NovelToon NovelToon
Aku Mencintaimu 2

Aku Mencintaimu 2

Status: tamat
Genre:Romantis / Patahhati / Penyesalan Suami / Tamat
Popularitas:1.2M
Nilai: 4.9
Nama Author: Alvi Barta Jadul

Merupakan lanjutan dari novel dengan judul yang sama.

Bercerita tentang perjuangan seorang wanita yang memilih meninggalkan suaminya karena sakit hati atas penghinaan yang di berikan oleh sang suami.

Alvia Setya Mahendra memilih untuk meninggalkan Ziga Rahardian Pratama karena sakit hati atas kata-kata penghinaan dan juga tuduhan perselingkuhan yang di lontarkan oleh pria itu.

Namun, siapa sangka di tinggal oleh Via membuat Ziga sadar dan menyesali perbuatannya. Akan tetapi semua sudah terlambat, Via telah meninggalkan pria itu tanpa pesan, menghilang bagai di telan bumi.

Akankah mereka di pertemukan dan berakhir bahagia bersama calon buah hati yang tengah di kandung oleh Via. Atau malah sebaliknya, perpisahan membuat mereka terputus hubungan untuk selamanya.

Ikuti kelanjutan kisahnya dalam novel ini.
Harap berkomentar dengan bijak, mungkin kisah ini bukanlah kisah bahagia

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Alvi Barta Jadul, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 16

Ketika seseorang berusaha menjauhi hidupmu, biarkanlah. Kepergian dia hanya membuka pintu bagi seseorang yang lebih baik untuk masuk.

~Ay Alvi~

Moscow, Rusia.

Waktu terus bergulir tanpa terasa, Via terus menyibukkan diri dengan mengasuh kedua buah hatinya. Si kembar kini telah berusia 18 bulan. Dengan segala tingkah lakunya mereka yang lucu dan menggemaskan.

Kasih sayang yang di terima oleh kedua bocah itu tidaklah kurang, walau mereka tumbuh tanpa kehadiran ayah kandungnya.

Zeline tumbuh menjadi gadis kecil yang periang, beberapa patah kata telah dapat di ucapkannya termasuk panggilan Mom yang di tujukan kepada sang bunda.

Aiden sendiri tidak terlalu banyak bicara, anak laki-laki itu lebih aktif bergerak ketimbang mengeluarkan suaranya. Mereka saling melengkapi satu sama lain membuat hidup Via terasa sempurna.

"Mengapa kau memilih Praha?" tanya Maureen duduk di sisi ranjang sambil mengelus perutnya yang kini telah tampak membuncit.

Istri Demyan itu sedang mengandung tiga bulan kini. Wanita itu bertanya kepada Via mengapa sahabat sekaligus adik angkat suaminya itu memutuskan untuk pindah dan menetap di Praha.

"Tidak ada alasan khusus," jawab Via sembari menata baju-baju kedua buah hatinya ke dalam koper besar miliknya.

"Lalu, mengapa kau ingin pindah dari sini? Apa kau tidak kasihan dengan Papi?" Dua pertanyaan di lontarkan Maureen sekaligus membuat ibu dua orang anak itu menghentikan aktifitasnya dan menatap wajah sahabatnya tersebut.

Via menghela nafas pelan sebelum menjawab pertanyaan sahabatnya tersebut.

"Aku tidak ingin terus bergantung pada Papi," jawab Via meneruskan kembali melipat baju-baju si kembar, " Selama ini Aku telah berhutang banyak pada kalian," tambah Via menutup koper karena semua telah selesai di persiapkan.

"Kau sama sekali tidak merepotkan Vi," ujar Maureen tak setuju dengan perkataan adik angkat suaminya itu.

"Kau tahu, Papi dan Demyan sangat menyayangimu. Mereka pasti tidak akan setuju jika kau pergi dari sini," tutur Maureen berusaha menjelaskan pada Via bahwa keluarga Petrov benar-benar menyayanginya.

