NovelToon NovelToon
Kesayangan Sang Pewaris

Kesayangan Sang Pewaris

Status: sedang berlangsung
Genre:Romantis / Komedi / Cintamanis / Balas Dendam / Romansa-Solidifikasi tingkat sosial
Popularitas:361.7k
Nilai: 5
Nama Author: anggi (@ngie_an)

Sinopsis

Warning!!!
Adegan dalam cerita ini mengandung unsur dewasa 21+, harap bijaklah dalam membaca.

Grael Arabella, seorang gadis belia yang hanya tinggal bersama sang Kaka dan ibunya, semenjak sang ayah meninggal dunia, dia membantu kakaknya untuk mencari nafkah. Grael juga memiliki cinta pertama di bangku sekolah menengah pertama yang bernama Rangga Louis, sosok pria yang sudah membuatnya merasakan jatuh cinta untuk pertama kali.

Takdir berkata lain. Grael justru bertemu dengan Erlangga Louis, seorang artis terkenal yang menjadi salah satu idola Grael. Pertemuan mereka justru membuat Grael menjadi benci dengan Erlangga. Namun, berbeda dengan artis tersebut, dia justru semakin ingin memiliki gadis belia itu.

Apalagi saat Erlangga tahu, bahwa Grael akan dijodohkan dengan Rangga, adik tirinya. Sekaligus ahli waris kedua dari keluarga Grup Jaya. Erlangga semakin menjadi ingin merebut kembali apa yang semestinya dia miliki. Baik itu, tahta, hart

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon anggi (@ngie_an), isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

17. Memperebutkan Cinta

Rangga mendengar semua ucapan dari orang yang selama ini dia kagumi, hatinya begitu sakit ketika mendengar ucapan dari mulut sang Kaka yang menghina ibu kandungnya, ditambah pengakuan dari sang kakak jika kekasihnya adalah milik Erlangga.

Ingatannya kembali menyadarkan Rangga waktu melihat air mata Grael, warna lipstik dan tanda merah pada leher kekasihnya. Dia juga melihat bibir sang kakak terdapat warna noda lipstik berwarna merah jambu.

Air mata Rangga langsung menetes, dia tidak menyangka bahwa dia akan bersaing dengan orang yang dia sayang, walaupun Erlangga tidak pernah menganggap dia sebagai adiknya.

"Apa yang udah lo lakuin sama cewek gue?" tanya Rangga saat Erlangga berjalan melewatinya.

"Ck! Cewek lo? Dia wanita gue! Wa ... ni ... ta ... gue, pahamkan lo!" Erlangga berhenti dan berbalik badan untuk memberitahu kepada Rangga sembari menepuk pipi sang adik, lalu kembali berjalan.

"Anying ... jangan pernah sentuh calon tunangan gue!" Rangga langsung membalikan tubuh sang Kakak dan memukul tepat di pelipis Erlangga.

Erlangga pun mendapat pukulan dari sang adik, hingga tubuh dia terhuyung kebawah, belum siap Erlangga untuk berdiri tegak, sang adik sudah memukul untuk kedua kalinya.

"Itu buat lo, yang udah berani sentuh Grael, dan ini buat loe yang udah menghina nyokap gue!" Rangga melayangkan pukulannya kembali.

Erlangga yang tidak mau kalah, dia membalikan posisinya yang kini mendorong tubuh Rangga hingga terjatuh, dia langsung naik ke atas tubuh sang adik dan tanganya siap melayangkan pukulan untuk membalas perbuatan Rangga.

"Loe yang anjjieng!" maki Erlangga yang melesetkan pukulannya di samping pipi Rangga, lebih tepatnya dia tidak memukul pipi sang adik. Melainkan ke arah keramik tersebut.

Rangga yang sudah memejamkan mata kembali membuka matanya dan melihat raut wajah sang kakak yang menahan amarah. Begitu terasa di pipi Rangga ketika tetesan darah jatuh ke arahnya.

"Erlangga!" teriak sang ayah ketika melihat kedua anaknya berkelahi.

"Lo boleh, ambil semua yang Lo mau dari gue. Bokap, jabatan, harta ... silahkan Lo ambil, tapi jangan dia!" Erlangga langsung berdiri dari atas tubuh Rangga ketika Josua berteriak memanggil namanya.

Erlangga langsung pergi, meninggalkan Rangga yang masih terbaring di lantai. Dia membanting pintu kamarnya saat masuk ke dalam kamar dan segera pergi dari rumah kediaman Josua.

"Mau ke mana kamu? Hah! Erlangga?" tanya sang ayah yang tidak digubris oleh anaknya.

