Adara hamil, sialnya ia tidak tahu ia hamil anak siapa. Yang ia ingat terakhir kali hanyalah dirinya terbangun dalam keadaan telanjang bulat bersama dengan empat sahabat laki laki nya yang juga tidak mengenakan pakaian apapun.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Theshittyqueen, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
TUJUH BELAS
Juan terdiam, ia hanya bisa memperhatikan Adara yang pergi masuk ke dalam kamar masih dengan tangisan nya.
Pandangan Juan teralihkan kepada foto keluarga yang terpajang di dinding.
Semuanya terlihat bahagia, hanya satu orang saja di foto tersebut yang menatap datar ke arah kamera. Dan orang tersebut adalah Markus.
Juan berusaha mengingat ingat lagi masa lalu, berusaha mencari tahu apa yang bisa membuat Markus menjadi seperti ini.
—
Falshback
“Bukan kah aku sudah mengatakan kepada mu jangan sampai hamil?” Juan mengacak acak rambutnya kesal, “Aku sudah meminta mu untuk menggunakan pil kontrasepsi bukan? Aku juga selalu menggunakan pengaman lalu kenapa kau bisa hamil?”
Juan melihat Sabrina menggelengkan kepalanya, wanita itu mulai menangis.
“Sabrina, sejak awal aku sudah mengatakan bahwa hubungan kita ini bukan hubungan serius. Kita berdua hanya mencari kesenangan saja.”
Sabrina menganggukkan kepalanya, “Tapi semua nya sudah terjadi Juan, aku hamil. Aku takut hal ini di ketahui oleh orangtua ku, mereka bisa marah besar. Dan aku juga tidak berani menggugurkan nya.”
Juan menghela nafas berat, “Baiklah, kau tenang saja. Aku pasti akan bertanggung jawab. Aku hanya perlu waktu, dan membicarakan masalah ini dengan orangtua ku.”
Juan menggenggam tangan Sabrina, “Kau tenang saja, aku memang laki laki brengsek tapi aku tidak akan lari dari tanggung jawab ku.”
Sejak hari itu Juan dan Sabrina merencanakan pernikahan mereka, termasuk membicarakan masalah tersebut kepada orangtua mereka.
Sabrina membicarakan permasalahan tersebut kepada kedua orangtuanya bersama dengan Juan, tapi orangtua Sabrina sangat marah. Bahkan Ayah Sabrina memukuli Juan habis habisan dan memaksa Juan untuk mempercepat pernikahannya karena mereka tidak ingin menanggung malu.
Semuanya sudah siap. Hanya satu hal yang belum Juan lakukan, yaitu memberitahu kedua orangtuanya.
Orangtuanya selalu sibuk dan susah diajak bicara, hingga Juan nekat menyusul kedua orangtuanya nya ke Jerman seminggu sebelum pernikahannya untuk meminta restu orangtuanya dan juga meminta agar orangtuanya hadir di hari pernikahannya.
Namun datang ke sana adalah petaka bagi Juan, orangtua nya melarang keras pernikahan tersebut.
Orangtua Juan tidak ingin Juan menikah dengan wanita yang bukan berasal dari keluarga terpandang, bagi orangtua Juan seharusnya pernikahan itu menguntungkan.
Orangtua Juan justru memaksa Juan untuk melupakan niat nya untuk menikah itu, dan mengirimkan uang saja kepada Sabrina agar wanita itu mau menggugurkan kehamilannya.
Awalnya Juan menolak, dan ia bersikeras akan menikahi Sabrina meski tanpa restu orangtuanya.
Tapi orangtua Juan terlalu pintar, mereka menghalalkan berbagai cara untuk membuat Juan membatalkan pernikahannya tersebut.
Termasuk memanggil mantan kekasih Juan datang, mantan kekasih yang belum bisa Juan lupakan.
Dan juga mengancam Juan dengan embel embel kebahagiaan Marvel dan juga Monica, orang tua Juan bilang jika Juan menolak perjodohan ini maka Marvel dan Monica lah yang akan menerima akibatnya.
