NovelToon NovelToon
Biduan Dangdut Itu, Istriku

Biduan Dangdut Itu, Istriku

Status: tamat
Genre:Romantis / Komedi / Contest / Tamat
Popularitas:3.4M
Nilai: 4.9
Nama Author: julies

Gimana jadinya jika seorang anak konglomerat menikahi seorang biduan dangdut karena perjodohan kakek mereka di masa lalu.

Kalau Indonesia punya Nela Kharisma, Tristan Trijaya punya Nala Kharina. Gadis delapan belas tahun yang suka dia panggil bocil, yang ternyata seorang biduan dangdut dan suka nyanyi di acara kawinan.

Tristan yang adalah pemimpin perusahaan kakeknya saat ini, harus mau menikah Nala atas dasar janji kakeknya pada sahabatnya (kakek Nala) yang sudah meninggal. Demi mempertahankan harta yang tidak akan dibiarkan jatuh ke tangan sepupunya sendiri yang juga adalah rival besarnya, Tristan setuju menikahi Nala meski ia sendiri sudah punya kekasih.

Tapi sikap Nala yang polos, apa adanya, dan punya badan bak gitar spanyol itu seringkali membuat Tristan hampir gila. Seatap dengan gadis itu bikin hidup Tristan jadi warna warni kayak balonku ada lima. Bisakah Tristan menahan diri dan melupakan perjanjian yang sudah ia buat dengan Nala?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon julies, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Gara-Gara Lagu!

Tiga hari setelah mencoba gaun pengantin, Tristan gak kelihatan. Gak ada kabar, ngilang aja gitu kayak hantu. Batang hidungnya aja gak nggak kelihatan, apalagi batang yang lainnya. Batang apa tuh?

Nala Kok jadi kayak ngerasa kehilangan ya? Tapi setelah sadar dan teringat dengan perjanjiannya dengan Tristan, akhirnya Nala ngerti kalau dia tuh nggak berarti apa-apa buat lelaki itu.

"Dasar lelaki jahat, nggak pernah lagi nongol batang hidungnya." Nala Jadi ngedumel di dalam hati.

Waktu lagi asyik nonton televisi sambil mikirin Tristan, pintu depan rumahnya terdengar diketuk. Nala segera membuka pintu, Nala menemukan pak RT. Nala jadi bertanya di dalam hati, mau ngapain ya Pak RT nyamperin dia? Apalagi saat ini Pak RT lagi pakai peci lengkap dengan kemeja juga celana necis yang bikin dia terlihat lebih rapi dari biasanya.

Biasanya pak RT itu paling kencang pakai celana selutut pakai baju kaos terus megang cangkul, jadi deh Kakek cangkul. Nggak ding, yang bener dia sering bawa cangkul karena dia juga punya kebun. Jadi setiap hari pak RT juga sering ngurusin kebun-kebunnya selain ngurusin warganya yang suka ngegosip.

"Pak RT, ada apa ya?" tanya Nala sambil tersenyum.

"Ini loh, Nala, kebetulan si Putri lagi nggak bisa manggung. Kamu bisa enggak gantiin dia nyanyi hari ini? soalnya saya diminta sama Pak Beno yang punya acara kawinan anaknya hari ini buat nyariin pengganti si Putri."

Nala tahu kok sama Putri biduan yang suka menganggap dia saingan yang juga punya banyak job nyanyi selain Nala. Nala jadi mengusap tengkuknya sendiri. Dia bingung apa dia ambil aja ya job hari ini. Tapi sebenarnya ini jadwal dia libur lagian, Tristan pernah bilang nggak suka kalau Nala keseringan nyanyi di depan orang banyak.

"Duh gimana ya Pak, emangnya selain saya, nggak ada yang bisa gantiin Putri?" tanya Nala gak enak hati.

"Ada sih cuma Pak Beno pengennya kamu yang mengisi acara."

Nala tampak berpikir sesaat.

"Ya udah deh Pak. Tapi Nala perginya agak telat ya soalnya Nala mesti siap-siap dulu, ntar Nala bisa ke sana kok."

Akhirnya karena enggak enak hati dan juga Nala pikir, Tristan udah nggak peduli lagi sama dia, Nala mengiyakan. Pak RT jadi tersenyum lebar memamerkan gigi ompongnya.

Sambil memilih gaun yang akan ia kenakan, Nala jadi kepikiran Tristan lagi. Tapi kemudian Nala menggeleng keras, memangnya dia siapa sih? Orang Tristan menikahi dia juga karena terpaksa kok.

"Udahlah ngapain sih mikirin Tristan?" Hati kecil Nala jadi menghasut membuat Nala akhirnya semakin mantap untuk melangkah dan kembali menyanyi hari ini.

