NovelToon NovelToon
Ditinggal Menjelang Nikah

Ditinggal Menjelang Nikah

Status: tamat
Genre:Hamil di luar nikah / Pengantin Pengganti / Nikah Kontrak / Romansa / Tamat
Popularitas:2.6M
Nilai: 4.7
Nama Author: CovieVy

Blurb:

Seminggu menjelang pernikahaannya, Anna mendapatkan berita tidak terduga. Zico, sang tunangan menikah dengan wanita lain, di mana Anna telah siap memberikan kejutan atas kehamilannya.

Tidak menerima kenyataan ia ditinggal menikah saat hamil, Anna memilih untuk mengakhiri hidupnya. Akan tetapi, Amar hadir menyelamatkannya.

Amar dipaksa untuk menikahi Anna oleh neneknya ... Bagaimana kelanjutannya? Apakah Amar bersedia menikahi Anna, sementara ia sendiri memiliki seorang kekasih?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon CovieVy, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

17. Pahala membuat dosa

Sugiono menjadi semakin kesal karena Amar terlihat plin-plan dan membuka pintu kendaraan itu lebar-lebar mengulurkan tangan kepada Anna.

"Anna, kamu keluar saja. Papi rasa kamu tinggal di rumah kami saja. Sepertinya kamu tidak bahagia tinggal bersamanya."

Nenek Andari menahan Sugiono yang terlihat sangat menyayangi Anna itu. "Jangan begitu, Pak. Saat ini Anna sudah menjadi istri Amar. Seharusnya Anna memang tinggal bersama Amar." Nenek melambaikan tangannya kepada Amar yang masih kaku.

Anna menggelengkan kepala menahan tangan Sugiono. "Jangan, Pi. Saat ini, Anna adalah istri Bang Amar. Berikan kami ruang untuk bisa terus semakin dekat. Jika setelah perjuangan kami tidak juga membuahkan hasil, Anna janji akan pulang kembali ke rumah Papi dan Mami."

Sugiono mematung mendengar ucapan Anna. Tubuh yang tadi membungkuk ingin mengajak Anna pulang, kini kembali pada posisi tegak. Ia melirik pada pria yang menjadi menantunya saat ini.

Amar dengan salah tingkah menganggukkan kepalanya kepada Sugiono. "Serahkan Anna kepada saya, Pi. Saat ini, Anna adalah tanggung jawab saya."

"Baik lah, jika memang begitu, saya tak mau mendengar kata perceraian di usia pernikahan kalian yang baru seumur jagung ini. Saya paham, kalian masih masa penjajakan. Namun, percayalah ... Setiap sentuhan setelah kalian menikah itu adalah pahala."

Tanpa ia sadari, tangannya mengenggam angin. Ia tahu, itu tidak lah mungkin. Karena, saat ini ... Anna adalah istri yang tidak boleh ia sentuh. Istri di atas kertas dengan segudang perjanjian yang telah mereka sepakati.

"Kenapa kamu diam saja? Kamu keberatan?"

Amar menggeleng kepala cepat. "Papi jangan khawatir. Bagaimana pun, saya akan menjaganya. Dia adalah istri yang harus saya lindungungi."

Sugiono menatap dalam pada netra Amar. Tangannya diletakkan pada bahu Amar. "Jangan khianati kepercayaan Papi."

Amar menunduk meneguhkan hati lalu kepalanya bergerak naik turun.

Sugiono menepuk pundak Amar beberapa kali. "Ayo kita makan bersama dulu dan setelah itu kamu boleh kembali ke kantor dan Papi yang akan mengantarkan Nenek dan Anna.

"Tidak usah, Pi. Biar saya saja."

"Lebih baik kamu kembali bekerja. Nanti kami sekalian berkunjung ke tempat di mana Anna tinggal. Mami dan Bagas sangat merindukan Anna."

Amar setuju dan mereka makan bersama pada sebuah restoran.

*

*

*

Keesokkan pagi, Anna merasa sedikit baikan. Terdengar ketukan pintu dari luar membuatnya berusaha untuk bangkit dari tempat tidurnya dan mengambil pakaian luaran yang sedikit jauh dari posisinya.

Sementara itu, karena merasakan respon orang yang di dalam terlalu lama, membuat Amar memilih untuk membuka pintu sendiri. Ia telah rapi dengan baju kerja yang sudah terpasang di tubuhnya.

Langkah pelan Anna membuat posisi luaran baju tidurnya masih jauh dari jangkauan. Amar tercengang beberapa detik melihat beberapa bagian tubuh yang terbentuk lewat baju tipis yang terpasang di tubuh Anna. Amar refleks memutar tubuhnya.

"Maaf ... Aku pikir kamu masih tidur."

"Aku sudah bangun semenjak subuh. Aku bertekad untuk bertobat mendengar semua yang dikatakan oleh Papi kemarin. Mulai hari ini, aku berjanji tidak akan melalaikan sholatku lagi. Aku tidak ingin menambah dosaku lagi."

