Darwin berlari dan tak sengaja menabrak seorang pria, Adelia pun menghampiri putranya itu.
“Maafkan putraku yang tak bisa diam.”
Joshua mengingat suara itu, Joshua pun kembali mengingat malam kejadian itu.
“Sayang ternyata kamu tak berubah sedikit pun, suaramu, aromamu bahkan aku tak bisa melupakannya.”
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon meidina, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
bibit pelakor.
Pesta pun diadakan dengan sangat meriah, Joshua dan Adelia mengunakan dress code dengan warna senada.
Keduanya pun melakukan pemotongan kue bersama dengan keluarga mereka.
Adelia juga menemui beberapa nyonya besar yang ikut hadir ke pesta malam ini.
"Permisi semuanya," suara Joshua naik ke atas panggung.
"Malam ini saya ingin bersulang untuk semuanya yang hadir dalam pesta ini, dan terima kasih banyak untuk papa dan mama, kalian orang tua yang hebat, tak lupa istri dan juga putraku, aku tak bisa berdiri di sini jika kalian tak bersamaku," kata Joshua mengangkat gelas.
Semua orang pun bersulang untuk itu, sedang di sudut lain, ada seorang gadis yang tak begitu memperhatikan omongan Joshua.
Gadis itu merasa bosan karena pesta yang berisi para petinggi perusahaan itu begitu kaku.
"Baiklah untuk menghangatkan suasana, bagaimana kalau berdansa, jadi tolong cari pasangan," kata MC acara.
Akhirnya pesta dansa pun di mulai, Joshua memeluk erat tubuh Adelia dan mulai bergerak mengikuti irama musik.
Keduanya bahkan terlihat begitu serasi, begitupun dengan papa Federico dan juga mama Laura.
Pesta pun usai, semua undangan diberikan sovenir parfum yang di racik khusus oleh Adelia dan Joshua.
"Mas bolehkah malam ini Darwin bersama kita?" tanya Adelia.
"Tentu, aku juga sudah merindukan putraku ini," jawab Joshua yang sedang mengendong Darwin.
Malam ini Adelia dan Joshua tidur bertiga bersama Darwin, karena mulai besok Adelia harus mulai bekerja keras untuk fashion show.
Keesokan harinya, Darwin bangun dan melihat Joshua di sampingnya, Darwin pun langsung memeluk sang papa.
Joshua pun mengusap punggung Darwin agar kembali tidur, sedang Adelia sudah bangun dan memesan sarapan untuk ketiganya.
"Sayang ku, dua pria tampan ku, ayo bangun ini sudah siang," kata Adelia membangunkan Joshua dan Darwin.
"Sebentar lagi ma," jawab Joshua.
"Baiklah kalau kalian tak mau bangun, mama bakal tinggalin kalian, dan pulang sendiri," kata Adelia berjalan menuju ke sofa.
Mendengar ancaman Adelia, Joshua dan Darwin pun langsung bangun, dan Darwin berlari ke arah Adelia.
"Mandi dulu putra ganteng mama," kata Adelia yang mengendong Darwin ke kamar mandi.
Joshua pun mengikuti dari belakang, tapi Adelia mendorong Joshua pelan saat akan memeluknya.
"Jangan aneh-aneh mas, aku mau membantu Darwin mandi," kata Adelia.
"Tidak, Darwin bisa sendiri, mama keluar," kata Darwin mendorong Adelia keluar dari kamar mandi.
Adelia pun keluar dan menyiapkan baju untuk dua orang itu, setelah itu Adelia mulai menggambar beberapa gaun yang ada di otaknya.
Joshua keluar sambil menggendong Darwin yang di lilit handuk saja, Darwin pun di bantu Joshua untuk berganti pakaian.
Adelia masih sibuk dengan iPad miliknya saat Joshua datang bersama Darwin.
"Hentikan, kita makan dulu," kata Joshua mengambil benda pipih itu.
Adelia pun mulai membantu Keduanya untuk sarapan, Darwin dan Joshua bahkan ingin di suapi.
Setelah sarapan mereka bertiga pun pergi ke pabrik garmen yang berada dalam naungan perusahaan GUSMAN.
Adelia ingin memilih bahan yang sesuai untuk busana yang akan di bawakan di fashion show sebulan lagi.
Adelia memilih bahan satin, Kain Lycra atau Spandex, dan Kain Embroidery dengan warna dan jenis bordiran yang berbeda.
"Kamu akan membuat berapa gaun sayang?" tanya Joshua.
"Setidaknya dua puluh sampai tiga puluh mas, dan kamu pasti tau bagaimana Indonesia fashion week ini begitu penting untukku," kata Adelia.
"Ya aku akan mendukungmu, jika membutuhkan sesuatu katakan saja oke, dan nanti biar anak buah ku yang mengirimkan pilihan mu tadi ke rumah butik milikmu," kata Joshua mencium kening Adelia.
"Terima kasih, oh ya mana putramu?" tanya Adelia yang tak melihat Darwin.
