NovelToon NovelToon
SECOND LOVE

SECOND LOVE

Status: tamat
Genre:Romantis / Cintamanis / Patahhati / Duda / Konflik Rumah Tangga-Pernikahan Angst / Tamat
Popularitas:360.8k
Nilai: 4.9
Nama Author: poppy susan

Gibran Tanuwijaya Gilbert, duda anak satu yang harus merelakan kepergian istrinya disaat lagi sayang-sayangnya, cinta Gibran sangat besar terhadap almarhum istrinya sehingga membuat Gibran menutup hatinya rapat-rapat untuk wanita manapun.

Kehadiran Livia yang merupakan guru sang anak mampu memporak-porandakan hatinya. Livia yang merupakan seorang janda tanpa anak itu sangat menyayangi anak Gibran begitu pun sebaliknya.

Akankah Gibran tetap menutup rapat hatinya atau akan menuruti keinginan anaknya yang sangat menginginkan seorang Ibu?

Supaya nyambung dan kalian tahu siapa Gibran, kalian baca dulu CINTA DOSEN GENIUS...

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon poppy susan, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Episode 17

💔

💔

💔

💔

💔

Tidak terasa sudah waktunya Gilsya pulang, Gibran merentangkan kedua tangannya hari ini pekerjaannya sangat banyak tapi disaat Gilsya pulang, sesibuk apapun Gibran dia selalu menyempatkan diri untuk menjemput puteri cantiknya itu.

Gibran segera masuk ke dalam mobilnya, dari kejauhan sebuah mobil pun sedang memperhatikan mobil Gibran yang tidak lain adalah mobil Monica.

Monica sudah sejak lama menunggu Gibran keluar, menurut informasi di jam-jam seperti ini Gibran selalu pergi untuk menjemput anaknya pulang sekolah. Monica mengikuti mobil Gibran, hingga tidak lama kemudian mobil Gibran pun sampai di depan sekolah Gilsya.

"Papiiiiiii....."

"Hallo sayang."

Gibran menggendong Gilsya dan menciumi seluruh wajah Gilsya.

"Oh jadi itu anaknya Pak Gibran? kalau aku ga bisa meluluhkan hati Papinya, aku akan meluluhkan hati anaknya. Pak Gibran terlihat sekali sangat menyayangi anaknya, pasti dia akan mengabulkan apa yang menjadi keinginan anaknya itu," gumam Monica.

Setelah Monica tahu anaknya Gibran, Monica pun segera memutar mobilnya dan pergi dari sana. Bersamaan dengan mobil Monica pergi, mobil Damar pun sampai disana.

Damar segera turun dari mobilnya dan masuk ke dalam sekolah untuk menjemput anaknya. Setelah tahu Livia mengajar disana, Damar jadi rajin menjemput anaknya karena dia ingin bertemu dengan Livia.

"Papaaaa...."

Demir langsung berlari dan memeluk Papanya itu, sedangkan Livia yang baru saja selesai membereskan barang-barangnya langsung pergi melewati Damar tanpa memperdulikan Damar.

"Tunggu Livia!"

Livia menghentikan langkahnya dan membalikan tubuhnya menatap mantan suaminya itu.

"Iya, ada apa?"

"Bisakah kamu menemani aku dan Demir makan siang, saat ini aku tidak bawa pengasuhnya dan biasanya Demir susah makan kalau tidak disuapin."

"Maaf, kamu kan bisa suapin Demir ngapain pakai ngajak aku? lagipula di sekolah Demir pintar kok, sudah bisa makan sendiri iya kan Demir?"

"Iya Pa, Demir sudah bisa makan sendiri kok karena kata Bu Livia Demir tidak boleh disuapin terus harus belajar makan sendiri," sahut Demir.

"Anak yang pinter," seru Livia dengan mengusap kepala Demir.

Livia pun langsung meninggalkan keduanya tapi lagi-lagi Damar menahan Livia dengan mencengkram lengan Livia.

"Livia, kenapa kamu menolak ajakanku?"

"Lepaskan, kita itu sudah tidak punya hubungan apa-apa dan tidak ada alasan buat aku untuk menerima ajakan kamu."