Erlangga langsung melajukan kendaraan roda empatnya untuk keluar dari rumah yang begitu megah tersebut, apa yang ada dibenaknya terlalu sakit bila harus menerima kenyataan dan harus mengalah untuk sang adik.

Bayang-bayangan ciuman sang adik pada Grael membuat Erlangga semakin melajukan kendaraanya dengan kecepatan tinggi, dia mencengkeram kuat pada stir yang dia kendarai, hingga akhirnya mobil yang Erlangga kendarai mengalami kecelakaan di ruas jalan tol cintaterlarang.

***

Seorang wanita berkaca mata berlari sekuat tenaga ketika mendapat kabar bahwa keponakannya mengalami kecelakaan, ia segera berlari keruang UGD. Namun, ia tidak menemukan Erlangga, ia pun menanyakan kepada petugas penjaga administrasi untuk menanyakan keberadaan keponakannya.

"Apa? Di ruang rawat VVIP nomor 405?” Perempuan paru baya itu, begitu heran dengan jawaban dari petugas tersebut. Ia langsung naik ke lantai atas khusus untuk ruang rawat inap kelas atas.

Perasaan khawatir dicampur curiga membuat ia tidak sabar melihat kondisi Erlangga, pintu ruang rawat pun dibuka dengan kencang. Matanya langsung menangkap seorang pasien yang tergeletak lemah dengan perban di kepala dan juga pada lengannya.

"Rio, bagaimana kondisinya sekarang?" tanya Nadin yang mendekat ke arah manager keponakannya.

"Ta-tante? Ko-kondisinya—"

Nadin pun mulai paham yang dimaksud oleh Rio, dia langsung memukul lengan Erlangga yang diperban dengan sangat kencang, sehingga menimbulkan efek yang membuat artis tersebut merintih kesakitan.

"Bagus, ya ... pantesan tiap tahun selalu menang katagori pemeran artis terbaik, hhmm?" Nadin menarik telinga Erlangga dengan kencang.

"Aaakkh ... sakit, Tante. Ampun, Tan ... dengerin dulu penjelasan aku, Tan." Erlangga memohon agar Nadin mau melepaskan telinganya.

"Dengerin apa? Hah!" Nadin melepaskan tangannya dari telinga Erlangga, kemudian keponakannya itu menjelaskan kepada Nadin bahwa dia berniat bersandiwara untuk mendapat rasa empatik dari Grael.

Erlangga memohon kepada Nadin, agar dia mau membantu untuk melancarkan aksinya merebut perhatian Grael, wanita yang dia sukai. Nadin menolaknya secara halus, dia tidak mau ikut dalam kebohongan yang diperbuat oleh Erlangga. Namun, karena rasa sayang kepada keponakanya, dia pun mengabulkan permintaan Erlangga.

"Kamu yakin dia datang?" tanya Nadin.

"Lagi dijalan, Tan." Rio menjawab pertanyaan dari Nadin.

Tidak lama kemudian, mangsa yang ditunggu-tunggu akhirnya datang dengan tergesa-gesa, Grael membuka pintu dengan raut wajah penuh keringat dan napas tersengal.

"Ya Tuhan ... Kak, gimana kondisinya sekarang?" tanya Grael kepada Rio.

Manager itu hanya menyuruh Grael untuk melihat sendiri kondisi Erlangga, dia tidak mau terlibat kebohongan yang dibuat oleh artisnya, hanya untuk mengambil rasa empatik dari wanita yang disukai oleh Erlangga.

Air mata Grael langsung menetes melihat luka lebam dan jahitan pada bibir Erlangga, begitu sedih melihat perban pada kepala dan lengan artis sombong tersebut. Dia tidak menyangka bahwa umpatan rasa kesalnya selama ini di kabulkan begitu cepat.

Ada rasa bersalah pada diri Grael, dia memeluk Erlangga sembari meminta maaf dan menangis. Dia mengelus wajah Erlangga yang lebam karena menurutnya itu karena luka tabrakan bukan luka pukulan.

"Maafin aku. Please bangun ... kamu harus sembuh," tangisan Grael langsung pecah saat melihat begitu banyak luka pada wajah Erlangga.

Nadin menarik napas panjangnya dengan kasar sembari menggelengkan kepalanya saat melihat gadis yang ada di depan matanya, terlalu polos dan lugu untuk Erlangga yang sudah menjadi artis pemeran terbaik.

Baru saja Grael berniat untuk langsung tidur setelah pulang dari acara pertemuan keluarga, tetapi Rio mengabari bahwa Erlangga mengalami kecelakaan dan mendapat perawatan intensif dari rumah sakit.

Grael dipaksa datang oleh Rio, sebagai asisten Erlangga yang bertugas untuk ikut bertanggung jawab atas kejadian yang menimpa artisnya. Mendapat kabar yang menyangkut masa depan dia. Grael pun meminta izin kepada Karina pergi ke rumah sakit untuk melihat kondisi Erlangga.

