NovelToon NovelToon
Jadi Istri Ustadz, Bejo?

Jadi Istri Ustadz, Bejo?

Status: sedang berlangsung
Genre:Nikahmuda / Beda Usia / Diam-Diam Cinta / Romansa
Popularitas:242.9k
Nilai: 5
Nama Author: Shuci Icuz

Seorang gadis yang menikah dengan seorang Ustadz paling populer di pesantren nya, Dia begitu tidak menyukai dengan pernikahnya itu di karenakan ia masih belum ingin membina rumah tangga, dialah Siti Maura Mubarokah, yang lebih akrab di sapa Sima, singakatan dari Siti Maura.

Akan kah dia bisa ikhlas menjalani dan menerima pernikahanya, atau kah dia memilih mangakhiri saja hubungan pernikahan nya itu?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Shuci Icuz, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Gabut

Maura berjalan dengan pandangan kosong, wajahnya merah merona, ia terlihat seperti orang sakit padahal tidak, Maura hanya sedang merasa malu dengan apa yang terjadi di antara dirinya dan Bejo tadi.

"Eh, Maura, lah baru pulang kamu, kita kira kamu udah pulang duluan, sampai asrama kamu gak ada, sekarang kamu malah seperti orang sakit. Beneran sakit?" Amel meletakkan tangannya ke atas kening Maura untuk mengecek suhu badan Maura.

"Gak panas kok, tapi kenapa pipi kamu merah begitu, sih?" tanya Amel heran.

"Ish, kamu tuh Mel ngapain sih, siapa juga yang sakit, aku tuh sehat tau. Minggir aku mau mandi. Gerah, kalian ini main ninggalin orang aja." Maura menyingkirkan tangan Amel yang tadi di letakkan tepat di keningnya.

Ketika sadar Amel meletakkan tanganya di keningnya, Maura jadi teringat kecupan Bejo yang ada di keningnya membuat Maura menutup muka dan hampir menabrak pintu kamar.

"Dia kenapa sih, kok aneh begitu, mau nabrak pintu pula?" tanya Nada yang baru datang dari lantai atas.

"Entah, pipinya merah kayak orang sakit tapi gak panas." Sahut Amel.

"Lah, terus kenapa ya kira kira."

"Tau ah, aku mau ambil jemuran juga minggir."

"Duh, Amel kalau mau dorong orang lihat lihat dong ini aku lagi bawa jemuran banyak tau, sampai jatuh nih."

"Sorry sengaja." Amel menoleh dengan senyum seringainya melihat Nada tersungkur di tumpukan baju.

"Maura tolongin." Pinta Nada saat melihat Maura lewat di depanya tetapi seolah tidak mendengar ada yang ngomong Maura lewat begitu saja.

"Ih,, temen laknat kamu. Huhuhu." Teriak Nada yang diabaikan oleh teman temannya.

Seusai mandi Maura merasa segar, bahkan terlihat sangat ceria, meskipun makannya masih tetap sedikit.

"Cie yang nanti bakalan ikut mengaji kitabnya Ustadz Bejo, sekarang senyum senyum tuh, kemarin pas di kenalin sok gak mau." Ledek Nada, Mereka bertiga tengah menikmati makan sore di dekat koperasi.

"Ssstttt.. Jangan bikin gosip ah, gak tau apa disini semua tembok punya kuping. Tar aku di bully kalian senang kah?" Maura mengingatkan teman temannya.

Meskipun hanya sebatas ledekan, Maura tidak mau santri lain salah paham, karena hampir seluruh santri mengidamkan ustadz Bejo yang sangat tampan seperti artis korea itu.

"Eh ngomong ngomong, kalau nama indonesianya kan Ustadz Bejo, kira kira nama Koreanya siapa ya," ucap Nada tiba tiba.

"Oh, betul aku juga penasaran, waktu pertama kali perkenalan kan dia gak sebutin nama koreanya langsung aja nama Indonesia. Jadi penasaran nih." Sahut Amel yang ternayata memikirkan hal yang sama.

