"Menutup auratnya, tapi kelakuannya kayak wanita murahan!! Sampai-sampai hamil diluar nikah!!! Dasar kau wanita banyak drama!!" ejek salah satu tamu undangan.
"Mana ada pria yang mau menikahinya!!"
"Iya, wanita menjijikkan!"
Sara hanya sabar dengan perkataan yang dilontarkan oleh para tamu undangan. Sungguh batinnya saat ini menangis pilu mendengar cemohan dari orang-orang disekitarnya. Bagaimana yang akan terjadi selanjutnya?¿?¿?
yuk simak kelanjutan kisahnya.....
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Eka Meilina, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
•17
***SKIP WAKTU***
Sara pulang ke rumahnya dengan di antarkan oleh Zidan dan Rangga. Sebelum nya Rangga minta untuk Sara menginap di rumahnya lagi dan menemani dia tidur dengan diiringi kisah 25 Nabi. Rangga pertama kali mendengar kisah Nabi, sebelumnya Zidan memang tak pernah menceritakan Rangga.
DI TERAS RUMAH SARA
"Tante, besok tante ke rumah Rangga lagi kan?" Tanya Rangga dengan raut wajah penuh harapan.
"Insyaallah, sayang...."
"Tante, Rangga mau belajar ngaji sama sholat biar bisa doain Mamah di surga.."
Zidan yang sedari tadi hanya nyimak percakapan Sara dan Rangga tiba-tiba menjadi terkejut dengan perkataan Rangga.
"Benarkah??" Tanya Sara meyakinkan.
"Iya, Rangga mau berdoa supaya Rangga dapat Mamah baru yang baik kayak Tante Sara..." Jawab Rangga tersenyum.
"Alhamdulillah, pati Mamah Rangga bangga sama kamu sayang. Karena kamu anak yang baik..." Kata Sara.
"Insyaallah kalo Tante ada waktu, Rangga belajar ngaji sama sholat sama Tante..."
"Iya, Tante. Terima kasih.... "
"Iya sayang...."
Zidan menyuruh Rangga untuk ke dalam mobil terlebih dahulu, karena dirinya ingin membicarakan sesuatu kepada Sara. Sungguh sebenarnya Zidan ingin berterima kasih kepada wanita yang kini berada di hadapannya. Ia sudah sayang dengan Rangga dan akan mengubah diri Rangga menjadi yang lebih baik dan sholeh. Namun Zidan merasa malu, karena ia tak pernah mengajarkan Rangga dengan hal-hal seperti itu. Baru kali ini ia menemukan wanita sholehah yang mau menyadarkan dirinya untuk berubah.
"Sara, saya sungguh berterima kasih kepadamu. Karena kau sudah mengajarkan Rangga dengan hal-hal yang baik..." Ucap Zidan.
"Karena anak seusianya harus diajarkan dengan hal-hal yang positif. Supaya dirinya tidak terkejut dengan hal-hal yang baru."
"Oh ya, apakah kau mau mengajarkan Rangga untuk ngaji dan sholat? Apakah kau tidak keberatan?" Tanya Zidan.
"Insyaallah saya akan mengajarkan Rangga hingga dia paham betapa pentingnya ilmu agama..."
"Baiklah, sekali lagi terima kasih Sara. Saya pamit dulu..."
"Iya, pak. Walaikumsalam wr wb...."
Zidan lupa mengucapkan salam untuk berpamitan kepada Sara. Namun Sara memaklumi nya.
Sara masuk ke dalam rumahnya, hari ini ia merasa sangat lelah. Ia masih memikirkan kejadian tadi di Taman, apakah benar itu adalah kekasihnya Zidan? Mengapa mereka bertengkar?
Pertanyaan demi pertanyaan ia pikirkan di dalam pikiran nya untuk menemukan jawabannya yang pas dan cocok. Tetapi dia juga sadar, ia bukan siapa-siapa jadi tak perlu ikut campur urusan pribadi orang lain. Sara pergi untuk membersihkan diri dan melanjutkan sholat. Setelah lima menit lamanya, ia tak sengaja menemukan foto keluarga nya. Mata Sara mulai berkaca-kaca melihat foto keluarga yang kini ada di genggaman nya.
"Umi, abi. Sara kangen kalian..."
"Sara mau bertemu kalian, apa kalian tidak kangen dengan Sara?"
"Bagaimana kabar umi dan abi??"
"Sara hanya bisa berdoa, supaya Sara bertemu dengan kalian..."
Sara bertanya dengan dirinya sendiri. Tak terasa air mata nya yang sudah ia bendung dari tadi akhirnya jatuh membasahi pipi lembutnya. Ia tak kuat menahan rasa rindu bercampur rasa sedih. Sara yakin bahwa suatu hari ia akan dipertemukan dengan orangtuanya.
"Ya rabb, apakah ada pria yang mau menikah dengan wanita seperti ku? Yang hamil diluar pernikahan?" Kata Sara.
"Aku ingin sekali mencari ayah untuk bayi yang berada di kandunganku, kasihan jika dia lahir namun tidak memiliki seorang ayah."
"Ya rabb, tolong pertemukan hamba dengan jodoh yang engkau berikan. Jika memang dia jodoh yang terbaik, pasti dia akan menerima hamba dengan apa adanya."
Sara terus berdoa untuk kebaikan dirinya dan anak yang ada di kandungannya, supaya dia bisa melewati cobaan nya.
*****************
jangan lupa vote ya
jadi penasaran