Aileen Grizelle Azalea atau biasa disapa Aileen ini kabur dari rumahnya karena tak mau dijodohkan oleh kedua orang tuanya.
Saat kabur dari rumah,entah kenapa ia selalu bertemu dengan cowok yang selalu membuat moodnya down.
Hingga pada suatu hari ia tak sengaja bertemu dengan kedua orang tuanya dan orang tua cowok yang akan dijodohkannya dengannya.Dan mereka kaget karena Aileen kabur tapi malah ditemukan berdua dengan cowok yang akan dijodohkannya.
Setelah itu apakah yang akan terjadi?
Yukkk simak ceritanya...
p.s. Jangan terlalu dianggap serius ceritanya. Ini hanya sebuah fiksi. So, enjoy aja! but, cerita ini masih banyak kekurangan. Dan bagi yang gak suka pernikahan dini, gak usah baca daripada baca tapi berkomentar yang gak enak! Okay?!
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon RiniAngraini, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Kembali sekolah
Budayakan like & vote sebelum baca
Happy Reading
.
.
.
Tak terasa mereka sudah memasuki pekarangan sekolah. Vano memarkirkan mobilnya dengan rapi. Aileen memutuskan untuk turun namun tak bisa. Pintu mobil masih terkunci. Aileen menyenderkan saja punggungnya di jok mobil sambil menuggu Vano berbicara atau membuka kuncinya.
"Kamu biasanya jajan berapa?" Tanya Vano setelah lama terdiam.
"20 ribu aja," balas Aileen melirik Vano yang mengeluarkan uang dari dompetnya. Vano memberikan uang 100 ribu kepada Aileen.
"Ini. Bilang saja kalau tidak cukup. Aku juga nyimpan atm di dompet kamu. Maaf aku gak izin buka dompet kamu," ujar Vano membuat Aileen tertegun.
"Ini aja cukup kok. Dan makasih harusnya lo gak perlu sungkan buka dompet gue. 'Kan gue istri elo sekarang," balas Aileen mengambil uang yang diberikan Vano.
"Sudah tanggung jawab aku membiayai kamu. Dan kamu... biasakan pakai aku kamu bukan gue elo," ucap Vano membuat Aileen membeo.
"Aku kamu? Harus panggil 'Mas' juga gitu?"
"Kalau kamu nggak nyaman. Panggil Kak saja."
"Siap, Kak!" Aileen memberi hormat membuat Vano tertawa kecil dan mengacak rambut Aileen. Sepertinya suasana hati mereka mulai membaik.
"Kalau gitu aku turun dulu. Bukain kuncinya," pinta Aileen yang langsung dilakukan Vano.
Vabo hendak turun dari mobil tapi Aileen menarik tangannya hingga ia mengurungkan niatnya. Vano dibuat tertegun saat Aileen mencium tangannya.
"Assalamualaikum, Kak." Salam Aileen dan segera ngacir keluar dari mobil.
Vano tersenyum melihat istrinya yang tengah berlari memasuki gedung sekolah. Ternyata begini rasanya memiliki istri saat masih sekolah.
"Waalaikumsalam, my wife."
xxx---
"Aileen!" Panggil seseorang membuat Aileen yang sedang menggeleda tasnya menoleh ke sumber suara. Rupanya Rena.
Jujur saja Aileen masih rada kesal dengan temannya itu yang seenaknya menghakiminya dengan Vano. Sejak saat itu hubungan pertemanan mereka merenggang. Sehari setelah kejadian itu Rena tak pernah datang ke sekolah karena izin. Dan sepertinya sudah mulai masuk lagi hari ini.
"Aileen! Lo masih marah ya sama gue?" Tanya Rena menggoyangkan lengan Aileen.
"Apa sih!" Kesal Aileen melanjutkan kegiatan menggeleda tasnya.