"Duh nih anak anak bikin aku ikutan kepo kan, huh." Batin Maura yang ikutan penasaran dengan nama korea Bejo.

"Sudah lah jangan banyak berkhayal dan memikir kan yang rumit rumit, udah mau magrib tuh piring buruan di cuci." Perintah Maura seraya pergi membawa piringnya sendiri untuk di cuci.

"Ish... Ra nitip dong," ucap Amel yang mau bangkit sambil membawa piring kosongnya.

"Ogah, punya tangan cucilah sendiri." Maura tetap pergi meninggalkan Amel dan Nada yang merasa kesal karena Maura tidak mau di titipi piring kotornya.

Sementara itu di asrama putra, Bejo tengah mempersiapkan kitabnya yang akan ia ajarkan pada santri putri nanti malam.

"Bang, jangan lupa nanti langsung kasih ke kita ya, kerupuknya." Fakhri berucap seraya menenteng nasi di piringnya.

"Kerupuk apa Fahri?" tanya Bejo bingung.

"Kerupuk cinta lah Bang, hehehe." Sahut Fahri sambil cekikikan, Bejo hanya menggelengkan kepalanya.

"Malam ini jadi mengisi pengajian kitab Jo?" Tanya Ahmad.

"Iya ustadz, ustadz tidak ada jadwalkah?" tanya Bejo balik.

"Ada nanti di santri putra, oh ya lusa jadi pulang ke Jakarta?" tanya Ahmad lagi.

"Jadi Ustadz, saya nitip kelas saya ya, em nanti saya kasih rincian tugasnya, saya belum tahu sampai kapan di sana, mudah mudahan bisa cepat kembali." Pesan Bejo pada Ahmad.

"Aamiin, tenang aja, santai sama aku, bakalan aku sampaikan kok tugas kamu ke para murid murid. Kita ke masjid yuk, udah mau magrib nih, sekalian kamu yang adzan, pasti para santri putri yang denger langsung klepek klepek." Goda ustadz Ahmad membuat Bejo menggelengkan kepalanya.

"Ustadz bisa aja," ucap Bejo tersenyum tidak percaya.

"Eh serius ini, gosip dari anak anak, sampai Bunyai aja terus bertanya siapa yang adzan pas pertama kali kamu adzan itu, karena anak anak juga gak tahu, jadi samai sekarang Bunyai kayaknya belum tau tuh kalau kamu yang Adzan."

"Bunyai kenapa kok sampai segitunya penasaran," gumam Bejo heran.

"Em, bunyai kita kan suka yang bening bening, soalnya di juga masih bening." Ustad Ahmad mengedipkan matanya membuat Bejo mengerutkan keningnya karena tidak paham maksud dari ustadz Ahmad.

Semenjak masuk ke pesantren Bejo belum pernah bertemu dengan Bunyai, hanya Pakiyai saja yang ia temui, jadi Bejo atau pun Bunyai belum saling bertatap muka, karena itu Bejo tidak paham dengan yang di maksud Bunyai masih bening.

Bunyai yang ada di dalam kamarnya.

"Hacuh... Hacuh ih kenapa saya bisa bersin bersin begini sih, apa ada orang yang sedang membicarakan ku, tapi bukan kah setiap hari ada yang membicarakan aku ya, aih, aku ahrus meminum obat biar tidak terkena flu," gumamnya seraya mengemas bajunya ke dalam lemari.

"Allahu akbar Allahu akbar." Suara adzan berkumandang.

"Aih, ini suara adzan yan waktu itu kan, merdu sekali suaranya, aku harus lihat siapa yang adzan ini." Bunyai langsung lari keluar membawa mukenanya menemui Pakyai yang akan berangkat ke masjid kemudian mengikutinya pergi ke masjid.

"Masya Allah, tampan sekali, dia santri disini kah?" tanya Bunyai dalam hati setelah berhasil melihat orang yang mengumandangkan adzan.

