Gimana Zai, sudah bertemu dengan Reni?" tanya Bu Erna yang fokus menumis bumbu di wajan.

"Iya, sudah Bu. Reni terlihat bahagia dengan kekasih barunya," jawab Zai seraya minum air putih di gelas yang di genggamnya.

"Baguslah. Semoga Reni hidup bahagia dan kekasihnya bisa menyadarkan Reni menjadi wanita yang lebih baik lagi," ujar Bu Erna mendoakan mantan menantunya itu.

"Aamiin, Bu."

Zai keluar dari dapur setelah meletakkan gelas di meja makan. Dirinya memilih bergabung dengan kedua anaknya yang sedang bermain sejak tadi karena hari ini adalah hari minggu waktunya bersantai bersama keluarga.

*

Keesokan harinya, Zai bangun pagi sekali untuk memandikan Gabriel karena harus sekolah.

"Nah, sekarang anak Papa yang ganteng sudah wangi. Sekarang pakai seragam sekolah ya?" ucap Zai mengajak bicara Gabriel yang sedang bermain robotnya di kasur.

"Sekarang, ayo kita keluar sarapan bersama Kak Rere," ajak Zai menggandeng tangan Gabriel.

Sampai di meja makan, ternyata Rere dan orang tuanya sudah berkumpul. Gabriel duduk di samping Rere dan Zai di samping ibunya.

"Sebelum makan, kita baca doa sebelum makan ya?" titah Zai mengajari anaknya agar lebih mengenal agama.

Mereka pun mengikuti apa yang dilakukan oleh para orang tua dan menundukkan kepala dengan tangan disatukan seraya Zai memimpin doa.

"Selesai."

"Waktunya makan," seru Zai tersenyum ceria.

"Selamat makan, Papa, Kakek dan Nenek," ucap Gabriel dan Rere bersamaan.

Semuanya makan dengan tenang dan hanya bunyi sendok dan garpu yang berdentang di piring. Kini, Gabriel juga bisa makan sendiri berkat didikan dari Zai dan juga Kakek neneknya.

Selesai sarapan, Zai segera mengantar kedua anaknya berangkat sekolah.

"Kek, Nek, Gabriel berangkat sekolah dulu?" ucap Gabriel seraya mencium punggung tangan keduanya.

"Rere juga berangkat ya?" Rere ikut mencium punggung tangan Kakek neneknya.

Begitu pula dengan Zai pamit berangkat kerja juga mencium punggung tangan kedua orang tuanya.

Masuk ke mobil, Zai segera tancap gas melajukan kendaraannya menuju sekolah. Dalam perjalanan, Rere dan Gabriel bernyanyi riang gembira karena hari ini adalah waktu ujian bagi keduanya.

Satu jam perjalanan, sebelum turun dari mobil. Rere terlebih dulu mencium punggung tangan papanya sebagai anak yang berbakti. Lalu, Rere pun juga berpamitan kepada Gabriel.

"Semangat belajarnya ya, Sayang," kata Zai mengusap kepala Rere.

"Iya, Papa. Terimakasih."

Rere pun turun dari mobil dan melambaikan tangan pada Papa juga adiknya. Zai pun membunyikan klakson sebagai tanda dia melanjutkan mengantar Gabriel ke Sekolah TK Dharma Wanita.

Hanya 20 menit jarak sekolah Gabriel dari sekolah Rere tadi. Zai turun dari mobil dan berlari kecil membuka pintu mobil, lalu menggendong Gabriel dan membawa tas sekolahnya di pundak.

Zai masuk ke gedung sekolah, disambut oleh guru TK Gabriel yang ramah.

"Selamat pagi, Pak Zai dan Gabriel. Wah, Pak Zai sudah lama tidak kesini? Bagaimana kabarnya?" tanya Bu Lusi ramah seraya tersenyum.

"Alhamdulillah Bu, kabar saya baik. Kebetulan saya kerja sering dinas keluar kota. Jadi, harap maklum," terang Zai pada guru Gabriel seraya menurunkan Gabriel dari gendongan.

Bu Lusi hanya menanggapinya dengan senyuman. Lalu, Zai berpamitan pada Gabriel dan gurunya untuk berangkat kerja.

"Hati-hati ya, Pa, dijalan."

"Pasti, Nak." Zai mencium pipi gembul Gabriel dengan gemes.

Zai pun berjalan kembali menuju mobil dan masuk untuk melajukan kendaraan membelah jalanan ke Polsek Lampung.

Selama perjalanan, Zai tak henti-hentinya tersenyum bahagia dengan menikmati kesendiriannya saat ini. Hidup menduda ternyata suatu kebahagiaan tersendiri baginya.

Ponsel Zai berbunyi, tanda pesan masuk. Namun, Zai belum ingin membukanya karena fokus menyetir di jalan.

1
🎧✏📖
hadir😇
Rahma Putri
aku suka cerita nya bagus
Dina⏤͟͟͞R: makasih kak. dah mampir🙏
total 1 replies
Rahma Putri
ya thorr semangat terus berkarya
wonder mom
klo.mo dpt suami kaya, selingkuh j dlu. kek Reni. pembohong, tukang selingkuh tp malah dpt suami yg puluhan x lbh kaya dri Zai. naik derajat bgt kn?
Dina⏤͟͟͞R: 🤭🤭namanya juga ketiban rejeki. tp dr situ reni secara perlahan dah mulai sadar akan kesalahannya.
total 1 replies
wonder mom
koq reni beruntung bgt c. ditiduri ceo. jd pacar ceo. wkwkwk...patut ditiru tu. peselingkuh yg sukses
blue¹⁸
keren thor. mampir. semangat berkarya
dino²
sangat bagus dan menarik
blue²
aku mampir kak
Alimkin
mampir kak 🏃
blue⁴
mampir kak othor
blue⁶
semangat berkarya kak
R.F
2like hadir semangat
mampir y
Dina⏤͟͟͞R: makasih. kak dah mampir
total 1 replies
Senajudifa
aku mendukung mu zai
Senajudifa
tp mantan istri zai kok nggak bersyukur punya suami baik dan ganteng y
Dina⏤͟͟͞R: kaarena hanya materi yang di inginkanny
total 1 replies
Senajudifa
jodoh kan zai dan ruri
Dina⏤͟͟͞R: hehehe begitlah
total 1 replies
Senajudifa
ksh racun aj tuh si Bagas
Dina⏤͟͟͞R: 😂😂😂 🤭🤭haruse
total 1 replies
Senajudifa
lanjut din
Dina⏤͟͟͞R: iya sen
total 1 replies
Senajudifa
ngga akan pernah sadar tuh reni
Dina⏤͟͟͞R: 🤭🤭moga aja sadar
total 1 replies
💞Amie🍂🍃
kesalahan orang diingat sedangkan kesalahan sendiri ditutupi
Dina⏤͟͟͞R: 🤭🤭iya kak
total 5 replies
💞Amie🍂🍃
Wihh si reni/Sleep/
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!