NovelToon NovelToon
Hot Daddy Dan Gadis Polosnya

Hot Daddy Dan Gadis Polosnya

Status: tamat
Genre:Cintapertama / Nikahmuda / Tamat
Popularitas:419.5k
Nilai: 4.9
Nama Author: Almira nur habibah

Himalaya namaku. Aku hanyalah gadis kecil yang di pungut di jalanan oleh pemuda yang umurnya terpaut sepuluh tahun dariku, dan sekarang umurku dua puluh dua tahun. Entah perasaan ku saja atau orang lain juga menyadarinya jika Daddy mencintaiku lebih dari seorang Daddy pada gadis yang ia rawat sejak sepuluh tahun yang lalu.

Dan yang lebih parahnya aku nurut banget sama Daddy, apa salah jika aku patuh pada dia?

Afzal Ezra Permadani, pesonamu membangkitkan naf..su Daddy, Hima. Maukah kamu menerima Daddy apa adanya yang seperti ini?

yuk simak kisahnya

karya mengandung 21+ ya

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Almira nur habibah, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 17

Sebelum membaca harap tinggalkan like dulu ya🥰🥰

Paket..

Paket..

Aku melihat ada seseorang yang berteriak teriak dengan menyebut kata paket.. paket.. terus, paket siapa sih?

Himalaya mendekat ke gerbang utama kediaman Permadani.

"Iya.. ada yang bisa saya bantu?"

tanyaku saat sang kurir itu membacakan nama.

"Atas nama nona Himalaya ya, alamat jalan bunga Anggrek gang nol dua nomor sembilan."

Kurir itu membacakan semua alamat dengan jelas, bahkan detail.

"Iya.. dengan saya sendiri," aku bingung dong paket dari siapa coba, perasaan aku gak pesan paket semenjak aku lulus kuliah.

Perasaan aku gak punya deh saudara jauh, apa mungkin dari Daddy. Aneh gak bisa-bisanya Daddy begini ngirim paket segala, jika ingin memberi pasti secara langsung dan tidak semisterius ini.

"Ini nona.. ada paket untuk nona, tanda tangan di sini nona."

Aku terpaksa menerima paket itu.

"Terimakasih ya, saya terima paketnya," aku segera pergi saja.

Paket ini aku buka atau tidak ya? apa perlu aku menunggu Daddy saja. Lagian pagi-pagi begini Daddy pergi joging nya lama banget tumben.

Ko aku merasa jadi horor begini ya? paket dari siapa coba, terlalu misterius bahkan aku juga tidak tau dari siapa pengirimnya.

Aku melihat Daddy baru masuk ke dapur, sebab aku sekarang berada di dapur dan sedang menikmati secangkir susu.

Daddy mendekatiku.

"Kesayangannya Daddy, maaf tadi lari dari kamu." Ia duduk tepat di depanku hanya bersebrangan dengan meja makan.

"Hem," aku cuek dan memilih segera menghabiskan susu lalu ku putuskan segera kembali ke kamar.

Daddy terkejut kan dengan perubahan sikapku ini padanya, rasain makanya jadi orang jangan suka lari dari kenyataan jika akhirnya menyesal sendiri.

"Sayang.. jangan tinggalkan Daddy, kita perlu bicara sayang."

Daddy berisik di luar kamar dan terus saja menggedor-gedor pintu kamar sambil menyebutkan nama kesayangan padaku.

"Tolong sayang.. jangan begini, maafkan Daddy sayang. Daddy tidak bisa kamu begini kan sayang, sebentar lagi kita akan menikah sayang kenapa kamu begini?" tanya Daddy di luar kamarku, salah sendiri cuek duluan dan main lari-larian.

Biarlah Daddy berpikir jernih dulu, lagian tinggal lusa kami menikah.

Hari yang di nanti-nanti sudah tiba, kini pakaian rapi Ezra dan Himalaya sudah terpakai. Gaun pengantin yang di gunakan Himalaya sangat cantik dengan perpaduan make up yang di buat senatural mungkin sesuai dengan wajahnya yang cantik jelita.

Dag dig dug.

Huft..

