21+..
Cerita ini hanya halu Author semata. jika ada yg Positif diambil jika tidak hanya untuk hiburan saja.
.......
Bagaimana kalau aku mencintai Pria yang akan menikahi Saudari Kembarku?
Itulah pertanyaan yang terus bergelut dipikiran Cleovis Apulla Ivander, seorang wanita yang begitu cantik bak Dewi Kesempurnaan tapi ia tak beruntung dalam urusan KASIH dan CINTA.
Semua orang menganggapnya wanita liar dan Nakal tanpa tahu apapun dan kenapa Cleo bisa seberandal itu.
Rasa dengki itu muncul hingga Cleo melakukan kesalahan besar dengan mengubah Identitasnya menjadi Saudari Kembarnya Clara si cupu yang begitu pendiam dan lembut.
Namun, Disaat kebahagiaan itu ia raih dalam Pernikahaannya bersama sang suami hingga mendapatkan seorang putra, Cleo harus hancur karna masa lalu datang hingga membuat hidupnya tak berbersisa. Suami yang ia Cintai malah berbalik membencinya mendarah daging.
"Kau tahu, Impian terbesarku adalah melihatmu mereggang nyawa dihadapanku!"
"Ma..Maaf!"
Satu kata yang hanya bisa lolos dari linagan air mata yang mengalir mendengar ucapan menyakitkan itu. hingga suatu saat Cleo sudah pasrah hingga ia ingin memperbaiki segalanya.
"Hanya ini yang bisa ku lakukan untukmu!"
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon wilia, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Wanita kotor!
Keringat dingin itu terus keluar didahi Cleo yang mundar-mandir menunggu didepan pintu kamarnya, ia terus menatap jam yang menunjukan pukul 10 malam tapi Suaminya juga belum pulang, hatinya sangat resah dan begitu khawatir terjadi sesuatu pada Zanu apalagi tak biasanya pria itu sampai pulang seralut ini.
Baby Zeen sudah terlelap diatas ranjang sana karna kekenyangan meminum Asi, sesekali Cleo membetulkan baringan Putranya dan kembali terus menelfon.
"Kau dimana? biasanya kalau pulang larut kau selalu mengabariku!"
Gumam Cleo mengigit ujung kukunya bingung, rasanya sudah sangat merindukan pria itu tapi ia tak bisa berbuat banyak, Telfonnya tak diangkat Zanu sampai sekarang.
Ceklek..
Pintu kamar itu terbuka membuat Cleo lansung menoleh kebelakang dengan wajah leganya, Namun Cleo terlonjak kaget melihat penampilan Zanu yang kacau dengan mata sembab menatapnya lemah dan sesekali geram.
"Sayang! kau kenapa berantakan begini?"
Cleo menarik lengan kekar Zanu masuk dengan tangan yang mengambil Tas kerja dan melepas Dasi Zanu yang tertegun menatap wajahnya, mata Pria itu terus menggenang dengan kepalan tangan yang menguat tak tahu harus apa.
"Apa yang terjadi? apa ada yang melukaimu? Jawab aku, Sayang!"
"Jelaskan!"
Zanu memberikan Ponselnya ketangan Cleo dengan suara yang serak karna ia sudah sesak, ia menepis Rekaman ini dari otaknya yang terus dihantui rasa sakit dan luka, ia berusaha menahan diri untuk tak pulang tapi ia tak bisa hidup digeluti rasa Palsu ini.
"Maksudmu apa?"
"LIHAT ITU!"
Tekan Zanu mencengkram kuat lengan Cleo membuat wanita itu meringis, Cleo dengan gemetar membuka Ponsel Suaminya dengan wajah yang pucat menduga apa yang akan terjadi.
Degg...
Mata Cleo terbelalak saat melihat perdebatan mereka tadi Pagi terpampang jelas disini dengan bukti Identitasnya yang nyata membuat tangan Cleo bergetar hingga menjatuhkan Ponselnya.
"I..Itu..Itu..!"
"Katakan itu tak benar!"
Ucap Zanu memohon menatap sakit Cleo yang tak bisa berkata-kata selain menunduk membuat Zanu lansung luruh memeggang kaki Cleo yang sudah gemetar melihat kerapuhan suaminya.
"Ka..Katakan itu tak benar!!! Katakan!!!"
"Sayang aku..!"
Grett..
Cleo menggeram sakit saat lengannya dicengkram Zanu kuat hingga ia juga jatuh ke lantai hampir saja membentur sudut ranjang, mata Zanu sudah merah meradang menatap membunuh Cleo yang hanya diam menunduk dengan air mata yang sudah luruh.
"KATAKAN!!!"
"Mmaaa hiks!!!"
Baby Zeen terlonjak kaget mendengar suara keras Zanu membuat Cleo tersigap melihat Putranya yang ketakutan diatas ranjang sana, Namun Zanu hanya membatu tetap menekan lengan Cleo kuat membuat tulang wanita itu seakan mau patah.
"Z..Zanu Ba..Baby..!"
"KATAKAN PADAKU!!!"
"Itu benar!!!"
Duarrr..
Zanu lansung melepas cengkramannya menatap kosong Cleo yang sudah berlari keatas ranjang memeluk Putranya yang ketakutan dengan suara keras Zanu yang baru kali ini terdengar lantang, Cleo-pun ingin menangis tapi ia menahannya karna Baby Zeen sudah terisak.
