Dalam masa revisi!
Tyara Queen Nesya, gadis berusia 23tahun. yang harus menihkah dengan laki-laki dingin bernama Alfin Sanjaya. hanya untuk melunasi hutang Ayahnya yang berjumlah Milyaran rupiah!
Bagaimana kehidupan Tyara setelah menihkah dengan Alfin? Akankah hidupnya akan bahagia atau sebaliknya.
Sampai Tyara meninggal kan Alfin. dan membawa anak dalam kandungan nya pergi jauh dari kehidupan Alfin.
Saat umur Anak Tyara, berusia 17 tahun ia berniat membalas kan dendam kepada Papah nya karna mengira telah melantar kan nya begitu saja. sampai saatt di mana diri nya mengetahui jika Papah nya tidak bersalah dan dalang ke hancuran keluarga nya di sebabkan oleh paman nya sendiri..!!
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Cici, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
17
Sementara itu di dalam kamar yang luas dan megah terdapat dua orang yang sedang berbicara..
"Tadi mama bertemu dengan Veronica, dia ada di negara ini?" Tanya Marisa kepada Alfin.
"Ya, dia di sini" Jawab Alfin sambil menopang tangannya di dagu.
"Benarkah?" Ujar Marisa tidak percaya.
"Mama bisa datang ke apartemen nya" ucap Alfin mendelik malas.
"Bawalah dia kesinih, Mamah ingin bertemu dengannya" Ucap Marisa seraya melihat kearah Alfin.
"Mama mau membuat Alfin dibunuh dengan Papa?"
"Ck, menyebalkan yasudah besok ajak Veronica, bertemu dengan Mama di Caffe biasa seperti dulu" Ujar Marisa seraya merebahkan dirinya ditempat tidur.
"Akan Alfin usahakan Ma!"
Alfin ia memilih untuk pergi dari dalam kamar milik Mama nya.
"Malas sekali bertemu dengan Veronica. Setelah apa yang dia katakan, dan lakukan kepada Tyaku,"
Setelah Alfin keluar dari kamarnya Marisa berniat untuk memejamkan kedua matanya, tapi dirinya langsung teringat tentang keberadaan Tyara sekarang dimansion miliknya bangkit dari tidurnya dan duduk di tepian ranjang.
"Dimana perempuan itu? kenapa aku belum melihatnya." Ucap Marisa berbicara kepada dirinya sendiri.
"Lebih baik aku tanyakan saja kepada pelayanan disinih" Tambahnya lagi dan bergegas keluar kamar
Berjalan kearah dapur, dan menemui salah satu pelayan disanah.
"Bi inah." Teriak Marisa, Bi Inah yang dipanggil pun langsung menghampiri Marisa.
"Iya Nyonya" Ucap Bi Inah menunduk hormat.
"Kau tau bukan? kalau kemarin Alfin membawa istrinya kesini" Tanya Marisa seara melipat tangannya di atas perut.
"Memang benar Nyonya,"
"Lalu dimana sekarang dia?"
"Sepertinya Nona muda belum keluar kamar Nyonya"
"Baiklah, teruskan pekerjaanmu" Berlalu pergi meninggalkan dapur sedangkan Bi Inah Kembali meneruskan pekerjaannya.
"Dimana perempuan itu?" Mengoceh dalam hati sambil terus melangkahkan kakinya menuju kamar Alfin.
Sesampainya di depan kamar Alfin Marisa langsung masuk tanpa mengetuk pintu terlebih dahulu sehingga membuat Tyara yang sedang berbaring di atas tempat tidur langsung terkejut..
"Cihh, berani-beraninya kau enak-enakan tidur diranjang milik anak Ku!" Ucap Marisa dengan suara keras, berjalan kearah Tyara dan langsung menarik tubuh Tyara hingga terjatuh kelantai dengan keras
Menarik rambut Tyara, dengan sangat kencang hingga membuat Tyara mendongak keatas.
"Sa... sakit Ma" Ucap Tyara dengan mata yang berkaca-kaca.
Bukannya berhenti Marisa malah terus menarik rambut Tyara hingga rontok beberapa helai.
Alfin tidak ada disana, tapi bukannya sama saja jika Alfin berada disituh? apa dirinya akan menolong Tyara,? mungkin ia hanya diam dan menonton aksi Mama nya ini..
"Dengar ya! anak saya tidak akan tertarik dengan wanita seperti dirimu!" Ucap Marisa mendorong keras tubuh Tyara hingga kepala Tyara terbentur kelantai sehingga mengeluarkan darah..
"Awwwchhhhh" Ringis Tyara sambil memegangi kepalanya. sedangkan Marisa yang melihat itu hanya tertawa-tawa
"Ingat! jika bukan karna Ayahmu mempunyai hutang kepada keluargaku, dan jika saja suamiku tidak menyukaimu Alfin tidak akan saya ijinkan untuk menikah dengan perempuan seperti dirimu!!" Ucap Marisa tajam.
"Am... ampun Ma Sa.. saki..tt" Ujar Tyara sambil meringis
"Mama kamu bilang mama! seharusnya kamu itu panggil saya Nyonya" Ujar Marisa kembali membenturkan kepala Tyara kelantai.
"Dasar wanita ga tau diri!"
"Saya bukan wanita seperti itu Nyonya, suatu saat Nyonya dan keluarga Nyonya akan menyesal karna telah memperlakukan saya seperti ini" Ucap Tyara angkat bicara.
"Menyesal kamu bilang,? Cihh, tidak akan" Ujar Marisa berapi-api sehingga membuat darah di kepala Tyara terus saja mengalir, membuat pandangan Tyara menjadi gelap tapi sebelum dirinya benar-benar menutup matanya dirinya sempat mendengar suara laki-laki menyebut namanya..
"Tyara.."
"Mama apa yang Mama lakukan hentikan!" Alfin datang untuk menolong nya. Alfin suami nya datang. sebelum mata itu benar benar tertutup.
Salam hangat dari aku ❤
berasa pipiku yg ditampar tour🤪🤪😵😵