Gerogi banget aku, apa benar hari ini aku akan jadi istrinya Afzal Ezra Permadani. Seorang pria yang merawat ku sejak sepuluh tahun yang lalu kini otw menjadi suamiku dunia akhirat.

Ezra sudah siap-siap mengucapkan ijab qabul atas nama Himalaya, saat mengucapkan ijab Ezra langsung lancar jaya tanpa adanya pengulangan lagi.

Banyak orang yang mengucapkan selamat dan berdoa untuk kelancaran pernikahan kami berdua.

Skip

Setelah acara selesai.

"Sakit sekali kakiku."

Aku memijat-mijat telapak kaki ku yang berdenyut ngilu.

"Daddy pijatkan ya?" langsung duduk di sampingku dan mengangkat satu kakiku yang terlihat sedikit bengkak.

"Boleh Daddy !" jawabku setuju-setuju saja.

Selagi gak berbuat macam-macam ke aku, aku sih oke-oke saja. Tapi.. belum juga aku nyaman dengan pijatan di kakiku aku merasakan ada sesuatu yang aneh.

Ko.. geli ya di samping kakiku, berbulu tapi ko gini ya? perasaan aku tidak memelihara hewan dan aku juga tidak memiliki sendal berbulu.

Aku memberanikan diri untuk melihat benda apa yang berada di sebelah kaki kiriku itu.

Deg

detik berikutnya aku teriak sekencang-kencangnya.

"AAAA... ADA TIKUS MATI."

Daddy yang mendengar aku berteriak begitu kencang langsung terperanjat sebab aku sendiri juga tau jika Daddy takut dengan namanya tikus, apalagi sekarang tikus itu hendak mati. Dia masih kejang-kejang di bawah sana.

"Tikus.. mana tikusnya, mana?"

Raut wajahnya panik.

"Itu Daddy, di bawah kaki!" aku tunjuk tikus yang sedang kejang-kejang.

Daddy sepertinya mau pingsan, wajahnya pucat pasi.

"Sayang.. sepertinya Daddy mau ping.."

Tuhkan Daddy pingsan gara-gara melihat tikus mati, kalau tikus masih hidup juga sama. Alamat.. bakalan perang dunia ini, di tambah lagi kami berdua baru saja selesai dari acara pernikahan kita.

Daddy pingsan aku berusaha mengendong Daddy semampuku meski badanku rasanya mau rontok satu satu, berat.. badan Daddy berapa sih?

"Huft akhirnya.. sampai juga di tempat tidur, ranjang king size ini memang ada manfaatnya gak terlalu tinggi-tinggi banget."

Aku mencari minyak kayu putih atau semacamnya untuk menyadarkan Daddy sambil ku pijat-pijat tangannya.

Semua pelayan sudah berkumpul dan siap-siap menerima sidang perdana lagi malam ini, seperti kejadian dulu-dulu.

Mereka berbisik satu sama lain. Aku diam saja yang penting mereka semua sudah aku kumpulkan bahkan satpam, sopir juga ada. Tanpa terkecuali dua yaitu orang kepercayaan Daddy yang kebetulan hari ini berjaga seorang bodyguard pribadinya.

Daddy masih enggan untuk membuka matanya, antara sengaja atau tidak. Coba aku bisikkan sesuatu deh, semoga manjur.

"Daddy.. ini malam pertama kita loh Daddy, kalau Daddy tidak bangun memang Daddy mau malam pertamanya terganti besok-besok, gak jadi nih angan-angan Daddy beberapa waktu itu?" Bisik ku tepat di telinga Daddy.

Mendadak Daddy membuka matanya, mancur juga nih mulut bicara beberapa patah kata saja langsung membangunkan Daddy dari pingsannya, untung gak punya kaos kaki bau aa.. ha.. ha...

"Daddy sudah bangun!" wajah baru sadar Daddy sungguh lucu dan menggemaskan tidak ada raut wajah garang dan semena-mena yang biasanya ia tampilkan.

Tatapan tajam dan dingin Daddy mulai tersirat, ia menatap satu persatu para pekerja yang ia pekerjakan selama bertahun-tahun itu.

Mereka semua menundukkan kepalanya. Aku yakin pasti mereka sedang senam jantung gara-gara Daddy, dasar Daddy ini.

