NovelToon NovelToon
LAURA "Ocean Blue Eyes"

LAURA "Ocean Blue Eyes"

Status: sedang berlangsung
Genre:Obsesi / Nikahmuda / CEO / Dijodohkan Orang Tua / Mafia / Cintapertama
Popularitas:8.6k
Nilai: 5
Nama Author: SabdaAhessa

Laura yang ingin mendapatkan kebebasan dalam hidupnya mengambil keputusan besar untuk kabur dari suami dan ibu kandungnya..

Namun keputusan itu membawa dirinya bertemu dengan seorang mafia yang penuh dengan obsesi.

Bagaimana kah kelanjutan kehidupan Laura setelah bertemu dengan sang mafia? Akankah hidupnya lebih atau malah semakin terpuruk?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon SabdaAhessa, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Kedatangan Maggie

"Apa itu aku?" Tanya Laura lirih sambil menatap mata Aaron yang gugup.

Aaron tak sanggup menjawab. Dia tau, sebenarnya Laura sudah melihatnya, tapi wanita ini masih bertanya untuk memastikan kebenarannya. Membuat Aaron gelagapan dan tak sanggup lagi menatap mata biru lautan itu. Dia membuang wajah ke sembarang arah.

"Aaron?" Panggil Laura menahan nafas takut salah bicara.

"Ya." Jawab Aaron singkat.

Detik itu juga keduanya kembali mematung. Detik demi detik seakan berlalu begitu lambat. Seperti merangkak perlahan tanpa kaki.

"Boleh aku lihat?" Sebuah pertanyaan yang tiba-tiba keluar dari mulut Laura itu langsung di sambut oleh tatapan tajam dari Aaron.

Aaron tak menyangka Laura akan menanyakan hal demikian. Karena dia pikir Laura akan marah jika melihat lukisan-lukisan itu. Apalagi lukisan dirinya yang telanj*ng.

"Tapi kalau tidak boleh, tidak apa apa, aku akan pergi ke dapur saja." Ucap Laura sambil beranjak melangkah.

Namun Aaron segera menahan lengannya agar berhenti. Dia menatap Laura lekat-lekat. Lalu mengangguk kecil untuk menjawab pertanyaan Laura sebelumnya.

Aaron membukakan pintu ruangan rahasianya perlahan. Sedikit demi sedikit hingga pintu itu terbuka lebar dan memperlihatkan apa yang ada di dalamnya. Sedangkan mata Laura seakan tak dapat berkedip. Menahan nafas seakan ini adalah kejutan besar untuknya.

Alangkah terkejutnya Laura saat mengetahui jika bukan hanya ada satu lukisan besar dirinya di dalam sana. Namun ada banyak, mungkin sudah sekitar 17 lukisan dengan berbagai macam ekspresi dan pose.

Mulai dari dia tersenyum hingga menangis. Memakai gaun yang indah hingga telanjang. Dan.. Tunggu! Apa itu? Satu lukisan yang tidak terlalu besar ada di sudut ruangan. Tepat di atas koleksi dildo Aaron selama ini. Lukisan wajah Laura yang sumringah menggunakan gaun pengantin dengan ekor yang panjang.

Laura seakan tak sadar jika langkah kakinya mulai memasuki ruangan itu semakin dalam. Terpesona dengan lukisan-lukisan yang ada disana.

"Siapa yang melukisnya?" Tanya Laura sambil memandang lukisan dirinya yang telanj*ng dan terlentang di atas tempat tidur.

Aaron tak menjawab pertanyaan itu. Dia hanya memandangi tubuh Laura dari ujung rambut hingga ujung kaki. Seakan sedang mengamati objek yang akan dia lukis berikutnya.

Karena tak kunjung mendapat jawaban dari Aaron. Laura membalikkan badan. Kembali menatap pria yang ada di belakangnya itu. Seketika Laura tersadar bahwa Aaron sedang memperhatikan tubuhnya. Sontak dia menyilangkan kedua tangannya di depan dada dan sedikit meringkuk dengan mata yang membulat sempurna.

"Kau ya?" Tanya Laura.

Aaron pun memalingkan pandangannya ke luar jendela. Dia berjalan ke arah jendela itu. Berdiri disana dan mengatur nafas. Masih mempersiapkan mental untuk menjawab pertanyaan Laura. Karena sebelumnya tidak ada yang boleh masuk ke ruangan rahasianya selama ini. Namun wanita ini malah sudah mengetahui seluruh isi dari ruangan ini.

"Ya." Jawab Aaron singkat.

Sontak Laura memalingkan pandangan ke arah koleksi dildo dan beberapa barang yang dia tidak mengerti. Namun matanya bisa menangkap sebuah borgol disana, nampak tak jauh beda dengan borgol yang dia temukan di kamar Sansa.

"Wow.." Gumam Laura kembali mengitari seisi ruangan.

"Jadi ini ruangan rahasia mu?"

"Dari mana kau tau aku punya ruangan rahasia?"

"Hmm.. Dari Bill." Jawab Laura.

"Dia memang harus di beri pelajaran!" Aaron mengepalkan kedua tangannya.