"Bos kecil sedang mengawasi kita di kantornya, karena sekarang dia adalah pewaris sah dari Gusman Grub," jawab Joshua.
"Dasar kamu ini," kata Adelia tertawa.
Akhirnya Adelia juga diantar ke tempat produksi miliknya, sedang Joshua dan Darwin pun pulang.
Adelia pun mulai bekerja untuk menyelesaikan pekerjaan untuk gaun pesta dan pengantin yang akan di pamerkan.
Darwin pun terbiasa karena dulu Adelia juga cukup sibuk, hingga pengasuhan di bawah pengawasan mama Laura.
Tak hanya baju perempuan, tapi juga ada busana formal untuk pria, dan ini akan menjadi trobosan besar dalam karir Adelia.
Joshua juga akan memberikan kejutan nantinya, dan tanpa Adelia sadari.
Jika investor terbesar di acara itu adalah perusahaan Joshua yang lain.
Adelia juga mengundang mama Laura dan papa Federico untuk datang, begitu pun dengan Joshua.
Tak terasa waktu berjalan begitu cepat, pagi ini Adelia sudah berangkat pagi hari untuk menyiapkan semua keperluan fashion show bersama tim.
Adelia juga sudah menyiapkan busana untuk keluarganya itu, Adelia pun membantu para model.
Tapi tak diduga satu model tak belum datang meski waktunya sudah sangat mepet.
"Kemana model utama kita?" tanya Adelia pada tim yang menangani model.
"Sepertinya dia telat mbak, tunggu biar saya telpon sebentar," jawab Dara.
Adeline Azalia Sugiantoro, seorang gadis yang tergesa-gesa berlari menuju ke belakang stage untuk menjadi model mengantikan sang kakak.
Tapi sayangnya dia menabrak tim produksi, hingga jatuh dan kakinya terkilir.
Joshua yang melihat pun membantu gadis itu, "kamu baik-baik saja?" tanya Joshua sambil mengulurkan tangannya.
"Terima kasih, auw.." memegangi kakinya.
Joshua pun meletakkan godybag yang di bawanya dan memijat kaki Adeline dengan lembut.
Adeline pun merasa begitu terpana melihat perlakuan Joshua yang begitu baik, apalagi dengan wajah tampan dan juga tubuh sempurna tanpa cacat itu.
"Sekarang cobalah berdiri," kata Joshua lagi.
Adeline pun bangun dan memegang tangan Joshua, kakinya sudah merasa lebih baik, tapi dia tak akan bisa mengantikan posisi kakaknya menjadi model lagi.
"Terima kasih, bisa aku mengetahui nama mu untuk berterima kasih dengan makan siang," kata Adeline.
"Maaf aku terlalu sibuk, aku pergi, dan lain kali lebih hati-hati," jawab Joshua yang langsung pergi meninggalkan Adeline.
Adeline pun terpaksa menelpon tim Adelia untuk menjelaskan keadaannya.
Sedang Adelia pun makin marah saat di detik terakhir model utama tak kunjung datang, Dena pun langsung mendudukkan Adelia untuk di make up.
"Maaf mbak, gak ada waktu lagi, sekarang mbak harus jadi model juga, karena model tak bisa datang," kata Dena.
Adelia pun pasrah untuk menjadi model busana miliknya karena ketidakprofesionalan dari model itu.
Adelia sudah di make up dengan begitu cantik, dan Adelia harus menggunakan busana utama.
Acara pun di mulai, Adeline pun menyaksikan fashion show dengan santai, duduk di kursi penonton sambil mengawasi sosok Joshua dari jauh.
Karena pria itu telah mencuri hatinya, Adeline pun bertekad akan memiliki Joshua dengan cara apapun.
Giliran Adelia tiba, busana yang di tampilkan begitu memukau, satu persatu model berjalan di catwalk.
Hingga akhirnya busana utama, Adelia berjalan dengan penuh percaya diri dan berhasil menjadi pusat perhatian dan mendapatkan tepuk tangan dari semua pengamat fashion dan para tamu yang datang menyaksikan.
Akhirnya kini para model berbaris dan Adelia kembali berjalan bersama Darwin.
Joshua naik ke atas panggung dan memberikan buket mawar merah yang begitu besar.
Bahkan Joshua juga berlutut sambil menunjukkan hadiah untuk Adelia, Adelia pun kaget dan terharu melihat tingkah romantis dari suaminya.
"Sayang tepat setahun kita bertemu, hari ini mereka menjadi saksi kebersamaan kita," kata Joshua.
"Mas..." kata Adelia tersentuh.
Joshua pun bangun dan memakaikan kalung berlian dan juga cincin di jari istrinya itu.
Darwin pun tersenyum kemudian di gendong oleh Joshua, ketiganya pun menunduk untuk mengucapkan terima kasih pada semua orang.
Sedang Adeline tak menyukai itu, karena dia menyukai Joshua dan dia harus memiliki pria itu.
smg sj