"Siapa yang bertugas bersih-bersih rumah ini?" tanyanya tanpa basa-basi.

Beberapa orang mengangkat tangan.

"Potong gaji bulan ini dan tidak ada cuti hari raya tahun ini sebagai gantinya. Bubar kalian semua."

Perintahnya tanpa ampun lagi, benar-benar Daddy yang aku kenal begini sesungguhnya jika memimpin bawahannya, dia tegas dan berwibawa pembawaannya.

"Daddy jangan begitu, kasihan mereka mencari nafkah untuk keluarga dan keperluannya sendiri, jika Daddy memotong gajinya bagaimana mereka membahagiakan keluarganya dan untuk dirinya sendiri?" tanyaku manja pada Daddy.

"Gak ada kasih.. kasihan nya pada mereka, lagian kenapa? mereka memang ceroboh kali ini bahkan ada tikus mati di kamar pengantin kita!"

Ternyata belum reda amarah Daddy, awet banget ngambeknya.

"Ayo kita selesaikan urusan kita berdua malam ini."

Daddy langsung menyerang pada intinya.

"Tunggu Daddy, aku.. aku.. aku.."

"Hust.. gak ada alasan lagi kesayangannya Daddy, malam ini terimalah hukuman dari Daddy,"

Dag dig dug

Ya amun benarkah malam ini, tolong...

Emak jadi kasihan ya, beri solusi dong mau bagaimana malam pertama kedua pasangan sejoli yang baru nikah?

Yang panas atau extra panas🤣

1
Ltfh
lanjuttt
Ltfh
jadi asisten yang penurut yaa aan biar dapat bonus banyak dari daddy...lanjutttt
Ltfh
awal ceritanya gimana kok langsung gitu ..
Lisa Halik
macam bingung thor..hihihi
Niputu Dianlestari
Luar biasa
YunaD
rasanya kurang
Mamik Mulyono
👍👍 lanjutkan
1234
polos bgt si hima🤣 padahal dah dewasa pun. tapi gpp lah namanya juga cerita novel, dan aku suka sama alurnya
Asmainiati Pelis
himanya yg tegas lah sama Ezra,jgn mau2 aja dipegang pegang
COLECTOR COGAN🤩😂: betul, tapi sesuai judul ya kak biar gak melenceng dari tema. Terimakasih banyak kka 🥰
total 1 replies
Asmainiati Pelis
bingung aq membacanya
Lisa Halik: sama kita mbak
total 2 replies
Gisel Gisel
lanjut thor
COLECTOR COGAN🤩😂: terimakasih banyak atas dukungannya kakak, mampir lagi yuk kak ke karya baru aku 🥰
total 1 replies
Delmina M
Lanjutkan...mantap.
𝓜𝓲𝓼𝓼 𝓙 ❥➻📴🌼
siap thor aq tunggu karya barumu 👍👍👍👍jgn lupa infonya klo udh meluncur 👍👍
COLECTOR COGAN🤩😂: sudah up kak, mampir lagi ya 🥰🥰
total 1 replies
Dewi Bening
jangan ada poligami thooorr
COLECTOR COGAN🤩😂: siap kka, mampir lagi yuk kak ke karya baru aku
total 1 replies
Yanti Kana
lanjut terus
COLECTOR COGAN🤩😂: mampir lagi yuk kak ke karya baru aku di jamin seru, terimakasih banyak kka sudah mampir 🥰
total 1 replies
Yanti Kana
lanjut terus
𝓜𝓲𝓼𝓼 𝓙 ❥➻📴🌼
thor cm ksh saran aja, selipin konflik tp yg ringan aja biar ga tllu monoton 🤭hidup tanpa konflik rsanya hambar
COLECTOR COGAN🤩😂: bener banget, terimakasih banyak kka
total 1 replies
nurfaidalasabuda. nurfaidalasabuda
next kilat
Mamad Cici
next
Toya Lina
semangat malam kk Author ❤️❤️❤️.
bagus Hima,kecil2 cabe setan tunjukan kemampuan mu. jangan ada pelakor di antara kita. bocil di lawan
COLECTOR COGAN🤩😂: betul banget kka, tebas semua pelakor dengan kecerdikan
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!