"Apa itu semua gara-gara Pak Gibran?"

"Apa? jangan pernah melibatkan orang lain, karena dia tidak ada hubungannya dengan penolakanku. Aku menolakmu karena aku sudah tidak mau berhubungan lagi denganmu, lagipula masih ada Monica jadi ngapain kamu terus saja menggangguku."

Livia menghempaskan tangan Damar dan segera pergi meninggalkan Damar. Gibran yang saat itu hendak masuk ke dalam mobilnya melihat Livia yang terburu-buru masuk ke dalam taksi yang sudah dipesannya. Kemudian melihat ke arah sekolah, disana Damar sedang berdiri sembari memperhatikan Livia.

"Bukannya itu Damar Sugiono, dia kenal sama Bu Livia?" gumam Gibran.

Gibran pun kembali masuk ke dalam mobilnya, dia tidak mau memikirkan hal yang sama sekali tidak penting untuknya.

***

Malam pun tiba...

Gibran panik saat tiba-tiba mendapat kabar dari Mommy Rubby katanya Gilsya demam, dengan berlari Gibran langsung masuk ke dalam mobilnya dan segera melajukan mobilnya menuju rumahnya.

Memang tadi sepulang mengantarkan Gilsya pulang ke rumah, Gibran menghubungi Mommynya untuk menemani Gilsya dan dirinya kembali ke kantor untuk melanjutkan pekerjaannya.

Sesampainya di rumah, Gibran terburu-buru turun dari mobilnya dan berlari masuk ke dalam rumahnya.

"Mommy, bagaimana keadaan Gilsya?" tanya Gibran panik.

"Gilsya demam Gib, badannya panas banget tadi Mommy sudah memberikan dia obat demam tapi belum turun-turun juga panasnya," sahut Mommy Rubby cemas.

Gibran menghampiri Gilsya dan menyentuh keningnya yang memang terasa sangat panas.

"Mom, kita bawa Gilsya ke rumah sakit."

"Baiklah."

Gibran pun mengangkat tubuh Gilsya dan dengan cepat membawa Gilsya ke rumah sakit, selama dalam perjalanan Gilsya terdengar mengigau.

"Mami...Mami..."

Mommy Rubby dan Gibran saling pandang satu sama lain, bahkan mata Mommy Rubby sudah berkaca-kaca sudah sangat wajar anak sebesar Gilsya pasti memanggil Maminya saat sakit.

"Kamu dengar kan Gib, Gilsya itu membutuhkan sosok Ibu. Mommy tidak tega kalau harus mendengar Gilsya memanggil Maminya seperti ini."

Gibran hanya bisa diam, dia tidak tahu harus menjawab apa. Hingga akhirnya mobil Gibran pun sampai di rumah sakit dan segera membawa Gilsya.

Beberapa saat menunggu Gilsya diperiksa, akhirnya Gilsya pun tertidur. Gibran duduk disamping Gilsya dan menatap wajah Gilsya yang saat ini sudah tertidur dengan lelapnya.

"Sayang, Papi sangat takut kalau mendengar kamu sakit. Papi trauma mendengar kata sakit, Papi tidak mau sampai kehilangan kamu, Papi takut jangan tinggalkan Papi."

Gibran mencium tangan mungil itu, bahkan saat ini pundaknya sudah bergetar akibat tangisannya. Mommy Rubby mendekat dan mengusap pundak Gibran.

"Sayang, Gilsya hanya demam Mommy yakin besok Gilsya akan sembuh dan kembali ceria lagi."

"Gibran takut Mom, Gibran sangat trauma mendengar kata sakit."

"Iya Mommy tahu, Mommy ngerti."

Gibran kembali menatap wajah Gilsya, sungguh Gilsya sangat mirip dengan Alsya dan Gibran tidak bisa melihat Gilsya terbaring di ranjang rumah sakit dengan wajahnya yang pucat seperti itu karena semua itu akan mengingatkannya kepada mendiang istrinya.

"Cepat sembuh sayang, kamu adalah harta yang paling berharga buat Papi."

Malam ini Gibran dan Mommy Rubby tidur di rumah sakit. Gibran tidur satu ranjang bersama Gilsya dan Gibran pun memeluk anak kesayangannya itu.