Lagi-lagi wanita itu menghela nafas, bukannya ia tidak tahu kalau ayah dan kakak angkatnya sangat menyayangi dirinya dan juga si kembar. Namun, selama ini ia sudah terlalu banyak merepotkan keluarga tersebut. Via ingin hidup mandiri dalam membesarkan kedua buah hatinya.

Di keluarga Petrov ia begitu di manja, tak pernah wanita itu di perbolehkan untuk memegang suatu pekerjaan. Bahkan untuk mengasuh si kembar pun ia masih harus berdebat dengan sang kakak yang memaksanya untuk menggunakan jasa baby sitter. Hal itulah yang membuat Via merasa tidak enak. Wanita itu bukan dari kalangan konglomerat, jadi wajar saja jika ia tidak terbiasa dengan fasilitas yang di berikan oleh keluarga kaya tersebut.

"Aku tahu." Via menjawab pertanyaan sahabatnya dengan tegas.

"Aku akan memberi pengertian kepada mereka, lagipula Praha tidak terlalu jauh," ucap Via membuat Maureen menggelengkan kepalanya.

"Mom ... Mommy," celoteh Zeline yang terbangun dari tidurnya.

Bocah kecil itu ingin melompat dari atas tempat tidur untuk menggapai sang bunda.

"No baby, kau bisa terluka," larang Via segera meraih putri kecilnya ke dalam gendongan.

"Mom ... tutu," rengek Zeline dengan suara yang tak jelas meminta susu kepada sang ibu.

Via pun membuka satu kancing kemejanya bersiap untuk memberikan susu kepada putri kecilnya tersebut.

Namun, Zeline menggelengkan kepalanya, bocah kecil itu menolak susu murni sang bunda.

"Tutu Moo." Zeline kembali merengek meminta susu sapi rupanya.

"Oh, Zel mau susu Moo," ucap Via baru mengerti apa yang di maksud bocah perempuan itu.

Zeline mengangguk antusias sembari menggoyangkan badannya membuat Via dan Maureen tertawa melihat tingkah bocah itu yang benar-benar menggemaskan.

"Tunggu sebentar ya! Mommy buatkan susu Moo untuk Zel," ucap Via mencubit gemas hidung Zeline yang mancung membuat bocah kecil itu mengerucutkan bibirnya.

Via pun segera beranjak ke dapur membuatkan susu sesuai dengan permintaan Zeline. Sementara sang ibu membuat susu Zeline bermain dengan Maureen yang masih berada di sana.

Di dapur para pelayan yang telah selesai bekerja tengah menonton siaran televisi yang memang sengaja di letakkan di sana khusus untuk para pelayan. Mereka sedikit terkejut dengan kedatangan Via.

"Maaf Nona," ucap salah satu pelayan canggung, ia langsung berdiri menghampiri Via untuk membantu wanita itu membuat susu Zeline.

"Tidak perlu, lanjutkan saja kegiatan kalian," tolak Via ramah, ia memang tidak ingin merepotkan siapa pun, apalagi hanya sekedar membuat susu yang sudah pasti adalah tugasnya sebagai seorang ibu.

"Tapi ...."

"Tidak apa, Aku bisa buat sendiri," sela Via sebelum sang pelayan meneruskan kalimatnya.

Akhirnya sang pelayan pun kembali melanjutkan kegiatannya menonton siaran berita gosip tokoh yang menjadi idola mereka.

"Lihatlah, yang pria tampan dan yang wanita juga cantik," puji salah satu dari pelayan yang melihat berita itu ketika mereka melihat gosip tentang seorang pengusaha hotel yang tengah naik daun tertangkap kamera tengah makan malam bersama dengan seorang wanita cantik yang di gosipkan menjadi kekasihnya.

"Iya benar, mereka sangat cocok," sahut pelayan satunya.

Via sendiri tak terlalu memperdulikan pembicaraan mereka, wanita itu tidak terlalu tertarik dengan gosip artis ataupun pengusaha yang memang tidak ada hubungan dengannya.

"Wah, beruntung sekali wanita itu. Andai saja aku yang jadi kekasihnya," ucap pelayan lagi, ia berkhayal seandainya menjadi wanita yang berada di layar kaca.

