Alesha Hanania, gadis kampung yang terpaksa berhenti kuliah karena ayahnya meninggal dunia dan ibunya sakit-sakitan.
Esha mulai mencari pekerjaan untuk bertahan hidup. Sampai pada suatu hari dia bertemu dengan Rosi, teman sekolahnya. Rosi menawarinya pekerjaan di Jakarta.
Setibanya di Jakarta, ternyata Rosi menipunya. Rosi membawa Esha ke sebuah klub malam untuk dijual kepada pemilik klub.
Malam itu menjadi malam yang bersejarah dalam hidup Esha. Malam yang merenggut kesucian yang selama ini ia jaga. Malam yang mempertemukannya dengan pria brengsek bernama Raffi Bastian Anggara ....
WARNING!!
Banyak mengandung bawang. Siapkan tisyu dulu yah sblm membaca... 😂
Budayakan untuk LIKE di setiap eps sbg bentuk dukunganmu terhadap penulis dan novel ini... TQ 🙏
Ig Author @_anita.rai
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Anita R, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Ancaman 2
Sejak kembali dari luar negri, Aulia melanjutkan karirnya menjadi seorang model. Dia sering mendapatkan tawaran untuk fashion show, photo shoot, dan syuting iklan. Bahkan dia sempat dilirik oleh produser film, tapi Aulia menolak tawaran untuk main film saat ini dengan alasan akan segera menikah. Kini seluruh Indonesia tau kalau Aulia Safina sebentar lagi akan menikah dengan seorang pengusaha kaya dan pewaris tunggal Anggara Corporation.
Malam itu Raffi terpaksa menemani Aulia untuk fashion show atas desakan mamanya. Aulia terlihat sangat cantik dan lincah memeragakan busana rancangan salah seorang designer terkenal di Indonesia.
Raffi berada bersama Aulia, tapi pikirannya berada di tempat lain. Di pikirannya selalu ada Esha. Dia sangat merindukan saat-saat bersama dengan istri yang dicintainya itu. Semenjak mamanya dan Aulia pulang, Raffi merasa kian jauh dari Esha.
Selesai fashion show, sebelum pulang ke rumah Raffi mengajak Aulia ke sebuah taman di dekat rumahnya. Mereka duduk di gazebo taman itu.
"Kak Raffi, do you remember? Dulu waktu kita masih kecil kita sering main ke sini. Kita main petak umpet, kita main sepeda sama-sama. Waktu Lia jatuh dari sepeda, Kak Raffi menggendong Lia sampai rumah. Kak Raffi obati luka Lia. I will never forget it," ucap Aulia sambil mengenang masa lalunya bersama Raffi.
"Lia, sebenarnya aku ingin mengatakan sesuatu padamu," ucap Raffi dengan muka serius.
"What?"
"Lia, aku merasa belum siap untuk menikah denganmu. Kamu kan tau Lia, dari dulu aku menganggapmu seperti adikku sendiri. Aku tidak pernah mencintaimu Lia."
"But I always loved you. Dulu waktu Kak Raffi memutuskan untuk kuliah di London, Lia nggak punya semangat hidup. Lia merasa ada sesuatu yang hilang dalam hidup Lia. Setelah lulus SMA, Lia korbankan karir Lia demi menyusul Kak Raffi ke London. Lia berjuang agar cepat menyelesaikan kuliah Lia dan segera menikah sama Kak Raffi. Karena apa? Cause I love you ... so much," Aulia mencium pipi Raffi lalu pergi meninggalkannya sendirian di taman.
***
Sampai di rumah, Raffi menemui mamanya yang sedang duduk di sofa. Bu Debby sedang memilah-milah kartu undangan pernikahan.
"Raffi, coba kamu pilih kartu undangan mana yang paling bagus!" seru bu Debby.
"Ma, Raffi nggak bisa menikah sama Lia Ma. Raffi nggak cinta sama Lia Ma," ucap Raffi sambil memelaskan mukanya.