Dan orangtua Juan berhasil, berhasil membuat putranya itu tidak kembali. Tidak menghadiri pernikahannya sendiri.
Memilih bersama dengan mantan kekasihnya yang masih ia cintai, melupakan Sabrina yang tengah menunggunya dengan anak mereka.
Orangtua Juan tentu senang jika Juan lebih memilih menjalin hubungan kembali dengan mantan kekasihnya tersebut yang Ayah dari mantan kekasih Juan tersebut adalah rekan bisnis orangtua Juan.
Pernikahan Juan dengan mantan kekasihnya itu akan membawakan keuntungan besar bagi orangtua Juan.
Juan menjalani hidup bahagia nya dengan Helena Rosalinda, menikah dengan wanita itu.
Berita tersebar kemana mana mengenai pernikahannya.
Yang Juan ketahui adalah hidupnya bahagia bahagia saja bersama dengan Helena. Awal nya Juan benar benar lupa dengan Sabrina.
Hingga suatu hari saat Viona melahirkan anak mereka, Viona tidak bisa diselamatkan. Ia meninggal saat melahirkan putri kecilnya.
Mulai saat itu hidup Juan kembali hancur, ia tidak sanggup menjaga putri nya sendirian.
Lalu ia teringat Sabrina.
Bukan, niat Juan bukan lah menemui Sabrina agar Sabrina mau mengurus putrinya, Viola.
Melainkan Juan menyesali keputusannya dulu, ingin memohon ampun kepada Sabrina dan memulai kehidupan baru lagi bersama.
Mulai hari itu ia mulai mencari tahu keberadaan Sabrina. Dan ia mendapatkan nya.
Sabrina hanya tinggal berdua dengan putranya, sesaat Juan mendapatkan segala informasi tentang Sabrina ia tidak lekas menemui Sabrina namun ia terus mengawasi Sabrina diam diam.
Juan merasa bersalah setelah melihat betapa menderitanya Sabrina, namun jika Juan bisa kembali ke masa lalu ia tidak bisa mengatakan bahwa ia akan memilih Sabrina setelah tau apa yang terjadi.
Karena Juan mungkin akan tetap memilih Helena, Bukan karena Juan mencintai wanita itu, tapi sejahat jahatnya Juan, Juan tidak bisa melihat adik adiknya menderita terlebih lagi berada diposisi nya saat ini. Juan akan tetap mengambil keputusan yang sama meski Juan juga memiliki perasaan terhadap Sabrina.
Juan terus mengawasi Sabrina dan putranya.
Juan selalu memperhatikan bagaimana putranya selalu di ejek oleh teman teman nya karena tidak punya Ayah.
Dan Juan juga mendengar bagaimana tetangga Sabrina selalu membicarakan Sabrina, menghina Sabrina sebagai wanita tidak baik yang mungkin akan menggoda suami mereka.
Hingga suatu hari Juan sudah tidak tahan lagi dan ia menemui Sabrina dan putranya itu.
Semuanya berjalan seperti apa yang Juan duga, kedatangan nya tidak akan diterima begitu saja.
Putranya, Markus. tidak menerima kehadiran Juan, dan juga tidak ingin mengakui bahwa Juan adalah Ayahnya.
Awalnya Sabrina juga menunjukkan reaksi yang sama, namun setelah Juan mengatakan bahwa ia akan membantu Sabrina, meringankan segala beban hidup Sabrina sehingga Sabrina tidak perlu bekerja susah payah lagi, akhirnya Sabrina menerima Juan.
Mereka membuat kesepakatan untuk menikah, hidup bersama dan membesarkan anak anak mereka bersama.
Mereka bisa memulai hubungan mereka kembali, karena Sabrina masih memiliki perasaan terhadap Juan dan Juan pun masih merasakan benih benih cinta di hatinya kepada Sabrina.
Awalnya Juan kira semua permasalahan telah selesai, tapi ternyata Markus putranya tidak menerima keberadaan Viola, anak Juan dari Helena.