Sedikit mengernyitkan wajah Anna meraih jubah penutup bagian baju tidur yang mini itu. "Maaf ya? Aku masih lalai dalam urusan membenahimu dan rumah ini? Meskipun pernikahan ini hanyalah sebuah perjanjian, tetapi kita adalah suami istri di mata orang lain."

Anna membuka pintu lebih lebar lagi? "Kamu sudah siap, Bang? Aku akan menyiapkan sarapan untukmu."

"Oh, tidak usah. Aku malah ingin mengatakan bahwa aku sudah menyiapkan sarapan untukmu." ucap Amar.

Kepala Anna langsung berputar ke arah meja makan. Dan, benar adanya sebuah tudung saji mini berada di atas meja untuk menutupi makanan sebuah piring yang berisi sandwich yang telah disiapkan oleh Amar.

"Kamu menyiapkan sarapan untukku?"

"Iya, kamu kan lagi tidak enak badan. Makanya aku siapkan sekalian makanan untukmu. Obat-obatanmu juga sudah aku letakkan di dekat makanan itu. Aku akan mengusahakan pulang secepatnya agar kamu tidak sendirian terlalu lama."

Anna tidak bisa berkata-kata. Ia teringat apa yang diperintahkan papinya kepada Amar, kemarin. "Kamu tidak perlu mengkhawatirkan apa yang dikatakan papi kemarin. Papi berkata demikian karena tidak mengetahui kebenaran yang kita sembunyikan. Kita lakukan semua sama seperti sebelumnya."

Amar terdiam sejenak, dan mengangguk. "Baik lah, bagaimana yang terbaik saja."

Anna sedikit jerih berjalan menuju meja makan. Amar mengernyitkan bahu merasa ingin membantunya untuk sampai. Namun, ia tidak berani menyentuh Anna. Saat Anna melirik dia yang berada di belakang, Amar menurunkan tangannya hanya tersenyum tipis.

Setelah Anna duduk manis di kursi, Amar merasa sedikit lega. "Kalau begitu, aku pergi dulu."

"Ya, hati-hati."

Amar pun mengangkat tas kerja dan keluar. Ia segera menghubungi seseorang. "Cepat cari si keparat Zico berada di mana! Kita akan membuat perhitungan dengannya. Enak saja dia menghilang setelah apa yang ia lakukan." Amar menutup panggilan tersenyum tipis.

1
siti salamah
typo nya ckup bnyak..di sini
siti salamah
Sedikit aneh baca kalimat "Memperluruskan''
Moertini
sudah baca Thor kalau tidak salah Arsen masih ditubuh putranya dan pergi ke luar negeri ada tugas dari sistem dilanjutin Thor bagaimana setelah jiwa Arsen keluar dari tubuh putranya apa yg dialami putranya semangat
Moertini
terimakasih Thor sudah tamat Anna dan Amar hidup bahagia bersama 2 putra putrinya mantap terus berkarya Thor semangat
Moertini
kasihan Amar selalu jadi sasaran kesalahan yang Anna perbuat karena kesalahan pahaman yang menuruti rasa egonya bikin rumah tangganya berantakan meskipun belum bercerai yang sabar ya Amar bujuklah ayah Anna biar bisa memberi restu lagi
siti rohimnah
Masya Allah sejuknya hati membacanya
siti rohimnah
Kecewa
SoVay: halo kaka siti rohimah, terima kasih sudah baca ya. tapi alangkah baiknya bintang dikasih pada angka 5 dibanding 1,2, dan 3

jika hati kaka keberatan utk memberi 5, sebaiknya tidak usah diberi bintang. terima kasih
total 1 replies
siti rohimnah
Buruk
Abdul Fatah
masalahnya selalu di buat" padahal tinggal Bilang saja dari awal hadeh🤣🤣🤣
Abdul Fatah
justru KLO tidak diceritakan sekarang akan jadi bomerang kedapan, katanya mau memulai hubang baru yg lebih baik,gmna mau jadi baik di awal aja sudah tidak jujur 🤣🤣🤣
Abdul Fatah
aneh ya bgt,di ceritakan seolah olah si lelaki ny yg salah bgt,tapi lupa kelakuan wanita bagaimana 🤣🤣🤣
Abdul Fatah
pantesan jadi barang barang bekas kelakuan nya begitu siapa yg salah siapa yang merasakan tersakiti,setidak KLO mau jadi barang mewah lagi harus ada proses ,Jang buru" 🤣🤣🤣🤣
Abdul Fatah
yang salah siap,yg merasa tersakiti siapa 🤣🤣🤣
Abdul Fatah
bos dapat bekas anak buah 🤣🤣🤣
Abdul Fatah
bos dapat bekas anak buah🤣🤣🤣
Abdul Fatah
ganteng kaya tapi dapat bekas anak buah🤣🤣🤣
Nurr Amirr🥰💞
Slam hangat... Aqu numpang hadir thorrrr🤭🥰
Jastiah Tia: sungguh disayangkan,knpa bgtu cot serahkan keperawanannya
total 1 replies
Yanti
Luar biasa
Nenk Jelita
semoga keguguran
Triyono Budi
Karyanya keren. Tata bahasanya juga sudah rapi. Semua gat thor..
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!