"Cih, mana mungkin pria tampan dan kaya seperti itu mau pada kita." Pelayan satunya berdecih membuyarkan angan-angan temannya.

Sementara Via hanya tersenyum kecil mendengar percakapan dua orang pelayan keluarga Petrov tersebut. Mereka menonton gosip sambil bergosip dan berandai andai.

"Oh Tuhan, Tuan Pratama memang benar-benar tampan," puji salah seorang pelayan membuat Via yang akan meninggalkan dapur menghentikan langkahnya.

Wanita itu penasaran ketika mendengar mereka menyebutkan nama keluarga Pratama. Via pun menoleh, ia ikut melihat siapa yang berada di televisi yang kini tengah di perbincangkan oleh kedua pelayan tersebut.

Prang ....

Gelas berisi susu yang di bawa oleh wanita itu pun terlepas dari genggamannya ketika ia melihat siapa yang menjadi bahan perbincangan kedua pelayan itu. Tanpa terasa bulir-bulir bening menetes membasahi pipinya tatkala ia melihat di televisi Ziga suaminya tengah makan malam dengan seorang wanita cantik. Walau ia telah memutuskan untuk meninggalkan Ziga, namun tidak dapat di pungkiri wanita itu masih mencintai pria yang hingga saat ini masih berstatus sebagai suaminya.

"Nona, Anda kenapa?" tanya pelayan panik, ia segera membersihkan pecahan gelas yang berserakan kaki Via, bahkan kaki wanita itu terluka terkena pecahan gelas.

"Nona kaki Anda terluka," pekik pelayan tersebut panik.

Sementara Via hanya terdiam tidak bereaksi apa-apa, wanita itu masih memikirkan berita tentang Ziga yang baru saja di lihatnya.

*********

Terimakasih telah membaca AKU MENCINTAIMU 2 dan terimakasih juga untuk yang telah memberikan like, coment dan juga votenya.

Ay cuma minta kalian jangan lupa untuk like jika selesai membaca karena satu like kalian sangat berharga bagi kami para penulis.

Salam sayang dari Ay si Author recehan 😘😘😘

1
Laila Fitriani
oh pasti waktu si Kayla bawa mobil nya pulang yg jadi masalah
Laila Fitriani
tobat lu mudah amat tergoda
Laila Fitriani
jadi kasihan sama ziga
Laila Fitriani
klau kabur dr masalah juga harus kabur dr keluarga,dan apa pengorbanan untuk kakak nya sia-sia
deden nasrudin
cerita nya bagus, lanjutan Thor 👍👍👍😘😘😘
Porman Siahaan
lanjut thorrr
Suherni 123
ziga nya aja yg ga waspada
Aphry
aduhh ziga, OOn di pelihara 🤣😄
Aphry
sumpah yah ini kelakuan si via udah keterlaluan... namanya juga rumhtangga ga mungkin slalu mulus. kata² gitu ajah udah minggat.
Aphry
semua masalah dari via.. uhhh gitu ajah udah sakit hati, cemen
Ida Blado
nyari bukti kok setengah2,ketahuan bgt kekuasaannya masih nol
Ida Blado
kmu jg bodoh ziga,,,,tinggal buat pernyataan ngapain pula membutuhkan keyla
Ida Blado
nh nah,,,makin panjang nantinya
Ida Blado
dasar pria kucing,di kasih duri ikan pun di sambar,,, huh aku berharapnya mereka gk ketemu seumur hidup mereka
Ida Blado
ohoooo,,, gk kapok kah kmu ziga buat masalah,,,
Ida Blado
knp gk tambahin nama petrov di belakang pratama biar adil
Linda Zamir
laah knapa hrs nangis si via yg ninggalin lakinya dia uda mo 2 tahun , itu juga uda bagus ziga msh jaga diri , msh bertahan...hrs nya mikir...walau ziga nnti nikah lg wajar lah...ga salah jg...istri nya yg kabur ninggalin dia..tampa ada penjelasan
rhya musriana
aa
Miswardani
sudah 18 bulan lo umur zeline
Jaliah Jia
lanjutkan ceritanya penasaran...
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!