Nala sempat lupa kalau dia punya satu gaun yang pernah diberikan oleh Tristan, yang dia pakai pada saat acara makan malam bersama keluarga besar Tristan pada waktu itu. Akhirnya Nala memakai gaun itu lagi, mematut penampilannya di cermin. Beda banget ya pakai gaun mahal sama yang murah, dia terlihat jadi lebih berkelas.

"Make up udah, sepatu udah, gaun udah, hmmmmm rambutnya diapain ya?" Nala ngeluarin catokan rambut yang harganya cuma seratus ribuan. "Dibikin keriting aja deh." kata Nala lagi.

Nala mulai sibuk untuk mengeriting rambutnya. Dia membuat bagian bawah rambutnya yang panjang menjadi keriting bergelombang. Nala juga nggak lupa menambahkan sedikit hair spray agar keritingnya bisa tahan lebih lama.

Taraaaa, Nala cantik banget kayak artis dangdut di tv-tv. Dengan langkah mantap dia keluar rumah, meninggalkan Beben dengan sesisir pisang yang akan menemani monyet kesayangannya itu.

"Dadah Beben, Nala kerja dulu ya."

Tiba di sebuah tempat tak jauh dari rumahnya, Nala melihat kerumunan orang. Nala heran, kok sekarang banyak banget yang kawin? Apa emang lagi musim kawinan ya? Tapi buat biduan kaya dia, sebenarnya ini itu berkah banget dia bisa meraup banyak uang karena mereka jadi banyak job manggung.

"Hai, Nala. Waduh cantik banget sih."

Sapaan seperti itu sudah sering Nala dengarkan. Ya sebagai seorang biduan dangdut yang punya body oke, yang kalau jalan aja pantatnya jadi goyang-goyang, apalagi kalau lagi di atas panggung, Nala punya tempat istimewa di hati para penggemarnya. padahal Nala baru biduan kampung loh gimana kalau jadi artis dangdut beneran?

"Halo semuanya, Nala permisi ya mau ke belakang paggung dulu."

Nala membalas sapaan mereka ramah, disana juga Nala melihat Adit, seorang pemuda yang memang sudah lama naksir dia.

"Calon bini gue itu woi." Kata Adit pede banget.

Nggak berapa lama kemudian, Nala naik panggung. Nala beneran akan menjadi satu-satunya biduan yang hari ini mengisi acara kawinannya anak pak Beno, orang yang lumayan kaya yang ada di kampung mereka.

"Ada yang mau duet enggak sama Nala?" tanya Nala sama semua penonton yang lagi fokus lihat dia.

Semua pemuda yang ada disana pada tunjuk tangan. Aduh kapan lagi gitu bisa nyanyi bareng biduan dangdut yang cukup terkenal di daerah mereka terus mungkin bisa sedikit pegang-pegang? Pikiran nakal para pria mulai terdengar oleh makhluk-makhluk gaib yang lagi ikutan goyang.

"Adit aja, yuk sini nyanyi."

Semua orang bersorak kesal karena Adit yang dipilih oleh biduan cantik itu.

"Jadi kita mau nyanyi lagu apa nih?" tanya Nala sama Adit.

"Kita nyanyi lagu gadis atau janda aja deh dari Mansyur S, bisa nggak." tanya Adit sok asik.

"Bisa dong. oke musik!" Nala mulai memberi aba-aba.

Musik mulai mengiringi suara keduanya. Adit dan Nala sudah bernyanyi dan bergoyang bersama menghibur para penonton yang hadir di acara kawinannya anak pak Beno.

Sementara itu Tristan ternyata baru aja mau ke sana. Dia lagi jalan tuh dari gang menuju ke rumah Nala. Para ibu-ibu yang lagi gosip di pinggir gang langsung menyapa laki-laki itu.

"Mas, cariin Nala ya?"

"Ya, Bu. Saya baru mau ke sana. Nala nya ada kan?"

"Aduh, sayang banget, Mas. Itu si Nala baru aja pergi, dia lagi ngisi acara kawinannya anak pak Beno."

"Maksud Ibu, Nala nyanyi lagi di atas panggung?" tanya Tristan membelalakan mata.

Para ibu-ibu itu mengangguk cepat. Tristan jadi ambil langkah seribu. Langkahnya panjang-panjang banget menyusuri gang itu menuju sebuah acara di mana Nala sedang ada di dalamnya dan sedang penyanyi juga bergoyang. Mata Tristan terbelalak lagi melihat Nala asik goyang sama Adit. Mana si Adit gayanya itu loh pegang sini pegang sana bikin Tristan jadi kejang-kejang pengen nampol mukanya.

