Lin adalah gadis yang bijaksana dan patuh. Meskipun ditindas oleh keluarganya, dia tetap merawat neneknya dengan sepenuh hati.
Tetapi harapan Lin pada keluarga itu telah kandas, ketika nenek memaksa untuk menjodohkannya.
Karena tak ingin dikontrol oleh neneknya, Lin dibantu pelayan kabur dari rumah. Dia bekerja di sebuah hotel mewah.
Suatu hari, Lin tak sengaja masuk ke kamar seorang pria bangsawa dan terpaksa berhutang banyak padanya!
Sekarang, dia hanya punya dua pilihan: menikah dengan pria itu, atau melunasi hutangnya.
Lin tidak pernah berpikir bahwa perselingkuhannya akan membuatnya terjerat dengan orang lain.
Apakah pernikahan benar-benar takdirnya?
Jika tidak menikah dengan pria ini, apa yang harus dia lakukan untuk melunasi hutang setinggi langit itu?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Haslina83, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Terpaksa Menikah Dengan Tuan Muda.
Ok sekarang kamu sudah siap, Sekarang Kamu akan di tugaskan sendiri di lantai 25. Lantai 25 tidak sebareng orang bisa naik, ucap Vie.
Ayo saya tunjukkan loker housekeeping untuk menaruh barang bawaan.
Lin mengikuti Vie dari belakang.
Tidak lama, sampailah di satu ruangan.
Ini loker kamu dan ini kuncinya, ucap Vie.
Lin meraih kunci loker yang di berikan Vie.
Sekarang kita keruangan troli tadi dan
akan mengantar kamu ke lantai 25, ucap Vie.
Lin mendorong troli menuju lif khusus housekeeping.
Ting,..Lif pun terbuka. Lin mendorong Troli masuk ke dalam Lift
Vie menekan nomber 25, tidak lama setelah itu,
Ting,,
Pintu lif terbuka.
Lin, saya hanya bisa anter kamu sampai sini. Itu kamarnya ucap Vie.
Baik bu vie, Jawab Lin.
Beberapa detik setelah Lin keluar, pintu Lif pin tertutup.
Semangat ! ucap lin untuk menyemangati dirinya.
Lantai 25 hanya ada 1 kamar, Sebesar mana kamarnya gumam Lin.
Lin menekan Bel.
Ting, tong, Lin bersuara" housekeeping ",,.ting tong "housekeeping,,.Ting tong,,,"housekeping".
Tidak ada suara dari dalam dan di pintu juga tidak ada kartu yang di gantungkan..
Lin memberanikan diri untuk masuk ke kamar.
Lin membuka pintu dengan master key..Krekk.,.pintu pun terbuka.
"Housekeeping,..".Lin bersuara memberi kode jika dia sudah masuk.
Tapi tidak ada yang menyahut,
Lin meletakan troli di depan pintu dan Lin mengunci roda troli.
Setelah itu,,,Lin mengambil 2 sprei, 4 pilow case, 1 blanket coklat dan 1 bad cover ukuran king.
Lin mencari kamar utama.
Matanya melihat sekeliling ruangan." mungkin itu kamar utama,,,"ucap Lin.
Lin melangkah ke kamar, benar saja tebakan Lin itu kamar utama.
Kerna kasur berantak habis di pake.
Lin langsung meletakkan 2 sprei, 4 pilow case, 1 blanket coklat dan 1 bad cover ukuran king. di atas sofa.
Lin langsung melangkah menuju kasur.
Lin, menarik sprei, blanket dan membuka pilow case dan meletakkan di pinggir ranjang.
Bau wangi ini seperti gue pernah cium.
Tapi di mana i-ya..gumam Lin dalam hati
Lin meraih Sprei di sofa.
Dan langsung di lembarkan ke semua kasur, beberapa detik spreinya sudah terpasang di kasur dengan rapi, Lin meraih blanket dan melebarkan blanket ke semua penjuru lalu melebarkan sprei ke dua di atasnya.
dan melipatnya. Kemudian sprei di pinggir kasur di rapikan
dalam sekejap kasurnya rapi.
Lin memasangkan Pilow case ke bantal..
Saat mau mengambil bad cover.
Tuan muda Jiem keluar dengan santainya dari kamar mandi dengan hanya memakai ****** ***** boxer dan baju haduk tidak terkilat.
Lin lansung menjerit dan menutup matanya.
Tuan maaf, saya kira tamu sudah keluar.."sambil tangannya menutup matanya.
"Hei..kenapa kamu menjerit ? Apa saya melakukan sesuatu pada kamu.."tanya tuan muda Jiem
Maaf tuan, saya cuma kaget ucap Lin gementaran
Tuan muda melangkah menghampiri Lin.
Buka mata kamu, selesaikan perkerjaan kamu sekarang.."ucap tuan muda dingin.
"Ba,,baiik tuan..." Lin menjawab dengan terbata bata.
Lin memberanikan diri melepaskan tangannya dari wajahnya dan membuka mata..
Ka,,,ka,..kamu..."ucap Lin kaget.
Tuan muda berdiri di hadapan Lin
Lin melangkah mundur,..tuan muda maju melangkah mengikuti Lin.
Kenapa dengan saya, ucap tuan muda.
Langkah mundur Lin terhenti karena dinding hotel.
Sekarang mereka berhadapan tanpa ada celah.
Nafas tuan muda terasa di kulit Lin yang putih.
Wajah Lin sudah memerah perasaan menyatu malu dan bercampur perasaan takut.
Memangnya kamu tidak pernah lihat orang sebelumnya ? Tanya tuan muda dengan wajah datar dan dingin.
dilanjutkan.
miss you more kk author smoga bisa sukses dan sehat selalu kk author
trus knp gak bilang aja kecelakaan yg kmrn itu