"M..Mama hiks, Mama!!"
"Suttt! Baby tidur lagi!"
Celo menggendong Baby Zeen yang lansung menatap Zanu, tangan bayi mungil itu menggapai-gapai Zanu yang hanya diam mematung ditempatnya dengan tangisan Baby Zeen yang pecah.
"Pp..Paa hiks, Papaaa!!!"
Bibie Cleo bergetar saat Zanu tak menghiraukan tangisan putranya, biasanya Pria tak akan membiarkan Baby Zeen menangis lantang seperti itu hingga tengah malam begini.
"Papaa hiks, Pa..Papaa hiks!"
"Sa..Sayang!"
Cleo mendekati Zanu seraya mendudukan Baby Zeen dihadapan Zanu yang menatap wajah Baby Zeen yang sudah merah menangis lantang dengan isakan yang terus memangil nama sang ayah, Cleo berusaha menahan isak melihat Zanu dengan teganya menolehkan pandangan dari putranya.
"Dia hasil dari Kekotoranmu!"
Srett..
Tanpa belas kasih Zanu merobek hati Cleo yang mematung menatap wajahnya penuh rasa sakit, air mata itu lolos sempurna dengan kepala Cleo yang bersandar ke badang Ranjang dibelakangnya.
Bi..Bisa kau cabut kata-katamu, aku..aku mohon hiks!
Batin Cleo terkoyak habis, ia kira Zanu akan mengerti posisinya dan akan mau mendengarkan semuanya lalu mengambil jalan tengah tapi tak ia sangka pria ini malah semangkin menikamnya dengan kalimat kejam itu.
"P..Paaa hiks, Papa!!"
"Dia hadir dengan akal Picikmu, Cleo!!!"
Baby Zeen lansung merangkak menjauh dari Zanu seraya mendekap erat tubuh Cleo dengan tangisan yang lansung memecah malam setelah mendengar bentakan keras Zanu yang kuat, bahkan Cleo tak bisa berkata apapun selain diam dengan air mata yang terus lolos.
"Kau tahu apa yang kau lakukan selama ini, ha??? Kau membuat malapetaka besar, Cleo!!!"
"Ma hiks..Mamaa hiks!!!"
Cleo hanya diam mendengar makian Zanu yang sudah menghancurkan anganya, tangan lemahnya terus menepuk punggung bergetar Putranya yang terus menangis lantang bahkan bayi mungil itu begitu takut mendengar suara keras Zanu.
"Aku..Aku pikir aku menikahi orang yang sama!! Aku pikir kau..kau wanita baik-baik!!!"
"Keluar!"
Lirih Cleo bergetar tanpa menatap Zanu yang juga terisak, ia tak sanggup menatap mata Cleo yang begitu terluka tapi ia juga tak bisa menahan amarahnya yang sedari siang ia tahan dan sekarang meledak semuanya.
"Kenapa ha? Kenapa, Sayang!"
Lirih Zanu menekuk lututnya menjahui Cleo yang hanya diam menahan isakan, Cleo berpeggangan ke pinggir ranjang seraya memaksakan kakinya yang lemah untuk menopang tubuhnya yang hancur.
"M..Maa hiks!"
Cleo tetap bungkam menyeret Kakinya menuju Walkcloset seraya menyusuri dinding kamar itu, Zanu terus menangis didalam tekukan kakinya tak bisa menahan rasa sakitnya.
Kenapa? Kenapa, haa!!!! hiks, aku..aku sudah begitu mencintaimu, aku kira kau..kau istriku!!!
Zanu terus mencengkram kepalanya kuat sedangkan Cleo menutup pintu Walkcloset dengan tubuh yang lansung luruh kelantai sana.
"D..Dia juga sama, hiks! dia..dia membentak putraku hiks!"
Isak Cleo menangis melihat wajah Putranya yang ketakutan, bahkan tangisan melengking putranya membuat Cleo seakan mau mati.
Bayangan dimana cacian dan makian Zanu padanya membuat Cleo hancur berkeping, apalagi Zanu tega membuat Bayi se polos ini ketakutan sampai tubuhnya gemetar bisa dirasakan jelas oleh Cleo.
"M..Ma hiks, Mamaa!!"
"Suttt, T..Tak apa, hiks! kau..kau masih punya, Mama, hm? Ta..Tak apa, Sayang!"
Ucap Cleo menenagkan Baby Zeen meski suaranya bergetar ia terus berusaha bernyanyi kecil ciut berbisik ditelinga Putranya dengan menepuk punggung si mungil itu,
"Zeen kesayangan Mama, Z..Zeen Ci..Cinta Ma..Ma, ka..kau hiks!"
Cleo tak sanggup melanjutkan kata-katanya hingga ia mengigit bibirnya kuat hingga berdarah untuk menahan isakan, ia tak ingin Putranya semangkin merasakan sakit karna batin mereka sangat kuat.
Beri aku kekuatan lebih, Ya Allah hiks, aku..aku mohon.. masih ada putraku disisiku.
"B..Baby Ke..Kesayangan, Ma..Mama hiks! Ba..Baby..!"
Vote and Like Sayang..
sprt biasa, ceritanya selalu bagus, gak keduga konfliknya 👍👍👍👍😍😍😍