"Aaron, tunggu! Dia hanya memberitahu ku itu saja, jangan marah!" Ucap Laura.

"Kembalilah ke kamar mu!" Suruh Aaron seakan ingin segera mengakhiri percakapannya dengan Laura.

Sontak Laura segera mengangkat kaki dari sana. Dia tau, Aaron mulai tak nyaman dengan keberadaannya disana. Laura segera keluar dari ruangan rahasia itu. Berlari kecil menuju kamarnya agar cepat sampai.

Namun saat dia sampai di kamar, dia malah semakin di buat merasa kacau saat mendengar keributan dari luar mansion. Sontak Laura segera ke arah jendela untuk mengecek ada apa di luar sana.

Terlihat beberapa pengawal yang menjaga gerbang utama itu sedang ribut dengan seorang wanita. Mereka nampak sedang mengusir wanita itu namun wanita itu tetap memaksa dan kekeh untuk masuk.

Laura menyipitkan kedua matanya agar dapat melihat dengan jelas. Dia seakan mengenali wanita itu.

"Ibu?" Gumamnya.

"Apa benar itu ibu?" Laura semakin menyipitkan kedua matanya.

Karena jarak antara mansion dan gerbang utama lumayan jauh hingga hanya bisa melihat samar-samar dari tempatnya berdiri. Namun dia merasa yakin jika wanita di depan gerbang itu adalah ibunya, Maggie.

Sontak dia segera kembali keluar dari kamar, berlari sekuat tenaga untuk menuju ke gerbang utama sebelum ibunya benar-benar pergi dari sana.

Hal itu di sadari dari Aaron yang selalu memantau pergerakan Laura dari CCTV yang tersambung ke ponselnya. Dia segera memasukkan ponsel itu ke dalam sakunya dan ikut berlari untuk mengejar Laura yang semakin menjauh.

Saat sampai di halaman mansion. Aaron berulang kali memanggil nama Laura namun wanita itu tak menghiraukan. Dia tetap berlari kencang menuju ke gerbang utama.

Satu-satunya pikirannya sekarang adalah.. Mungkin ibu berubah. Mungkin ibu merasa kehilangan setelah kepergian ku. Mungkin ibu sudah sadar perbuatannya selama ini salah. Begitulah prasangka Laura saat ini hingga dia tak memperdulikan Aaron.

Di gerbang utama mansion itu, nampak Maggie sudah putus asa di luar sana. Dia hendak meninggalkan tempatnya berdiri, namun satu teriakan Laura berhasil menghentikan langkahnya.

"Ibu!" Panggil Laura.

Sontak Maggie berbalik badan. Wajahnya nampak sumringah saat melihat Laura keluar untuk menemui dirinya.

"Laura, anakku!" Ucap Maggie kembali ke gerbang utama.

Kini mereka hanya di pisahkan oleh gerbang yang besar dan menjulang tinggi itu.

"Laura.." Panggil Maggie sambil berusaha menggapai tangan Laura yang berada di balik gerbang.

Tanpa Laura sadari, air matanya sudah mengalir tanpa ijin, membuat anak sungai disana. Membasahi kedua pipinya yang putih dan bersih.

"Ibu kembali untuk ku?" Tanya Laura.

"Ya." Jawab Maggie singkat. Dia menggenggam kedua tangan Laura yang dapat dia raih dari balik gerbang.

"Dia kembali pada mu karena Ben sudah mengusirnya dari apartemen!" Sela Aaron yang membuat momen sedih antara anak dan ibu itu pecah seketika.

Laura nampak terkejut mendengar hal itu. Bagaimana Ben bisa tau? Laura merasa pria ini lama-lama seperti psikopat yang mengerikan dan tau segala hal. Aaron seperti punya sebiru telinga yang tersebar dimana-mana, bahkan di tempat yang tak terduga.

Bersambung...

.

1
🇦 🇵 🇷 🇾👎
brgoyag bs kau🤣
Lina Ariani
bikin penasaraaaaaaaaaan
Riska Rosiana
keren, enjoy to reading. santai tp dapet momennya
🇦 🇵 🇷 🇾👎
next
Salim ah
minta tolong ya Thor up-nya yg banyak💪
Salim ah: okelah Thor semangat 💪
total 2 replies
🇦 🇵 🇷 🇾👎
next
🇦 🇵 🇷 🇾👎
🤣🤣🤣🤣🤣🤣pa lg aq
Nur Wahyuni
siappppp
Salim ah
lanjut Thor Jan lama" keh💪
mahessa
rekomend!! jelas dan gak belit belit..
Anonymous
lanjuttttt
🇦 🇵 🇷 🇾👎
next
🇦 🇵 🇷 🇾👎
mimpi...
🇦 🇵 🇷 🇾👎
aq ykin ni pst ulh dy
🇦 🇵 🇷 🇾👎
da yg janggal ni... sanca atau lki" pria yg lg main kuda
🇦 🇵 🇷 🇾👎
gas kn
🇦 🇵 🇷 🇾👎
cp plk ny . kok bs gt..
🇦 🇵 🇷 🇾👎
mt lh kau ben
🇦 🇵 🇷 🇾👎
cp plk ny
Salim ah
keren Thor..lsnjut👍
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!