"Dok, gimana kondisinya? Gak begitu parah kan, dok?" tanya Grael yang melihat Nadin masih menggunakan baju tugas rumah sakit tersebut yang berdiri di samping Rio.

"Gak usah khawatir, lukanya gak parah kok, kalau mau lebih cepat sembuh ... tinggal dicium aja, pasti langsung bangun," ucap Nadin yang asal berbicara ketika melihat tingkah polos dari gadis tersebut.

"Aa-aah? Maksudnya, dok?" tanya Grael sekali lagi agar dia tidak salah mendengar saran dari Nadin.

"Oh, maksdunya ... kita liat aja nanti perkembangan selanjutnya, kalau gitu ... saya permisi dulu." Nadin tersenyum ke arah Grael dan segera berbalik badan keluar dari ruangan tersebut sembari memegang keningnya yang terasa pusing melihat tingkah keponakanya.

"El, Kakak tinggal dulu ya, sebentar." Rio menunjukan ponsel yang berdering kepada Grael untuk mengangkat panggilan masuk. Gadis itu tersenyum dan mengangguk kepalanya.

Grael menarik kursinya agar lebih dekat dengan Erlangga, dia kembali meneteskan air matanya saat melihat luka lebam dan jahitan pada wajah Erlangga. Rasa bersalahnya pun semakin besar saat mengingat bahwa dirinya selalu memberikan kata umpatan pada artis tersebut.

"Maafin aku," tangisan Grael semakin pecah, hatinya tidak begitu tega melihat calon kakak iparnya terbaring lemah di rumah sakit.

Suara isak tangis Grael membuat Erlangga merasa bersalah kerena sudah membohonginya, dia pun mengusap kepala sang gadis dengan lembut sembari berkata. "Hai, aku baik-baik saja."

Grael pun memandang Erlangga dengan raut wajah yang senduh, dia tersenyum saat artis itu tersenyum ke arahnya, Grael pun memeluk Erlangga dengan erat sembari menangis.

To be continued...

1
Melani Sunardi
Bintang 5 aja bayarnya dah jut jutan..... bintang 10 gimana thor/Hey//NosePick//NosePick//NosePick//NosePick/
HIATUS: plesetan dengan sistem hiperbola 🤭
total 1 replies
Muna Junaidi
Menyala thor🔥🔥🔥
HIATUS: apanya kak? 🤭
total 1 replies
Hello20 Kitty16
hai
Eka Uderayana
terimakasih Thor 🙏... setangkai mawar untuk mu author 🌹
Eka Uderayana
terimakasih Thor 🙏... setangkai mawar untuk mu 🌹
Eka Uderayana
thanks Thor 🙏.. setangkai mawar untuk mu 🌹.... good job 👍
Eka Uderayana
semangat terus ya Thor 💪... jangan patah semangat.. gara-gara komentar yang tidak bermutu...oke... semangat 💪...aku suka karya mu.. love you author 🥰
HIATUS: makasi ya kak 😍🥺 terhura
total 1 replies
Eka Uderayana
thanks Thor 🙏.. setangkai mawar untuk mu author 🌹
Eka Uderayana
hai Thor... thanks 🙏.. setangkai mawar untuk mu 🌹..
Eka Uderayana
terimakasih Thor 🙏... cerita nya keren 👍.. setangkai mawar untuk mu author 🌹
Eka Uderayana
hai Thor.. salam kenal... aku sedang membaca novel karya mu ini.. very good 👍... setangkai mawar untuk mu author 🌹 dan satu vote untuk mu.. kapan kelanjutan ceritanya... padahal bagus loh ceritanya... lanjut Thor.. please 🙏🥰
Eka Uderayana
thanks Thor 🙏... salam kenal buat author... setangkai bunga mawar untuk mu 🌹
Ass Yfa
Grael terlanjur kecewa.... Er terus mempertahankan Sherly yg jadi momok rumah tangganya
Ass Yfa
duh Sherly mimpinya ketinggian.. kalo jatuh sakit ll... berdarah2
Ass Yfa
duh Irfan nyari masalah kayaknya... bisa berabe nih
Ass Yfa
Rangga ama Emira msih labil dan pingin nyoba sesuatu yg baru
Ass Yfa
Rio sama Ernata aja
Ass Yfa
Grael... penulis novel kali kayak authornya hehehe.... Lydiakah yg dibw polisi
Ass Yfa
fix El udah terlena dlm pesona Er.... dan posisi Rangga mulai tersisihkan...
Siam Ambarwati
Thor ini kelanjutan nya mana
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!