Awalnya Juan pikir itu hanya rasa cemburu sementara namun sikap Markus justru semakin tidak terkendali, ia sering sekali dengan sengaja menyenggol Viola hingga terjatuh. Viola masih kecil dan baru belajar berjalan tapi Markus selalu sengaja membuat adiknya itu terjatuh, atau bahkan Juan dan Sabrina mendapati Markus yang dengan sengaja mencubit Viola
Juan masih berusaha berpikir positif wajar sekali Markus sebagai anak kecil cemburu.
Tapi semakin lama perasaan Juan semakin khawatir tiap kali ia melihat Markus bicara sendiri, Markus sering Juan dapati bicara pada dirinya sendiri di kamarnya.
Juan sempat berpikir mungkin itu karena daya imajinasi anak anak yang luar biasa tapi semuanya semakin terasa janggal ketika Juan mendengar Markus berbicara hal yang aneh aneh pada dirinya sendiri.
Juan selalu mendengar..
Seharusnya Viola tidak ada..
Seharusnya Viola begini..
Seharusnya Viola begitu..
Seharusnya Justin begini.. begitu..
Dan semacamnya.
Lagi lagi Juan berusaha berpikir positif.
Sampai ia melihat dengan mata kepalanya sendiri bahwa Markus berusaha untuk mencelakai teman nya sendiri yaitu Justin.
Juan benar benar merasakan hal yang tidak beres dengan putranya itu tapi Juan tidak bisa menerima nya.
Juan tidak bisa menerima jika putra sulungnya itu sakit jiwa, tidak bisa. Mau taruh dimana nama baik keluarga nya?
Sebisa mungkin Juan menghukum Markus, berusaha membuat Markus disiplin dengan segala hukuman hukuman yang ia berikan.
Dan Juan berhasil.
Markus mulai tenang, ia tidak lagi bertingkah aneh. Bahkan Markus sudah mulai berani hidup mandiri dengan bersekolah di asrama.
Sialnya Juan tidak tahu bahwa putranya tidak pernah benar benar membaik, melainkan semakin memburuk karena hukuman hukuman yang ia beri.
—
“Aaron, dokter bilang kau sudah bisa pulang lusa.” Adara datang dengan wajah riangnya, akhirnya setelah sekian lama Aaron akan keluar dari rumah sakit ini.
Aaron ikut tersenyum dan ia memeluk Adara, senyum Aaron semakin melebar saat ia melihat Damian datang.
“Aaron, setelah kau keluar dari rumah sakit. Pernikahan kalian akan segera dilaksanakan, lebih cepat lebih baik.” ujar Damian kepada Aaron, ia khawatir semakin di tunda justru semakin terjadi hal hal yang tidak di inginkan nantinya.
***
Markus duduk di sudut sel nya menghadap ke dinding, Markus terus saja membenturkan kening nya ke dinding meski tidak kencang, itu semua ia lakukan lantaran ia cemas, gugup, gelisah. Karena orang yang di nanti nantinya tidak kunjung datang menemui dirinya.
Adara sedang apa?
Kenapa Adara tidak menemuinya?
Apakah Adara terlalu marah terhadap dirinya sehingga tidak sudi untuk menemuinya?
Atau Adara tidak ingin menemuinya karena Adara sudah bahagia..
Bahagia dengan laki laki brengsek itu, dengan Aaron yang seharusnya sudah mati dan dikubur di tanah.
Memikirkan hal itu membuat Markus kesal, sehingga ia membenturkan keningnya semakin kencang.
Ia tidak suka, dan tidak bisa menerima jika Adara benar benar hidup bahagia dengan laki laki lain.
Tidak bisa.
Markus terus membenturkan keningnya sampai seorang sipir penjara turun tangan menghentikannya, kening Markus terluka, mengeluarkan darah hingga mengalir ke mata nya.
Lalu Markus tiba tiba saja tertawa.
Sampai aku menangis darah kau juga tidak akan pernah datang kan?
Karena kau berbohong, kau tidak pernah benar benar sayang padaku.
Lalu setelahnya Markus menangis, menangis seperti anak kecil. Ia berteriak keras, memanggil manggil nama Adara.
sukses
semangat
mksh