***

Keesokan harinya...

"Papi bangun."

Gilsya menepuk-nepuk pipi Papinya itu. "Hmmm..."

Gibran merentangkan kedua tangannya kemudian langsung terbangun dan mengecek suhu badan Gilsya.

"Alhamdulillah sudah turun, Oma kemana?"

"Katanya Oma pulang dulu mau ambil baju ganti buat Papi."

Ceklek...

"Ya ampun, Gilsya sayang kamu kenapa sampai bisa dibawa ke rumah sakit?" seru Oma Tasya panik.

"Tadi malam Gilsya demam, Mom."

"Kenapa kamu tidak kasih tahu Mommy? kalau pagi ini Mommy tidak datang ke rumah kamu, mungkin Mommy tidak akan tahu kalau Gilsya sakit."

"Maaf Mommy, tadi malam Gibran panik banget jadi ga sempat kasih tahu Mommy."

"Sayang, Tante bawain bubur buat Gilsya Tante suapin ya," seru Nasya.

"Iya Tante."

Nasya pun menyuapi Gilsya makan, Gibran turun dari ranjang pasien kemudian mengambil ponselnya dan menghubungi asistennya kalau hari ini dia tidak bisa masuk karena Gilsya sakit.

Tidak lama kemudian, Mommy Rubby pun datang dan membawakan baju ganti untuk Gibran.

"Sana kamu mandi dulu, Mommy sudah bawakan baju ganti dan bawa makanan juga buat kamu sarapan."

"Iya Mom."

Gibran pun segera masuk ke dalam kamar mandi, sementara dua Oma dan Nasya terlihat berbincang-bincang.

Gibran keluar dengan penampilan yang sudah segar, Nasya sedikit melongo melihat Gibran entah kenapa Nasya selalu deg-degan kalau melihat Gibran.

💔

💔

💔

💔

💔

Jangan lupa

like

gift

vote n

komen

TERIMA KASIH

LOVE YOU

1
Milk banana
wahai damar Dajjal. mending Lo Ama Monica aja, soalnya sama ( sama-sama Dajjal!!! )
Patrick Khan
.monica buang kelaut aja
Milk banana: ya setuju, jika anda bosan dengan kelakuan Monica, lemparkan saja ke laut~
total 1 replies
Patrick Khan
.monica gk berubah blas ya😠
Patrick Khan
.anak kecil selalu jujur😁
Patrick Khan
wah gk bener ini damar nie😡😡
Lila Susanti: apakah yg namanya sugiona suka selingkuh ??/Silent/
total 1 replies
Patrick Khan
.pindah siniiii😊
we
alur cerita menarik seru semangat kakak
we
jailnya gilsya
Maria Magdalena Indarti
tengkyuu thor.
𝙿𝙾𝙿𝙿𝚈 𝚂𝚄𝚂𝙰𝙽: Cerita Gilsya di judul "THE BEST COUPLE"
total 1 replies
Maria Magdalena Indarti
conggrat Livia & Gibran. rukun, setia, bahagia
Maria Magdalena Indarti
Gibran was was nih saingan sm anaknya
Lila Susanti: suka ma karakter bee , ceria bw energi postif
total 1 replies
Maria Magdalena Indarti
syukurlah Livia ktm ortu yg kaya raya
Maria Magdalena Indarti
jadi deh Livia n Gibran.
Monica emang ga waras mau membunuh bapak angkat nya.
ga waras, Gila
Lila Susanti: pantes neneknya demir benci bgt sama demir. anknya di bunuh monica, ud dr awal abis lahiran di tinggal , jd makin tambah benci ke monica. pelampiasannya ke demir
total 1 replies
Maria Magdalena Indarti
Monica sdh gila
Maria Magdalena Indarti
kenapa ada orang jahat spt Monica. apa ga punya hati
Maria Magdalena Indarti
Livia sgt tulus
Maria Magdalena Indarti
semoga Livia n Gibran jodoh
Maria Magdalena Indarti
nasib Livia malang
Maria Magdalena Indarti
Livia termakan omongan monica. bodoh
Maria Magdalena Indarti
gilsya jail
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!