"Hai kamu tau siapa nama santri yang adzan tadi?" tanya bunyai pada salah satu santri putri yang biasa shalat di masjid.

"Oh, dia ustadz Bejo Bunyai, keponakanya Ustadz Zainal." terang santri tersebut.

"Oh, jadi dia keponakan ustadz Zainal. Makasih isnfonya ya, kita sholat." Bunyai langsung mengenakan mukenanya serapi mungkin.

"Baik Bunnyai."

Semua orang shalat berjamah dengan khusuk, orang yang berjamaah di dalam masjid lebih banyak santri putra dan para ustadz, sementara santri putri hanya santri dalam saja yang ikut shalat di dalam masjid, sementara yang lainya tetap berjamaah di musholla asrama putri.

Semua santri sangat antusias menunggu waktunya isya' tiba, karena setelah isya' ia bisa langsung berangkat mengaji kitab yang malam ini akan di ajar oleh ustadz yang sudah mereka rindukan sejak satu minggu yang lalu.

"Gak sabar nih, kok lama ya, isya' nya gak adzan adzan." keluh para santri yang merasa waktu begitu lama.

Sementara itu Maura tengah asyik membaca novel milik Nada, Nadanya sendiri malah ikutan gabut menunggu waktu isya'.

Amel juag sama, tengah menunghu isya' datang.

Begitu adzan isya' berkumandang, semua santri putri berbondong bondong mengambil mukenanya dan langsung naik ke musholla. Karena sebelumnya sudah mengambil air wudhu mereka langsung saja pergi ke musholla.

Sementar Maura hanya santai aja melihat semua santri ribut rebutan tempat sholat.

Dalam hati Maura ia merasa senang, ternyata ada positifnya mereka suka dengan ustadz Bejo, jadi mereka berlomba lomba, untuk shalat isya' berjamaah, meskipun niat mereka tertuju pada Ustadz Bejo bukan pada sang pencipta.

"Berguna juga kamu, Mas," gumam Maura setelah mengambil air wudhu.

1
Ita Xiaomi
Ampun dah si kakek ambil gampang aja 😁
manda_
lanjut thor semangat buat up lagi semoga apa yg dicari cpt ketemu ya maura
manda_
lanjut thor semangat buat up lagi maura ini bikin demes 🤣🤣🤣
manda_
lanjut thor semangat buat up lagi penculik nanti ketemu sama penculik juga 😂😂😂
manda_
lanjut maura ini hamil jd hormonnya gak stabil 🤣🤣🤣
manda_
lanjut thor semangat buat up lagi kayaknya maura nyidam nih, waduh oma diculik
manda_
lanjut thor semangat buat up lagi semoga ketauan ya dirmh oma nya maura ada mata2 nda rifat
manda_
lanjut thor semangat buat up lagi semangat mas bejo lindungin keluarga maura dari si rifat sama ibunya itu
manda_
lanjut thor semangat buat up lagi kok dikit sih thor
manda_
lanjut thor semangat buat up lagi maura ini anak orang kaya ya
manda_
lanjut thor semangat buat up lagi siapa sih yg nembak
manda_
lanjut thor semangat buat up lagi ada masalah apa ya sebebernya
manda_
lanjut thor semangat buat up lagi siapa tuh yang mau ketemu sama maura
Neni Neni
lanjut kk siap yg dicari cucuya
manda_
lanjut thor semangat buat up lagi ya ditunggu thor siapa nih yg dicari cucunya
manda_
lanjut thor semangat buat up lagi ya ditunggu semoga si rifan tuh cpt ketauan ya
Syukriah Alkaff
gantung ceritanya
manda_
lanjut thor semangat buat up lagi ya ditunggu maura liat apa tuh
manda_
lanjut thor semangat buat up lagi ya ditunggu thor itu musuhnya ada di depan rumah kamu bejo semoga cpt ketahuan ya
manda_
lanjut lagi thor up nya ditunggu
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!