Membunuh banyak orang! Keyla Abraham, sang ketua mafia kejam yang meninggal ditangan sahabatnya sendiri.
saat terbangun, ia justru menempati tubuh anak perdana menteri Xia yang lemah dan jelek.
Xia Re, anak perdana menteri Xia Fang. kakak kandungnya begitu membencinya, ayahnya tidak peduli dengannya. selalu ditindas dan difitnah saudara/i tirinya. bahkan sang tunangan berselingkuh dengan adik tirinya. ibu dan adiknya dibunuh.
bagaimana cara Keyla membalaskan dendam Xia Re?
dapatkah Keyla mengungkap dalang kematian ibu dan adik Xia Re?
dapatkah ia kembali kezamannya untuk membalas dendam kepada para pengkhianat?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Bini'nya Boboiboy Reverse 🔪☠️, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Eps.17
dibawah sinar bulan yang indah dan tenang. malam hari yang dihiasi beribu bintang. seorang gadis dengan cadarnya, tengah duduk dibatang pohon dengan seruling bambu ditangannya.
suara dari seruling yang merdu nan indah ketika dimainkan, membuat malam semakin tenang.
Xia Re, gadis itu memainkan seruling dengan penuh penghayatan. suara seruling yang menggambarkan perasaannya yang tengah tidak baik-baik saja.
Air mata menetes begitu saja dari pelupuk matanya.
"tuan, apa anda baik-baik saja?"
Xia Re berhenti memainkan seruling nya, manik coklatnya menatap ke langit.
"apa aku bisa kembali kezamanku?" gumamnya.
Tong Tong yang melihat tuannya sedih, jadi ikut sedih.
"tuan, apa anda sedang merindukan seseorang?"
ucapan Tong Tong membuat Xia Re berfikir. "merindukan seseorang?" beonya.
yah, sepertinya ia sedang merindukan seseorang. sesosok laki-laki muncul dalam benaknya. laki-laki berambut biru laut, laki-laki yang selalu memakai topengnya, laki-laki yang amat sangat ia sayangi, laki-laki yang sangat berharga bagi dirinya.
"ayah...." gumam Xia Re.
yah, laki-laki itu adalah ayah angkatnya. laki-laki yang sudah mengadopsi dirinya, laki-laki yang membesarkannya. meski Keyla dan Heaven, ayah angkatnya jarang mengobrol. tapi, Keyla amat sangat menyayangi Heaven. jika bukan karena Heaven, mungkin dirinya sudah tidak ada di dunia.
"ayah? siapa yang kau maksud ayah, tuan?" tanya Tong Tong.
"dia ayahku, ayah yang sudah mengadopsi diriku..." Xia Re benar-benar tidak bisa membendung air matanya.
ia selalu teringat malam itu, malam dimana mamah dan papahnya membuang dirinya dijalan yang sepi, meninggalkan dirinya yang masih kecil disana. Keyla, gadis kecil itu hanya bisa menangis dan memeluk lututnya. sendiri dijalan yang dingin dan malam yang gelap.
tapi, seorang laki-laki bertopeng mengulurkan tangannya. laki-laki itu membawa dirinya tinggal bersama.
disisi lain, Fan Zhuang tengah menyelinap keluar. ia memperhatikan Luan Xian dari kejauhan.
"Xian, aku sangat merindukanmu..." gumamnya.
Zhuang kembali teringat tentang penawaran Xia Re. 'apa aku lakukan seperti yang dikatakan gadis jelek itu?' pikirnya.
'Kreek'
"siapa itu!!!"
"sial," umpat Zhuang yang tidak sengaja menginjak ranting. ia pun dengan segera melarikan diri.
"Hufh... Hufh... sial... ham... pir... saja...." ujarnya dengan nafas terengah-engah.
ia terdiam kala mendengar Isak tangis seseorang.
"siapa yang menangis tengah malam begini?" gumamnya.
"ti-tidak mungkin itu hantu kan..."
Fan Zhuang berjalan menuju arah suara. ia melihat seorang gadis bercadar tengah duduk diatas pohon.
"siapa dia!?" gumamnya.
ia memperhatikan gadis itu saksama dan...
"gadis jelek? kenapa dia disini? dan dia menangis?"
ia pun berjalan kearah pohon, dan memanggil gadis itu. "hey, gadis jelek!"
Xia Re menghapus air matanya segera, dan melihat kebawah. "pangeran jelek, apa yang kau lakukan disini?"
"tidak ada. kau cepatlah turun!"
"wah, Tuan. sepertinya hubungan kau dengan Zhuang semakin baik." ujar Tong Tong dengan senyum menggoda nya.
Xia Re menatap malas Tong Tong, lalu berkata dalam hati. 'ingin mati, ya?'
Xia Re melompat turun dari pohon.
"ada apa?" tanyanya cuek.
"emmm... anu... tentang rencanamu itu"
"jika kau mau dia menjadi milikmu, maka lakukan apa yang aku katakan!"
"tapi, apa itu akan berhasil..." tanya Zhuang ragu.
"kau meragukan ku?"
"tidak juga."
"kalau tidak, maka kau lakukan saja. mudah bukan, kau hanya perlu pura-pura sakit." ujar Xia Re.
"aku tau itu. tapi, bagaimana jika mereka justru memanggil tabib lain?"
"maka dari itu, aku sudah menyiapkan rencana" perlahan Xia Re berjalan mendekati Zhuang.
sementara, Zhuang justru mundur secara perlahan. "a-apa yang ingin kau lakukan gadis jelek?"
"ber- berhenti, ja-jangan mendekat-- Arrgghh"