Kau masih gadis atau sudah janda baik katakan saja jangan malu.Terdengar suara Adit menyanyi, nggak lama kemudian Nala ngebales.

Memangnya kenapa aku harus malu Abang tentu dapat untuk membedakannya

Katakanlah saja yang sesungguhnya

Sesungguhnya diriku oh memang sudah janda

Walaupun kau janda tetap kucinta marilah segera kita kawin saja

Tristan tiba-tiba kesal setengah mati karena mendengar lagu yang sedang dinyanyikan oleh Adit dan Nala. Apalagi lirik terakhir dia dengar Adit ngajakin Nala kawin!

Dia segera berteriak membuat siapapun yang ada di situ menatap kearahnya. Musik kembali berhenti, kejadian waktu dulu kembali terulang bedanya sekarang nggak ada lagi bocah kari ayam. Orang-orang menatap Tristan sambil berkerut kening juga bertanya-tanya.

"Dia bukan janda woi dia calon bini gue!" teriak Tristan kesetanan. Semua yang ada di sana memandang Nala dan Tristan bergantian, juga Adit yang sekarang memandang Nala dengan tatapan nanar pengen nangis. Pujaan hatinya sekarang lagi diteriakin sama calon laki.

"Ya ampun! Tristan! Aku tuh cuma nyanyi doang!"

Nala segera turun dari panggung, sementara Tristan sudah maju buat nyamperin Adit terus bilang kalau Nala adalah calon istrinya bukan gadis ataupun janda.

Semua orang jadi bersorak. Cewek-cewek pada histeris. Biduan dangdut jadi rebutan. Ada pula Mamang sampai keselek pentol bakso melihat kejadian itu. Ini pertunjukan menarik yang gak boleh terlewatkan. Bisa dipastikan, itu barisan mamang-mamang hobby ghibah.

Nala udah nggak tahan lagi. Ini udah kedua kalinya Tristan bikin dia malu. Dia segera menyeret lelaki itu, sementara Tristan merasa menang dari Adit. Dia segera merangkul Nala, menjauh dari kerumunan juga dari orang-orang yang siap nyawer.

Para pemuda jadi pada patah hati, biduan cantik idola udah ada yang memiliki. Adit pengen pingsan,

"Nggak mungkin ini terjadi padaku!" erang Adit di depan mic frustasi. Dia bikin semua orang yang ada di sana pada kasihan.

1
Bahari Sandra Puspita
ceritanya bagus juga lucu..
keren mah pokoknya, suka sama kosakata yg dipakek mak othor..

semoga selalu diberi kesehatan ya mak..
tetap semangat berkarya dan semoga sukses selalu dimanapun dirimu berkarya..
🙏🏻💪🏻😘😍🥰🤩💕💕💕
nobita
akhirnya happy ending.. makasih thor utk karya yg luar biasa apik ini... semoga author sehat dan sukses selalu...
nobita
para readers mu ngakak parahh dan berjamaah...
july: wkwkwk
total 1 replies
nobita
ya ampun Tristan kamu tuh mengacaukan acara orang aja sihh...
nobita
yaa ampun bengek banget nih cerita.. ku suka ku suka
ren_iren
bagusss
Nur Aiysah
aku udah pernah baca... tapi aku baca lg... kangen soal/Facepalm//Facepalm//Facepalm/
Raufaya Raisa Putri
kyke udah pernah bc deh
Raufaya Raisa Putri
pk koin...
july: ga ada loh kak ini cm di NT
total 1 replies
Raufaya Raisa Putri
kirain nambah momongan
Raufaya Raisa Putri
kyk hewan aja berkembang biak
Raufaya Raisa Putri
coba cara bersihin pembalutnya....jgn diperes.aplg sampai melintir di guyur aj pk air sambil kapas ny buang dlm kloset.jgn diinjak jg.karena itu ibarat rahim kita.kl ngg percaya coba aj.soalny dulu jg gt...pas dikasih tau... Alhamdulillah ngg pernah skt perut lg
Raufaya Raisa Putri
skrg Miyabi yg kena getahnya
Raufaya Raisa Putri
bengkel
Raufaya Raisa Putri
ank lucknut
Raufaya Raisa Putri
berpacu dlm melodi
Raufaya Raisa Putri
dibikinin adek br tau rasa lu wa
Raufaya Raisa Putri
hemm...kok bintang semua...Ng ad inisial ny yg Kuningan ap ijo atw oren gt
Raufaya Raisa Putri
masih bisa karokowean loh nal
Raufaya Raisa Putri
masih bisa dine in loh bang tan
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!