Georgia Savanah Almeera menerima konsekuensi di usir dari rumah oleh papa nya karna telah menolak untuk di jodohkan.
Tanpa gentar sava memilih untuk meningalkan rumah yang sudah delapan belas tahun dia tinggali.
Pada akhirnya di usia 19 tahun Sava menerima pinangan seorang pemuda sederhana bernama Emieer Sadiq.
Belum lama menjalani pernikahan dengan pria yang di cintai nya. Savanah harus menerima kenyataan pahit. Saat suami yang baru menikah dengan nya satu tahun, tewas dalam sebuah kecelakaan saat ia sedang berjuang melahirkan buah cinta mereka.
Bagaimna selanjutnya kisah tetang Savanah. Bagaimna ia bisa bertahan hidup tanpa pria yang di cintainya. Dan apa Sava bisa menemukan pria lain, penganti belahan jiwa nya yang kini telah tiada.
ikuti kisahnya ya gaess ini cerita pertama ku, maklum jika masih banyak Typo 🤗😍🙏💐
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Watilaras, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
We are one
flashback on
Demi menebus rasa bersalah karna tadi pagi bagun terlambat, akhirnya Sava punya ide untuk memasak sesuatu untuk Emieer.
Begitu Sava punya ide,Sava kemudian berjalan ke arah lemari pendingin berukuran kecil yang ada di rumah mereka. Tapi begitu melihat isi lemari pendingin Sava nampak mendesah.
"Cuma ada telor."
Sava kemudian mengambil telor telor itu, dan menaruh nya di meja. Kemudian dia berjalan ke arah nakas untuk mengambil ponselnya. Sava bermaksud mencari ide, di masak apa telor itu.
Tangan nya yang putih, jari jemari yang lentik menari nari di latar ponsel, mengetik sesuatu.
Setelah ia mengetik di mesin pencarian, akhirnya Sava memilih satu artikel yang menarik tetang ulasan memasak dengan bahan telor.
*30 resep praktis olahan telor*
Dengan teliti Sava membaca ulasan itu. Dan akhirnya Sava pun menemukan ide akan di masak apa telor tersebut.
🍁🍁🍁🍁
Jam demi jam berlalu, tepat pukul 5 sore biasa nya Emieer sudah pulang. Sava yang sudah siap menyambut sang suami pulang tengah bersiap. Sambil memastikan hidangannya tertata rapi, Sava merapikan tata letak hidangan itu agar menarik di liat oleh Emieer.
Tak perlu menunggu lama,ketukan pintu yang Sava tunggu sedari tadi akhirnya terdengar. Dengan suasana hati penuh gembira Sava membuka kan pintu untuk sang suami.
Seorang pria berpostur proposonal tersenyum manis. Sava yang sudah merindukan sang suami dari pagi langsung merangsek ke arah Emieer. Pelukan yang erat dan kuncian ke dua tangan Sava yang melilit ke perut Emieer, membuat lelaki yang memiliki iris cokelat itu kerkekeh gemas.
"Aku meningalkan kamu untuk bekerja tak kurang dari 10 jam tapi kamu seperti aku tingal berbulan bulan." keluh Emieer.
"Sebulan bagi ku saat kau tinggal itu satu detik, bisa kau bayangkan jika satu detik seperti satu bulan, lalu satu jam ada berapa detik dan satu jam berapa tahun." jawab Sava, lalu Emieer yang masih dalam kekuasaan di peluk sang istri hanya bisa mengerut kan dahi nya.
"Sini aku tunjukkan sesuatu."
Sava berucap sambil menggandeng tangan Emieer menuju meja makan.
"Taaaaaraaaaaa."
Sava tampak sumringah menunjukkan hasil olahan telornya.
"Wow." Emieer berucap dengan menunjukan wajah penuh apreasiasi. Satu kecupan manis mendarat di pipi kiri Sava.
"Kau buat ini semua sayang?"
"Yeeep."