"Raffi, ini bukan masalah cinta. Ini masalah harga diri, kehormatan keluarga, bisnis kita. Mau ditaruh mana muka papa sama mama kalau kamu lebih memilih perempuan simpanan kamu itu?"
"Namanya Alesha Ma. Dia bukan perempuan simpanan Raffi. Dia istri Raffi Ma. Raffi cinta sama Esha. Lebih baik Raffi kehilangan segalanya daripada Raffi harus kehilangan Esha. Harta, kekayaan, jabatan, kekuasaan persetan dengan semua itu Ma!"
"Raffi, Mama lebih baik mati daripada melihat kamu lebih memilih perempuan simpanan kamu itu. Apa kamu mau melihat Mama mati Raffi?"
"Kenapa Mama selalu saja mengancam Raffi, Ma?"
"Mama tidak mau tau, pokoknya kamu harus menikah dengan Aulia secepatnya!"
***
Hari itu sepulang dari kantor, Esha menemukan seekor kucing di parkiran apartemen. Esha mengambil kucing itu dan membawanya pulang ke apartemennya. Sejak dulu Esha sangat menyukai kucing. Kucing itu dia beri nama 'si Manis'.
Si Manis menjadi satu-satunya teman Esha di apartemen. Karena sekarang Raffi jarang sekali datang ke apartemennya. Setiap hari si Manis selalu diajaknya bicara. Hatinya sedikit terhibur dengan kehadiran kucing itu.
"Si Manis, kamu lucu sekali. Kamu mau nggak jadi temen Esha? Soalnya Esha di sini nggak punya temen," tutur Esha sambil membelai kucing itu dengan penuh kasih sayang.
Ting tong ting tong ....
Tiba-tiba ada seseorang yang menekan bel pintu apartemen Esha.
'Siapa yang datang? Apa mungkin kak Raffi?' pikir Esha.
Ceklek!
Esha membukakan pintu. Esha terkejut saat melihat bu Debby yang berdiri di depan pintu apartemennya.
"Nyonya Debby? Assalamu'alaikum," ucap Esha lalu mencium tangan bu Debby. Bu Debby menepis tangan Esha dengan kasar.
"Saya tau kamu bukan hanya sekretaris Raffi. Tapi kamu juga adalah perempuan simpanannya Raffi," ucap bu Debby dengan sinis.
Esha terkejut mendengar kata-kata bu Debby. Ternyata bu Debby sudah tau soal hubungannya dengan Raffi.
"Saya peringatkan kamu. Jangan ganggu Raffi! Karena Raffi sebentar lagi akan menikah dengan Aulia. Kamu sebaiknya pergi dari kehidupan Raffi! Jauhi dia!" seru bu Debby sambil menunjukkan jarinya ke muka Esha.
Esha hanya diam membisu tanpa membalas perkataan bu Debby. Setelah selesai bicara, bu Debby langsung beranjak meninggalkan apartemen Esha.
.
.
.
.
.
BERSAMBUNG .........................
Notes :
Jangan lupa tekan LIKE dan komentarnya setelah membaca!
Tengkyu .... 😊
Penulisnya cukup faham dalam Agama, sehingga tidak los kontrol.
Judul Kesucian Alesha dlm cerita ini ibu meligat tentang keiklasan hati dari Alesha, Amar ya sejak awal, disusul Raffi seyelah menikah siri dgn Aulia yg sederhana tp bisa mengetuk hati Raffi sbg suami untuk melakukan kebaikan dalam hidup termasuk Sholat n adab pd orang2 yang sdh berjasa mengurus dirinya, juga Aulia keiklasannya muncul saat tahu Raffi sangat mencintai Alesha apalagi tahu bgw mereka sdh menikah...
Semangat thor, sehat selalu, memang benar menulis tuh tidak mudah, mood nya harus bagus/Heart//Heart//Heart/