"Maafin gue ya. Gue ngaku gue salah. Harusnya gue nggak gitu. Harusnya gue percaya sama lo. Nggak mungkin lo hamil apa lagi sama kak El," ucap Rena membuat Aileen menggerutu dalam hati.
Kenapa baru sekarang? Harusnya Rena mendukungnya sebagai seorang sahabat. Bukannya malah ngikut seperti mereka. Intinya Aileen masih kesal dengan Rena. Jangan sampai Aileen mengeluarkan cakarnya.
"Tapi sekarang sudah ada kemungkinan gue hamil anaknya kak El lo itu alias Vano karena sekarang gue istrinya!" Gerutu Aileen sedari tadi dalam batinnya.
"Aileen! Kok lo masih cuekin gue sih. Maafin gue napa," rengek Rena semakin keras menggoncangkan lengan Aileen membuat Aileen menghembuskan napasnya kasar. Mereka kini jadi pusat perhatian teman-temannya.
"Iya... iya gue maapin. Puas lo!" Balas Aileen pada akhirnya.
"Yeaayyy! Makasih Aileen. Oh iya nih gue bawa oleh-oleh dari Jogja." Rena mengeluarkan sesuatu dari tasnya berupa jajanan kue khas Jogja.
Aileen yang kini memegang dompet dari dalam tasnya menoleh dan langsung mengambil oleh-oleh dari Rena. Rena menggeleng-gelengkan kepalanya melihat Aileen yang makan dengan lahapnya. Bahkan remahan-remahan kue kini menghias sudut bibirnya.
Kemudian pandangan Rena tertuju pada dompet Aileen lalu ia tersenyum jahil.
"Wah Aileen lo mau bayar? Gue ngasihnya ikhlas kok. Tapi kalau lo mau bayar, gue juga ikhlas lahir batin. Sekalian bayar ongkirnya yak," ujar Rena membuat Aileen menghentikan makannya dan memberi bayaran berupa tabokan kepada Rena.
"Ehh lo kan dari luar negri. Kenapa tiba-tiba lo bawa oleh-oleh dari Jogja? Boong ya lo. Sok-soan bilangnya ke luar negri eh taunya ke Jogja," ejek Aileen yang kali ini ia yang mendapat tabokan dari Rena.
"Enak aja! Gue emang dari Jepang kali! Jenguk nenek gue terus ke Jogja karena tante gue abis lahiran!" Tukas Rena disertai dengusan.
"Terus oleh-oleh yang dari Jepang mana?" Tanya Aileen mengadahkan tangannya di depan wajah Rena yang langsung dibalas tepukan oleh Rena.
"Gak ada. Sengaja ngasih lo yang dari Jogja aja 'kan lebih murah. Kalau yang dari Jepang mahal!" Balas Rena dengan senyum manisnya yang membuat Aileen mendengus. Perhitungan sekali Rena. Padahal diam-diam Aileen mengharapkan sesuatu yang berbau doraemon.
Aileen mengabaikan Rena dengan membuka dompetnya. Ternyata benar Vano telah memberikannya atm. Hal itu membuat Aileen yang tadinya kesal kini tersenyum. Rena sampai heran dibuatnya.
"Aneh ya lo! Napa lo liat dompet senyam-senyum!" Ujar Rena menopang dagunya.
"Gue udah punya atm!" Balas Aileen senang. Ya memang selama ini Aileen hanya diberi uang jajan per minggu oleh orang tuanya. Tak pernah ia dikasih atm.
Soal biaya kontrakannya dulu, ia membayarnya dengan uang tabungnnya. Jangan kalian pikir Aileen anak manja yang akan menghambur-hamburkan uang ya. Karena tidak sama sekali.
"Cieee. Tr dong. Pasti banyak isinya tuh."
"Nggak. Gue gak boleh boros!"
"Iya deh iya. Eh tadi gue liat lo di parkiran keluar dari mobil seseorang. Hayoooo sama siapa lo?"
-TBC-
di hp dulu x ya... 🤗🤗🤗
padahal disini dy yg paling nyebelin