"Apa kau pikir aku tidak bisa masak, jika kau berfikir begitu kau salah. Aku belajar masak dari mama, kau tau dia pintar memasak. Dan untuk yang ini aku Googleing." ucap Sava sambil meringis menunjukan deretan gigi putih nya yang tersusun rapi.
"Good, kalau begitu aku mandi dulu ya sayang, habis tu kita makan bersama." ucap Emieer kemudian berlalu ke kamar mandi.
🍁🍁🍁🍁
Setelah acara makan yang berlangsung sangat menyenangkan. Tiba saat nya Emieer melepas lelah dengan merebahkan tubuh nya ke tempat tidur. Emieer tidak tidur,ia hanya rebahan saja.
Setelah Sava selesai merapi kan meja makan dan membersihkan semua peralatan,Sava berjalan ke arah ranjang. Merebahkan diri di samping sang suami.
"Kenapa tadi pagi tidak membangunkan aku kak?" tanya Sava lembut.
"Aku sudah berusaha, tapi kamu seperti nya terlalu kelelahan atau terlalu pulas." sindir Emieer sambil mencubit hidung mancung sang istri. Sava yang nampak mengaduh, meraih tangan Emieer yang tadi mencubit hidung nya.
"Sakit kak, kau yang membuat ku lelah." jawab Sava kemudian berbaring membelakangi sang suami. Emieer selalu di buat gemas jika sang istri bersikap manja. Sebuah pelukan hangat dari belakang mengunci Sava. Dan satu kecupan manis mendarat di pipi kiri wanita 19 tahun itu.
"Kenapa kau sangat mengurusi ku kak?"tanya Sava sejurus kemudian.
"Apa kakak masih menganggap aku anak remaja yang tak bisa apa apa,yang apapun harus di urusin."
"Kenapa kamu berfikir begitu sayang,aku tidak menganggap mu begitu. Justru kamu itu dewasa dalam berfikir, walau kau masih muda."
"Tapi kakak sangat mengurus ku,harus nya aku yang mengurus mu Emieer, kau tinggal perintah aku dan aku akan melakukan nya untuk mu. Begitu kan memang seharusnya, istri melayani suami." Sava berucap kemudian terkekeh sendiri.
"Kenapa tertawa ?" tanya Emieer bingung.
Sava kemudian merubah posisi rebahan,dia sekarang rebahan dengan posisi berhadapan dengan Emieer. Sava nampak memandangi wajah Emieer, kemudian satu tangannya terangkat membelai wajah suami. Membelai jabang sang suami yang mulai tumbuh di seputaran ke dua rahang nya dan juga dagu.
"Aku bukan mengurusi mu,tapi aku menyayangimu Sava, aku akan berusaha selalu membuat mu nyaman bersama ku. Aku hanya melakukan tanggung jawab terhadap diri mu. Di rumah besar kau di sayangi di cintai dan setelah kau bersama ku,aku ingin kau tetap merasakan di cintai dan di sayang."
"Kau dan aku itu senasib, sekarang kita sama sama tidak punya orang tua.Tapi satu hal yang harus kau ingat adalah, kau punya suami,aku suami mu dan kau istri ku. Dengan ini kita bisa sama sama saling memiliki dan menyayangi."
"Aku tidak ingin kamu sedih sayang, aku hanya ingin kau bahagia. Terlebih kau sudah menjadi milik ku." Emieer kemudian mengecup bibir Sava sekilas.
"Apa kau bahagia ?" tanya Emieer.
Dengan air mata yang sudah memenuhi pelupuk mata dan hampir jatuh Sava mengangguk.
" i am so happy to be with you."
Emieer kemudian mengecup kening Sava dengan lama. Setelah itu menarik tubuh sang istri ke dada nya. Mendekap tubuh Sava dengan posesif.
"Tidur lah... selamat malam istri ku."
"Good night husband."
Alhamdulillah bab 17
🥰🙏🤗💐
cinta tulus harus dipisahkan karena maut 😭
baru baca novel pertama nya seru dan menarik 🥰